Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 27


__ADS_3

"hah!!. sudah lah, sebaiknya aku pulang saja dulu!" gumam Ana kesal karna mencari kontak Wilson tidak ketemu.


Di rumah Bondan


"ma, mama, ma...! Ana memanggil mencari Sofi


" ya!?, ada apa sayang?" jawab Sofi yang sedang berada di ruang tengah


"ma, tolong aku ma!, mas Firman mah!"


"Firman kenapa?!"


"mas Firman di culik"


"kamu ini ada-ada saja?, Firman kan sudah dewasa, mana ada orang mau nyulik orang dewasa. kalau nyulik anak kecil itu mungkin...!, lha ini orangnya udah beristri." Jawab Sofi tersenyum


"ma aku gak bohong ma...!,Mas Firman di bawa sama orang-orang berjas hitam" kata Ana meyakinkan Sofi


"Ana!, jangan-jangan Firman di bawa sama orang yang suka ngambil organ tubuh untuk di jual. ih ngeri, mama taku ah."


"jangan becanda ah ma!, aku serius ma!"


"mama juga serius sayang. barusan mama liat berita di TV gitu....!, ya itu, penjual organ tubuh manusia. mereka mengambil dari orang-orang yang mereka culik"


"ma gimana dong ma...!, aku takut mas Firman kenapa-napa."


"kita laporkan saja ke polisi. nanti mama yang antar kamu ke polisi buat laporannya."


"iya deh"


"bahas apa sih, ngapain kamu sedih gitu An?! Tanya Anita yang baru saja datang menghampiri mereka.


"gak papa" jawab Ana


"aku mau ke kamar, mau istirahat dulu ma!" Ana melanjutkan Perkataannya.


"ya pergilah, buat tidur aja biar enakan, entar mama bangunin kalau mau berangkat" jawab Sofi


"iya ma, makasih ya ma" kata Ana


"kenapa sih ma?!, kok sekarang mama kayak sayang banget sama si Ana!?, bukannya tadinya mama benci banget ya?!, kenapa...!" perkataan Anita terpotong.


"diam kamu!!, mending kamu sekarang masak sana!!" perintah Sofi dengan membentak.


"apa? kok aku sih ma, biasanya juga Ana atau Firman yang masak. kok sekarang malah jadi aku?!" jawab Anita jengkel


"kamu gak liat keadaan Ana seperti apa...?!" bentak Sofi


"ya tapi kan, ada Firman?!" jawab Anita kebingungan.


"Firman lagi gak ada di Rumah, udah cepetan masak!!" Sofi ketus


"Ya udah, tunggu Firman pulang aja beres kan?!"

__ADS_1


"kamu jawab terus kalau disuruh!, apa kamu mau kita semua kelaparan nunggu Firman pulang?!"


"ya enggak lah ma...!?"


"ya udah cepetan masak...!!"


"tapi aku gak pernah masak, aku bahkan tidak tau caranya masak!?"


"dasar bodoh!!, masak saja gak bisa!!, aku gak mau tau!, pokoknya kamu harus siapkan makanan secepatnya!!, dengar?!" bentak Sofi


"i.. iya ma...!!"


Anita segera pergi ke dapur lalu membuka kulkas dan mengambil bahan-bahan memasak.


tapi dia tidak tau mau memasak apa dan bagaimana, bahkan dia juga tidak tau nama bahan dan sayurannya.


kemudian Anita memutuskan untuk delivery makanan dari restoran, Anita mengambil ponsel dari sakunya untuk mencari makanan yang akan di pesan


"tunggu, kenapa makanannya mahal banget?! gumam Anita saat melihat lebel harga makanan di hpnya. gumam Anita binggung


Anita tidak menyerah mencari makanan yang murah untuk di pesan. Anita memakan waktu lama melihat ponsel, mencari makanan untuk dipesan tapi tidak ada yang murah. jika dia sudah mulai memasak mungkin masakannya hampir matang. sayangnya dia tidak melakukan itu, malah dia sibuk mencari makanan lewat handphone.


"gimana ini...! semua makanan restoran tidak ada yang murah. apa sebaiknya aku belikan makanan di pinggir jalan aja ya...?. hmmm.... kayaknya ide bagus tu?!" Gumam Anita lagi.


Anita pergi keluar rumah dengan taksi untuk mencari makanan.


saat tiba di persimpangan dia melihat pedagang kaki lima di sana. Anita meminta sopir taksinya untuk berhenti dan dia pun segera turun dari taksi lalu menghampiri pedagang kaki lima itu.


