Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 15


__ADS_3

"gimana mas, sup nya enak gak?"


"enak lah, kan istri ku yang masak, pasti enak lah. oh ya katanya kamu membuat es krim juga..., mana es krim nya?.


"ada di kulkas nanti setelah selesai makan aku akan ambilkan"


"apa kamu membuat es krim untuk yang lainya juga?"


"ya aku membuatnya lumayan banyak, tapi aku tidak akan mengambilkan untuk yang lain, biar mereka ambil sendiri jika mereka mau."


"aku sudah selesai makan, sekarang es krimnya mana?"


"sebentar biar ku ambilkan" Ana pun bergegas mengambil es krim yang ada di kulkas lalu menuangkan es krim nya ke dalam mangkuk eskrim."


"hemm rasanya lebih enak dari pada es krim yang di jual diluar sana" kata Firman sembari menikmati es krim buatan istrinya


"hahaha... kamu bisa saja"


setelah selesai makan, mereka membersihkan sisa makannya, kemudian mereka kembali ke kamar.


sesampainya di kamar Firman membuka laci meja sebelah tempat tidurnya, dia mengambil kotak merah yang ada di dalamnya kemudian dia duduk di kasur.


"sayang sini, kamu duduk sini" kata Firman sambil mengepuk-ngepuk kasur


Ana pun menuruti perintah suaminya, mereka pun duduk berhadapan di atas kasur.


"ada apa mas?"


"sayang hari ini adalah hari yang membahagiakan buat kamu, mulai besok kamu sudah bisa bekerja. maafkan aku belum bisa membahagiakan kamu, aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu, aku juga belum mendapatkan pekerjaan, tapi tak apa aku akan berusaha supaya bisa bekerja seperti dulu. sayang, selama kamu menjadi istriku, aku juga belum pernah sama sekali memberikan sesuatu yang berharga untuk mu. maaf ya sayang."


"kenapa harus minta maaf mas, suami istri itu memang harus saling mengerti, saling memahami, dan saling melengkapi. mungkin kamu sekarang belum dapat kerja, tapi aku yakin suatu saat kamu pasti dapat. mungkin bagimu sekarang kamu belum bisa memberikan sesuatu yang berharga. tapi bagiku, kamu adalah yang paling berharga untukku dan cintamu selalu membuatku bahagia jadi jangan pernah kamu berkata seperti itu"


"iya sayang, terima kasih aku akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia. sayang, ini untuk mu...!." kata Firman sembari memberikan kotak merah itu pada Ana.


"apa ini mas?"


"buka lah... di dalamnya ada liontin, mungkin liontin itu terlihat biasa saja, tapi itu adalah pemberian kedua orang tuaku. kakek nino memintaku menyimpan liontin itu karena katanya dengan liontin itu aku bisa mencari keluarga ku yang lainnya. aku bisa mencari kakek ku, tapi aku sendiri tidak tau dimana kakek ku berada. sekarang aku berikan liontin ini untuk mu."


"jangan mas! liontin ini adalah pemberian orang tuamu. kamu bisa mencari keluarga mu dengan liontin ini kan.... jadi sebaiknya disimpan saja jangan sampai hilang" kata Ana sambil memberikan kotak merah itu kembali pada Firman tanpa membukanya


"tidak sayang... keluarga ku sekarang adalah kamu, kamu adalah satu-satunya keluargaku yang nyata. jadi ambilah ini" kata Firman sambil memberikan kotak itu pada Ana kembali.


"baik lah, aku buka ya...!" kata ana sambil membuka kotak merah itu.


"wao... liontin ini cantik sekali mas"

__ADS_1


"apa kamu suka?"


"ya, aku sangat menyukainya"


"sini biar aku pakaikan."


Firman menyodorkan tangannya meminta liontin itu untuk di pakaian pada leher Ana. dengan hati-hati Firman memakaikannya. kemudian setelah Ana memakai liontin itu dia berdiri di depan cermin untuk melihat liontin yang di pakainya.


"ini bagus sekali mas, terima kasih... emmuachh." Ana mencium suaminya


Firman pun langsung menatap Ana lalu menyambar bibir mungil istrinya


"sayang jangan salahkan aku ya... kamu yang menggoda ku duluan."


