Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 32


__ADS_3

di dalam taksi yang sedang melaju pelan, tiba-tiba perut Ana terasa sakit.


"ssssstttth ah aduh, pak...tolong saya pak!, Perut saya sakit" kata Ana meminta tolong pada sopir taksi itu"


"aduh, saya harus gimana ini?" gumam sopir kebingungan mendengar suara Ana yang sedang kesakitan


Sopir itu melirik spion dalam mobil untuk melihat kondisi Ana.


"bu...sebaiknya anda saya bawa ke Rumah Sakit terdekat saja ya?" tanya sopir itu.


"iya pak" jawab Ana nyengir menahan sakit "cepat sedikit pak, saya sudah tidak tahan" kata Ana.


Setelah sekitar 30menit perjalanan akhirnya sampai di RS.


Supir taksi pun turun dengan cepat dan memanggil petugas RS di situ untuk membawa Ana masuk ke dalam ruangan. Supir itu pun tidak langsung pergi dia menunggu Ana di luar ruangan karna tidak tega melihat kondisi Ana saat itu.


Setelah beberapa menit, seorang dokter keluar dari ruangan setelah memeriksa Ana


"pak dokter" panggil sopir taksi itu.


"ya" jawab dokter


"bagaimana kondisi wanita itu" tanyanya.


"apakah bapak keluarganya"


"bukan, saya hanya mengantarnya kemari" jawabnya.


"dia mengalami sedikit pendarahan, tapi tidak apa-apa. Sekarang dia sedang istirahat" dokter menjelaskan.


"syukurlah" sopir taksi itu mengelus dada "terima kasih dok" ucapnya.


Dokter itu pun tersenyum.


Entah apa yang ada di pikirannya sehingga membuat sopir taksi itu merasa kasihan dan sangat sedih padahal Ana bukan siapa-siapanya.


sopir taksi itu masuk ruangan menghampiri Ana yang sedang terbaring tidur. Dia menunggu disamping Ana sembari menatapnya dengan penuh rasa iba.


Tak lama kemudian Ana terbangun dari tidurnya lalu melihat kesamping, dia melihat sopir taksi itu sedang menunggunya dan tertidur di kursi.


"ya tuhan, bapak ini nungguin aku sampai tertidur gitu" gumamnya lirih"


Tiba-tiba sopir taksi itu pun terbangun.

__ADS_1


"bu, ibu sudah bangun" kata sopir taksi itu.


"maaf ya pak, saya sudah merepotkan bapak" kata Ana.


"gak papa buk, saya senang bisa menolong ibu"


"maaf bapak harus nunggu lama, berapa pal ongkos taksinya?"


"sudah bu jangan di pikirkan dulu, sekarang ibu mau pulang kemana?, biar saya antar!!"


"sebenarnya saya tidak tau harus kemana" jawabnya dengan wajah sedih "tadinya saya mau cari kontrakan tapi malah jadi begini. kalau bapak mau pulang juga gak papa, biar saya istirahat di sini dulu"


"tidak bu, sebenarnya saya kasihan lihat ibu!" kata sopir itu "memangnya suami ibu kemana?, maaf kalau saya lancang"


"tidak apa pak, suami saya gak tau kemana" jawabnya dengan wajah masam "lalu saya juga sudah di usir dari rumah oleh mertua saya" Ana tersenyum kecut "ngomong-ngomong nama bapak siapa dari tadi ngobrol tapi belum tau namanya" Ana mengalihkan pembicaraan.


"saya Tohir bu" jawabnya " ibu sendiri?"


"saya Ana"


"saya kalau melihat ibu jadi teringat anak saya lili, tapi dia sudah meninggal" pak Tohir mulai cerita " dulu lili anak saya masih remaja tapi sudah mengalami hal buruk saat pulang dari sekolah, dia diperkosa oleh laki-laki biadab" pak Tohir mengusap air mata yang membasahi pipinya dan melanjutkan ceritanya "karana kejadian itu jiwa lili jadi terguncang dia juga hamil dan akhirnya meninggal dalam keadaan hamil" pak Tohir menghela nafas "Padahal lili adalah anak saya satu-satunya"


"maaf ya pak Tohir, saya gak sengaja mengingatkan tentang putri bapak"


"saya takut nanti malah merepotkan"


"tidak bu"


"baiklah, kalau begitu saya akan bayar rumah sakit dulu"


"biar saya antar"


"terima kasih pak"


perjalanan menuju rumah pak Tohir. di dalam taksi mereka berdua berbincang-bicang tentang banyak hal, Ana juga bercerita tentang dirinya yang yatim piatu.


setelah 30 menit kemudian mereka sampai dirumah pak Tohir.