"permisi pak, bapak jualan apa ya?" tanya Anita pada pedagang itu karna memang tidak tau jenis makanan apa yang dijual oleh pedagang itu.


"siomay itu apa ya pak?, kira-kira enak tidak?" tanya Anita penasaran karna memang tidak tau.


"masak gak tau sih mbak, siomay itu enak mbak!, kalau gak enak gak mungkin jualan saya laku!?" jawab pedagang itu tersenyum


"benar juga sih, lagian yang beli juga banyak. pasti enak!?. batin Anita.


"ya udah, saya beli deh pak!"


"mau beli berapa mbak?!"


"emang seporsinya berapa pak?"


"ya tergantung yang mau beli, ada yang 5rb ada juga yang 10rb"


"kalau gitu aku beli enam porsi yang lima ribuan aja deh"


"ya, tunggu bentar ya mbak"


"cepet ya, jangan lama-lama"


"ini mbak Siomaynya" pedagang itu memberikan siomaynya.


"ya" Anita memberikan uangnya dan mengambil siomaynya.

__ADS_1


Anita meninggalkan tempat itu menaiki taksi lagi dan pulang ke rumah. sesampainya di rumah dia langsung ke dapur dan menyiapkan makanan yang telah di belinya, lalu disajikan di meja makan.


"tau murah kaya gini, tiap hari aja beli makanan di pinggir kalan. jadi gak payah masak, tapi kenapa ya si Ana mau repot-repot masak. ah bodo amat, si Ana kan memang bodoh dan gak berguna, wajar aja otaknya gak main. hihihi...!!!. gumam Anita cekikikan sendiri.


selesai menyajikan siomaynya di meja makan, Anita pergi ke dapur untuk membersihkan sampah bekas siomay tadi.


Rudi yang sudah lapar langsung pergi ke maja makan. setibanya di sana, Rudi langsung menarik kursi untuk duduk. tapi saat melihat makanan yang ada di meja dia terkejut dengan hidangan yang disajikan.


"Apa-apaan ini?!. Gumam Rudi


"ma... ma..., mama!?" teriak Rudi sembari melihat hidangan yang ada di meja.


"ada apa sih?!, kenapa kamu mesti teriak-teriak...?" Jawab Sofi baru datang bersama Ana yang sedang duduk di kursi roda dibantu dorong oleh Sofi.


"liat ni ma?!, makanan apa ini ma?!" kata Rudi jengkel membanting piring berisi siomaynya sembari memegangi perutnya karna sudah sangat lapar.


"itu siomay namanya" jawab Ana.


"apa itu siomay?!" tanya Sofi


"siomay itu jajanan di pinggir jalan, tapi enak lho rasanya. dulu waktu masih kecil aku sering beli jajan seperti ini" jawab Ana


"Anita..., Anita...!" teriak Sofi


"ya ma...!?" Jawab Anita dari dapur berjalan menghampiri mereka


"ini kamu yang masak?" tanya Sofi


"iya ma!?" ini semua aku lho yang masak. jawab Anita


"kamu suruh kita makan ini doang?" tanya Sofi


"ya maaf ma aku cuma bisa buat ini aja!" jawab Anita


"perasaan di kulkas banyak bahan makanan?!" Kata Ana.


"diam kamu Ana!?" bentak Anita


"maaf bukan begitu, maksudku di kulkas memang banyak bahan makanan, tapi kita tidak menyimpan kacang tanah di dapur!, kamu yakin ini kamu yang masak?" tanya Ana


"ya, ini memang aku yang masak!, kenapa memangnya?" jawab Anita


"artinya kamu tadi harus keluar rumah untuk membeli kacang tanah dulu dong?, kenapa tidak memanfaatkan bahan makanan yang ada di rumah saja, jadi tidak perlu belanja!" kata Ana


"siapa bilang aku belanja lagi, aku cuma manfaatkan bahan yang ada di rumah kok" jawab Anita


"terus dari mana kamu mendapatkan kacang tanah?" tanya Ana


"kenapa kamu tanya kacang tanah?, apa pentingnya kacang tanah?, aku memasak tidak menggunakan kacang tanah!?" kata Anita dengan pedenya


"kamu membuat siomay tanpa kacang tanah?, kuah siomay itu salah satu bahannya adalah kacang tanah!?" kata Ana


"apa?" mata Anita terbelalak

__ADS_1


"jangan-jangan kamu beli siomay ini di pinggir jalan ya?" tanya Ana.


"tidak, mana mungkin aku melakukan itu. kamu pikir aku ini bodoh ya?! jawab Anita gugup


__ADS_2