Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 10


__ADS_3

Firman meletakkan Ana di atas kasur dengan pelan takut Ana terbangun. lalu ia duduk di sebelah Ana sambil memandangi wajahnya dan tersenyum.


Firman membuka laci meja yang berada di sebelah tempat tidur, dia mengambil sebuah kotak merah kemudian dibukanya, ada sebuah liontin didalamnya.


Dia ingat kakek Nino yang merawatnya dari kecil waktu masih hidup. kakek Nino adalah ayahnya bondan yang artinya dia adalah kakeknya Rudi, dia yang meminta Sofi dan Bondan untuk mengadopsi Firman.


waktu itu kakek Nino sedang sakit, dia hanya bisa berbaring di atas kasur. Firman selalu merawat kakeknya dengan baik, setiap pagi Firman selalu menemui kakek nino yang terbaring di dalam kamar untuk menyeka tubuh kakeknya dan dia juga selalu membawakan makanan untuk kakek Nino saat sudah tiba waktunya makan, Firman selalu menyuapi kakek Nino karena memang kakek Nino tidak bisa makan sendiri.


pukul 19.00 Firman pulang kerja, seperti biasa dia langsung masuk kamar meletakkan tas dan ganti pakaian, setelah itu dia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk kakek Nino, setelah selesai menyiapkan makanannya Firman membawanya ke kamar kakek Nino.


"tuk tuk tuk... kakek ini Firman...!" seru Firman. "Firman masuk ya kek !". Firman membuka pintunya dan berjalan mendekat, dia meletakkan makanan itu di meja sebelah tempat tidur kakek Nino kemudian Firman menarik kursi untuk duduk di sebelah tempat tidur kakeknya.


" kakek sekarang makan dulu ya...!" kata Firman. "biar Firman suapi." Firman tersenyum


"tunggu, apa kamu sudah makan?" tanya kakek


"Firman akan makan kalau kakek sudah makan" jawab Firman. "sekarang kakek makan dulu ya"


"kau harus makan, jangan sampai telat makan, nanti sakit perut" kata kakek


"iya kakek...!" jawab Firman. "tapi sekarang kakek makan dulu ya...!" bujuknya. "ayo buka mulutnya kek" kakeknya pun membuka mulutnya lalu Firman menyuapi kakeknya dengan hati-hati


"gimana...? tanya Firman. "enak kan kek...!!"


"kalo kamu yang membuatkan makanan untuk kakek pasti selalu enak" jawabnya


tak lama kemudian, makanan itu pun habis tak tesisa di makan oleh kakek


"wah...!, kakek hari ini makannya lahap" kata Firman sambil tersenyum. "Aku keluar ya dulu ya kek, aku harus mengembalikan mangkuknya ke dapur."


"tunggu, ada yang mau kakek sampaikan padamu" kata kakek.


"ada apa kek?" tanya Firman


"tolong ambilkan kotak merah yang ada di laci meja sebelah tempat tidur kakek." kata kakek

__ADS_1


Firman membuka laci itu, dan benar disitu ada kotak berwarna merah. dia pun mengambil kotak itu.


"ini kek" Firman menunjukkan kotaknya


"bukalah kotak itu sekarang" kata kakek


Firman membuka kotak itu, terlihat ada sebuah liontin kemudian Firman mengambilnya.


"liontin...?" tanya Firman yang tidak tahu dengan maksud kakeknya


"ya, sebuah liontin biasa" jawabnya. "jika dilihat liontin itu memang tampak biasa dan seperti tidak berharga, tapi itu adalah peninggalan orang tuamu" kakek Nino menjelaskan


"jadi orang tuaku sudah meninggal maksud kakek?" tanya Firman


"ya... kamu benar" jawabnya. "kedua orang tuamu memang sudang meninggal, tapi kamu masih memiliki keluarga lainnya salah satunya kakek mu" jelasnya. "tapi sekarang kakek tidak tau apa kakek mu masih hidup atau tidak...! kakek juga tidak tau kakek mu sekarang ada dimana."


"jadi kemungkinan aku masih punya keluarga?" tanya Firman.


