Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 14


__ADS_3

"bagaimana hasilnya? " tanya Firman penasaran


Ana hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan suaminya dia menunjukkan wajah murung dan mengajak Firman pulang


"ayo mas kita pulang"


"ya"


mereka berjalan keluar pergi meninggalkan gedung itu. lalu menunggu taksi lewat, tak menunggu lama Firman melambaikan tangannya meminta taksi berhenti.


"berhenti... taksi! " taksi itu pun berhenti. lalu mereka pun langsung masuk kedalam taksi tersebut. dalam perjalanan pulang Firman masih penasaran karena pertanyaan-nya yang tadi tidak dijawab oleh Ana


"sayang kenapa dari tadi kamu diam saja, bagaimana dengan interview nya?" tanya Firman


"nanti aku ceritakan di rumah saja lah. mas kamu punya uang kan?"


"iya, masih ada, kenapa? kamu mau minta uang?"


"kita mampir ke mini maket dekat rumah ya mas, aku mau belanja."


"boleh"


setelah 15 menit kemudian.


"kita berhenti di depan situ ya pak, didepan mini market" pinta Ana pada sopir taksi


"baik mbak"


tak lama kemudian taksinya berhenti tepat di depan mini market dekat rumah mereka. kemudian. mereka pun turun dari taksi.


mereka berjalan menuju minimarket itu.


"mas kamu tunggu di luar aja ya, aku belanja sebentar, mana mas uangnya?" kata ana sambil menyodorkan tangannya


"kamu tidak mau ku temani?" kata Firman sambil merogoh kantong celana untuk mengambil uang lalu uang itu di berikan pada Ana


"tidak usah aku cuma sebentar ko, aku masuk dulu ya" ana meninggalkan Firman dan masuk ke dalam mini market


tak lama kemudian ana keluar dengan membawa belanjaan di tangannya


"sudah selesai?" tanya Firman


"sudah, ayo pulang"


mereka pulang dengan berjalan kaki karna lokasi mini market itu cukup dekat dari rumahnya.


tak lama kemudian mereka sampai di rumah. sesampainya di rumah Ana meletakkan belanjaannya di meja dapur lalu pergi ke kamarnya meletakkan tasnya. setelah itu kembali ke dapur untuk mengolah belanjaan yang di belinya tadi. sementara Firman langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu tertidur. sore ini Ana berencana membuat masakan kesukaan suaminya yaitu sup iga dan beberapa hidangan lainnya. dia juga membuat kue dan membuat es krim rasa coklat dan rasa vanilla


Ana bermain alat masak di dapur cukup lama karena dia memasak lumayan banyak macam menu makanan.


sementara Firman yang merasa telah tidur lama pun bangun lalu mandi. setelah mandi dia mencari istrinya ke dapur dia melihat istrinya sedang beraksi dengan alat masak di sana. Firman pun mendekati istrinya ingin melihat makanan apa yang sedang dimasak oleh istrinya


"sayang kamu lagi bikin apa sih?" tanya Firman clingak clinguk melihat dapur yang berantakan.

__ADS_1


"ada deh mau tau... aja!"


"is... kamu ni ya!, lihat lah dapurnya jadi berantakan gini!"


"tenang saja, nanti juga ku bereskan"


"kenapa kamu hari ini tiba-tiba masak banyak banget sih?" tanya Firman setelah melihat beberapa masakan yang sudah matang.


"lagi pengen aja..."


"ya udah kamu lanjut aja, aku mau nonton tv" Firman pergi meninggalkan Ana berjalan menuju ruang keluarga.


Terlihat Sofi yang sedang duduk di sofa sambil makan cemilan dan menonton tv. Firman pun ikut duduk di sofa yang ada di depan tv.


"ma...!"


"dari mana saja kamu tadi" tanya Sofi ketus


"aku tadi mengantar Ana interview"


"bagus lah Ana sudah interview, terus diterima tidak?"


"gak tau ma... tadi ku tanya dia diam saja tidak menjawab"


"itu artinya dia tidak di terima kerja, kan sudah mama bilang gak usah nyari kerja... kerjaan di rumah banyak. dia itu perempuan bodoh yang tidak berguna gak mungkin bisa dapat kerja. kamu sih... ngeyel. sama aja kayak dia sama-sama gak berguna."


