Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
24. Secara jantan.


__ADS_3

Malam hari itu juga Bang Ares benar-benar mengantarkan Cherry untuk menjalani operasi mata dan benar saja, Bang Ranggi sudah mendaftarkan semuanya untuk Cherry.


"Aku bisa melakukannya sendiri Res, tidak perlu bantuan Pak Ranggi. Ayo kita pulang sekarang..!!" ajak Bang Hasdin.


"Hana mau jalani donor kornea mata untuk Cherry" jawab Hana tegas.


"Kamu lebih memilih bantuan dari pria yang baru kamu kenal daripada Abang suamimu yang berusaha sekuatnya untuk membuat kalian bahagia????" ucap Bang Hasdin penuh emosi.


"Donor ini tidak boleh terlalu lama kamu abaikan. Kalau kamu memang ingin putrimu melihat lagi.. cepat lakukan..!!" perintah Bang Ares tapi saat itu juga, Bang Hasdin pergi meninggalkan tempat.


//


Citra menyambut suaminya dengan baik, raut wajah Bang Hasdin begitu kusut di liputi rasa cemburu yang kian menjadi.


"Kenapa Bang, apa ada masalah?" tanya Citra sambil memijat kedua bahu Bang Hasdin.


"Masalah kantor saja" jawab Bang Hasdin tak sanggup menolak perhatian Citra.


"Sholat Bang, bersujud..!! Siapa tau pikiran Abang jauh lebih tenang..!!" kata Citra.


"Iya, Abang belum sholat isya. Kamu sudah sholat?" tanya Bang Hasdin.


"Belum Bang" jawab Citra.


"Kenapa belum? Sudah jam berapa ini?? Ayo sholat sama-sama..!!" ajak Bang Hasdin.


:


Usai mengucapkan salam, Bang Hasdin mengecup kening Citra yang sedang mencium punggung tangannya.


Refleks keduanya saling memeluk. Hati Bang Hasdin yang sedang di liputi rasa cemburu membuatnya sangat kesal.


"Bang, Jika mungkin Abang inginkan Citra sekarang.. Citra sudah baik-baik saja" ucap Citra.


Gemuruh di dada Bang Hasdin seketika berdegup kencang bertalu-talu. Tangan Citra yang melingkar di pinggangnya tak bisa ia tepis begitu saja.


Melihat Bang Hasdin masih diam, Citra mencoba mendekatkan wajahnya hingga bibir itu saling menyentuh.


Dalam hati Bang Hasdin sungguh terasa sakit mengingat dirinya telah menduakan Hana, tapi semakin lama ia tak kuasa menolak perhatian Citra, entah mengapa dirinya pun tidak sanggup mengatakan tidak saat Citra membelai tubuhnya.


Batin Bang Hasdin bergolak, ingin rasanya menolak.. tapi dalam ikatan pernikahan ada hal yang tidak bisa di abaikan begitu saja. Tetes air mata Bang Hasdin meleleh. Perlahan ia merebahkan Citra.


Maafin Abang ya Hana. Abang tidak bermaksud menduakanmu dan menyakiti hati mu.


Bang Hasdin beralih mengambil posisi di atas tubuh Citra.

__ADS_1


//


Bang Ranggi sibuk merokok di taman rumah sakit. Bang Ares mengusap punggung Dinar karena saat itu malam mulai dingin dan Hana duduk dengan tangan bertaut gelisah memikirkan Cherry.


Tak lama dokter keluar.


"Bagaimana operasinya Bang?" tanya Bang Ares cemas.


"Tenang Res. Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Do'akan saja Cherry agar tetap selalu stabil seperti ini" jawab Bang Ahmad.


"Alhamdulillah.." ucap Bang Ares.


Hana menangis tersedu-sedu karena baru kali ini usahanya untuk mendapatkan donor kornea mata berhasil. Tak ada yang tau bahwa disana ada seorang pria yang juga sedang menghapus tetes air matanya. Pria itu segera menghampiri semua.


"Alhamdulillah.. akhirnya usahaku untuk menunjukan wajah tampanku pada Cherry membuahkan hasil" ucap Bang Ranggi dengan percaya diri. Semua mata pun langsung tertuju padanya.


"Kenapa melihat ku seperti itu? Apa kalian nggak pernah lihat pria ganteng??" tanya Bang Ranggi.


"Untung saja kau penyelamat Cherry, kalau tidak.. sudah kuhajar kau bersamaan dengan moncong mu yang banyak bicara itu" jawab Bang Ares kemudian memeluk Bang Ranggi.


"Terima kasih banyak kamu sudah menolong Cherry ku..!!" Bang Ares tak bisa menyembunyikan perasaan bahagia dan harunya.


