Bertukar Suami

Bertukar Suami
Tinggal Serumah


__ADS_3

Degggg!


Ibunya Nayla segera memegangi dadanya karena terasa sesak. Ucapan David begitu menyesakkan dada. Tubuhnya lemas. Dia ambruk menimpa bahu Nayla.


"Astaga, Ibu!" Nayla terkejut. Dia menahan tubuh ibunya agar tidak jatuh.


Kayla, David, dan Andre segera bangkit untuk membantunya. David dan Andre segera membopong tubuh ibunya Nayla. Sementara, Kayla segera menghubungi nomor darurat petugas medis.


Setelah terdengar ambulan menepi di depan rumah Nayla. Mereka segera menggotong tubuh ibunya Nayla. Membawanya menuju ambulan. Nayla ikut masuk ke dalam ambulan. Sedangkan, yang lain segera naik ke dalam mobil Andre.


"Mas, bagaimana kalau terjadi hal buruk sama ibunya Nayla?" tanya Kayla cemas.


"Kamu tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa pada ibunya Nayla." David tetap tenang. Tangannya menyentuh lembut wajah Kayla.


"Em, kenapa ya ibunya Nayla begitu ingin kamu yang mewarisi perusahaan mereka? Padahalkan, kalau dipikir-pikir ada Andre yang bisa membantu mereka?" tanya Kayla merasa aneh.


"Em, kalau aku kan cuma sahabat Nayla. Sedangkan, David masih ada sangkut pautnya sama Nayla. Dia ayah dari bayi yang dikandung Nayla. Intinya aib mereka ada di tangan David," jelas Andre tersenyum. Pandangannya tetap fokus melihat jalan.


"Oh, begitu." Kayla manggut-manggut.


"Kalau aku boleh saran sih, mendingan kamu terima saja permintaan ibunya Nayla. Sebenarnya, ibunya Nayla hanya ingin menyejahterakan kehidupan anak dan istrimu. Bagaimanapun kamu sudah berjasa besar pada keluarga mereka. Ibunya Nayla sama sekali tidak memiliki rencana buruk pada kalian," jelas Andre apa adanya.


"Kalau dilihat-lihat ibunya Nayla itu memang baik. Cuma anaknya saja yang jauh dari kata baik," ceplos Kayla kesal.


"Hahaha! Kamu masih dendam saja sama dia? Bukannya tadi sudah baikan?" ledek Andre terkekeh.


"Hem, jujur aku terpaksa saja tadi. Entah mengapa menurutku dia itu tak tulus," jelas Kayla cemberut.

__ADS_1


"Sebaiknya, kamu memang seperti itu. Jangan mudah percaya pada orang yang pernah menyakiti kita. Terkadang mereka itu hanya menyesal sesaat saja," ceplos Andre terkekeh.


David langsung melebarkan matanya. Dia kesal dengan kata-kata Andre tersebut. Ingin sekali dia menjawabnya. Namun, dia takut kalau istrinya akan marah.


"Nah, itu kamu tahu," sahut Kayla terkekeh. Matanya melirik David. Dia senang sekali akhirnya ada orang yang menyindirnya juga.


Sementara yang ditatap sedang memanyunkan bibirnya.


Kini mereka sudah berada di rumah sakit. Mereka tengah duduk menunggu kabar dari dokter perihal kabar ibunya Nayla. Kayla duduk berdampingan dengan David. Sedangkan, Nayla bersandingan dengan Andre.


Sekitar lima menit lamanya mereka menunggu. Akhirnya, seorang dokter keluar dari ruangan ibunya Nayla. Dia segera menjelaskan perihal kondisi ibunya Nayla dan berpesan banyak untuk kebaikan ibunya Nayla.


Dari situ, David dan Kayla kembali berunding masalah permintaan ibunya Nayla. Dan hasilnya, mereka setuju membantu. Namun, dengan syarat David tetap pada pendiriannya. Soal talaknya pada Nayla tidak akan dia cabut.


