Bertukar Suami

Bertukar Suami
Ucapan Benar


__ADS_3

Kayra langsung meringis lucu. Sementara Kayla tampak bingung melihat pria tampan tersebut tersenyum geli sambil melambaikan tangannya.


"Hi, how are you, Laddy?" sapa pria tampan itu tersenyum gemas.


"Kabarku, baik! Kalau kabar kamu gimana? Ini kedua kalinya kita bertemu di area toilet," ucap Kayra tersenyum kikuk.


"Iya benar sekali. Pertemuan kita selalu saja membuatku tertawa. Kamu itu menggemaskan sekali. Ada saja tingkah lucumu yang tampak." Andre terkekeh geli. Sampai-sampai matanya berkaca-kaca karena terlalu asik tertawa.


"Oh ya, kabarku baik juga! Aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu itu punya kembaran. Kalian identik sekali. Pasti suami kalian tidak akan mengerti jika kalian bertukar posisi," ledek Andre tersenyum.


Deggg!


Hati Kayra dan Kayla langsung berdenyut. Mereka terdiam karena terkena sekak mat oleh guyonan Andre. Kayra dan Kayla saling tatap.


"Hem, kalian kemari berdua saja apa sama pasangan?" tanya Andre penasaran.


"Kami sama suami kemari. Kalau kamu pasti sama istrimu kan?" tanya Kayla tersenyum malu.


"Hem, aku kemari sendirian. Aku masih perjaka. Alias belum menikah," jelas Andre tersenyum.


"Masa sih? Kok, aku kurang yakin? Dari penampilanmu saja bisa dipastikan kalau kamu itu mapan. Pastilah banyak sekali wanita-wanita cantik yang naksir sama kamu?" tanya Kayla tersenyum.


"Haha, kamu bisa saja. Aku masih mencari pasangan yang pas dengan karakterku ini. Sayang belum ketemu. Giliran ketemu eh ternyata dia sudah punya suami," jelas Andre terkekeh geli.


"Hem, semoga saja kamu segera bertemu dengan wanita yang sesuai dengan keinginanmu," balas Kayla tersenyum.


Kayra hanya ikut tersenyum saja menyimak percakapan dua insan di depannya.


"Eh, salam kenal ya! Aku Kayra, adiknya Kayla," ucap Kayla akting. Dia takut kalau menyebutkan nama asli bisa membongkar kedok mereka saat ini.


"Eits, tunggu! Masa nama kalian bisa sama sih? Bukannya kamu juga namanya Kayra! Kan, waktu itu kita sudah berkenalan nama di toilet?" tanya Andre bingung.


Degggg!


Hati mereka berdua berdenyut lagi mendapatkan sekak mat dari Andre.


Mereka berdua saling tatap lagi mencari solusinya. Kayra langsung mengerti harus berbuat apa agar Andre tidak curiga dengan mereka.

__ADS_1


"Em, sepertinya kamu salah dengar deh? Namaku Kayla bukan Kayra?" tanya Kayra mengalihkan.


"Oh, maaf kalau begitu. Untung saja aku tidak salah sebut pas kalian lagi bersama pasangan. Bisa-bisa bentrok lagi suami kalian karena salah paham," ledek Andre terkekeh geli.


Kayra dan Kayla semakin terpojokan oleh pembicaraan Andre. Mereka berpikir kalau Andre ini memiliki insting yang kuat. Sejak tadi dugaannya benar dan tidak meleset tentang mereka.


"Ya sudah. Kami mohon pamit mau kembali ke tempat suami kami. Mereka pasti sangat khawatir menunggui kami yang lama di toiletnya," pamit Kayla tersenyum.


"Iya. Mari kita berjalan bersama-sama saja," ajak Andre tersenyum.


"Yuk!" Mereka berjalan duluan di depan Andre.


Begitu sampai di tempat para suami nongkrong, mereka melambaikan tangannya sebagai perpisahan sama Andre.


"Kami duluan ya! Itu suami kami," pamit Kayla tersenyum.


"Iya!" Andre melihat sekilas ke arah Damar dan David. Matanya langsung membelalak melihat sosok David ada di sana.


"Eh, yang pakai baju kemeja warna marun itu suami kamu ya?" tanya Andre memastikan.


"Oh, tidak kok! Aku tidak mengenalnya sama sekali," bohong Andre. Padahal tentu dia kenal dengan David. David dulu adalah salah satu pekerjanya di kantor.


