
malam hari di dalam rumah besar dan mewah, seorang bos (CEO Victor) duduk di sofa dengan beberapa anak buahnya yang berdiri dengan jarak kurang lebih 1,5m dari hadapannya.
"gimana sudah ada kabar lagi tentang kakak ku?"
"belum bos, kejadiannya sudah terlalu lama jadi...!!!"
"jadi apa...? aku membayar kalian untuk bekerja bukan untuk bermalas-malasan" bentak bos itu dengan tatapan tajam.
"bos, mungkin kakak anda sudah meninggal!" jawab salah satu dari anak buahnya
"apa kamu bilang?" bos itu menjadi marah mendengar kata-kata salah satu dari bawahannya
"ma ma maksud saya...!"
"plak... " bos itu menamparnya
"bodoh!, kalian semua bodoh!. jika dia sudah meninggal pasti sudah di temukan mayatnya!?. bos itu teriak marah
"bahkan mayat ibu juga tidak di temukan!, hanya mayat ayah yang ada di sana!" lalu berkata pelan, raut wajahnya seketika berubah dengan kesedihan
"bos...!?" teriak salah satu anak buahnya dari pintu masuk yang baru saja datang berjalan cepat menghampiri bosnya.
"lapor bos, aku tadi tidak sengaja melihat seorang laki-laki yang mirip sekali dengan bos. dia bersama seorang wanita yang duduk di kursi roda"
"di mana kamu melihat mereka?" tanta bos itu dengan antusias
"saya melihatnya di restoran seafood" jawabnya
"lalu" tanya bos itu dengan rasa penasaran
"saya berhasil mengikuti mereka sampai kerumahnya.
"bagus, besok kamu bawa laki-laki yang mirip dengan ku itu pulang"
"tapi, gimana caranya bos?!" tanya salah satu bawahannya.
"apa kamu harus bertanya padaku?"
"baik bos, laksanakan!?"
semua anak buahnya pergi meninggalkannya, hanya tertinggal pak Anam orang kepercayaannya yang selalu mendampinginya.
"Nona Fiona" tanya pak Anam
"ya"
"sudah 25 tahun sejak kecelakaan itu tapi belum ada kabar, apakah mungkin laki-laki itu adalah kakak anda yang hilang"
"entahlah, aku juga tidak tau. tapi aku harus menemukan mereka sebelum semua orang menyadari identitas ku yang sebenarnya. aku juga yakin dia masih hidup"
di ruang rapat perusahaan Victor. pagi itu diadakan rapat pemegang saham. Jack adalah paman dari CEO perusahaan Victor, dia ingin melengserkan CEO saat itu.
Fiona menyamar sebagai Filio dimana dia adalah CEO di perusahaan Victor.
"maaf tuan Filio, sebelum rapat ini di mulai saya rasa sebaiknya nona Fiona harus hadir untuk ikut rapat, karena bagaimana pun juga nona Fiona juga harus tau masalah ini" kata tuan Gono salah satu dari pemilik saham perusahaan Victor
"tuan Gono benar Filio, Fiona juga punya saham di perusahaan Victor" kata Jack
"aku juga ingin dia bisa hadir, tapi sayangnya, Fiona sudah memintaku untuk mengurus semuanya dan dia sekarang juga sedang jalan-jalan jadi tidak bisa hadir sekarang"
"jika begitu rapatnya tidak bisa dilanjutkan sampai nona Fiona berkenan menghadiri rapat. jika sampai waktu yang telah di tentukan nona Fiona tidak bisa hadir maka CEO harus di ganti." kata salah satu pemegang saham lainya yang sudah berkomplot dengan jack
__ADS_1
"benar, benar apa yang di katakannya" kata jack
ruang kerja CEO
"bagaimana ini nona...?! jika kita tidak bisa membawa tuan Filio maka pamanmu pasti akan mengambil alih perusahaan ini" kata pak Anam cemas
"sepertinya, mereka sudah curiga dengan penyamaran anda" pak Anam melanjutkan perkataannya
"sudah lah, aku sudah pusing!. gimana dengan kabar pria itu?" tanya Fiona
"sudah di tangkap, sekarang dia sedang berada dirumah"
"kalau begitu kita pulang sekarang" kata Fiona
Di rumah Fiona
"Di mana dia?" tanya Fiona pada bawahannya saat memasuki ruangan depan
"ada di ruang tengah tuan"
saat memasuki ruang tengah Fiona terkejut melihat wajah seorang pria yang sangat mirip dengannya, dia tengah tergeletak di lantai tidak sadarkan diri dengan tangan dan kaki terikat
"lepaskan ikatannya, lalu letakan dia di sofa" pinta Fiona pada bawahannya
"baik bos"
setelah ikatan Firman di lepaskan dan di letakkan di sofa, Fiona duduk di sebelahnya.