"Baiklah! Ibu terima pendirian kamu, Vid. Namun, Ibu mohon pada kalian berempat untuk tetap tutup mulut soal perceraian antara Nayla dan David. Kalian pasti tahu semua orang akan menggunjing keluarga kami jika sampai tahu. Oh ya, Ibu minta sama Kayla dan kamu untuk tinggal di rumah kami saja. Dengan begitu, orang-orang akan mengira hubungan kalian dalam keadaan baik-baik saja," jelas ibunya Nayla mencoba tersenyum.


"Baik, kami setuju! Akan tetapi, aku harap Ibu bersikap adil pada anak dan istriku. Jangan pernah Ibu membeda-bedakan istriku dengan anak ibu. Atau bahkan sampai menyakiti atau merendahkannya. Jika Ibu sampai melakukannya, maka kami akan langsung out dari rumah kalian," jelas David.


"Astaga, tentu saja Ibu akan bersikap adil pada mereka berdua. Mulai detik ini dan seterusnya, Kayla dan kamu jadi anak ibu juga. Dan ingat soal apa yang dimiliki ibu juga jadi milik kalian," jawab ibunya Nayla tersenyum.


"Baik, aku pegang kata-kata Ibu." Mereka semua tersenyum.


Namun, siapa sangka di balik senyum manis Nayla. Dia masih saja menyimpan rasa ingin tetap menyingkirkan istri pertama David secara halus tanpa siapapun yang tahu. Termasuk ibunya sendiri.


***


Tiga bulan kemudian ....

__ADS_1


Kehidupan rumah tangga David dan Kayra terlihat baik-baik saja. Selama mereka tinggal di rumah Nayla tidak pernah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka semua terlihat akur dan baik-baik saja.


Walaupun sebenarnya hati Nayla kesal dan marah karena tak bisa mengambil hati David sama sekali. David selalu saja menghindar jika dia ingin meluangkan waktu berdua untuk sekadar mengobrol dan melakukan pendekatan saja.


Jujur dia ingin sekali mendapatkan perhatian dari David mengenai anak yang ada di dalam kandungannya. Namun, David sama sekali tak merespon dan kerap kali beralasan ini itu sebagai penolakan. David sudah berjanji pada dirinya untuk tidak mencari gara-gara dengan bersikap baik pada Nayla.


Terkadang Nayla sengaja mencari-cari alasan agar bisa merasakan perhatian dari David seperti yang dia lakukan saat ini.


"Vid, aku bolehkan ikut mobil kamu sekalian ke dokternya? Aku ingin melihat perkembangan anak kita?" tanya Nayla mengekori langkah David.


"Maaf, aku nggak bisa. Lagi pula kita beda jurusan. Kelinik tempatmu periksa tidak searah dengan tujuanku," jelas David dingin.


"Em, tapi aku ingin pindah ke klinik lain saja. Kelinik yang biasa aku pakai jasanya sekarang dokternya sudah ganti," alasan Nayla masih berusaha.


"Hem, buat apa pakai acara pindah segala? Toh, tujuan semua dokter itu sama saja," sindir David. Dia paham sekali kalau apa yang dikatakan Nayla hanya alasan saja.


"Em, dokternya sekarang ganti laki-laki. Jadi, aku malu dong," kilah Nayla lagi.


David langsung menghela napas kasar. Dia sudah bosan mendengar alasan ini itu dari Nayla.


"Oke, kamu boleh ikut bareng sama aku," jawab David mengalah karena mengingat waktunya sudah tidak banyak lagi. Dia harus menghadiri meeting dengan klien di Cafe.


"Yes," batin Nayla senang. Akhirnya, dia bisa berduaan dengan David.


David segera menghampiri sang istri yang masih asik mengobrol dengan ibunya Nayla di teras rumah sambil menyimak Kaysa bermain. Dia berencana untuk meminta bantuan padanya agar tidak berduaan saja dengan Nayla saat di mobil nanti.


"Maaf Bu, bolehkah aku meminta bantuannya untuk menjaga Kaysa hari ini. Aku berencana ingin mengajak Kayla untuk menemani Nayla periksa ke klinik yang baru," ucap David tersenyum.

__ADS_1


Mendengar hal itu Nayla langsung kesal. Ternyata David masih saja bersikap sama padanya. Namun, dia tetap berusaha tenang agar orang-orang tidak tahu isi hatinya.


__ADS_2