Bertukar Suami

Bertukar Suami
Menduga-duga


__ADS_3

"Hem, ya sudah. Sekarang habiskan makanannya sayang jika tidak dimakan jadi mubajir," perintah Kayra tersenyum.


"Oke. Tapi, suapin aku," pinta Damar tersenyum manja seperti anak kecil.


"Hem, jangan aneh-aneh! Ingat ini bukan di rumah sendiri. Jadi, bersikaplah yang baik," nasihati Kayra tersenyum.


"Hem, baiklah. Aku makan sendiri." Damar cemberut lalu mengambil piringnya kembali.


Kayra memandangi aksi Damar, hatinya menghangat melihat kakak iparnya sedang menikmati makanannya tergesa-gesa. Dia paham jika kakak iparnya berlaku seperti itu karena ingin segera pulang ke rumah.


Kini mereka semua sudah selesai menikmati makanannya. Mbok Nem dibantu Pak Sopir dan David segera membereskan bekas peralatan makan mereka.


"Em, tolong bungkuskan sedikit makanannya ya, Mbok!" pinta Kayra tersenyum.


"Siap, Non." Mbok Nem mengangguk. Tangannya terus meraih piring kotor.


Setelah semuanya selesai, mereka segera berpamitan pulang. Kayla tampak sedih karena dia tak bisa menatap suaminya secara langsung untuk beberapa hari kedepan.


Bisa dipastikan bahwa Kayra malah akan semakin jarang berkunjung untuk menghindari hal-hal yang bisa menyakiti hati Kayla. Apalagi tadi sang kakak sempat curhat soal sikap Damar padanya. Jujur dia dibuat bingung sendiri.


***


Keesokan harinya tepat pukul tujuh malam, Kayla dan David diminta untuk menghadiri acara syukuran di rumah Damar. Kayla dengan semangat menggebu-gebu merias wajahnya agar terlihat menarik di depan Damar.


Lagi dan lagi dia melupakan peran dan idenya sendiri. Bisa dipastikan kalau dia melakukan hal tersebut akan percuma saja. Toh, Damar tak mungkin tertarik padanya. Setahu Damar dia itu tetap adik iparnya.


"Wah, istriku malam ini benar-benar berbeda. Riasanmu sedikit menor," goda David terkekeh geli.


"Ih, masa sih?" tanya Kayla penasaran. Dia menatap wajahnya lekat-lekat di depan cermin untuk memastikan bahwa ucapan David benar atau tidak.


"Haha, padahal aku cuma becanda saja dianggap serius." David terkekeh geli.


"His, awas kau!" Kayla segera menonyolkan liptik ke arah David karena begitu gereget sudah digoda.


"Eits, jangan dong! Nanti, suamimu jadi berubah gender gimana?" goda David terkekeh geli.

__ADS_1


"Biarin! Aku nggak peduli! Ayo cepat pakai lipstiknya!" Kayla memaksa David.


"Eh, jangan!" David tersenyum sambil memundurkan langkahnya.


"Sudah ah, becandanya! Ayo kita berangkat sekarang! Takutnya nanti kita telat loh," peringati David masih terus berusaha menghindar.


"Huh, baiklah." Kayla segera meletakkan lipstiknya kembali di meja rias.


"Tolong Mas gendong Kaysa dulu ... aku mau cek isi tas. Takutnya nanti ada yang ketinggalan," pinta Kayla menyempurnakan penampilannya di depan cermin.


"Siap, Bu Bos!" David terkekeh. Dia segera melangkah menuju ranjang untuk menggendong Kaysa. Saat ini Kaysa masih asik menonton video di ponsel milik ibunya. Kayla selalu melakukan hal itu agar Kaysa tak rewel saat ditinggal melakukan aktivitas.


"Hem, baru kali ini aku melihatnya berdanda berlebihan? Biasanya, Kayra suka yang natural," batin David mengangkat bahunya tidak mengerti.


Setelah semuanya selesai dan diteliti, mereka berdua langsung naik ke dalam taksi online. Mereka sengaja naik taksi saja karena kasihan sama Kaysa kalau terkena angin malam secara langsung.


Sejak tadi Kaysa tak henti-hentinya menatap Kayla. Dia seperti mengenali bahwa Kayla bukanlah ibunya. Hal itu tentu membuat Kaysa tak mau digendong Kayla.


