
mereka keluar kamar berjalan menuju ke dapur lalu makan bersama menikmati hidangan yang sudah tersaji di meja dapur.
"bagaimana dengan hari pertama mu masuk kerja, lancar?"
"masih bersyukur lah, hari pertama kerja! aku banyak melakukan kesalahan, beruntung aku gak di pecat"
"kok bisa"
"pertama aku terlambat masuk kerja, saat aku masuk ternyata bos ku sudah ada di ruangannya. terus aku berkali-kali salah membuat kopi"
"hahaha... gimana ceritanya istriku salah membuat kopi"
"itu karna aku tidak tahu takaran kopi dan gulanya, sudah jangan bahas itu!, gimana dengan mu, sudah dapat kerja belum."
"belum, lamaran ku di tolak"
"sabar ya mas, entar pasti dapat kok! yang penting semangat terus."
"iya, dulu aku dengan mudah mendapatkan pekerjaan, sekarang aku sudah mondar-mandir tapi belum dapat juga"
"sabar, rezeki udah ada yang atur mas, kita tinggal menjalankan saja, kalau udah rezeki nya pasti dapat."
"iya sayang!, makasih ya!"
keesokan harinya, seperti biasa Ana dan Firman bangun pagi, mereka bekerjasama mengerjakan pekerjaan rumah, lalu di kamar mereka bersiap-siap untuk pergi.
"mas aku berangkat duluan ya, taksinya udah datang" pamit Ana
"gak sarapan dulu" tanya Firman sembari memakai ikat pinggang.
"aku sarapan sambil jalan aja"
"aku tadi sudah menyiapkan bekal di atas meja dapur, bawalah untuk makan di kantor"
"iya mas"
Ana berjalan keluar kamar menuju dapur, dia mengambil sepotong roti yang sudah di olesi selai dan membawa bekal yang sudah disiapkan oleh suaminya. kemudian dia berangkat menggunakan taksi.
sesampainya di kantor ternyata masih lumayan sepi, hanya baru beberapa orang yang sudah datang.
"hah! syukur lah, gak terlambat" gumam Ana sembari meletakkan tasnya di meja kerja.
"siapa bilang gak terlambat !, cepat buatkan saya kopi" kata Wilson yang tiba-tiba berada di belakang Ana
"baik pak" jawab Ana terkejut.
Ana pun pergi berjalan menuju dapur kantor untuk membuat kopi
"ya tuhan...! jantung ku hampir copot dibuatnya. masih jam 7.00 harusnya aku gak terlambat kan.
apa pak Wilson tidur di kantor sehingga sepagi ini dia sudah datang." gumam Ana sembari membuat kopi untuk bosnya
__ADS_1
tak lama kemudian
"tok tok tok, permisi pak"
"masuk"
"silahkan pak kopinya" kata Ana sembari meletakkan kopi itu di atas meja kerja Wilson
"kamu itu sebenarnya punya telinga tidak?, apa kamu sudah lupa apa yang saya katakan kemarin?"
"maaf pak, hari ini jam 7.00 saya sudah berada di kantor, itu artinya saya tidak terlambat kan pak. kantor juga masih sepi belum banyak karyawan yang datang"
"sekarang saya tanya siapa bosnya?"
"bapak bosnya"
"kemarin saya bilang, kamu harus sudah menyiapkan kopi untuk saya sebelum saya masuk ruangan kerja!, apa kamu masih ingat? "
"iya pak, saya masih ingat! "
"bagus kalau masih ingat, berarti kamu sudah tahu apa kesalahan mu!, karna kamu masih baru saya tidak akan memberi kamu hukuman, tapi jika terulang lagi, gaji mu saya potong"
"baik pak"
"sudah sana keluar"
"makasih pak"
"Ana, apa dokumen yang saya berikan kemarin sudah kamu selesaikan?" tanya Wilson yang tiba-tiba muncul di depan meja kerja Ana.
"ah iya, sudah pak, ini dokumennya!" jawab Ana terkejut buru-buru memberikan dokumennya.
Wilson pun membawa masuk dokumen itu ke ruangannya dan memeriksanya dengan teliti. dia tampak puas dengan hasil kerja Ana.
