Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 28


__ADS_3

"biasa aja lah!, gak usah gugup gitu!, lagian siomay itu enak kok!. kata Ana karna menurutnya siomay itu memang enak.


"tapi aku tidak mau makan-makanan seperti ini, ini sangat menjijikkan." kata Rudi.


"tapi mas, aku sudah susah payah keliling cari makanan ini untuk kalian" kata Anita keceplosan lalu menutup mulutnya.


"Apa?, jadi benar kamu beli makanan ini dari pinggir jalan dan buka kamu yang masak?!." kata Sofi dengan nada tinggi.


"ada apa sih ini ribut-ribut?!" tanya bondan yang baru pulang kerja.


"pa...?, sini mama bawakan tasnya" Sofi menghampiri suaminya


"aku sudah lapar" kata Bondan


"baiklah kamu duduk di sini dulu, aku akan meletakkan tas mu di kamar" kata Sofi


Sofi membawa tas suaminya ke kamar sementara Bondan langsung duduk di kursi makan.


"Ana, hari ini kamu masak apa?" tanya Bondan.


"maaf pa, hari ini bukan aku yang masak. tapi Anita sudah masak untuk kita semua"


"tumben Anita yang masak?, memangnya si Firman kemana?" tanya Bondan


"mas Firman sedang keluar pa, ada urusan" jawab Ana


"oh begitu. Jadi apa yang kamu masak hari ini Anita?, cepat hidangkan, papa sudah sangat lapar ini." pinta Bondan sembari mengelus-elus perutnya


"emmm... " Anita tidak menjawab, bingung.


"maaf pa, sebaiknya papa tunggu sebentar biar aku pesan makanan dari restoran." kata Ana


"kenapa harus pesan makanan?" tanya Bondan bingung


"itu karna Anita cuma membawa hidangan yang tidak jelas di meja ini" kata Rudi


"oh maksudnya ini...!, ini siomay kan?, ini makanan favorit papa waktu kecil, rasanya enak, tapi tidak bisa membuat perut jadi kenyang."


"iya, papa benar. siomay memang enak tapi gak kenyang kalau cuman makan siomay" jawab Ana


"ya!, kamu pesan lah dulu makanannya. papa akan makan siomay ini dulu, soalnya papa sudah lapar banget"


Pagi hari.


Di ruang tengah rumah Fiona.


"non, ini liontinnya!" kata pak Anam sembari memberikan liontinnya.


Fiona menerima liontin yang di berikan oleh pak Anam.


"mereka berhasil mengambil liontin dari wanita itu tadi malam saat dia tertidur, jadi wanita itu kemungkinan tidak menyadarinya." kata Pak Anam


"bagus" jawab Fiona


Fiona segera membuka liontin itu, tidak sabar ingin melihat isinya.


saat liontin itu terbuka, air mata Fiona tidak sadar mengalir dari matanya.


"kakak, ternyata itu memang kamu!" Fiona tersenyum tapi air matanya terus mengalir.

__ADS_1


Fiona menyeka pipinya dan beranjak dari tempat duduknya, berlari ke kamar dimana Firman tidur, dia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu. tapi tidak jadi ia lakukan.


"tunggu, jika aku mengetuk pintu ini sekarang, pasti aku akan mengganggunya. tapi aku kangen sekali dengannya, apa yang harus aku lakukan?." gumam Fiona.


Dia pergi ke meja makan. di sana ada pelayanan yang sedang menyajikan makanan untuk sarapan.


"apa makanannya sudah siap?" tanya Fiona pada pelayan itu


"sudah tuan" jawab pelayan itu


"bagus, kalau begitu kamu panggil tuan Firman untuk sarapan"


Di kamar tidur Firman rumah Fiona.


"tok tok tok" terdengar suara orang mengetuk pintu.


"tuan ini saya pelayanan rumah ini!?"


"ya, masuk lah!" jawab Firman


pelayan itu masuk


"tuan, sarapan sudah siap. silahkan anda sarapan dulu di meja makan" kata pelayan itu


"katakan pada bos mu, aku tidak lapar" jawab Firman


"jangan begitu tuan, sebaiknya tuan jangan menyusahkan saya. jika tuan tidak mau sarapan di meja makan, maka saya bisa kena marah tuan." pinta pelayan itu dengan wajah memelas


"ya, baiklah. aku akan kesana sebentar lagi!."


"terima kasih tuan, saya permisi."


