Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 35


__ADS_3

Di rumah Bondan


Setelah 3 hari Rudi dan Bondan menjadi pengangguran


malam di kamar Anita


"mas, bantuin aku jaga niur dong (niur adalah anak Anita dan Rudi)"


Kata Anita yang sedang sibuk dengan jualan online


"kamu uruslah sendiri, kamu itu kan ibunya" jawab Rudi "aku mau tidur, ngantuk"


"tolong lah mas, aku tu dari pagi sampe malam gak ada istirahatnya lho" kata Anita


"brisik kamu" bentak Rudi


"ya ampun mas, kamu tiap hari juga gak ada kerja" kata Anita "aku cuma nita tolong kamu jaga anak kita, kamu gak mau!"


"kamu kan tau aku di pecat" kata Rudi "aku di pecat juga gara-gara kamu"


"kok gara-gara aku sih!" Kata Anita jengkel


"iya lah!, coba kalau penghasilan kamu besar aku gak perlu korupsi"


"aku aja gak perna minta uang kamu mas, kamu lupa ya?" Anaita marah "lalu siapa yang menghabiskan uang kamu?"


"dasar wanita ******" bentak Rudi "keluar kamu dari kamar" rudi mendorong Anita keluar kamar lalu melempar bantal keluar, Niur juga di ambilnya dan di berikan pada Anita.


"hu u uuu" niur menangis


terjadilah percecokkan diantara mereka yang semakin memanas


Di kamar Bondan dan Sofi


"apa sih brisik banget" seru Sofi


"coba lihat ada apa ma di luar" sahut Bondan


Sofi dengan berlahan berjalan keluar kamar menghampiri Anita dan Rudi yang sedang ribut.


"ada apa sih ini ribut-ribut?" seru Sofi


"ma" sahut Anita


"tidur udah malam, ini kenapa ada bantal di luar"


Rudi tidak menggubris mamanya dia langsung menutup pintu kamar


"kenapa dia An?"


"gak tau ma, permisi aku juga mau tidur!" Anita mengambil bantal yang tergeletak di lantai dan berjalan pergi


"kamu mau kema?"


"tidur lah ma"


"tidur di kamar, kenapa tidur di luar?"


"mama gak lihat, aku dan niur diusir dari kamar?"


"ya udah, biar niur tidur sama mama"


"biarlah ma niur tidur sama aku, takutnya nanti malah rewel"


"nggak!, kamu buatkan susu untuknya biar gak nangis"


"ya, ma"


"kamu yang sabar ya, Rudi memang begitu, gak usah sedih"


Anita hanya diam dan langsung pergi membuatkan susu untuk anaknya


Di sebuah restoran


Wilson dan Anita bersama Anafi sedang makan bersama


"Wilson" seru Ana

__ADS_1


"ya" sahut Wilson


"kenapa selama ini kamu gak nyari sekertaris baru?"


"sudah, tapi gak ada yang cocok"


"wajar lah kalau gak ada yang cocok, kamu aja begitu"


"apa?" seru Wilson


"mama, mama aku mau es krim" seru Anafi


"makannya udah sayang?" tanya Ana


"udah ma, sekaran aku mau es krim"


"bentar ya"


"iya"


Ana kembali berbincang dengan Wilson


Disisi lain dalam restoran yang sama dimana Ana dan Wilson sedang makan bersama, Filio (Firman) sedang berjalan dengan Fairus. Lalu duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat duduk Ana


"ma, ayo ma, aku mau es krim" rengek Anafi yang sudah gak sabar minta eskrim


"iya, iya, kita nanti beli eskrim ok" jawab Ana


Setelah Firman (Filio) mendengar suara yang tidak asing, dia langsung menoleh ke arah asal suara itu.


"Ana, benarkah itu Ana?" gumam Firman (Filio)


"sekarang ma, ayo!" Anafi semakin merengek


"Ana!" seru Firman setelah memastikan apa yang di lihatnya. Dia menghampiri ana dengan cepat


mendengar suara panggilan dari Firman, sontak Ana menoleh padanya.


"mas Firman?" sahut Ana lirih


"Ana, kamu... " perkataan Firman terpotong oleh Anafi


"ini anakmu?" tanya Firman


"iya" jawab Ana


"maksudnya?" Firman di buat bingung dengan jawaban Ana


"maaf aku mau pergi dulu, ayo wilson" kata Ana


"ayo Anafi kita beli eskrim" seru Wilson


mereka bertiga pergi meninggalkan Firman


"tunggu!" seru Firman setelah merenung sejenak tapi tidak ada yang mendengar seruannya.


