Bertukar Suami

Bertukar Suami
Dilema


__ADS_3

"Hem, mulai nih nyudutin, Mas?" David menatap Kayla gemas.


"Eh, mana ada aku nyudutin. Aku kan hanya berbicara apa adanya. Mana mungkin mantan kekasih dan istri barumu itu bisa hamil kalau kamu tak melakukan kegiatan yang sama seperti ini," sewot Kayla menahan kesal.


"Haisssttt, mana ada, Sayang. Aku dengannya bertemu hanya dua kali saja. Yang pertama saat mobilnya mogok di jalan. Yang kedua, saat dia mabuk di club malam. Dan ada orang menghubungi nomorku meminta bantuan untuk mengantarnya pulang ke rumah," jelas David mengeratkan rangkulannya.


"Hem, entahlah! Aku ragu dengan penjelasanmu! Jarang-jarang seorang wanita langsung hamil karena melakukannya hanya satu kali," jelas Kayla melepaskan tangan David yang melingkar di perutnya.


Deggg!


David langsung teringat dengan malam kejadian di mana dia terpaksa menyetubuhi Nayla. Dia tidak merasakan sensasi yang pernah dia dapatkan ketika melakukannya pertama kali bersama Kayra malam itu.


Melihat perubahan ekspresi wajah David, Kayla langsung menduga-duga.


"Hello, kok, malah melamun? Jangan bilang kalau Mas itu masih membayangkan betapa hangatnya menjelajahi tubuh istri mudamu itu?" tanya Kayla menahan kesal.


David langsung tergugah dari lamunannya. Otomatis dia segera membela diri.


"Astaga, mana mungkin aku memikirkan hal kotor itu? Tubuhnya sama sekali tak menghangatkan aku. Cuma kamu saja yang menjadi canduku," jelas David segera meraih tangan Kayla. Lalu, menatapnya penuh cinta.


Kayla diam sejenak menatap mata David. Dia ingin mengoreksi kejujuran dari sorot matanya.


"Sudahlah. Duduk sana! Akan aku sajikan mie pesananmu!" Kayla segera menarik tangannya dari genggaman David.


"Baiklah!" David pasrah saja. Dia tak bisa berbuat apa-apa. Segera dia mendekati meja makan lalu duduk.


Sementara Kayla segera menyiapkan mangkuk. Lalu, menuangkan mie dari dalam panci. Kemudian, membawanya ke meja makan. Tanpa menyapa David lagi dia segera meletakkan mangkuk tersebut ke meja dekat David.


Kayla hendak pergi dari sana. Dia malas bersitatap dengan David lagi. Mod-nya memburuk jika mengingat pengkhianatan David pada adiknya. Namun, David segera mencegahnya. Dia paham kalau Kayla sedang kesal dan marah padanya.


"Hey, mau ke mana?" David menahan tangan Kayla.


"Aku mau menemani Kaysa bermain," alasan Kayla.


"Lebih baik, temani aku saja. Kaysa pasti akan terganggu jika kamu di sana," rayu David tersenyum.

__ADS_1


"Huh, alasan Mas itu sangat tidak masuk akal. Mana mungkin Kaysa akan terganggu jika aku temani," sewot Kayla segera melepaskan tangan David.


David menghembuskan napasnya pelan. Dia tak ingin terlihat tidak sabar dalam menghadapi sikap istrinya yang suka uring-uringan. Dia paham perubahan sikap istrinya ini karena mungkin sudah lelah atau bosan disakiti dia.


Kayla segera menghampiri Kaysa yang masih saja sibuk dengan mainannya. Dia mendaratkan bokongnya tepat di samping Kaysa. Otomatis Kayla segera menatap Kayla.


"Sini Bunda bantu memasang tangan bonekanya?" pinta Kayla karena anaknya tak kunjung bisa memperbaikinya.


"Unda janan!" cegah Kaysa jutek. Dia marah pada Kayla karena sudah mengganggu aksi bermainnya.


David langsung terkekeh geli melihat Kayla dimarahi Kaysa.


"Kenapa kamu menertawaiku?" sewot Kayla makin kesal dengan David.


"Maaf, aku tak sengaja. Habis kamu lucu banget," sahut David masih terkekeh.


"Huh." Kayla segera bangkit dari sana hendak meninggalkan Kaysa dan David. Menurutnya dua insan ini sama-sama membuat mod-nya semakin memburuk.