"jangan pernah bilang Ana tidak berguna, dia perempuan yang baik, selama ini dia selalu mengurus rumah, memasak untuk kalian, kalian juga menikmatinya bagaimana bisa dikatakan perempuan tidak berguna. lalu bagaimana dengan Anita? apa pernah dia mengurus rumah dan memasak untuk kalian?"


"lalu bagai mana dengan mu? apa kamu sudah dapat kerja? hmm" tanya sofi sinis


"Belum ma, tapi aku akan berusaha lagi untuk nyari kerja"


"heh, kamu ni sama aja dengan perempuan itu. dasar tidak berguna"


Firman tidak lagi memperdulikan kata-kata yang Sofi ucapkan, telinganya sudah kebal mendengar kata-kata seperti itu.


disisi lain Ana sudah selesai dengan aksi memasaknya. kemudian dia mencuci alat masak yang kotor dan membereskan dapur yang berantakan. setelah Ana selesai dengan kegiatannya di dapur dan menyajikan semua makanan di meja Ana pergi ke kamar lalu mandi.


saat Ana sedang berganti pakaian tiba-tiba Firman masuk ke dalam kamar dengan wajah yang murung.


setelah Ana selesai berganti pakaian Ana mendekati suaminya yang sudah duduk di kasur.


"kamu kenapa mas, kok murung gitu jelek tau"


"gak papa, aku cuma berfikir sampai sekarang aku belum kerja, aku sungguh tidak berguna jadi suami."


"kata siapa kamu tidak berguna, kamu selalu membantuku dan menemani aku setiap saat, artinya kamu itu sangat berguna dan sangat penting bagiku"


"benarkan aku sangat penting bagimu?"


"tentu saja"


"ngomong-ngomong aku belum tau bagaimana dengan hasil interview kamu tadi, apakah diterima."

__ADS_1


"kamu penasaran ya...!"


"ya iya lah penasaran, aku ini kan suami mu"


Ana tersenyum melihat suaminya yang penasaran, dia merasa suaminya lucu saat penasaran, lalu dia pun mencium pipi suaminya itu.


"kamu ni di tanya malah menggoda!"


"siapa yang menggoda? kamu mau tau tidak."


"iya... cepat cerita!"


"dengar baik-baik ya...! aku... diterima kerja jadi sekertaris CEO, mulai besok aku sudah bisa kerja mas!" kata Ana tersenyum sangat gembira


"o ya... aku sangat senang sekali mendengarnya...emmuachh." kata Firman dengan sangat gembira dia pun langsung mencium kening istrinya dan memeluknya.


"aku bahagia sekali sayang, sangat bahagia, akhirnya keinginan mu untuk bisa bekerja sekarang terwujud, jadi mama tidak akan menghina mu lagi, dan kedua curut itu (Anita dan Rudi) dia tidak akan merendahkan kamu lagi." kata Firman yang masih terus memeluk Ana.


"mas" panggil Ana dengan suara yang sulit keluar


"iya, sayang"


"kalau kamu memeluk ku seperti ini terus, lama-lama aku bisa jadi peyek. aku sulit bernafas."


"maaf... " Firman melepaskan pelukannya.


"hari ini aku sudah buatkan makanan kesukaan mu, aku tadi juga buat kue dan es krim juga."


"kita makan yuk, aku udah siapkan makanannya di dapur."


"ayo... "


mereka pun pergi ke dapur untuk makan.


"hari ini aku sengaja masak banyak untuk merayakan keberhasilan ku, karena sudah diterima kerja. ayo kita makan!"


mereka pun makan makanan yang sudah di sajikan di meja.


"giman mas, sup nya enak gak?"


"enak lah, kan istriku yang masak, pasti enak lah. oh iya, katanya kamu membuat es krim juga..., mana es krim nya."


"ada di kulkas, nanti setelah selesai maka aku akan ambilkan"


...****************...


...Semoga Teman-teman Semua Suka Dengan Ceritanya...


...jangan lupa like šŸ‘, komen dan masukan ke favorit mu ā¤...


...terimakasih...


...🄰🄰🄰...

__ADS_1


__ADS_2