Dari kejauhan Damar dan David tak sengaja melihat ke arah istrinya. Damar langsung merasa heran di dalam hatinya. Setiap dia mengajak istrinya keluar, pasti bertemu dengan Andre.


Sementara David, langsung meneguk ludahnya kembali. Dia takut kalau Andre akan menceritakan tentang masa lalunya dulu pada istrinya. Tentu saja hal itu akan menambah daftar luka di hati istrinya.


Dia terlihat gelisah sekali di tempatnya.


"Ya sudah. Aku lanjut juga! Bye! Salam jumpa kembali!" Andre melambaikan tangannya sambil tersenyum. Dia menatap ke arah Kayra lebih lama dibandingkan ke arah Kayla.


"Iya, bye juga!" Mereka juga melambaikan tangan ke Andre sambil tersenyum.


Damar kembali dibuat cemburu saat melihat istrinya ditatap lama oleh Andre. Pirasatnya berkata bahwa Andre tertarik dengan istrinya.


"Kenapa tatapan itu seolah menyiratkan rasa lebih? Aku harus ekstra hati-hati menjaga istriku! Kenapa semenjak istriku mengalami perubahan, banyak sekali pria yang diam-diam mengaguminya," batin Damar cemas.


Kini Damar dan David sama-sama gelisah memikirkan Andre dan istri mereka.

__ADS_1


Ketika Kayra dan Kayla sudah sampai di meja mereka. Mereka langsung merasa ada yang aneh dengan suami mereka.


"Hey, kok malah pada bengong sih? Coba deh lihat Kaysa sampai belepotan gitu," tegur Kayla kesal.


"Eh!" Damar dan David langsung menatap ke arah Kaysa. Benar saja wajah Kaysa sudah dipenuhi jus alpukat. Begitu pula dengan pakaiannya.


"Maaf, kami sudah lalai menjaga Kaysa!" Damar dan David tersenyum kikuk.


"Huh, payah sekali kalian ini! Mengurus satu bocah saja tidak becus! Bagaimana jika nanti anak mas Damar lahir? Bisa-bisa kedua bocah itu menghilang tidak ketahuan," cerocos Kayla sambil mengelapi pipi gembul Kaysa dengan tisu.


Mereka berdua hanya cengar-cengir saja menanggapinya.


"Yuk, kita santap sekarang baksonya! Pasti kuahnya sudah mulai dingin karena terlalu lama diabaikan," ajak David tersenyum.


"Iya benar sekali! Sini duduk, Sayang! Biar Mas suapi kamu!" ucap Damar tersenyum manis.


"Em, tidak perlu, Mas! Lebih baik kita makan bersama-sama saja biar seru," tolak Kayra. Dia tak ingin membuat rasa cemburu saudarinya bertambah.


"Oke." Damar tersenyum.


Kini mereka tengah menyantap baksonya. Awalnya Kayra tampak bersemangat mencicipinya. Namun, setelah tahu rasanya dia langsung merasa mual. Ekspresi wajahnya langsung berubah. Tangannya segera menutup mulutnya agar isi perutnya tidak langsung keluar.


"Eh, kamu kenapa, Sayang?" tanya Damar panik.


Kayra hanya menggeleng. Lalu, segera bangkit dan beranjak pergi. Langkahnya tergesa-gesa menuju toilet kembali. Damar pun mengekorinya buru-buru.


Kayla dan David diam tercengang menatap kepergian mereka. Karena masih sibuk mengurus Kaysa. Jadi, Kayla tidak tahu apa yang terjadi.


"Itu kenapa sama mereka kok tiba-tiba pergi?" tanya Kayla bingung.


"Sepertinya, mbakmu mengalami mual. Ternyata, sulit sekali ketika seorang wanita sedang hamil. Aku jadi ingat sama kamu dulu," jelas David sendu.


Kayla terdiam. Dia langsung memikirkan nasib adiknya dulu saat sedang hamil Kaysa. Pasti dia mengalami kejadian yang pedih.


"Maafkan aku yang sempat marah-marah sama kamu dulu!" David menyentuh pipi Kayla. Wajah David menggambarkan penyesalan yang begitu dalam.


Ingin sekali Kayla menangkis tangan David. Namun, dia tahan karena tak ingin terlihat berbeda di depan David. Adiknya kan tidak seberani dia saat kesal.

__ADS_1


__ADS_2