David tetap terkekeh dan membiarkan istrinya pergi untuk menenangkan pikirannya. Semakin dia mencegah yang ada istrinya itu akan semakin marah padanya.


***


Di kediaman Damar, Kayra masih saja berbaring di kasur empuk milik kakaknya. Tubuhnya masih terasa lelah dan kaku semua akibat ulah Damar semalam.


"Apakah ini karma atas perzinaan yang telah aku ulangi lagi semalam?" batin Kayra sedih. Ternyata, pertahanannya jebol karena rasa tak tega melihat kayak iparnya defresi berat akibat menahan hasrat beberapa bulan.


"Kalau memang benar, kumohon ampuni aku dan jagalah hasrat kakak iparku agar jangan sampai perbuatan kami terulang kembali," gumam Kayra menyesali perbuatan mereka.


Di saat bersamaan Damar kembali ke kamar sambil membawa nampan berisi makanan dan air minum untuk Kayra.


Mengetahui hal itu, Kayra segera menghapus aliran air yang cukup deras di area matanya.


"Ayo kita makan dulu," ajak Damar tersenyum manis.


"Iya, Mas." Kayra tersenyum hangat.

__ADS_1


Damar segera membantu Kayra untuk duduk bersender pada bantal yang dia letakkan di kepala ranjang. Lalu, dia duduk di ranjang. Tangannya meraih gelas berisi air minum terlebih dahulu untuk membasahi tenggorokan Kayra agar tidak kesulitan saat menelan makanan.


"Minum dulu, ya? Habis itu Mas suapin!" Kayra tersenyum sambil mengangguk.


Dia meminum beberapa teguk air.


Damar segera meletakkan gelas tersebut ke tempat asalnya. Lalu, berganti meraih piringnya. Tangannya mulai menyendokkan makanan. Kemudian, menyodorkan ke mulut Kayra.


"Sayang, tadi kata Mbok Nem. Kamu disarankan untuk diurut saja! Apakah kamu setuju?" tanya Damar meminta persetujuan dulu.


"Em, memangnya kalau sedang hamil begini boleh dipijat, Mas?" tanya Kayra gantian karena masih ragu.


"Kata Mbok Nem boleh kok. Asalkan metode mengurutnya benar. Jika kamu setuju ... nanti, Mbok Nem akan mengundang temannya kemari," jelas Damar tersenyum. Tangannya mulai menyendokkan kembali makanan di piring.


"Aku setuju saja, Mas. Semoga saja habis diurut tubuhku bisa kembali fit," jawab Kayra tersenyum penuh harap.


"Aamiin. Ya sudah. Ayo dihabiskan makannya." Damar kembali menyuapi Kayra sambil tersenyum.


"Iya, Mas." Kayra memasukkan suapan tersebut ke mulutnya.


Tak berselang lama, terdengar ketukan di pintu kamar mereka. Mereka berdua segera menatap ke arah pintu bersamaan.


"Itu pasti Mbok Nem yang datang," gumam Damar yakin.


Sementara Kayra hanya tersenyum saja.


"Buka saja tidak dikunci!" teriak Damar sambil terus menyuapi Kayra dengan telaten.


Pintu dibuka lebar, munculah Mbok Nem sambil tersenyum. Dia tak lanhsung berbicara pada majikannya. Yang Ada Dia langsung terbengong dan membatin saat menyaksikan betapa perhatiannya Damar pada adik iparnya.


"Astaga, bagaimana perasaan Mas Damar jika sampai tahu kalau yang sedang dia beri perhatian itu sebenarnya adik iparnya? Ingin sekali aku membongkar rahasia licik sepasang adik kembar ini. Namun, jika mengingat mereka anak yatim-piatu. Sungguh aku tak tega sekali. Semoga saja calon bayi yang ada di dalam rahim Non Kayra real darah daging Den Damar. Dengan begitu, suatu saat nanti jika rahasia mereka sampai terbongkar. Mas Damar dan kedua orangtuanya tidak merasa terlalu sakit," gumam Mbok Nem dilema.


Damar dan Kayra merasa bingung dengan sikap Mbok Nem tersebut.


"Mas, itu kenapa Mbok Nem kok malah bengong di sana?" tanya Kayra penasaran.

__ADS_1


__ADS_2