Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
47. Masih soal bumil.


__ADS_3

Bang Ranggi terus fokus dan tidak ingin membayangkan hal yang tidak-tidak. Ia ingin kualitas hidupnya terus berjalan lurus kedepan dan tidak ingin menoleh ke belakang ataupun mengingat kepahitan yang pernah terjadi.


Ia benar-benar memberikan kesan 'malam pertama' terindah untuk Hana. Perlahan dirinya rileks dan mulai menikmati 'aktivitas cinta' mereka saat Hana mengerti inginnya. Balasan dari Hana membuatnya bertekuk lutut.


Pada detik-detik terakhir saat hampir pelepasan. Ada suara ketukan pintu di kamar Bang Ranggi dan Hana.


tok..tok..tok..


"Permisi.. selamat malam. Bisa di buka pintunya?" sapa dari luar.


"B*****t.. ada apa sih??" gumam Bang Ranggi sedikit terganggu.


"Kalau tidak ada jawaban, akan kami dobrak..!! kami bawa surat perintah tugas" ucap di luar sana.


"Kok seperti suara Ares ya?" Bang Ranggi pun mempercepat ritmenya tak peduli dengan apapun lagi.


"Bang.. sudah yuk.. Hana takut"


"Ada Abang. Kamu diam saja" jawab Bang Ranggi.


Dan akhirnya, setelah menunggu beberapa saat.


braaaaaakkk..


Pintu terbuka lebar. Mata Bang Ares melotot dan bertatapan dengan mata Bang Ranggi yang juga kaget setengah mati. Bang Ares benar-benar tak menyangka kalau Bang Ranggi adalah anggota yang sedang menjadi target operasi. Lebih terkejut lagi saat dirinya melihat Bang Ranggi sedang berduaan dengan Hana dan secepatnya ia menutup pintu kamar.


"Maaf Rang.. nggak sengaja"


"Nggak sengaja matamu..!!!!!" bentak Bang Ranggi yang akhirnya gagal penyelesaian tapi lebih daripada itu, wajah Hana kusut badmood.


"Maaf.. aku benar-benar nggak sengaja" jawab Bang Ares merasa sangat bersalah.


~


Para anggota termasuk Bang Ares terdiam saat Bang Ranggi menatap enam orang di dalam kamarnya.


"Bisa-bisanya kalian mendobrak pintu kamar padahal belum ada jawaban. Kalian mau buat malu ibu PasiIntel??" bentak Bang Ranggi.


"Ngamar itu urusan rumah tangga saya..!!!!" Bang Ranggi benar-benar terbawa emosi. Apalagi sekarang kepalanya pening bukan main. Ia hanya bisa duduk memijat pangkal hidungnya.


"Siap salah" akhirnya Bang Ares mengalah karena ia pun cukup gegabah dan Hana duduk menunduk yang akhirnya menangis karena malu.


"Siapa yang buat laporan sampai saya di gerebeg??"


"Sopir taksi" jawab Bang Ares.

__ADS_1


"Sopir taksi?? Salahku opo??" tanya Bang Ranggi.


Bang Ares menyerahkan surat perintah tugas.


Seorang anggota tentara dari kesatuan Batalyon lereng jaya sudah memaksa seorang wanita dan melakukan pelecehan serta membawanya ke hotel.


Bang Ranggi menepuk dahinya.


"Ya salam, mana orangnya??????????"


Tak lama Bang Gazha datang dan langsung masuk ke dalam kamar itu.


"Jangan ngamuk terus kenapa sih Rang.. semuanya saling salah paham" Bang Gazha menepuk bahu Bang Ranggi lalu memberikan sebotol air minum untuk adiknya juga kemudian membukakan tutup botol untuk Hana.


Bang Gazha tersenyum, ia memahami situasi dan kondisi Bang Ranggi karena dirinya juga seorang pria.


"Ayo pulang dulu dan bawa Hana istirahat. Ayah dan Mama mau minta ijin bawa Cherry ke Aceh" kata Bang Gazha


...


Tengah malam mereka tiba di rumah.


