
"Oh, terima kasih." David tersenyum.
"Sama-sama. Saya kembali lagi ke depan, Pak. Jika Bapak butuh bantuan bisa panggil saya lagi," pamit susternya ramah.
"Baik." David mengangguk. Dia segera membuka pintunya.
Ceklek!
Kayra yang masih duduk sambil melamun langsung melihat ke arah pintu. Tak lama munculah David sambil tersenyum hangat. Kayra langsung melebarkan matanya terkejut.
"Mas David!" sapa Kayra bingung.
David hanya diam saja tak bersuara dan melangkah cepat menghampiri istri aslinya. Dia meraih separuh tubuh Kayra ke dalam pelukannya. Mengecupi pucuk kepala Kayra bertubi-tubi.
Hal itu membuat Kayra memejamkan matanya. Dadanya sesak mengingat pengkhianatan yang sudah dia lakukan pada kakak iparnya.
"Maafkan suamimu yang bodoh dan penuh kekurangan ini? Andai saja aku bisa menjaga istriku dengan baik, pastilah kamu tidak akan terjerembab pada kubangan dosa itu." David sesenggukan. Matanya mengeluarkan air.
Deg!
Jantung Kayra berhenti berdetak sesaat. Dia sangat terkejut mendengar ucapan sang suami.
"Maksud Mas apa? Apa Mas sudah tahu semuanya?" tanya Kayra mendongakkan pandangannya ke atas menatap wajah sang suami.
"Bukan hanya Mas saja yang tahu. Akan tetapi, keluarga Damar pun tahu," jelas David sendu. Terlihat jelas penyesalan di wajahnya.
"Astaga, jadi semua orang sudah tahu kalau aku dan Mbak Kayla sempat bertukar posisi untuk mendapatkan momongan?" Mata Kayra langsung mengeluarkan air.
David mengangguk.
"Maafin aku ya, Mas." Kayra membenamkan wajahnya kembali ke dada sang suami sambil terus menangis.
"Aku terpaksa melakukannya sebagai balas budi atas bantuan Mbak Kayla sudah membiayai pengobatan Kaysa waktu itu," sambung Kayra sesenggukan.
"Astaga, itu tidak benar, Kayra. Mas, sudah membayarnya." David sangat terkejut.
__ADS_1
"Astaga, Mas serius?" Kayra menatap David kembali.
"Iya, Mas berani bersumpah," jelas David menatap serius Kayra.
"Tapi, kok Mbak Kayla nggak cerita apa-apa sama aku soal uang itu?" tanya Kayra menunduk sedih.
"Mas, selalu menyisihkan sedikit penghasilan Mas setiap harinya untuk membayar cicilan uang tersebut setiap bulannya. Dan setelah Mas diangkat jadi penerus perusahaan ayahnya Nayla, Mas langsung melunasinya," jelas David.
"Penerus perusahaan ayahnya Nayla? Oh ya, siapa Nayla itu, Mas?" tanya Kayra penasaran. Dia memang belum tahu soal David yang menikah lagi dengan Nayla.
Deg!
David terdiam.
"Astaga, ternyata Kayla belum menberitahu Kayra soal Nayla. Aduh, bagaimana ini? Jika aku jujur pada Kayra, akankah dia mau memaafkan aku? Namun, jika aku tak jujur itu lebih tidak mungkin," gumam David bingung dalam hati.
"Mas, kenapa malah bengong? Siapa Nayla itu?" ulangi Kayra menatap suaminya serius.
David langsung melepaskan pelukannya. Dia segera berjongkok di lantai. Melihat hal itu Kayra langsung merasa gelisah.
David tidak menjawabnya. Tangannya malah meraih tangan Kayra lalu menggenggamnya. Wajahnya langsung dia tempel ke tangan mereka.
"Mas, minta maaf karena tidak bisa menjaga diri." Jantung Kayra langsung berdebar-debar. Perasaan tak enak langsung menyelimuti hatinya.
"Malam itu Mas dimintai tolong untuk mengantarkan Nayla pulang karena sedang mabuk berat. Tanpa diduga-duga, dia memaksa Mas untuk menggaulinya."
Dada Kayra langsung terasa perih dan sesak. Dia hendak menarik tangannya, namun David menahannya.