Mata Bang Ranggi pun berkaca-kaca karena dalam hatinya ikut sesak. Ia menarik nafas panjang.


"Aahh kau ini, nanti kalau istrimu curiga lagi.. aku nggak mau ikut kena hukuman sama kamu" jawab Bang Ranggi mengalihkan suasana.


***


"Kalau Dinar mabuk, kamu antar pulang saja. Biar nanti Hana dan Cherry ku awasi" kata Bang Ranggi meredakan emosi Bang Ares karena Hasdin tak kunjung datang sejak malam itu. Ia hanya berangkat ke Batalyon untuk kerja dan selebihnya tidak kembali lagi menemui Hana dan Cherry.


Bang Ares merasa tidak enak dengan keadaan ini.


"Maaf aku jadi merepotkan mu seperti ini"


"Santai saja lah, aku juga senang bisa bersama si cantik.. Cherry" jawab Bang Ranggi sambil melirik Hana yang kemudian menunduk.


Bang Ares sempat cemas karena posisi Hana saat ini adalah istri Hasdin tapi dirinya mencoba mengesampingkan semua itu karena Dinar sedang benar-benar tidak sehat.


...


"Bisakah Abang tidak mengusut masalah Bang Hasdin lagi?" tanya Hana saat Bang Ranggi duduk memantau ponselnya.


Kening Bang Ranggi berkerut.


"Maksudmu?" Bang Ranggi lumayan cemas dengan pertanyaan Hana.

__ADS_1


"Hana.. sudah tau Bang Hasdin menikah lagi" jawab Hana tegas.


"Darimana kamu tau? Ini masalah kantor. Intern Abang dan Hasdin" nada Bang Ranggi mulai terdengar tegas tidak seperti biasanya.


"Dari percakapan di ponsel Bang Hasdin, Bang Hasdin sering mengigau nama Citra, juga.. Hana mengikuti Bang Hasdin saat Abang memberinya hukuman di kantor. Hana mendengar semuanya" jawab Hana.


"Lantas kamu diam saja?" tanya Bang Ranggi.


Wajah Hana mulai mendung.


"Kita bicara di kamar Cherry saja. Nggak enak disini banyak anggota..!!" ajak Bang Ranggi.


~


"Hana tau, Hana bukanlah wanita yang di cintai Bang Hasdin. Bang Hasdin menikahi Hana karena tanggung jawabnya atas kelahiran Cherry. Awalnya Hana mengira, memberikan 'nama' untuk Cherry dari bapak kandungnya adalah jalan terbaik. Tapi.. mau bagaimana pun juga, Cherry hanya anak biologis dari Bang Hasdin dan dalam agama juga tidak bisa memperkuat 'nama' Cherry nantinya."


"Tapi kelakuan Hasdin juga tidak bisa di benarkan dek..!!" Bang Ranggi semakin tidak terima karena Hana seakan tidak mempermasalahkan masalah ini padahal ia tau betul hati Hana merasa sangat sakit.


"Hana tau Bang, tapi Bang Hasdin juga berhak bahagia" jawab Hana.


"Bagaimana dengan hatimu? Kamu juga harus memikirkan perasaanmu dek"


"Perasaan yang mana Bang? Sejak malam kejadian itu, hidup Hana sudah hancur. Ibu Hana sakit, Hana mengandung Cherry. Hanya Bang Ares saja yang selalu ada untuk Hana karena Abangnya Hana yang satu lagi........"


Kaki Bang Ranggi rasanya lemas. Ingin sekali memeluk Hana tapi semua tidak mungkin ia lakukan sampai Bang Hasdin masuk ke dalam kamar Cherry dan mendapati Bang Ranggi dan Hana disana.


"Begitu kah kelakuan mu saat suami sedang tidak ada" tegur Bang Hasdin berusaha tenang.


"Saya salah, sudah mengajak Hana masuk ke dalam ruangan ini. Nanti saya jelaskan. Sekarang selesaikan masalah kalian. Saya keluar dulu" Bang Ranggi berjalan menjauh tapi Bang Hasdin menghadangnya.


"Saya tidak peduli apa pangkat mu. Selesaikan semua ini dengan jantan sekarang juga..!!" ucap Bang Hasdin.


Bang Ranggi menyeringai kesal, sejak tadi ia mencoba bersabar tapi Hasdin seakan tak paham situasinya.


"Ada anakmu, jangan ribut disini..!!" pinta Bang Ranggi.


"Letda Ranggi, apa kamu berniat merebut istri saya??" tanya Bang Hasdin.


Bang Ranggi pun menoleh menatap tajam mata Bang Hasdin.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2