Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 16


__ADS_3

"menyebalkan tapi suka kan...!"


ledek firman


"siapa bilang?"


"kenapa...? apa kamu sudah lupa dengan rasanya?, sepertinya harus di ulang lagi supaya kamu ingat. disini sepertinya juga lebih menarik"


"jangan macam-macam"


"bisa berbagai macam gaya sayang, pasti akan lebih nikmat" bisik Firman di telinga Ana


Ana merinding mendengar bisikan suaminya


"sayang jika di ulang lagi maka aku mungkin tidak bisa berdiri lagi, lalu bagaimana aku harus bekerja, apa kamu tidak kasian padaku?" kata ana dengan wajah memelas


"baik lah aku tidak akan melakukannya, mana mungkin aku setega itu pada istri ku, meski aku sangat menginginkan, aku masih bisa menahan."


tak lama kemudian mereka pun selesai mandi lalu berganti pakaian


"mas... bagaimana, apa begini sudah cocok untuk bekerja?" tanya Ana sembari menunjukkan kemeja lengan panjang bewarna biru dan celana panjang warna hitam yang telah di kenakan.


"cocok, apa kamu punya pakaian lainnya untuk bekerja?"


"tidak, ini adalah pakaian satu- satunya yang terlihat agak mending, aku tidak punya yang lain"


"gak papa, nanti aku akan belikan baju, supaya kamu punya baju ganti untuk bekerja"


"Memangnya kamu masih punya uang mas?"


"tenang saja aku masih punya simpanan"


"bersiaplah aku akan menyiapkan sarapan sebentar."


"baik mas"


Firman pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. tak berlangsung lama sarapan pun siap. Firman melihat Ana sudah berada di dapur untuk sarapan sebelum berangkat bekerja.


"ayo sarapan dulu"


Ana pun segera duduk bersama Firman untuk sarapan.


"mas, apa kamu mau cari kerja lagi hari ini?"


"iya, tapi kita tidak bisa berangkat bareng soalnya aku harus mengerjakan pekerjaan rumah."


"iya mas, maaf ya... aku jadi merepotkan mu"


"tak apa, ini sudah menjadi tugas ku sebagai suami mu."


"makasih ya mas..."


disisi lain bondan, Sofi, Rudi dan Anita juga sedang sarapan dimeja makan


"Rudi, gimana dengan pekerjaan mu sekarang. apa sudah ada tanda-tanda kamu akan di promosikan" tanya Bondan

__ADS_1


"sepertinya sih iya, tapi kurang tau juga sih. karna katanya aku akan di pindahkan ke kantor pusat." jawab Firman


"kenapa di pindahkan?" tanya Sofi


"karna di kantor kita ada peraturan yang melarang suami istri berada dalam satu kantor, beruntung aku hanya akan dipindahkan dan bukan di pecat."


"kapan kamu akan di pindahkan mas?" tanya Anita


"belum tau kapan akan di pindahkan, katanya masih menunggu konfirmasi dari pusat."


disisi lain Firman dan Ana sudah selesai dengan sarapannya, Ana bergegas untuk berangkat kerja


"mas aku berangkat kerja dulu ya"


"ya, biar ku antar kamu sampai depan."


mereka berjalan keluar rumah. saat melewati ruang makan, Sofi dan yang lainya melihat Ana dan firman berjalan keluar dari dapur


"si Ana mau kemana tu ma? tumben pakaiannya rapi, walaupun masih terlihat kampungan sih...!" kata Anita


"tunggu, mau kemana kalian?" tanya Sofi.


"aku mau pergi kerja" jawab Ana


"hahahaha pergi kerja? memangnya kamu kerja apa?" Anita tertawa mengejek


"palingan juga cuma kerja jadi pelayan." kata Rudi


"ya, aku memang cuma bekerja sebagai pelayan, memangnya kenapa kalau pelayan." jawab Ana


"apa pekerjaan rumah sudah kamu selesaikan?" tanya Sofi


"hari ini semua kerjaan rumah, aku yang mengerjakan" jawab Firman


"heh, memang kalian itu suami istri yang sangat cocok, yang satu pelayan yang satunya jadi pembantu." kata Anita


"permisi kami pergi dulu" kata Ana


"ya udah... hus hus hus pergi sana. mengurangi selera makan saja."kata Anita


Ana dan Firman pergi keluar meninggalkan mereka.


