Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 36


__ADS_3

siang hari di ruang kerja kantor Filio


"Vinno!" seru Filio


"iya bos" sahut Vinno


"aku melihat kinerja kamu selama 3 tahun ini sangat bagus, kamu bisa di andalkan dan kamu berhasil mendapatkan kepercayaan dari saya. selamat ya!" kata Filio


"terima kasih bos, aku akan selalu menjaga kepercayaan yang bos berikan kepadaku"


"perusahaan kita sekarang menjadi sangat maju, itu juga berkat kamu yang mengelola keuangan dengan baik" kata Filio "kamu hebat Vinno"


"terima kasih bos atas pujiannya" ucap Vinno


Filio berjalan berlahan mendekati Vinno


"panggil aku kakak" kata Filio "kita ini keluarga jangan membuat menjadi canggung" Filio tersenyum pada Vinno


"terima kasih kak" Vinno berdiri lalu memeluk Filio dengan erat "ku pikir aku tidak akan pernah bisa memanggilmu kakak" Vinno dengan wajahnya yang terharu


"sudah-sudah, aku ini laki-laki, jangan terlalu erat memelukku" ledek Filio


"maaf kak, kalau begitu aku permisi deh" kata Vinno


"tolong sekalian panggilkan Fairus, suruh dia kesini!" seru Filio


"siap bos" sahut Vinno


"Bos, bos memanggil saya?" tanya Fairus


"Fairus!" seru Filio


"ya bos?" sahutnya


"apa isi jadwalku besok?"


"besok tidak ada meeting dengan klien, tapi bos ada undangan..." perkataan Fairus terpotong


"kamu saja yang menghadiri undangan itu" kata Filio "aku besok ada urusan lain yang harus aku urus"


"tapi bos?"


"tenang saja..., aku akan minta Fiona untuk datang ke sana"


"baik bos"


Malam hari di rumah Jack


"Vinno, papa tu minta kamu kerja di perusahaan supaya kamu bantuin papa, kenapa kamu malah membantu Filio?!" seru jack


"pa, aku kerja di kantor supaya perusahaan Victor semakin berjaya. Aku gak mau kerja di sana hanya karna obsesi papa yang konyol itu, aku gak mau keluarga kita jadi hancur karna obsesi papa, dan aku gak mau jadi orang jahat seperti papa." jawab Vinno


"Vinno" jack membentak "semua yang papa lakuin itu semuanya untuk kamu!" nada tinggi


"bukan pa, itu untuk papa sendiri" jawab Vinno dengan nada tinggi juga


"ada apa sih Vin ribut-ribut!" Seru Wike


"tau tu papa" jawab Vinno


"pa udah lah pa...!, yang penting sekarang Vinno punya masa depan, tidak seperti dulu yang suka keluyuran" Wike berusaha melerai


"iya!, tapi perusahaan masih di pegang oleh Filio" kata Jack


"tapi itu kan memang hak dia!, sudah sewajarnya jika dia yang pegang!" seru Vinno


"harusnya dia itu sudah mati dan perusahaan jatuh ke tangan papa, entah bagaimana dia masih hidup" kata Jack


"pa, udah ya pa, jangan membuat aku menjadi semakin bersalah pada mereka karna perbuatan papa, belum cukupkah dengan apa yang papa lakukan pada orang tuanya?" Kata Vinno dengan wajah penuh kekecewaan, dia berjalan berlahan pergi meninggalkan mama dan papanya


"Vinno, apa maksud kamu?" Wike bertanya dengan suara lirih karna terkejut dengan perkataan anaknya


"ma?!" seru jack


"pa, mungkinkah Vinno sudah mengetahui semua perbuatan kita?" tanya Wike lirih pada suaminya dengan wajah bersalahnya


"papa rasa begitu ma" jawab jack

__ADS_1


"pantas saja selama ini dia bersikap semaunya sendiri, ini semua salah kita pa" kata Wike


"kalau begitu sebaiknya besok kita serahkan diri kita ke kantor polisi, supaya Vinno tidak semakin merasa berdosa atas perbuatan kita" kata jack


"iya pa, mama setuju, apapun yang akan kita terima, itu semua karna perbuatan kita sendiri.


Keesokan harinya


jack dan Wike pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri.


Vinno sama sekali tidak tau tentang keputusan orang tuanya, dia juga tidak tau kalau saat itu hari itu orang tuanya pergi ke kantor polisi untuk menyarahkan diri.


Di tempat lain


perusahaan putra jaya


Filio datang mencari Wilson


Ruang resepsionis


"mbak saya mau bertemu pak Wilson" kata Filio pada salah satu resepsionis


"apa bapak sudah ada janji"


"sudah" Filio berkata bohong demi bisa bertemu dengan Wilson


"sebentar ya pak"


Beberapa menit kemudian.


"pak Wilson ada di ruangannya, silahkan bapak langsung saja ke ruangan pak Wilson" kata resepsionis tadi


"terima kasih"


Ruang kerja Wilson


"Tok tok" suara pintu di ketuk


"masuk" sahut Wilson sambil membaca beberapa berkas yang ada di mejanya


"hey!, Wilson" seru Filio (Firman)


"Aku kesini mencari Ana, dimana Ana?" tanya Firman


"Ana hari ini tidak masuk kerja, karna anaknya sedang sakit" jawabnya


"lalu dimana Ana?, di rumah sakit atau!, atau mungkin di rumah mu?" tanya Firman dengan sedikit menahan emosi


"bagaimana bisa dia di rumahku?!, kau ini aneh sekali!" Wilson tersenyum mengejek


"apakah dia itu bukan Anakmu?" Firman bertanya dengan hati-hati


"tentu saja bukan!" jawab Wilson sembari memicingkan alisnya


"lalu...," Firman berkata lirih dan pelan


"lalu dia itu anakmu, atau mungkin anak orang lain?"