"Sebenarnya kamu apakan Hana sampai istrimu kabur???" bentak Ayah karena tidak tega melihat menantunya menangis.


"Hana yang salah yah........" jawab Hana.


Seketika Ayah Rico menghajar Bang Ranggi. Hana terpekik kaget melihat suaminya mendapat tindakan tapi Bang Ranggi melarangnya.


Bang Ranggi hanya diam pasrah saat Ayah menghajarnya.


"Kalau istri sampai kabur.. itu fatal Ranggi. Kamu itu imam keluarga. Segala tentang Hana itu tanggung jawabmu. Kalau istri sampai tidak nyaman sama kamu.. buat apa predikat suami di bahumu????" tegur keras Ayah Rico.


"Sifatnya perempuan itu manja, rewel, nggak bisa di bentak. Kalau kamu juga emosian.. hancur rumah tanggamu. Hilangkan sifat temperamen mu Ranggi"


Hana terisak sedih melihat suaminya.


"Hana yang buat semuanya berantakan yah. Abang nggak akan marah kalau bukan Hana yang mulai" jawab Hana mengakui salahnya.


"Sesalah-salahnya istri, kalau suaminya sabar.. pasti nggak akan kejadian hal seperti tadi ndhuk" jawab Mama Jihan.


"Ayah juga pernah marah sama Mama, tapi nggak selalu temperamen.. Hana"


"Wanita hamil itu dua kali lebih sensitif Ranggi. Jangankan di bentak. Kamu telat jawab saat dia tanya saja sudah tiket ke neraka." kata Ayah Rico.


"Iya yah, aku ngerti"

__ADS_1


"Tobat kamu, ingat.. kamu bukan bujangan lagi. Sudah mau punya anak. Sudah bapak-bapak" kata ayah Rico.


Tak lama Opa Garin keluar memakai baby doll panjang warna pink bermotif love dan panda.


"Ada apa ini? Tengah malam masih berisik. Sampai cicit Opa bangun.. Opa hajar kalian semua" ancam Opa Garin.


Tak ada satu pun di sana yang berani mentertawakan style Opa Garin yang sedang memakai baby doll Oma Esa.


"Opa mau kemana tengah malam bangun?" tanya Hana saat Opa menuju dapur.


"Mau ambilkan Oma minum. Oma suka terbangun malam untuk minum" jawab Opa Garin yang masih sehat hingga saat ini. Tak ada yang menyangka Opa sudah menjadi Opa buyut.


"Biar Hana ambilkan Opa" Hana beranjak berdiri tapi Bang Ranggi melarangnya.


"Abang ambilkan saja. Kamu duduk disini" Bang Ranggi meminta Hana untuk duduk kembali.


//


"Ya salah sasaran, ternyata di kamar itu malah ada Ranggi sama Hana"


"Haaahh.. buat apa mereka di hotel Bang?" tanya Dinar.


"Mau apalagi ke hotel, pasti buat 'itu' lah" jawab Bang Ares.


"Ya ampun Bang. Terus bagaimana Bang Ranggi dan Hana?"


"Ngamuk si Ranggi, Abang saja kena semprot. Duuhh.. baru kali ini kerjaan Abang nggak beres. Meskipun adik sendiri ya malu juga rasanya" jawab Bang Ares.


"Hmm.. Bang, ngomong-ngomong.. Abang nggak kangen nih sama si dedek? Si dedek kangen sama Papanya. Minta di usap" kata Dinar.


Bang Ares cukup terkejut, ia mengintip melihat ekspresi Dinar yang menunduk. Harus ia akui,. sudah cukup lama tidak menyentuh istrinya itu. Kesibukan yang padat membuatnya lupa jika masih ada istri yang harus di manjakan.


"Yang kangen dedek atau Mama?" tanya Bang Ares.


"Dedek" jawab Dinar cepat.


"Ya sudah Papa usap saja kalau si dedek"


"Kalau Mamanya?" Dinar memberanikan diri menatap mata Bang Ares.


"Ya kalau mamanya sih..... di sikat ajaaaa" Bang Ares memeluk Dinar dan merebahkan istrinya pelan di ranjang.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2