Firman duduk dan terdiam sebentar


"Fairus, aku mau pulang" kata Filio (Firman)


"baik bos!" sahut Fairus


"batalkan semua jadwalku hari ini, aku mau istirahat di rumah"


"tapi hari ini..." perkataan Fairus terpotong


"tidak apa, batalkan saja dan atur waktu ulang"


"baik bos"


Di Rumah Filio dan Fiona


Didalam kamar Filio


Filio membayangkan pertemuannya dengan Ana tadi di restoran.


"Anak siapa yang bersama Ana?, mungkinkah itu Anaknya bersama Wilson?. Tidak, tidak mungkin itu Anaknya Wilson, atau jangan-jangan itu anakku?. Tidak, mana mungkin!, saat aku meninggalkan Ana, dia tidak sedang mengandung. Jadi kemungkinan dia anaknya bersama wilson" batin Filio bertanya-tanya

__ADS_1


"hah... " teriak Filio "kurang ajar kamu Wilson" teriakan Filio makin keras, dia membanting benda-benda yang ada di kamarnya "awas kamu Wilson, dasar bajingan" seru Filio dengan keras


hari minggu disebuah kontrakan.


Anita diam-diam pergi dari rumah mertuanya, dia gak tahan dengan sikap mertua dan suaminya yang selalu menganggapnya sebagai mesin pencari uang dan pembantu di rumah mertuanya. Dia di bantu oleh seseorang membereskan kontrakan yang akan di tempatinya.


"terima kasih ya mbak, ini upahnya" ucap Anita pada seseorang yang telah membantunya


"iya buk sama-sama" balasnya "jika nanti ibu butuh pertolongan saya, ibu bisa hubungi saya langsung"


"iya mbak" sahut Anita


"eh, sepertinya kita punya tetangga baru sekarang sayang!" seru Ana saat melewati depan kontrakan Anita setelah dari jalan-jalan bersama anaknya


"siapa ma?" sahut Anafi


"gak tau, kita samperin yuk!"


Ana berjalan berlahan ke rumah kontrakan Anita


"halo... Permisi..., buk!" seru Ana


"ya..., sebentar" Anita keluar dengan menggendong anaknya "Ana?, ngapain kamu di sini?"


"Anita?, kamu tinggal di kontrakan ini?" tanya Ana terheran-heran


"ya...!" seru Anita "aku sekarang tinggal disini, kamu sendiri?"


"aku juga tinggal di sekitar sini" sahut Ana


"oh...!" seru Anita


"tapi kenapa kamu tingga di sini?" tanya Ana lirih


"kamu gak perlu tau, itu bukan urusan kamu!"


"ya udah maaf, kalau begitu aku pamit dulu" kata Ana


"hemmm" jawabnya


Keesokan harinya.


Di rumah kontrakan Ana


"sayang kamu sama mbak nur (pengasuh) dulu ya, mama mau kerja" kata Ana


"iya ma...!"seru Anafi


"emmmuah" Ana mengecup kening Anafi "dada Anafi!" serunya


"dada mama" sahut Anafi


Di kantor perusahaan Putra Jaya


"ini adalah hari pertama aku masuk kerja, rasanya degdegan" gumam Ana


Di kantor beberapa karyawan berbisik


"eh itu bukannya sekertaris pak bos yang dulu ya"


"iya, dengar-dengar dia kerja lagi di sini"


"kerja apa?"


"dia kerja sebagai sekretarisnya pak bos lagi"


"ih, kok bisa ya!?"


"eh, kalian tau gak sih!?, katanya dia itu kekasih pak bos lho...!"


"eh, sok tau kamu!"


"bukan sok tau, tapi emang bener kok. Nyatanya..., selama ini pak bos gak suka dengan semua sekertaris barunya, pak bos cuma mau sama dia aja"


"jangan sembarangan ngomong!, nanti kalau pak bos tau..., bisa di pecat kamu"


"sssstttttt, pak bos datang"

__ADS_1


Semua karyawan yang ngerumpi langsung bubar kembali ke tempat kerjanya masing-masing


__ADS_2