
"saya Ana, kamu tau gak takaran kopi untuk pak Wilson?"
"gak tau saya mbak...? di kantor ini tidak ada yang tau ukuran kopi untuk pak bos. Hati-hati mbak pak Wilson itu orang nya susah di hadapi, sudah 10 sekertaris yang mundur karna tidak tahan dengan sikap pak bos. malahan ada yang dipecat gara-gara salah bikin kopi."
"waduh, serem amat ya!, ya udah aku pergi antar kopi ini dulu. kalau pak bos sampai kelamaan menunggu bisa-bisa aku di habisi."
Ana kembali ke ruangan bosnya dengan membawa secangkir kopi
"tok tok tok"
"masuk"
"silahkan pak kopinya" Ana meletakkan kopi itu di atas meja kerja Wilson tepat di depannya.
Wilson mengambilnya lalu dia menyeruput kopinya
"beh... apa-apaan ini... kopi dingin begini di kasih ke saya..., ganti yang baru." kata Wilson setelah memuntahkan kopinya
"maaf pak, saya akan ganti kopinya" jawab Ana
Ana segera mengambil cangkirnya dan keluar dari ruangan itu untuk mengganti kopinya.
"huh... padahal kopinya masih anget kok, sama sekali belum dingin. apa mungkin dia suka kopi yang panas!." gumam Ana sembari berjalan ke dapur
setelah sampai di dapur Ana segera membuat kopinya. tak lama kemudian
"tok tok tok"
"ya masuk"
"silahkan pak kopinya"
"auu... panas. kamu mau membunuh saya dengan kopi panas ya. beraninya kamu memberiku kopi yang sangat panas seperti ini. buat ulang!" kata Wilson dengan nada tinggi setelah bibirnya terkena kopi panas
Ana bergegas keluar untuk membuat ulang kopinya lagi.
"haduh... baru pertama kali kerja sudah membuat masalah!, benar-benar menyebalkan" gumam Wilson
disisi lain.
"sabar Ana... ini cuma dua kali membuat ulang kopinya, tidak masalah kan. tidak mungkinkan aku membuat ulang kopinya sampai lima kali untuk kopi yang pas dan di sukai pak bos" gumam Ana
tak lama kemudian
"silahkan pak kopinya"
"beh... apa-apaan ini, kamu mencoba meracuni ku ya. kopi pahit begini kamu berikan pada ku. ganti!"
"maaf pak, saya akan segera menggantinya"
tak lama kemudian
"silahkan pak kopinya"
"beh... kamu mau membuatku mati karna terkena diabetes ya. ganti.
membuat ulang kopi yang ke 4 "beh...kurang manis. ganti."
membuat ulang kopi ke 5 "beh... ini malah terlalu manis. ganti.
__ADS_1
kopi ke 6 " masih terlalu manis. ganti"
kopi ke 7 "ini malah kurang manis. ganti.
"ya tuhan... kupikir tidak akan membuat ulang kopinya sampai lima kali, ini malah sudah mengulang samapi ke tujuh tapi kopinya belum ada yang di sukai pak bos. Mudah-mudahan ini kopi terakhir, aku sudah capek mondar-mandir " gumam Ana dalam hati
"silahkan pak"
"masih kurang manis. ganti lagi, makanya kalau kerja itu gunakan otak mu, biar kerjanya bener."
"baik pak"
tak lama kemudian
"silahkan kopinya pak"
"bagus... ini baru pas. besok-besok kamu harus datang pagi-pagi dan buatkan kopi yang seperti ini untuk saya, mengerti."
"baik pak"
Wilson menekan telpon memanggil bawahannya
"lusi... kamu kemari sebentar"
tak lama kemudian lusi memasuki ruangan Wilson.
"ada apa pak" tanya lusi
"dia Ana sekertaris baru saya, kamu tunjukkan meja kerjanya. beritahu juga apa tugasnya supaya dia paham dan tidak melakukan kesalahan"
"baik bos" jawab lusi dia menoleh untuk melihat Ana
"Ana, dia adalah lusi salah satu orang kepercayaan saya. kamu ikuti dia dan dengarkan apa yang dia katakan"
"mari aku antar ke meja kerja mu" ajak lusi
"baik" jawab Ana
"kami permisi bos" izin lusi
Ana pun mengikuti lusi kemudian duduk di kursi kerja yang telah di tunjukkan oleh lusi, lusi juga menjelaskan semua tugasnya dengan detail. sehingga Ana dengan mudah memahami semua tugasnya.
