Bertukar Suami

Bertukar Suami
Permasalahan


__ADS_3

"Astaga itukan Andre! Berani-beraninya dia bertindak semesra itu pada istriku! Jangan bilang kalau mereka ada main di belakangku." Dari kejauhan David yang baru datang langsung tersulut emosi melihat kemesraan istrinya dengan pria lain. Dia tidak menyangka kalau istrinya ada main dengan sahabat istri keduanya.


Bergegas dia mematikan mesin motornya. Lalu, segera melangkah menghampiri mereka. Dengan begitu mereka tidak akan sadar kalau dia melihat semuanya.


Benar saja mereka tidak menyadari kehadiran David yang sudah sampai di halaman rumah. Andre masih saja menghapus jejak-jejak air di mata Kayla. Dia bisa merasakan betapa sakitnya jadi Kayla. Dia sudah dimadu. Ditambah lagi perbuatan Nayla begitu buruk terjadapnya.


David langsung berdeham keras untuk menyapa dua insan yang menurutnya sedang berselingkuh itu.


"Ehem!" sapa David menahan emosi. Matanya merah menyala-nyala. Jantungnya bergemuruh hebat.


Kayla dan Andre langsung terperanjak kaget karena tanpa mereka sadari David sudah pulang. Otomatis Andre segera menjauhkan tangannya dari wajah Kayla.


Mereka paham sekali kalau saat ini David sedang salah sangka pada mereka.


Kayla tetap berdiri di tempat, sedangkan Andre segera mendekati David. Dia ingin menjelaskan pada David yang sebenarnya.


"Aku harap kamu tidak menuduh kami yang tidak-tidak? Aku hanya__" ucapan Andre langsung dipotong David.


"Hanya apa? Hanya ingin mencari kesempatan dalam kesempitan gitu?" tanya David sinis.


"Hey, mana ada aku seperti itu pada istrimu? Aku__" lagi-lagi penjelasan Andre dipotong dengan kepalan tangan David.


Buggg!


Wajah Andre langsung melengos ke arah samping. Pukulan David membuat sudut bibir Andre berdarah.


Kayla semakin kesal melihat sikap David yang egois itu. Otomatis Kayla melangkah mendekat. Dia ingin mencaci maki David untuk meluapkan kekesalan di hatinya.


"Hey, Vid, kumohon tenanglah dulu!" Andre kembali mencoba untuk menjelaskan pada David. Namun, lagi-lagi David melayangkan bogem mentah ke wajah Andre.

__ADS_1


Buggg!


Sekarang bukan hanya sudut bibir Andre yang mengeluarkan darah. Akan tetapi, berpindah ke hidung Andre. Darah segar mengucur dari hidungnya. Andre segera mengelapnya dengan tangan agar tak masuk ke dalam mulutnya.


Hal itu membuat emosi Kayla semakin memuncak. Ingin sekali dia mencari kayu untuk menghajar David. Namun, dia malas perbuatannya itu semakin memperpanjang masalah.


Tidak puas sudah membogem mentah Andre sebanyak dua kali. David kembali ingin melayangkan pukulan lagi. Namun, secepat kilat Kayla segera menghadangnya. Hal itu membuat David menahan tangannya.


"Ayo cepat pukul! Cepatlah pukul aku! Bukannya kamu sudah terbiasa berbuat kekerasan padaku juga dulu!" tantang Kayla geram. Dia mengingat kisah sang adik dahulu.


Andre langsung melebarkan matanya tidak percaya kalau David sekejam itu pada sang istri. Dia pikir hubungan rumah tangga mereka dalam keadaan baik-baik saja. Toh, mereka juga sampai memiliki buah hati segala.


David terdiam. Dia kembali sedih mengingat semua tindakan kekerasan yang pernah dia lakukan pada sang istri. Emosinya langsung mereda. Dia segera mendekati Kayla. Dia ingin meminta maaf pada sang istri atas sikapnya dahulu.


Melihat perubahan sorot mata David. Kayla langsung paham kalau David pasti kembali menyesali perbuatannya di masa lalu pada sang adik. Dengan cepat Kayla segera melarang David mendekatinya.


Deggg!


Hati David langsung nyeri mendengarnya. Dia langsung meluruhkan tubuhnya ke tanah. Air mata langsung lolos begitu saja mengingat masa lalu buruknya terhadap sang istri.