"ya... kamu benar" jawabnya. "Firman...! kamu jaga liontin itu baik-baik jangan sampai hilang" kata kakek Nino. "itu adalah pesan dari kedua orang tuamu."


kemudian kakek Nino menceritakan sebuah kejadian. "waktu itu kakek pulang dari kantor, saat diperjalanan ada seorang wanita sedang menggendong anak kecil yang berlari ke tengah jalan. mobil yang kakek naiki hampir menabraknya, mobil kakek pun berhenti. kakek turun dari mobil untuk menghampiri wanita itu. namun tiba-tiba wanita itu pingsan. kakek langsung menolongnya, saat kakek hendak menolongnya kakek melihat tubuh wanita itu ternyata berlumuran darah seperti habis kecelakaan, kakek berencana membawanya ke rumah sakit terdekat... tapi belum sampai rumah sakit wanita itu sudah tiada, dia sudah meninggal. sebelum meninggal dia bilang bahwa dia habis kecelakaan dengan suaminya, dia berpesan pada kakek untuk merawat anaknya dan meminta kakek untuk mememberikan liontin itu kepada anaknya saat dia sudah dewasa. wanita itu mengatakan pada ku bahwa anaknya masih mempunyai kakek, tapi dia tidak mengizinkan aku untuk mengembalikan anak itu pada kakeknya. dia memintaku untuk merawat anaknya. anak itu adalah kamu dan wanita itu adalah ibumu."


"kenapa ibuku tidak mengizinkan kakek mengembalikan aku pada kakekku yang sebenarnya?" tanya Firman.


"aku juga tidak tahu" jawabnya. "tapi kata ibumu suatu hari kamu akan tau siapa kamu dan menemukan siapa keluargamu sebenarnya. jadi, simpanlah dengan baik liontin itu."


"baik kek, aku akan menyimpannya dengan baik." kata Firman


"mas... mas... mas Firman" panggil Ana


"oh, ya..." jawab Firman terkejut, sontak menutup kotak merah itu lalu memasukkan kembali kedalam laci.


"kamu kenapa mas?" tanya Ana


"tidak, aku tidak apa-apa" kata Firman. "kamu sudah bangun sayang?" tanya Firman sembari membalikkan badannya. "apa tidurnya kurang nyaman?" Firman melihat wajah istrinya yang baru bangun dari tidurnya

__ADS_1


"nyaman kok, tidurku sangat nyaman, sampai-sampai aku tidak sadar kalau aku sedang tidur di kamar. seingat ku, aku masih tidur di dalam taksi" jawab Ana


Tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu kamar.


"tok tok tok... Ana... Ana... keluar kamu" teriak Sofi


mereka yang mendengar suara teriakan Sofi, Firman dan Ana langsung turun dari tempat tidur kemudian membuka pintu kamar, setelah pintu kamar terbuka ternyata Sofi sudah di depan pintu.


"hei Ana kamu ni gimana sih. habis belanja bukanya di bawa masuk malah di letakkan di depan rumah. lihat sekarang sudah jam berapa?, malah enak-enakan tidur. cepat bawa masuk belanjaannya, jangan bengong saja...!"


"jangan marah-marah sama Ana ma... ini salah Firman. tadi Firman lupa membawa masuk belanjaannya." jawab Firman.


"oh... ternyata Firman sudah bisa jalan sekarang, pantas saja kursi roda mu ada di depan. syukur deh kamu sudah sembuh jadi kamu bisa kerja lagi dan ngasih uang tiap bulan ke mama"


"ya udah sekarang aku akan mengambil belanjaan yang ada di depan, sekalian mengambil kursi rodanya." kata Ana


"biar ku bantu" kata Firman


"permisi bu..." pamit Ana


"aku pergi bantu Ana sebentar" kata kata Firman


mereka berdua pergi mengambil belanjaan dan meninggalkan Sofi sendirian. mereka membawa belanjaan tersebut ke dapur. setelah sampai di dapur, Firman meninggalkan Ana sendirian menyusun belanjaannya. dia kembali mengambil kursi roda yang masih berada di depan rumah untuk di simpan di gudang.


sementara Sofi berjalan menuju dapur, dia melihat ana menyusun belanjaan sendirian.


"hey... Ana kemana saja kamu seharian? kamu tau tidak, aku sampai kelaparan gara-gara kamu tidak pulang-pulang. akhirnya aku harus masak sendiri. mana yang katanya kamu mau mengurus rumah !, kau ini benar-benar menantu yang tidak becus sama sekali, dasar menantu tidak berguna ! rasakan ini...!" maki Sofi dengan sangat emosi dia mengambil teko yang berisi air minum lalu disiramkan ke tubuh Ana


...****************...


...semoga suka dengan ceritanya 🄰 jangan lupa like, komen, dan masukan ke favorit mu...


...Terima kasih...


...🄰🄰🄰...

__ADS_1


__ADS_2