"kamu bekerja lah dengan baik dan teliti, jangan sampai melakukan kesalahan. bos Wilson adalah orang yang disiplin dan tegas jadi jangan pernah membuatnya marah karena kecerobohan mu."
"iya baik mbak, terima kasih ya"
"sama-sama, kalau gitu aku tinggal ya, karna masih banyak kerjaan yang barus aku selesaikan"
lusi pergi meninggalkan Ana, kini Ana mulai mempelajari sekaligus mengerjakan tugas yang sudah di berikan.
karna hari itu adalah hari pertama dia bekerja jadi banyak yang harus Ana pelajari dan juga harus di pahami, dia juga sudah di beri tugas yang banyak oleh bosnya karna memang sebelumnya tidak ada sekertaris sehingga tugas yang diberikan pada Ana pun banyak, jadi akhirnya Ana harus pulang agak terlambat.
disisi lain, firman yang sedang berada di kamar berkali-kali melihat ke arah jam dinding menunggu istrinya yang belum pulang.
"sudah jam 6 sore kenapa Ana belum sampai rumah" gumam Firman
tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka.
"kamu sudah pulang sayang?"
__ADS_1
"iya, maaf ya aku pulang terlambat"
"kamu pasti capek, kamu mandilah dulu biar capeknya hilang."
"iya mas"
setelah meletakkan tasnya, Ana masuk ke kamar mandi, dia melihat ternyata di bathtub sudah terisi air hanga penuh.
"mas Firman ini baik sekali, dia tau aku sangat lelah jadi dia menyiapkan air hangat untuk ku mandi" gumam Ana sembari melepas pakaian dan mandi kemudian dia merendam tubuhnya ke dalam bathtub.
"hah... nyaman sekali" gumamnya
sementara di luar kamar mandi suaminya menunggu.
"kenapa Ana lama sekali, sudah satu jam lebih tapi masih belu keluar, apa dia ketiduran di bathtub" gumam Firman
"tuk tuk tuk, Ana... kenapa diam saja, Ana... tuk tuk tuk... An" panggilan dari Firman terhenti
"Ada apa mas...?" Ana yang tiba-tiba membuka pintu kamar mandi
"kenapa kamu lama sekali, apa kamu berencana untuk tidur di dalam?"
"tentu saja tidak, masa iya aku tidur di kamar mandi, dingin tau"
"ya udah cepat ganti bajumu, setelah itu kita makan. aku akan menunggu mu disini"
"apa-apaan, apa kamu tidak bisa menunggu ku di luar kamar?"
"kenapa memangnya kalau aku menunggu disini, apa kamu malu terlihat oleh ku saat berganti pakaian?. memangnya bagian mana yang belum ku lihat?, cepat kenakan pakaian mu"
"huh dasar, menyebalkan sekali"
"cepat lah... setelah ini kita makan, aku sudah lapar sekali"
"iya iya..."
Ana dengan cepat memakai pakaian nya. tak berlangsung lama Ana pun selesai kemudian dia duduk di depan kaca untuk menyisir rambutnya
melihat Ana menyisir rambutnya yang basah, Firman mendekatinya
"berikan sisirnya, biar aku yang menyisir rambut mu."
Ana pun memberikan sisirnya
"sebelum disisir sebaiknya rambutnya di keringkan terlebih dahulu dengan hairdryer" kata Firman sembari mengambil hairdryer nya.
kemudian Firman mengeringkan rambut panjang Ana lalu menyisirnya pelan.
"dah, rambutnya sudah rapi. ayo kita makan aku sudah sangat lapar"
"baik lah, ayo aku juga sudah lapar sekali"
...****************...
...jangan lula klik πlike, berikan komentar mu, dan masukkan ke favorit β€ ya......
...oh iya...! berikan hadiahnya π juga dong... biar author nya tambah semangat...
...vote mana ni vote.... kasih vote nya dong... πππ₯°...
__ADS_1
...terima kasih...
...π€π€π€...