Bertukar Suami

Bertukar Suami
Menengahi


__ADS_3

"Haissttt, kok kosong juga, sih?" gumam Nayla kesal. Dia langsung memasang wajah cemberut.


"Kira-kira dia ke mana sih? Jangan bilang kalau dia pergi lagi!" Nayla gelisah dan cemas.


Dia segera melangkah ke ruang tamu untuk mengecek motor David.


"Astaga, motornya tidak ada! Berarti, dia benar-benar pergi lagi meninggalkan aku sendirian!" Wajah Nayla memerah. Dia marah besar.


"Awas kamu, Kayra!" teriak Nayla penuh kebencian.


Di saat bersamaan terdengar suara benda terjatuh.


Prankkk!


Hal itu membuat jantung Nayla seperti akan copot. Napasnya memburu. Tanpa banyak bicara, dia segera kabur masuk ke dalam kamar lagi. Lalu, menguncinya. Dia lompat ke atas ranjang. Bersembunyi di balik selimut.


Di tempat lain, David dan Andre tengah berbicara pada pemilik kos-kosan. Mereka meminta bantuan pada Ibu Kos untuk melancarkan aksi mereka. Jika mereka sendiri yang bertindak, takutnya hal itu malah membuat istrinya melarikan diri lagi.


Kini Ibu kos didampingi David dan Andre segera melangkah menuju kamar kos istrinya. Jujur jantung David berdebar-debar saat ini. Dia tidak bisa membayangkan reaksi istrinya saat tahu dia menyusulnya kemari.


"Semoga saja, Kayra mau mengerti dan tidak marah lagi sama aku," batin David gelisah. Kakinya terasa lemas dan tidak berdaya. Berbeda jauh dengan tadi, dia begitu bersemangat mencari keberadaan istri dan anaknya.


Begitu sampai di depan pintu kamar kos yang ditempati istrinya, dia dan Andre segera bersembunyi di pinggir pintu agar istrinya tidak melihat.


Tok! Tok! Tok!


"Kay, bangun! Ini Ibu kos!" panggil Ibu kos sambil mengetuk pintu.


Kayla di dalam langsung terusik. Padahal dia baru saja bisa memejamkan matanya sekitar lima belas menit.

__ADS_1


"Uh, ada apa sih? Kok, malam-malam begini kemari? Apa ada sesuatu hal yang penting?" gumam Kayla berusaha membuka matanya yang lengket.


"Kay!" ulangi Ibu kos karena belum mendapatkan aba-aba.


"Em, iya, Bu!" Kayla segera bangkit dari kasur lantai. Demi mengurangi pengeluaran uang, dia memutuskan untuk tidur beralaskan kasur lantai.


Sebisa mungkin dia harus menghemat uang agar nanti di saat adiknya sudah menyelesaikan tugasnya. Uang simpanan untuk adik dan anaknya masih banyak.


Dengan mata sayup-sayup Kayla melangkai gontai mendekati pintu. Tangannya segera memutar kunci hingga berbunyi 'klek'.


Setelah itu dia menarik pintunya hingga terbuka lebar. Tampaklah Ibu kos masih tersenyum menyapanya.


Karena tak sabar lagi, David segera menerobos masuk. Hal itu membuat mata sayup Kayla terbuka lebar. Jujur dia sangat terkejut. Jantungnya memompa cepat.


"Kay, maafkan aku!" David memeluk tubuh Kayla erat.


Kayla hanya diam saja tak bersuara dan tidak membalas pelukannya. Malah dia berusaha mendorong tubuh David agar menjauh dan melepaskan pelukannya.


Mendengar penjelasan David, Kayla semakin kesal dan marah. Dengan sekuat tenaganya dia mendorong tubuh David hingga lepas pelukannya. Tubuh David jatuh terperosok ke lantai.


Untung saja Ibu kos langsung mengelak dengan cara menggeser tubuhnya. Kalau tidak mungkin kecelakaan tidak dapat terhindarkan.


"Apa kamu bilang terpaksa! Huh, hebat sekali kamu sebagai lelaki bisa bilang begitu!" Tatapan sengit tergambar jelas di wajah Kayla.


"Serius Kay, hal itu terjadi akibat keterpaksaan! Malam itu Nayla dalam keadaan bahaya! Jadi, aku menolongnya! Aku tidak menyangka kalau dia dalam keadaan pengaruh obat perangsang!" jelas David sambil bangkit. Dia mendekati Kayla lagi berusaha meraih tangannya.