"Please, maafin, Mas. Dia terpengaruh obat malam itu. Dia mencumbui Mas habis-habisan. Awalnya Mas berusaha untuk menangkisnya. Namun, Mas ini pria normal yang butuh pelepasan. Entahlah, Mas merasa tidak pernah tersalurkan hasrat ketika malam bersama Kayla. Seingat Mas, belum sempat Mas ngapa-ngapain sama Kayla ... mata Mas sudah mengantuk berat. Bangun-bangun Mas sudah nggak pakai atasan. Namun, pakaian bagian bawah masih utuh. Seolah-olah Mas sudah menggauli Kayla. Mungkin, itu cara Kayla menghindari dijamah sama Mas. Jadi, ketika Nayla memaksa Mas ... Mas nggak bisa menolak malam itu. Tapi, setelah itu Mas tidak pernah lagi menjamah tubuh Nayla. Walaupun dia sudah sah menjadi istri kedua Mas," jelas David tetap dengan posisinya mencium tangan istrinya.
Kayra diam saja, hanya isakan yang terdengar. Dia tidak mengerti lagi dengan garis hidupnya yang terus menerus dipenuhi cobaan dan luka. Namun, dia tidak bisa menghakimi David sepenuhnya. Dia saja tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri karena harus memenuhi keinginan saudara kembarnya.
"Kamu, maukan memaafkan Mas? Kamu jangan khawatir soal pernikahan Mas dengan Nayla karena pernikahan itu sudah berakhir kok. Mas, tidak ada ikatan lagi sama dia. Ikatan Mas hanya sama perusahaannya saja. Itupun karena ibunya yang memaksa Mas karena perusahaan itu sudah tidak ada yang mengelola. Soalnya, ayahnya Nayla meninggal sehabis Mas menalak Nayla malam itu," sambung David ingin meringankan beban di hati Kayra.
"Astaga!" Kayra langsung menghentikan tangisannya. Dia tambah terkejut mendengar penuturan David yang begitu berani membuat keputusan sehingga menyebabkan orang sampai meninggal.
__ADS_1
"Sungguh Mas melakukan semua itu bukan karena Mas ingin jadi orang jahat atau tega. Namun, Mas tidak ingin ada orang yang melukai hati kamu lagi. Bagi Mas cuma kamu dan Kaysa yang terpenting di hidup Mas," sambung David menitikkan air mata lagi. Tubuhnya bergetar ketika menyatakan perasaannya.
Mendengar pernyataan David, Kayra langsung merasa bersalah. Di saat suaminya sudah benar-benar mencintainya, kini malah dirinya yang nyaris mencintai kakak iparnya.
"Oh Tuhan, ampuni aku yang hampir saja melupakan cinta suamiku sendiri karena hanyut dalam buaian kakak iparku," batin Kayra sesak di dadanya.
"Kamu maukan memaafkan, Mas!" ulangi David mendongakkan pandangannya menatap Kayra.
Kayra langsung mengangguk.
"Terima kasih banyak istriku." David mengecupi tangan Kayra bertubi-tubi karena terlalu bahagia.
Hal itu tentu membuat Kayra berasa sedang bermimpi. Bibirnya tersenyum hangat. Dia tidak menyangka suami yang dahulu mengabaikan dia, sekarang sudah sangat mencintainya.
"Mas, hentikan! Aku ingin bertanya soal Mas Damar dan keluarganya." ucap Kayra tersenyum hangat.
"Bagaimana reaksi mereka setelah mengetahui semuanya? Lalu, bagaimana dengan keadaan Mbak Kayla setelah rahasianya terbongkar?" sambung Kayra cemas memikirkan nasib Kayla.
"Baik, istriku." David menyudahi aksinya.
"Hampir saja Mas lupa karena terlalu bahagia." David berusaha bangkit dari jongkoknya sambil tersenyum.
Dia terus menatap Kayra penuh cinta.
"Ah, Mas ini bisa saja. Ayo cepat jelaskan!" pinta Kayra tidak sabar lagi. Entah mengapa mengingat Kayla membuat hatinya bergetar nyeri.
"Em, tapi ini dulu!" David menunjuk bibirnya sambil tersenyum genit.
"Ih, apaan sih, Mas. Ayo cepat jelaskan!" pinta Kayra tidak memedulikan keinginan David.
"Kok, gitu, sih? Apa kamu tidak mencintai Mas lagi?" tanya David murung.
Mendengar ucapan David yang menyedihkan itu Kayra langsung merasa tak tega. Akhirnya, dia mau menuruti keinginan David.
"Baiklah, tapi jangan lama-lama. Soalnya, aku sudah tidak sabar ingin mengetahui kabar Mbak Kayla seperti apa setelah semuanya terbongkar," jelas Kayra lalu memejamkan matanya.
__ADS_1