"Hem, gara-gara kamu berdandan ... Kaysa jadi takut sama ibunya," goda David terkekeh geli.


"Hem, begitukah?" David mengecup pipi Kayla sekilas. Dia sengaja ingin semakin menggoda istrinya.


"Ih, kok malah dicium sih? Nanti, bagaimana kalau make-up aku luntur," sewot Kayla sedikit kesal.


"Haha, kamu ini kesambet jin mana coba? Nggak ada angin kencang ... nggak ada hujan deras kok tiba-tiba kamu jadi aneh?" goda David terkekeh geli.


"His, kalau bicara jangan ngawur! Inikan pertama kalinya aku datang ke acaranya orang kaya. Pasti di sana para tamu undangan pada dandan secantik mungkin biar nggak malu-maluin," kilah Kayla agar David tidak mencurigainya.


"Oh, begitu toh. Aku pikir kamu berdandan seperti itu karena pingin cari suami baru," goda David lagi.


"Ih, ini orang makin ngeselin deh!" Kayla tersenyum geli. Tangannya segera memukul pundak David kuat.


"Auw, sakit!" kekeh David.


Kaysa terbengong-bengong melihat aksi mereka berdua. Pak Sopir di depan diam-diam ikut tersenyum geli mendengarkan keseruan obrolan penumpangnya.

__ADS_1


Terlalu asik becanda, tidak terasa perjalanan mereka sudah sampai tujuan. Kayla segera membuka pintu dan turun. Sementara David membayar dulu biaya ongkos mereka.


"Pak, nanti sekitar pukul sembilan tolong jemput kami lagi." David mengulurkan dua lembar uang berwarna merah pada Pak Sopir.


"Siap, Pak!" Pak Sopir segera mengambil uangnya.


"Oh ya, ini mau diberi kembalian apa disimpan sama saya saja? Nanti, Mas tinggal menambahi saja?" tanya Pak Sopir memberi saran.


"Oh, kalau begitu ceritanya mending sama Pak Sopir saja kembaliannya. Jadi, nanti saya tinggal menambahi saja saat pulang," jelas David tersenyum setuju.


Kayla yang sudah turun duluan mengumpat kesal karena David lama sekali. Dia sudah tidak sabar ingin memamerkan kecantikannya malam ini pada sang suami.


"Mas, kok lama amat sih!" teriak Kayla kesal.


"Eh, iya sabar!" sahut David bergegas menggeser tubuhnya sebelum ikut turun lewat pintu yang sama. Tangannya telaten menutupi pucuk kepala anaknya agar tidak kepentok atap mobil saat turun.


"Astaga, sepertinya, dia tipe pria takut istri? Hadeh, padahal tubuh besar tinggi dan tampan ... tapi, nyali kayak kacang. Dibentak istri dikit sudah keok," gumam Pak Sopir lirih. Diam-diam dia tersenyum mengejek David.


David segera menutup pintunya kembali. Mobil langsung tancap gas meninggalkan mereka berdua.


"Bahas apa sih kok lama banget?" selidiki Kayla kesal.


"Hem, cuma bahas soal kembalian ongkos saja. Ya sudah. Ayo kita segera ke sana," ajak David tersenyum. Dia selalu mencoba bersabar diri menanggapi sikap baru istrinya.


"Hem." Kayla langsung melangkah duluan.


Banyak sekali sepasang mata mencuri pandang ke arah Kayla. Mereka seperti tak asing dengan Kayla. Namun, mereka sedikit bingung saat melihat pria yang mendampinginya bukan Damar. Ditambah lagi pria itu menggendong balita perempuan.


"Hem, pasti itu kembaran istrinya pak Damar? Hampir saja kita salah kaprah kalau ketemunya bukan di rumah ini?" tanyanya pada pasangan.


"Iya benar sekali. Oh ya, aku salut sama cara beriasnya yang bisa sama persis sama istrinya pak Damar. Mungkin sewaktu masih tinggal satu atap, mereka berdua suka belajar bersama," jelas pasangannya tersenyum bangga.


"Hooh," sahut wanita itu mengangguk setuju.


Kedatangan para tamu langsung disambut ramah kedua orangtuanya Damar di depan pintu. Kedua orangtuanya Damar sedikit terkejut saat melihat penampilan adik kembaran mantunya malam ini.

__ADS_1


__ADS_2