
David salah tingkah diledeki Damar seperti itu. Dia yakin sekali kalau istrinya akan semakin merajuk gara-gara hal ini.
"Matilah aku! Pasti Kayra akan semakin marah padaku. Aduh, kok ada-ada saja yang membuat hubungan rumah tangga kami merenggang. Inikah karma atas perbuatan burukku dulu padanya," gumam David kalang kabut sendiri.
Tak lama pesanan mereka datang. Dengan senang hati David menyambutnya. Sang pelayan langsung mengucapkan kata rumit lagi pada David.
"Eh, ini istrinya mas atau bukan? Tempo hari kan__" David langsung memberi kode kepada pelayan tersebut agar tak banyak bicara.
Tiga pasang mata itu langsung menatap curiga David dan pelayan itu secara bergantian. Hati Kayla semakin membara dibuatnya. Sementara, Kayra langsung merasa sedih.
Ternyata, perjalanan rumah tangganya tidak benar-benar membaik. Ingin sekali Kayra menitikkan air mata kesedihannya. Namun, sebisa mungkin dia tahan. Selera makannya langsung hilang.
"Eh, mohon maaf atas kelancangan aku barusan! Sepertinya, aku sudah salah orang. Sekali lagi aku mohon maaf ya! Silahkan dinikmati! Jika ada yang dibutuhkan bisa panggil aku di sana," ucap pelayannya salah tingkah.
"Iya tidak apa! Lain kali mohon lebih jeli dan teliti lagi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," balas David tersenyum.
"Iya, Mas." Dia segera berlalu meninggalkan mereka.
"Aduh, ada-ada saja pelayan itu! Untung saja dia segera meluruskannya! Kalau sampai telat, bisa-bisa aku jadi bulan-bulanan di rumah," ucap David sengaja membuat lelucon agar ketegangan yang masih berlangsung segera mereda.
"Awas saja kalau sampai terbukti! Meja hijau siap menunggumu," sahut Kayla sengit. Dia tidak sudi memandang David sama sekali.
Hal itu membuat Kayra langsung merasa tak nyaman hatinya. Dadanya sesak menerima kenyataan pahit hidupnya. Karena tak kuasa membendung air matanya lagi, Kayra meminta izin untuk ke toilet dulu.
"Semuanya aku permisi dulu ke toilet!" Pelan-pelan Kayra mulai bangkit.
"Iya, Sayang! Mari Mas temani saja biar aman! Mas trauma sama kejadian tempo hari," jelas Damar tersenyum manis.
"Em, biar aku saja yang menemaninya! Aku juga tiba-tiba kebelet," sahut Kayla tersenyum.
"Baiklah!" Damar setuju.
Kini mereka berdua sudah berada di depan toilet. Kayla langsung memeluk adiknya cukup erat. Dia yakin kalau adiknya ini pasti sangat terluka sekali hatinya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar, Dek! Ingat kamu tidak perlu takut atau cemas! Mbak akan selalu ada di sampingmu!" tegas Kayla mengusap punggung adiknya lembut.
"Iya, Mbak! Seharusnya, aku tak perlu sedih dan menangis lagi! Bukannya disakiti Mas David itu adalah hal yang biasa bagiku," jelas Kayra terkekeh.
"Uh, kamu ini bisa saja! Ingat, ini peringatan terakhir untuk suamimu itu. Jika suatu hari terbukti dia mengulangi kesalahan lagi! Ucapan Mbak soal meja hijau benar-benar akan terwujud. Mbak tak sudi adik kesayanganku ini diinjak-injak harga dirinya oleh pria pecundang macam dia," tegas Kayla.
"Iya, Mbak!" Kayra tersenyum tipis. Air mata masih saja menggenang di pelupuknya.
"Oh ya, kalau soal jodoh baru untukmu! Nanti, Mbak konsultasi sama Mas Damar! Dia pasti banyak kenalannya," ucap Kayla meyakinkan adiknya agar tetap optimis.
"Hisk, Mbak ini ada-ada saja! Mana ada pria mapan dan kaya mau dengan seorang janda beranak satu seperti aku," balas Kayra tersipu malu.
"Hey, jika Tuhan sudah berkehendak! Apapun bisa saja terjadi! Contohnya kecilnya soal sandiwara kita ini," bisik Kayla tersenyum.