"jadi..." Firman tak sengaja meneteskan air mata


"jadi selama ini kamu menelantarkannya?!" seru Wilson "haha..., kau ini cengeng sekali" ejekan Wilson setelah melihat wajah penyesalan Firman


"lau dimana alamat rumahnya?"


"di kontrakan no 6 jalan xxx, sekali lagi kamu berani mengecewakan Ana, aku tidak segan-segan mengambilnya darimu" kata Wilson dengan ancamannya


"terima kasih, aku tidak akan pernah memberimu kesempatan lagi, aku permisi"


Di depan rumah kontrakan Ana


"tok tok tok" di kamar Ana sedang menemani anaknya yang sedang tertidur mendengar suara orang mengetuk pintu rumahnya


Beberapa menit kemudian


"tok tok"


"krie... K" suara pintu terbuka.

__ADS_1


"Ana" tanpa basa-basi, tanpa aba-aba, dan tanpa berfikir panjang Firman langsung memeluk Ana, tapi Ana berhasil melepaskan pelukannya. Firman tidak memperdulikan sikap Ana, dia langsung masum kedalam rumah dan mencari Anaknya.


"dimana Anakku?" tanya Firman sembari berjalan menuju kamar


"untuk apa kamu kemari?" tanya Ana ketus


"oh, dia anakku?" seru Firman setalah masuk kamar dan melihat anaknya yang sedang tidur "dia sangat manis sekali, siapa namanya?" tanya Firman sembari membelai rambut anaknya, lalu mengecup kening dan pipinya.


"kamu belum menjawab pertanyaanku" sahut Ana


"Aku akan menjawab semua pertanyaan kamu setelah kamu beritahu aku siapa nama anak kita"


"namanya Anafi"


Firman tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban dari Ana. Dia berlahan mendekati Ana dan memegang tangannya lalu berkata:


"Sayang terima kasih kamu telah menghadirkan Anafi, aku sangat bahagia sekali, maafkan aku karna sudah menelantarkan kamu, aku bukan sengaja ingin menelantarkan kamu aku juga bukan tidak mencari kamu, setiap hari aku seperti orang gila memikirkan kamu, maaf Ana, maaf kan aku yang tidak tau kondisi kamu yang sedang kesusahan, aku juga tidak di sampingmu saat kamu mengalami kesulitan, tolong maafkan lah aku"


Ana pun memeluk Firman, dia tidak bisa berkata-kata setelah mendengar semua permintaan maaf dari firman. setelah itu mereka bercerita tentang kesulitan yang mereka alami selama berpisah dan tidak ada kabar. Akhirnya Ana tidak lagi marah dengan Firman dan Firman membawa Ana dan anaknya pulang bersamanya.


Malam hari


Di ruang tengah rumah Fiona dan Filio


"Filio!, kamu sudah pulang?" seru Fiona


"iya" sahutnya "lihat!, siapa yang aku bawa?"


"Ana?" Fiona terkejut melihatnya


Ana menatap suaminya, Filio pun tersenyum.


"kenalkan, dia adalah Fiona adik ipar mu" kata Filio


"enak saja!, kenalkan, aku adalah kakak iparmu karna suamimu adalah adikku!" seru Fiona


"aku ini laki-laki, jadi aku lah kakak mu" sahut Filio


"tidak mau!" balasnya


"hah..., dasar kau ini"


"sudah lah mas, kita bawa Anafi dulu kedalam biar istirahat" kata Ana


"tunggu!", seru Fiona


"dia anakku, Anafi" sahutnya "dia sedang sakit jadi harus istirahat"


"baiklah...!" seru Fiona


Keesokan harinya


Vinno pergi datang kerumah Filio, Vinno berjalan cepat sampai di ruang tengah


"kak, kak fil!" seru Vinno dengan lantang


"he, sejak kapan kamu memanggil Filio kakak" sahut Fiona


"sejak tadi!" jawab ketus "sudah lah kau diam saja, sekarang dimana kak Filio?"


"ada apa Vinn?"


"apa kakak sudah melihat barita?" tanya Vinno "papa mama ku sudah menyerahkan diri ke polisi kak, diamengakui semua perbuatannya terhadak paman" terpancar kesedihan di wajah Vinno


"kamu tenang lah dulu, nanti kita jenguk papa, mamamu bersama" kata Filio


"baik kak" jawabnya


"heran deh!, sejak kapan si Vinno akrab sekali dengan Filio!" gumam Fiona lirih


2 bulan kemudian


Di sebuah hotel mewah


Filio memberikan pesta kejutan pada Ana, sebuah pesta pernikahan sederhana karna Filio saat menikahi Ana dulu, dia tidak memberikan apa-apa kepada Ana.


...Tamat...

__ADS_1


Terima kasih kepada para pembaca, terima kasih atas dukungannya. sampai jumpa lagi di novel ku berikutnya "Not good Looking"


__ADS_2