
Di tempat lain
setelah beberapa minggu Filio berhasil mengendalikan perusaahan kini perusahaan menjadi stabil meski belum ada peningkatan yang signifikan tapi kondisi perusahaan lebih baik dari sebelumnya dan mulai stabil.
di sisi lain
Di dalam rumah, ruang kerja jack.
"Kurang ajar" jack membanting berkas di atas meja kerjanya "ini gara-gara si Filio brengsek itu, semua jadi kacau" jack sejenak diam "aku harus cari cara supaya bisa meningkatkan sahamku dan melengserkan Filio dari perusahaan" gumamnya.
Jack keluar dari ruang kerja menuju ruang tengah. di sana istri dan anaknya sedang duduk asik bercanda sambil menonton tv, jack pun ikut duduk bersama mereka.
"ada apa pa?, kok murung gitu!" tanya Wike
"tidak ada ma, cuma pusing ngurusin kerjaan" jawabnya "di kantor papa tidak ada yang bantuin"
"suruh aja vinno bantuin papa di kantor" kata Wike "dari pada cuma lontang-lantung di rumah, kerjanya klayapan mulu gak jelas"
Vinno yang sebenarnya mendengar percakapan ayah dan mamanya pura-pura tidak mendengar, asik nonton tv.
"gimana Vin?" tanya wike
Jack menatap Vinno yang sedang pura-pura tidak dengar
"Vinn" bentak Jack
"apa sih pa!" Jawab Vinno ketus
"jangan keras-keras gitu dong pa ngimongnya" wike berusaha meredakan amarah suaminya.
"lihat si Vinno!" betak Jack "mama yang ngomong deh" kata Jack dngn wajah jengkel
"Vin" panggil Wike dengan nada melembut
"ya ma!" jawab Vinno
"dengerin mama" kata Wike
"iya...!" jawab Vinno
Sekilas Jack melirik anaknya sambil nonton berita di tv
"kamu bantuin papa di kantor ya!" pintanya "kasian papa di kantor tidak ada yang bantuin" jelasnya
"kan sudah ada Filio yang ngurusin ma" kata Vinno
"bedalah Vinn" jawabnya "maksud mama kamu bantu papa mu merebut perusahaan dari tangan Filio"
"pa, ma apa kalian tidak capek hidup seperti ini terus?" kata Vinno "perbuatan kalian itu salah ma" jelasnya "aku gak mau ngikuti jalan hidup kalian"
"Vinno!" bentak Jack "kalau memang perbuatan kami salah buktikan" katanya "semua yang papa lakuin itu untuk masa depan kamu!"
"papa ingin masa depan Vinno kaya gimana?" jawabnya "masa depan yang menghancurkan diri Vinno sendiri?, itu yang papa mau?"
"jika perusahaan ada di tangan kamu, hidupmu akan terjamin Vinn" kata Wike
"aku akan buktikan ke kalian, bahwa aku bisa hidup terjamin tanpa merebut perusahaan dari tangan Filio"
"kalau begitu buktikan!" kata Jack
"baik!" jawab Vinno "mulai besok aku akan bekerja di kantor, tapi bukan untuk merebut perusahaan melainkan untuk memajukan perusahaan bersama Filio dan Fiona" jelasnya "maka papa dan mama bisa lihat betapa terjaminnya masa depanku nanti" Vinno bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka
"Vinno!" bentak Jack.
"udah lah pa...!" Wike berusaha meredakan amarah suaminya "yang penting dia mau bekerja dulu pa...!" jelasnya "dari pada kluyuran terus tiap hari" kata Wike
"gak tau lah ma" Jack dengan wajah jengkelnya "papa pusing"
Keesokan harinya di gedung perusahaan VICTOR
Vinno datang ke kantor
Didepan dalam ruangan resepsionis
"Filio ada" tanya Vinno pada salah satu petugas resepsionis
"apa bapak sudah ada janji?"
"belum, tapi saya datang kesini karna ada hal penting" jawabnya "bilang saja aku Vinno mau ketemu"
"baik pak, tunggu sebentar!"
Resepsionis itu menghubungi Fairus sekertaris kepercayaan filio yang dulu menjadi sekertaris kepercayaan Fiona "halo pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan pak Filio namanya pak Vinno"
Setelah Fairus menerima pemberitahuan dari resepsionis dia langsung pergi menemui Filio
"tok tok tok" Fairus mengetuk pintu ruang kerja Filio
__ADS_1
"masuk" kata Filio
Fairus pun masuk
"ada apa?" tanya Filio
"ada Vinno di depan bos?"
"siapa itu Vinno?"
"Vinno itu anaknya pak Jack, sepupu bos"
"apa dia sama seperti si tua bangka itu?"
"Vinno selama ini selalu membangkang orang tuanya, biasanya dia tidak pernah mau datang ke kantor"
"lalu kenapa dia sekarang datang kemari?"
"saya juga tidak tau bos"
"suruh saja dia masuk" kata Fino "aku mau lihat, mau apa dia kemari!"
"baik bos"
Tak lama salah satu resepsionis menghampiri Vinno sedang menunggu kabar dari Filio
"bapak Vinno"
"ya, gimana?"