"sayang kenapa kamu bilang ke mereka kalau kamu cuma bekerja sebagai pelayan, kamu kan bukan pelayan" tanya Firman


"sudah lah mas, gak usah menghiraukan mereka. aku bicara begitu supaya mereka puas, jika aku bicara yang sebenarnya maka mereka akan terus mengusik ku. ya udah aku berangkat dulu. taksinya sudah datang" Ana mengambil tangan kanan suaminya lalu menciumnya


"Hati-hati dijalan"


Ana pun pergi dengan menaiki taksi yang sudah di pesannya. sementara Firman kembali ke dalam untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang belum kelar.


"aduh... ternyata pekerjaan Ana di rumah selama ini memang sangat banyak dan merepotkan, tapi dia tak pernah mengeluh sama sekali, kasian dia selama ini dia mengerjakan semuanya sendiri tanpa ada yang membantu" gumam Firman sembari menjemur pakaian.


setelah semua pekerjaan rumah selesai, Firman pergi ke kamar lalu bersiap-siap pergi untuk mencari perkejaan. Firman pergi dengan taksi, dia sangat bersemangat untuk mencari pekerjaan dimana dia tau ada lowongan pekerjaan maka didatanginya.


disisi lain Ana yang baru pertama kali masuk kerja di perusahaan putra jaya.

__ADS_1


"tuk tuk tuk, permisi pak" Ana mengetuk pintu ruangan bosnya yang bernama Wilson.


"masuk... "


Ana memasuki ruangan itu dengan sangat grogi.


"permisi pak saya adalah... " perkataan Ana terpotong


"ya, saya sudah tau kamu siapa. hari pertama masuk kerja saja kamu sudah terlambat, sebenarnya mau niat kerja tidak. sekarang kamu buatkan kopi untukku" Wilson berkata tanpa melihat Ana sedikitpun.


Ana yang mendengar perintah bosnya dia langsung keluar ruangan tanpa bertanya.


"duh bodohnya aku... kenapa aku tidak tanyakan dia suka kopi yang rasanya pahit atau yang manis" gumam Ana saat di tengah perjalanan menuju ke dapur kantor.


lalu dia kembali ke ruangan bosnya.


"tok tok tok"


"masuk"


"mau tanya pak, bapak kopinya suka yang manis atau pahit"


"kenapa malah tanya saya, pokoknya kamu buatkan saja kopi yang pas dan enak, paham." kata Wilson dengan nada tinggi


"em... biasanya selera bapak ukuran gula dan kopinya berapa sendok"


"mana saya tau, kenapa kamu malah tanya saya. kamu ini niat kerja tidak." kata Wilson menjadi sedikit emosi


"baik pak saya akan buatkan kopinya sekarang"


"cepat, gak pake lama"


Ana keluar dari ruangan lalu pergi ke dapur untuk membuatkan kopi. sesampainya di dapur kantor dia melihat OB yang sedang membuatkan kopi untuk kariawan.


"permisi mas, mas OB di sini ya" tanya ana pada OB itu.


"ya, ada apa mbak"


"biasanya kopi yang di gunakan untuk membuat kopi buat pak Wilson yang mana ya?


"kopinya pak bos ya! ada di sini mbak, mbaknya baru ya di sini? kata OB itu sembari menunjukkan toples kopi khusus bosnya.


"iya mas, saya sekertaris baru disini, ngomong-ngomong nama masnya siapa?" kata Ana sambil membuat kopi untuk bosnya


"saya Toni mbak. mbak nya namanya siapa?"


"saya Ana, kamu tau gak takara kopi untuk pak Wilson"


"gak tau saya mbak...! di kantor ini tidak ada yang tau ukuran kopi untuk pak bos. hati-hati mbak, pak Wilson itu orangnya susah di hadapi, sudah 10 sekertaris yang mundur karna gak tahan dengan sikap pak bos. malahan ada yang di pecat gara-gara salah bikin kopi."


"waduh, serem amat ya... "


...****************...


...jangan lupa tekan likeπŸ‘ lalu berikan komentar nya dan takan Favorit ❀nya ya... πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°...

__ADS_1


__ADS_2