"Maafkan aku, Ra? Ku akui kalau aku dulu memang bodoh dan tidak berkeprimanusiaan sama kamu. Sungguh, aku menyesalinya, Ra?" David bersimpuh di hadapan Kayla.


Kayla hanya diam saja. Sulit baginya menentukan arah yang pasti untuk kelangsungan rumah tangga sang adik. Mungkin David yang sekarang sudah tulus mencintai adiknya.


Namun, kehadiran Nayla membuatnya merasa kesal dan tak nyaman. Perlahan-lahan dia tahu kalau Nayla itu pasti akan bertindak lebih gila lagi dengan adiknya. Sedangkan, adiknya itu bukan tipe wanita cerdik dan tangguh sepertinya.


Adiknya itu hanya pasrah dan menerima saja disakiti seperti apapun. Paling-paling dia hanya menangis untuk meringankan beban di hatinya. Keadaan seperti itu tentulah akan mempermudah Nayla menginjak-injak harga diri sang adik. Dia sebagai kakak perempuannya tentu tidak terima akan hal itu.


"Ra, kumohon!" ulangi David menatap Kayla memelas. Dia tidak mempedulikan lagi harga dirinya jatuh di hadapan Andre.

__ADS_1


Melihat hal itu, Andre ikut sedih dan bingung. Di sisi lain, dia kasihan melihat Kayra terus-terusan tertindas. Sedangkan, di sisi lain, dia yakin kalau David sudah berubah dan tulus. Namun, kendalanya ada pada sahabatnya sendiri yaitu Nayla.


"Astaga, rumit sekali menjalani rumah tangga macam mereka ini. Aku kok jadi tambah takut mau menikah. Eh, ngomong-ngomong soal menikah aku kok jadi malu sendiri. Pacar saja aku tak punya." Gumam Andre senyam-senyum sendiri.


"Eh, giliran kepincut sama perempuan ... dianya malah sudah punya suami. Oh Tuhan, kenapa seleraku harus sudah dimiliki pria lain, sih?" gumam Andre sedih lagi.


Tiba-tiba dia teringat kembali soal nasib Nayla. Dia memutuskan untuk pamit ke rumah sakit dulu. Dia tak tega membiarkan Nayla di rumah sakit seorang diri menunggu kedua orangtuanya.


Soal David, dia tak jadi mengajaknya setelah tahu akar permasalahan kerumitan rumah tangga poligami ini.


"Maaf semuanya, gara-gara aku hubungan rumah tangga kalian jadi makin rumit dan renggang. Sungguh, aku tak ada niat sedikitpun untuk merebut atau merusak rumah tangga kalian. Aku tadi hanya terbawa suasana saja. Jujur, aku kasihan sama Kayra. Gara-gara Nayla, hidupnya jadi makin sulit dan terbebani." Ekspresi wajah Andre jadi sendu.


"Aku akui kalau ulah Nayla belakangan ini memang keterlaluan sekali. Apalagi tadi dia sempat membuat kekacauan di rumahmu." David langsung berpaling melihat Andre. Matanya melebar sempurna.


"Maksudmu, Nayla babak belur itu karena membuat kekacauan di sini?" tanya David tidak percaya kalau istrinya pintar berduel.


"Iya. Tadi, para tetangga yang menghajarnya sampai begitu. Baru kali ini ada pelakor teriak pelakor ... anehkan?" sahut Kayla menyindir David.


"Astaga, jadi karena hal itu kamu uring-uringan terus?" tanya David baru paham.


"Entahlah, pikirkan saja sendiri," jawab Kayla jutek.


David terdiam meresapi perbuatan Nayla yang semakin di luar batas.


"Sepertinya, dia bertindak bodoh karena merasa sangat defresi. Jujur semenjak kamu tinggal menikah, dia berubah total. Pergaulannya jadi bebas dan tak berarah," jelas Andre sedih.


"Oh, jadi di sini penyebab permasalahannya aku dong?" sindir Kayla tak terima.


"Eh, bukan begitu maksudku. Kalau soal jodohkan sudah ada yang mengatur. Mungkin, Naylanya saja yang sulit mengikhlaskan garis jodohnya," jelas Andre tak enak hati.

__ADS_1


__ADS_2