"langsung saja masuk ke ruangan pak Filio, anda sudah di tunggu"
"makasih"
ruang kerja Filio
"tok tok"
"masuk"
Vinno pun masuk dia melihat ada seseorang yang pernah dilihatnya
"bukannya dia sekertaris fiona, kenapa dia ada di sini?" bertanya dalam benaknya
tanpa basa-basi Vinno langsung duduk di kursi depak meja kerja Filio.
"aku kesini mau ikut kamu kerja"
"apa alasan kamu mau kerja disini?"
"karna aku ingin kerja"
"bukan karna ayahmu?"
"itu salah satunya"
"apa keahlianmu"
"aku cukup pintar menghitung, karna aku adalah lulusan terbaik jurusan akutansi di kampusku"
"baik" kata Filio "mana buktinya, aku mau lihat?"
Vinno memberikan nilai ijazah kuliahnya
"lumayan menarik" kata Filio "mulai hari ini kamu bisa bekerja sebagai manajer keuangan"
"terima kasih, aku akan berusaha sebaik mungkin" kata Vinno "
"bos!" Fairus terkejut dengan tindakan bosnya
"tenang saja, kau percaya padaku kan?" kata Filio
"ya bos, maaf" jawabnya.
"tidak apa, aku tau itu" kata Filio "sekarang kamu antar Vinno ke ruang kerjanya"
"baik bos" jawab Farius
Disisi lain
Gedung perusahaan Putra Jaya4
Didalam ruang kerja Wilson
"tok tok"
"masuk" kata Wilson
__ADS_1
Salah satu kariawan masuk keruang kerja Wilson
"ada surat untuk bapak"
"letakkan saja di meja"
"baik pak" dia pun meletakkan suratnya di atas meja kerja Wilson "surat ini dari bu Ana sekertaris bapak"
"ya, makasih" kata Wilson santai "apa?" tidak sadar tekejut
"maaf pak"
"sudah-sudah!" kata Wilson "kamu boleh pergi"
"baik" jawabnya lalu keluar meninggalkan Wilson
Wilson mengambil surat itu dan langsung membacanya.
"apa yang terjadi pada Ana?, kenapa dia tidak menelfonku tapi malah mengirimiku surat" Wilson bertanya dalam benaknya
Isi surat :
..."Pak ini Ana. Maaf baru bisa memberi kabar kepada anda. Saya juga meminta maaf karna saya juga sudah lama tidak masuk kerja. jika bapak keberatan dengan sikap saya yang tidak profesional, saya mohon maaf. jangan khawatir saya baik-baik saja. Sekarang saya sedang mempersiapkan untuk kelahiran anak saya. Mohon maaf jika telpon bapak tidak bisa tersambung karna di sini sinyal agak susah....
"huf" Wilson menghela nafas" lalu sekarang kamu di mana Ana?" gumamnya
Di depan rumah Bondan
Filio (Firman) datang dengan membawa bunga
"aku sudah sangat rindu dengan Ana, dia pasti senang aku datang menjemputnya" gumamnya
"tok tok" Filio (Firman) mengetuk pintu rumah Bondan
"An... Ana..."
Setelah beberapa menit Filio (Firman) memanggil-manggil Ana dari depan rumah Bondan, pintu rumah pun terbuka.
"siapa sih?, brisik banget" gumam Sofi sembari membuka pintu "Firman!" sofi terkejut "ngapain kamu kembali kesini?"
"Ma, aku kesini ingin menjemput Ana" jawabnya "Ana dimana ma?"
"Ana sudah tidak ada disini, dia sudah aku usir dari rumah ini" jawabnya
"jika Ana sudah tidak di sini, lalu sekarang Ana dimana ma?"
"mana ku tau Ana sekarang dimana" jawabnya ketus.
"ma, tolong kasih tau aku dimana ana sekarang!"
"aku tidak tau Ana dimana, mungkin dia sudah mati"
tanpa basa-basi Filio (Firman) berjalan pergi meninggalkan Sofi
"hey, mau kemana kamu?" tanya Sofi dengan dengan nada tinggi "Ana masih punya hutang padaku, kamu itu suaminya jadi harus bayar hutang Ana"
Tidak peduli apa yang di katakan Sofi, Filio (Firman) dengan cepat pergi meninggalkannya mengendarai mobil.
dia melaju cepat dengan mobilnya pergi ke perusahaan Putra Jaya.
Sesampainya di perusahaan Putra Jaya, di ruang resepsionis.
"mbak saya mau bertemu dengan Ibu Ana" tanya Firman (Filio) pada salah satu resepsionis
"Maaf pak, ibu Ana sudah lama tidak masuk kerja" jawabnya
"berapa lama?"
"sekitar 3 bulan"
"lalu di mana pak Wilson"
"pak wilson...!"
tak sengaja Firman (Filio) melihat Wilson keluar
"Wilson" kata Filio (Firman) "pak Wilson" panggilnya
"Firman" Wilson sontak terkejut "ngapain kamu ke sini?"
"Dimana Ana?" tanya Firman dengan tidak sabar
"Ana?, aku tidak tau" jawab Wilson "kamu suaminya kenapa kamu malah bertanya pada ku?"
"jangan pura-pura kamu!" Firman (Filio) menarik kerah baju Wilson dengan marah
"aku tidak pura-pura" jawabnya "terakhir dia mengirim surat padaku, tapi aku tidak tau dia dimana, aku juga tidak bisa menghubunginya. Karna didalam surat itu dia mengatakan disana susah sinyal" jelasnya
__ADS_1