
"Danyon minta Abang siapkan rencana kerja untuk dinas luar sebelum kenaikan pangkat"
"Laahh.. kenapa saya sih? yang paling senior siapa?" tanya Bang Ranggi.
"Siap.. Ijin.. Abang yang paling senior"
"Ares????"
"Siap.. tidak tau.. arahan Danyon begitu saja Bang"
...
Bang Ares, Bang Ranggi dan Bang Tegar hompimpa mengambil peran untuk tugas yang akan mereka emban.
"Astaga.. pedagang mie ayam??" Bang Tegar tergelak tapi masih mengucap syukur karena sisa dua peran tersebut pastinya sangat menyiksa, menjadi ODGJ atau banci di jalanan.
Bang Ranggi dan Ares saling menatap merasa dunia mereka runtuh menghadapi peran paling ekstrim di dunia.
"Yang kalah jadi banci..!!" kata Bang Ranggi.
"Yo wes.. ayo..!!" Bang Ares pun setuju dan mereka berdua mengadu jari.
"J****k.. aku dadi banci????" Bang Ranggi terpekik kesal menghadapi ucapannya sendiri karena dirinya kalah dan harus berperan sebagai banci.
Bang Ares dan Bang Tegar tertawa renyah melihat Bang Ranggi harus berdandan layaknya wanita.
"Hana bisa jijik lihat aku" kata Bang Ranggi masih tidak terima.
...
Bang Ares tertawa melihat dirinya sendiri yang kini sudah berubah layaknya ODGJ tapi tawanya pecah saat melihat penampilan Bang Ranggi.
"A*u.. mata ku tercolok bulu mu..!! Pedih sekali. Dendam lu ya" protes Bang Ranggi saat Bang Hasdin ikut memasang bulu mata.
"Maaf boss. Saya juga nggak biasa pasangnya." jawab Bang Hasdin.
"Astagaaa.. ini bukan lem bulu mata Has..!!!!!" pekik Bang Richi.
"Yang benar saja kalian???? Lem apa ini????" bentak Bang Ranggi mengerjab melegakan matanya.
"Siap salah Dan.. lem kayu" jawab Bang Richi.
__ADS_1
"Matamuuuu.. kamu pengen saya buta????"
Tak sengaja Hana melangkah ke arah belakang rumah dan melihat Bang Ranggi sedang memakai make up nya.
"Ya Allah Abaaaaang..!!!" Hana menyiram air yang sedang di bawanya pada baskom kecil untuk menyeka baby Khaja.
byuuurr..
"Astagfirullah.. Abang jadi basah nih dek..!!" tegur Bang Ranggi.
"Abang juga" Bang Ares pun ikut basah. "Abang nggak makan nangka tapi malah kena getahnya"
"Ayaaahh.. Abang nih..!!" Hana berteriak mengadukan ulah Bang Ranggi yang memakai make up nya.
Mendengar suara menantunya.. ayah Rico segera menghampiri. "Kenapa ndhuk??"
"Abang yah, ternyata sekarang nyambi" kata Hana.
Para pria refleks tertawa terbahak apalagi wajah Hana begitu geli melihat Bang Ranggi dengan make up menor. Bang Hasdin berusaha menyembunyikan diri tapi agaknya saat ini Hana sudah tidak histeris lagi.
"Nyambi apa??? Kamu ini.. Lihat dulu..!! Ini si Hasdin ngawur.. Abang mau dinas luar beberapa hari."
"Kenapa mendadak sekali Bang?????" protes Hana.
Hana melirik Bang Hasdin yang berdiri dan bersembunyi tepat di belakang punggung Bang Ares dan Bang Ranggi.
"Terima kasih hadiahnya Bang" ucap Hana tiba-tiba.
Bang Hasdin lumayan terkejut, ia tersenyum mendapat respon yang cukup landai dari Hana. "Sama-sama Hana" ucapnya mengiring langkah Hana yang melenggang meninggalkan tempat.
"Waahh.. hadiahmu itu besar sekali." kata Ayah Rico merespon boneka panda pemberian Bang Hasdin untuk putrinya dan juga mobil remote control besar untuk baby Khaja.
"Nggak apa-apa Pak Rico. Demi anak" jawab Bang Hasdin.