"hasilnya lumayan bagus, dia juga cepat dalam mengerjakannya" gumam Wilson sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ana adalah wanita yang cerdas dan mandiri. saat sekolah dulu dia selalu mendapat nilai yang bisa di bilang sempurna sehingga mendapatkan beasiswa dan bisa menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang tinggi.
makanya dia bisa dengan mudah mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bosnya.
setelah beberapa jam kemudian, Ana masih asik dengan pekerjaannya sampai tidak sadar kalau sudah waktunya makan siang
"hay, Ana, ke kantin yuk" ajak lusi menghampiri Ana di meja kerjanya.
"hay, memangnya sudah waktunya makan siang ya?" jawab Ana
"sudah, coba lihat jamnya, ini tu udah waktunya makan! ayo. itu lanjutin nanti aja habis makan!." kata lusi
"iya deh"
__ADS_1
Ana menyetujui ajakan lusi, dia mengambil bekal yang telah di bawanya dari rumah dan mereka berdua pun berjalan menuju kantin
"kamu bawa bekal ya?" tanya lusi
"iya, ini suamiku tadi yang nyiapin"
"wah...! suamimu baik banget sih An...! aku jadi pengen nikah deh...!, pengen ngerasain punya suami tu kayak apa!"
sesampainya di kantin mereka mendapati meja yang kosong lalu meraka pun langsung menempatinya.
"bentar ya, aku ambil makanannya dulu, kamu mau sekalian di ambilkan tidak?"
"gak usah mbak, aku makan ini aja" kata Ana sembari menunjukkan bekalnya
"ya udah, aku tinggal dulu ya"
lusi mengambil makanan di kantin itu, sementara Ana duduk menunggu lusi sambil membuka bekalnya. tak lama kemudian lusi datang membawa makanannya lalu duduk berhadapan dengan Ana di meja yang sama.
"wao, makanan mu kelihatannya enak, apa itu masakan suami mu?" kata lusi saat melihat isi bekal yang Ana bawa.
"ya, ini semua suamiku yang masak, dia memang pandai memasak, menurutku masakannya juga sangat enak, kamu mau coba?"
"apa boleh?"
"tentu saja, cobalah!"
lusi pun mencicipi bekal yang di bawa oleh Ana.
"hem... ini sangat enak, rasanya mengalahkan masakan restoran mewah di kota ini!" kata lusi sembari menikmati makanan dari bekal Ana.
"Aku sih tidak pernah makan di restoran mewah, tapi menurut ku masakannya memang sangat enak"
"apa aku boleh minta lagi? habisnya enak banget!, hehehe!"
"boleh, silahkan!."
"ngomong-ngomong gimana, apa kamu betah bekerja di sini?" tanya lusi penasaran.
"kenapa kamu tanya begitu?"
"ya...!, soalnya aku tau bos kita itu orangnya giman!"
"ya gitu deh. aku belum tahu betah atau tidak, yang jelas aku akan berusaha semampuku. tau gak!, tadi pagi aku sudah datang jam 7.00, seharusnya aku tidak terlambat kan?, tapi pak Wilson marah dan mengatakan bahwa aku datangnya terlambat, ya memang sih...! dia datang lebih dulu dari aku. yang aku heran kan, kenapa pak Wilson datangnya bisa lebih awal dari aku?, memangnya jam berapa dia datangnya?. terus aku harus datang jam berapa supaya tidak terlambat?"
"hahahaha.... bos kita itu pria muda yang belum menikah, dia penggila kerja. setiap harinya dia menghabiskan waktunya di kantor, dia jarang pulang ke rumah, dia lebih suka tidur di kantor. bos kita itu akan pulang ke rumah jika ayahnya menelfon nya. jadi sampai kapanpun kamu tidak akan bisa datang lebih dulu dari pak bos."
...****************...
...maaf ya baru bisa up, soalnya kemaren author kurang sehat...
......jangan lupa tekan like, komen, favorit, beri hadiah dan vote untuk author ya... biar semangat update nya 😍🥰😘......
__ADS_1