"Stop! Jauhkan tangan kotormu itu! Sungguh demi Tuhan, aku tak sudi kau sentuh lagi!" tegas Kayla memundurkan langkahnya.


Mendengar hal itu tubuh David tambah lemas. Ingin sekali dia meluruhkan tubuhnya di lantai.

__ADS_1


"Kay, please!" David memohon.


Kayla menggeleng cepat. Baginya tidak ada kata maaf lagi untuk suami adiknya ini. Bukan hanya sekali atau dua kali, adiknya tersiksa oleh tingkah dan sikap David. Melainkan, setiap luka yang digoreskan oleh David sudah mendarah daging.


"Sudah, pergilah! Aku tak ingin lagi berurusan sama pria macam kamu! Memang kamu pikir aku ini wanita yang tidak memiliki hati atau perasaan sakit sehingga dengan mudahnya kamu melukaiku lalu meminta maaf lagi," usir Kayla geram.


"Please, beri aku kesempatan lagi untuk menebusnya! Aku tak bisa hidup tanpa kamu dan Kaysa! Kalian berdua adalah belahan jiwaku!" terang David memohon.


Suara ramai perdebatan mereka membuat tidur orang-orang di kos-kosan terusik. Sebagian besar dari mereka bangun. Ada yang sampai keluar dari kamar, ada pula yang hanya sekedar mengintip saja dari celah jendela.


"Pergilah! Aku sudah lelah menghadapi pola tingkahmu itu! Sampai kapanpun aku yakin kalau perilaku burukmu tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik!" tegas Kayla enggan menatap wajah David lagi. Semakin lama dia menatap wajah memelas David, semakin besar pula kebencian di hatinya.


"Please!" David luruh ke lantai. Dia bersimpuh di hadapan Kayla. Bahkan, dia sampai menitikkan air mata.


Penghuni kos-kosan langsung membicarakan perihal perdebatan David dan Kayla. Ada yang kasihan dengan David, ada pula yang setuju dengan aksi Kayla. Mereka menilai dari segi pemikiran masing-masing.


"Oh ya, aku sudah mengirimkan surat gugatan cerai ke pengadilan agama ... jadi sebentar lagi kita akan resmi berpisah," perjelas Kayla tanpa menatap David.


Deggg!


Jantung David berhenti berdetak. Hatinya berdenyut hebat. Dadanya sesak dan panas. Dia bangkit dari persimpuhannya.


"Tidak, Kay! Sampai kapanpun aku tidak akan menyetujuinya! Aku akan terus menunggu maaf darimu! Dan menjalin hubungan rumah tangga yang baik lagi seperti beberapa waktu lalu," tolak David menatap Kayla tidak percaya. Walaupun dia sudah tahu sebelumnya perihal konsekuensi perbuatan bodohnya itu.


"Huh, terserahmu saja! Intinya aku tak akan sudi kembali lagi denganmu! Sudah cukup pengorbanan dan kesabaranku kau kuras! Dan ingat ... jangan terlalu percaya diri bahwa suatu hari kata maaf akan hadir untukmu," jelas Kayla penuh kebencian.


Andre yang sejak tadi diam saja, kini ikut berargumentasi.


"Maaf, jika aku ikut campur urusan kalian berdua! Bukannya, aku mendukung lebih perbuatan bejat David tersebut ... akan tetapi, dia memang tidak sengaja melakukan hal itu pada Nayla ... tujuannya hanya menolongnya saja. Jadi, alangkah sebaiknya ... jika kalian ingin memutuskan suatu hubungan kalian ... kumohon pikirkan dulu matang-matang masa depan anak kalian!"

__ADS_1


Kayla masih enggan mendengarkan nasihat Andre. Dia masih dengan pendiriannya. Kini dia malah ikut-ikutan mencemberuti Andre.


"Mungkin sih, kamu tidak terlalu merasa kehilangan sosok suami macam David. Akan tetapi, buah hati kalian pasti akan merasa sangat kehilangan sosok ayah! Dia masih terlalu dini untuk paham dan tahu kemelut rumah tangga kalian ini," sambung Andre sebijak mungkin untuk mendinginkan rasa panas yang terus bergejolak di hati Kayla.


__ADS_2