Firman mengangkat Ana lalu menjatuhkannya di atas kasur


"auuu..." Ana saat terjatuh di kasur


Firman pun memulai aksinya, dia mulai ******* bibir mungil milik Ana dengan lembut, lalu mencium dan mengecup leher istrinya dan meninggalkan bekas kecupan di sana, Firman melepaskan pakaian Ana satu persatu dan melemparnya ke lantai lalu dia meremas gunung kembar kemudian menghisap dan memainkan puncak gunung yang bewarna pink itu. lalu Firman di bantu istrinya membuka semua pakaiannya. Ana meraba dada bidang Firman dengan lembut. Firman kembali bermain dengan gunung kembar itu dia mencium dan mengecup sehingga meninggalkan bekas kecupan di gundukan gunung kembar milik Ana.


"ah ouh... " Ana mendesah saat puncak gunungnya di hisap oleh Firman dan menikmati setiap sentuhan dari suaminya.


setelah bermain di gunung, Firman berpindah ke ************ surga milik Ana. dia mencium dan mengecup lalu dia menghisap jalan surga itu dan memainkannya dengan lidah.


"ah ouh emmm ah emm ouh..." Ana pun semakin mendesah tak karuan di buatnya.


mereka pun menghabiskan malam panjangnya dengan penyatuan mereka.


...----------------...


keesokan harinya. saat Ana bangun dari tidurnya dan masih duduk di atas kasur.


"aduh... pinggang ku sakit sekali... entah sampai berapa kali dia melakukannya sampai membuat pinggang ku sakit begini"


Ana pun turun dari tempat tidurnya


"ah... kenapa lutut ku gemetar begini, susah sekali untuk jalan."


Firman terbangun dari tidurnya karena mendengar suara istrinya


"kau kenapa sayang?"


"tidak usah pura-pura bertanya kenapa, ini semua gara-gara kamu aku jadi seperti ini" jawab Ana sembari memanyunkan bibirnya.


Firman yang melihat istrinya sedang kesulitan berjalan, dia langsung turun dari tempat tidur lalu menggendong istrinya.

__ADS_1


"ah... hey kamu mau apa?, hey turunkan aku...!"


"memangnya mau apa lagi, aku akan membawa mu ke kamar mandi, kau pikir aku mau apa?"


Firman pun membawa Ana masuk ke kamar mandi lalu menurunkannya


"keluar lah aku mau mandi"


"tidak mau... aku mau mandi juga"


"jangan... aku mau mandi sendiri... kamu keluar dulu"


"tega sekali menyuruhku keluar dalam kondisi seperti ini, lagian kau dan aku sudah tidak pakai apa-apa jadi sebaiknya kita mandi bersama"


kemudian Firman mengambil sikat gigi mereka berdua.


"ini, gosok gigi mu dulu"


setelah itu Firman mengambil shower lalu mendekati Ana


"tunggu, kamu mau apa?"


"aku akan membantumu mandi, aku tau kamu kecapean karena semalam, jadi biar aku yang memandikan mu."


Firman pun membasahi tubuh Ana dengan air yang mengalir dari shower, dia memakaikan shampo pada rambut istrinya dan memijat kepalanya.


"mas, pijatan mu enak banget..." kata Ana


"lalu bagaimana dengan pijatan ku semalam, enak tidak?"


"pijatan yang mana?" tanya Ana polos


"yang membuat mu lemas sampai kesulitan berjalan, enak kan!"


"is..., menyebalkan"


"menyebalkan tapi suka kan...!" ledek Firman.


"Siapa yang bilang?"


"kenapa...? apa kamu sudah lupa dengan rasanya?, sepertinya harus di ulang lagi supaya kamu ingat. di sini juga sepertinya lebih menarik."


"jangan macam-macam"


"bisa berbagai macam gaya sayang, pasti akan lebih nikmat" bisik Firman di telinga Ana.

__ADS_1


...****************...


...jangan lupa tekan likeπŸ‘, kemudian komen dan juga tekan favorit ❀ ya... πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°...


__ADS_2