"Iya benar! Oh ya, Mbak kan pernah bilang nggak akan cemburu sama aku! Eh, ini kok sejak tadi muka kusut kayak baju kumal," ledek Kayra terkekeh.
Sekarang suasana hati mereka sudah tidak kesal dan sedih lagi. Mereka malah saling menggoda satu sama lain.
"Em, kalau begini ceritanya ... kita lanjut atau berhenti saja agar tidak saling menyakiti satu sama lain?" tanya Kayra memastikan.
"Hey, kamu bicara apa itu? Kalau berhenti di tengah jalan ... bagaimana dengan nasib Mbak selanjutnya?" sewot Kayla cemberut.
"Nasib Mbak tentu tidak akan berubah! Begitu juga denganku," jelas Kayra terkekeh.
"His, mana seperti itu! Yang ada nanti bibinya mas Damar terus menindas Mbak," ucap Kayla sedih.
"Eh, kok Mbak kepikiran sampai sana sih? Maksudku bukan yang rencana itu ... akan tetapi, rencana jalan-jalan kita hari ini," jelas Kayra tersenyum kikuk.
"Astaga, ini anak kalau bicara kurang jelas! Mbak jadi salah paham deh! Mbak pikir maksudmu itu yang rencada awal kita itu!" Kayla menampol bahu adiknya pelan karena gemas.
"Ye, kalau soal itu mah, jelas tidak mungkin! Aku kan sudah ngisi gini ... yang ada rencana kita terbongkar jelas karena ada buktinya," jelas Kayra terkekeh geli.
"Kau!" Kayla tersipu malu. Tangannya hendak menampol bahu adiknya lagi karena gemas.
__ADS_1
"Mas Damar cepat kemari tolong aku! Ini istri mudamu mau dihajar sama istri tuamu!" teriak Kayra pelan. Dia berpura-pura manja dengan suami saudarinya.
"Ih, anak ini malah semakin nakal ya! Sekarang berani menyebut dirinya istri muda mas Damar!" Kayla menjewer telinga Kayra gemas.
"Auwww!" ringis Kayra kesakitan.
"Ampun, Mbak! Ampun!" sambung Kayra meringis. Dia menyerah.
"Huh, makanya jangan berani macam-macam sama aku," tegas Kayla terkekeh.
"Baik, istri tua! Eh, maaf salah! Maksudku, Mbak Kaylaku tersayang," ledek Kayra lagi.
"Hem, kamu ini memang kudu diberi pelajaran agar lidahnya tidak keseleo lagi," tegur Kayla hendak menjewer Kayra lagi.
"Eh, iya! Ampun! Nggak lagi deh!" Kayra langsung mengelak agar tidak kena jewer.
"Tidak ada kata ampun! Mbak harus memberi pelajaran dulu sama kamu biar gak sengaja diulang terus!" Kayla mendekati adiknya. Tangannya terus menyerang Kayra walaupun sangat sulit digapai.
Kayra terus berusaha mengelaknya sambil terus terkekeh. Mereka benar-benar melupakan usia mereka. Apa yang mereka lakukan sama persis dengan kegiatan anak kecil saat bersenda gurau.
Diam-diam aksi mereka berdua dipantau seseorang dari balik pintu toilet. Orang tersebut ikut tersenyum geli. Dia benar-benar tidak menduga kalau Kayra sebenarnya kembar. Jujur dia begitu kesulitan membedakan mana yang Kayra atau bukan.
"Ehem!" tegurnya terkekeh.
Kayra dan Kayla langsung menghentikan aksi kocak mereka tersebut. Mereka berdua diam tercengang. Lalu, menengok ke arah sekeliling untuk mencari orang yang sudah mengganggu aksi mereka.
"Ih, kosong, Mbak?" tanya Kayra gelisah.
"Iya, kosong! Jangan bilang kalau suara tadi adalah suara hantu penunggu toilet ini," ucap Kayla merinding.
"Hahaha! Enak sekali kalian berdua mengatai manusia tertampan sejagat raya ini hantu!" Terdengar suara derap langkah dari arah belakang menghampiri mereka.
Mereka berdua segera menengoknya.
__ADS_1