***
Tengah malam Bang Ranggi masuk ke dalam kamar, perasaannya sedih karena tidak bisa menemani Hana karena kesibukan dirinya yang lumayan padat. Hana lebih banyak mengurus baby Khaja sendiri dengan bantuan Oma dan Mama.
"Kamu pasti jenuh ya dek. Maaf ya Abang belum bisa menemani dan saat matahari terbit nanti.. Abang harus berangkat dinas.. Mudah-mudahan nggak lama dinasnya." Bang Ranggi mengusap tangan Hana lalu mengecup keningnya. Taukah kamu.. saat ini Abang merasa sangat bersalah"
-_-_-_-_-
__ADS_1
Saat pagi menjelang, Hana melihat Bang Ranggi menidurkan baby Khaja.
"Abang mau berangkat?" tanya Hana.
Bang Ranggi pun menghampiri Hana. "Iya dek. Abang berangkat dulu ya. Do'akan Abang lancar dalam tugas, tidak ada halangan suatu apapun sampai kembali. Kamu juga cepat sehat ya sayang..!!" getar rindu di dada ingin ia sematkan sebelum berangkat mengemban tugas. Bang Ranggi mendekatkan wajahnya berniat mengecup bibir Hana di sela rindunya.
Tiba-tiba Zani menyela masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. "Iiihh Abang, malam saja ciumnya" ucap Zani meluncur begitu saja.
Hana refleks menunduk salah tingkah sedangkan Bang Ranggi terlihat begitu kesal. "Nggak sopan kamu.. ketuk pintu dulu. Ada mbak mu di dalam kamar..!!!" tegur keras Bang Ranggi.
"Halaaahh.. Abang kesal karena nggak jadi cium Mbak Hana khan?" ledek Zani.
Bang Ranggi yang sudah murka ingin sekali menjawabnya tapi Hana menahannya. "Zani mau gendong Khaja??" tanya Hana mendinginkan suasana.
"Iya mbak, pengen belajar gendong. Boleh ya Zani pinjam. Sebentar lagi Zani khan punya anak" jawab Zani seketika membuat Hana dan Bang Ranggi saling pandang.
"Heehh Zani.. kamu mau buat anak sama siapa?? Masih TK saja sudah mau punya anak. Nggak ada...!!!!!!!" kata Bang Ranggi. "Eehh selama Abang dinas, jaga mbak mu baik-baik. Ayah, Mama, Oma dan Opa semua pergi ke Aceh. Hanya kamu yang bisa temani Mbak Hana. Jangan buat susah Mbak Hana..!!!!" pinta Bang Ranggi panjang lebar.
"Iyaaaa Abaaaanngg.. cerewet sekali sih Bang." Zani mulai malas mendengar ocehan Bang Ranggi, pasalnya kedua Abangnya semuanya begitu galak padanya terutama Bang Ranggi.
"Hmm Bang, minta nomer telepon Bang Tegar donk..!!"
"Buat apa??"
"Zani pengen kenalan Bang" jawab Zani jujur membuat Bang Ranggi kebakaran jenggot.
"Kenalan????? Jangan sekali-kali kamu ganjen sama laki-laki ya. Kamu belum tau kelakuan buaya di sekitarmu..!!"
"Mbak Hana.. dulu bagaimana bisa Mbak Hana sampai termakan rayuan buaya??" Zani setengah meledek bertanya pada Hana.
"Keluar kamu Zaniiiiiiiii..!!!!" Bang Ranggi semakin murka menghadapi Zani pasalnya Zani hanya jago kandang dan sok berani di luar sana padahal dirinya tidak pernah keluar dari ruang lingkup pengawasan keluarga terutama Ayah dan Opa.
"Ahahahahaha...." Zani berlari tunggang langgang keluar kamar tapi nasib apes menimpanya, tak sengaja kakinya tersangkut keset dan terjerembab menabrak Opa Garin yang sedang di minta Oma Esa mengadon bahan kue donat.
"Allahu Akbar.. Zaniii.." Opa Garin kaget melihat Zani tertimpa adonan di tangannya.
"M****s.. itu akibat dari makhluk pecicilan berlumur dosa. Karma Tuhan itu nyata..!!!! Ledek Bang Ranggi sangat puas.
.
.
__ADS_1
.
.