"makanlah, ada yang ingin ku sampaikan padamu setelah kita selesai makan" kata Fiona


"tunggu, sebelum itu aku ingin tau keadaan istriku" jawab Firman


"akan ku beritahu setelah kamu makan"


"tidak mau, aku harus tau dulu bagaimana keadaan istriku."


"baiklah...!, dia baik-baik saja. sekarang dia berada di rumah pak Bondan."


"syukurlah" Firman tersenyum lega.


Mereka berdua menikmati hidangan yang sudah tersaji dari tadi. Firman sangat lahap memakan hidangan itu, karna memang dari kemarin dia belum makan.


"apa hidangannya sangat enak?, mau nambah lagi?" kata Fiona tersenyum melihat selera makan Firman


"tidak, ini sudah cukup. aku sudah kenyang" jawab Firman malu.


"baiklah kalau begitu, lihat aku"


"kenapa aku harus melihat mu?" tidak sadar Firman mengikuti perintah Fiona


"lihat ini!" Fiona menunjukkan dua liontin yang sama.


"ini, kenapa liontinnya ada dua?"


"ambillah dua liontin ini, lalu bukalah semua. lihat apa yang ada di dalamnya" kata Fiona sembari memberikan kedua liontin itu.

__ADS_1


Firman mengambilnya lalu membukanya. saat dia melihat isi liontin yang pertama dia buka, Firman hanya tersenyum, karna dia fikir itu liontin milik Fiona dan dia sudah pernah di beri tau isi di dalamnya. kemudian dia membuka liontin yang satunya lagi, Firman pun juga hanya tersenyum.


"kenapa kamu hanya tersenyum?" tanya Fiona bingung


"lalu aku harus bagaimana?, ini semua liontin mu bukan?" Firman tersenyum sinis


"bukan, salah satu liontin itu adalah milikmu, yang di ambil oleh bawahan ku dari istrimu"


"kamu pikir aku ini mudah percaya pada mu, kamu orang kaya yang banyak duit, bukan tidak mungkin kamu membuat liontin baru seperti ini"


"kamu lihat dengan benar liontin itu!?, apakah liontin itu terlihat baru?"


"lalu kenapa? kamu juga bisa membuat liontin baru menjadi usang"


"kamu tidak percaya liontin ini milikmu yang telah kuambil dari istrimu?"


"tentu saja tidak"


mendengar jawaban Firman, Fiona menghela nafas


"baiklah, apa yang kamu inginkan?"


"aku ingin vc dengan istriku, dia pasti sangat khawatir pada ku."


"baiklah, pak Anam berikan ponsel miliknya"


"baik non" jawab Pak Anam


pak Anam segera mengambil ponsel Firman dari sakunya lalu memberikannya pada Firman


"tu.... t, tu.... t, tu... t, Firman menghubungi Ana lewat whatsapp menggunakan ponselnya.


Di sisi lain, Ana yang mendengar ponselnya berdering langsung membukanya.


" Mas Firman, halo mas, mas Firman. kamu baik-baik saja kan" (tersambung)


"ya sayang, aku baik-baik saja. kamu di mana sekarang?"


"aku ada di depan kantor polisi untuk melaporkan penculikan mu"


"tidak usah sayang, aku tidak di culik, aku baik-baik saja"


"kamu dimana sekarang mas?, cepatlah pulang!?"


"maaf Ana, aku belum bisa pulang sekarang. aku masih ada urusan"


"kalau begitu tunjukkan dimana kamu sekarang, biar aku menyusul mu"


"tidak perlu, aku ada di tempat yang aman dan nyaman. kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja"


"syukur lah kalau kamu baik-baik saja"


"sayang dimana liontin yang aku berikan padamu waktu itu, kenapa kamu tidak memakainya?"


"iya, aku lupa meletakkannya dimana. sejak bangun tidur aku sudah mencarinya di seluruh rumah tapi belum menemukannya. tapi tenang saja mas, liontin itu tidak mungkin hilang, aku akan berusaha mencarinya lagi, aku yakin liontin itu ada di sekitar kamar. karna tadi malam sebelum tidur aku masih memakainya "


"ya, tidak apa. kamu tidak usah repot-repot mencarinya!?


" lho, kenapa?, liontin itu tidak boleh hilang. itu adalah... " (terputus)

__ADS_1


"mas?" kenapa terputus" gumam Ana kecewa.


__ADS_2