"buk, ibuk... " panggil pak Tohir pada istrinya.


"iya pak, sebentar" jawab istri pak Tohir yang sedang mencuci piring di dapur.


Tak lama istri pak Tohir membuka pintu

__ADS_1


"sudah pulang pak, tumben pulangnya agak cepetan" tanya istri pak Tohir.


"iya" pak Tohir tersenyum "lihat saya bawa siapa" kata pak Tohir


"eh, ini siapa?" tanya istri pak Tohir dengan tersenyum.


"kenalin buk ini Ana" kata pak Tohir


Ana dan istri pak Tohir berjabat tangan.


"saya Sumi, Sumiati istrinya pak Tohir.


"salam kenal buk Sumi, saya Ana" jawab Ana.


"Buk Ana ini sekarang jadi anak saya dan mau tinggal di sini bersama kita" kata pak Tohir


"apa?" mata bu Sumi membelalak "kurang ngajar kamu pak...!" bu sumi memukuli pak Tohir dengan kedua tangannya "berani-beraninya kamu selingkuh di belakang aku sampai punya anak sebesar ini, dasar laki-laki buaya kamu pak...!" bu Sumi marah-marah.


"aduh aduh aduh buk..., jangan marah dulu" kata pak Tohir sembari menghindar dari pukulan bu Sumi "siapa yang selingkuh?"


"kurang ajar, sudah ketahuan masih mau ngelak" bu Sumi mengambil sapu untuk memukuli pak Tohir tapi tidak kena karna pak Tohir menghindar terus, bu Sumi juga gak mau kalah dia mengejar pak Tohir terus tapi gak kena-kena bu Sumi melepas salah satu sandalnya lalu dilempar ke pak Tohir tapi tidak kena malah di ledekin ama pak Tohir "jangan marah-marah buk nanti cepat tua"


bu Sumi semakin marah "jangan lari kamu pak" bu Sumi melepas yang satunya lagi "rasakan ini" teriak bu Sumi "pluk" sandalnya mengenai muka pak Tohir "kapok kan, hahaha" bu Sumi tertawa. Pak Tohir gak lari lagi dari bu Sumi malah dia balik mengejar bu Sumi. Ana pun bingung melihat mereka kejar-kejaran dihalaman depan rumah. Hingga akhirnya mereka kecapean dan duduk bersama dihalaman depan rumah


"capek buk, istirahat dulu ya" kata pak Tohir


"hah hah hah" suara nafas ngos-ngosan


"iya pak"


"dengerin, bapak mau ngomong ini"


"cepet ngomongnya jangan lama-lama"


"iya, makanya dengerin dulu" kata pak Tohir "Ana itu anak yatim piatu yang di tinggal pergi sama suaminya dalam keadaan hamil, dia juga di usir oleh mertuanya. Bapak gak tega melihat dia lontang-lantung jadi bapak ajak pulang, trus bapak mau jadikan dia anak kita" jelasnya.


"oh... gitu...!" bu Sumi mengangguk "kenapa gak ngomong dari tadi" bu Sumi berdiri dan melempar sapu yang di pegangnya tapi malah kena kakinya pak Tohir "ctok"


"aduh buk...!, sakit ini"


"kapok" ledek bu Sumi.


Bu sumi menghampiri Ana dan mengajaknya masuk kedalam rumah "ayo ndok, masuk kedalam sama ibu" bu Sumi menggandeng tangan Ana, Ana menoleh melihat Pak Tohir yang sedang bangkit dari duduknya "gak usah ngurusin pak tua ra gadek itu, ayo masuk" kata bu Sumi.

__ADS_1


......Maaf lama upnya karna autor ada kendala, sekali lagi mohon maaf šŸ™šŸ™šŸ™......


__ADS_2