"kakak" panggil Fiona dengan suara lembut pada Firman yang dia pikir kayaknya sembari membelai wajahnya.
kedua mata Firman tiba-tiba terbuka, membuat Fiona terkejut dan menarik tangannya.
"apa kamu mempunyai liontin seperti ini?" tanya Fiona sembari menunjukkan sebuah liontin.
"dari mana kamu mendapatkannya, jangan-jangan...! kau apakan istriku?" Firman marah seketika berdiri setelah melihat liontin yang ditunjukkan oleh Fiona padanya
"istri...?" Fiona bingung
"ya, liontin itu aku yang memberikan padanya. jadi berikan padaku!?" kata Firman
"et... enak saja. apa kamu pernah lihat isi liontin milik mu yang telah kamu berikan pada istrimu itu?!.
"tidak!"
"dasar bodoh?"
"itu urusan ku, mau aku melihatnya atau tidak bukan urusan mu!, berikan liontin itu pada ku"
"hahaha... tenang dan duduklah dulu"
Firman tidak mengindahkan kata-kata Fiona
"ini adalah liontin milik ku pemberian dari kedua orang tua ku, di dalamnya terdapat foto bayi kembar. itu aku dan juga kakak ku, punya hak apa kamu memintanya?"
"apa?!"
"kenapa, kamu masih bingung?"
"apakah kamu tidak menyadari kemiripan wajah kita berdua?"
"ya, wajah kita memang mirip. tapi... bagaimana bisa?!"
__ADS_1
"tidak usah bingung, kamu turuti aja semua kata-kataku. kalau tidak entah apa yang akan terjadi pada istrimu?"
"jangan sakiti istriku!?"
"tenanglah... aku tidak akan menyakitinya"
"pak Anam, ambil liontin berbentuk seperti ini dari istrinya"
"baik non"
"tunggu, non... kamu perempuan?, kenapa penampilan mu seperti laki-laki?" tanya Firman merasa aneh
"sekarang kamu sudah tau kan. aku perempuan dan saudara kembar ku laki-laki. namaku Fiona kakak ku bernama Filio"
"maksudnya Filio adalah kakak Saudara kembar mu?" Firman duduk kembali karna merasa lelah berdiri
"ya, dia dan ibu menghilang setelah kecelakaan mobil. sedangkan ayah sudah tiada. dan kamu mengira liontin ini adalah milik mu, artinya kemungkinan kamu adalah kakakku yang hilang karena kita memiliki liontin yang sama. itu semua akan terjawab setelah aku berhasil mendapatkan liontin yang di kenakan oleh istri mu."
"tolong jangan sakiti istri ku, dia sedang tidak sehat." kata Firman memohon
"tenanglah aku tidak akan menyakitinya, asalkan kamu bisa membantu ku menyelesaikan masalah ku"
"baik, aku akan berusaha membantumu"
##########
kejadian sebelumnya. Di taman dekat rumah Bondan Ana dan Firman sedang jalan-jalan di sana menikmati udara pagi sembari melihat bunga-bunga yang ada di sana.
"mas, kapan kamu akan memulai usaha kateringnya" tanya Ana
"mungkin besok kalau kamu sudah sembuh, aku akan memulai usaha katering" jawab Firman
"kenapa berhenti mas?" Ana menoleh kebelakang dia melihat suaminya di bekap dari belakang dan di bawa pergi oleh orang-orang berjas hitam.
"mas...!? teriak Ana
" tolong tolong tolong..." teriak Ana meminta pertolongan
"ada apa mbak?" datang beberapa pemuda yang sedang joging.
"tolong saya mas, suami saya di culik"
Firman sudah berhasil di bawa pergi, para pemuda itu clingak-clinguk melihat sekitar tapi tidak melihat apapun.
"hmmm... mbak ini ada-ada aja. mana ada orang dewasa di culik."
"tapi beneran mas, saya gak bohong. tolonglah...!" Ana memohon dengan wajah bingung sekaligus panik
"kebanyakan nonton drama mungkin dia" kata salah satu dari para pemuda itu
"iya ih aneh banget. jangan-jangan gila mungkin dia" jawab temannya
mereka bubar meninggalkan Ana sendirian.
"ya tuhan... aku harus gimana?" gumam Ana bingung.
"pak Wilson, ya aku bisa minta tolong pak Wilson" gumamnya lagi.
Ana mengambil ponsel dari sakunya, dengan gugup dia mencari-cari kontak nomor telpon Wilson tapi tidak ketemu-ketemu karna terlalu gugup.
"ya tuhan...! ini mana sih nomornya" gumam Ana masih terus mencari kontak nomor telepon Wilson
__ADS_1