Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 22


__ADS_3

dua minggu kemudian.


di dalam kamar Ana dan firman


"sayang gimana dengan pekerjaan mu di kantor, apa sangat melelahkan"


"namanya juga kerja mas, capek itu hal yang wajar. tapi bos ku yang dulu menyebalkan sekarang sudah mending, tidak seperti hari pertama aku masuk kerja. sepertinya dia juga puas dengan hasil kerja ku!"


"syukur lah kalau gitu"


"terus bagaimana dengan kamu mas, apa sudah dapat kerjaan?!.


"sudah setengah bulan lebih aku nyari kerja tapi belum dapat juga" jawab firman kecewa


"mas, aku punya ide. gimana kalau kamu buka katering saja. masakan kamu kan enak. nanti pelan-pelan kita menabung!, kalau uangnya sudah cukup!, kamu bisa buka rumah makan atau restoran"


"iya juga ya...! tapi kalau mama sofi tau aku buka katering, dia pasti tidak akan mengizinkan dapurnya untuk memasak."


"kalau gitu, kita cari rumah kontrakan saja. cari kontrakan yang dekat dengan kantor ku, jadi lebih enak aku berangkat ke kantor nya."


"tapi kalau kita keluar dari rumah ini, mama sofi pasti tidak akan mengizinkannya."


"itu gampang, mama sofi itu bisa di bujuk dengan uang."


"ya lah, nanti kita pikirkan lagi. kita makan dulu yuk, aku sudah lapar."


"ya, aku juga sudah lapar."


firman dan ana berjalan keluar kamar menuju dapur untuk makan malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sementara di dalam rumah wilson. sore itu Wilson di telpon oleh ayahnya, dia di minta untuk pulang ke rumah karena ayahnya sudah sangat rindu padanya.


saat Wilson memasuki rumahnya.


"paman!!" teriak Nathan saat melihat Wilson masuk rumah.


Nathan dan Nicholas yang tadinya sedang bermain game di sofa segera berlari menghampiri Wilson dan langsung meminta di gendong.


Wilson pun dengan senang memeluk mereka lalu menggendong kedua anak itu sekaligus. lalu membawanya kembali ke sofa.


"kenapa paman lama sekali tidak pulang ke rumah, kami rindu sekali dengan mu"


"maaf ya...!, paman banyak kerjaan di kantor, jadi gak bisa sering-sering pulang. mama kalian mana?"


"mama sedang menyajikan makanan, katanya paman akan pulang jadi dia sekarang sedang menyiapkan makanan untuk makan malam."


"kau sudah pulang?!" tanya Jim ayahnya Wilson yang baru saja muncul.


"ayah!?"


"ikut aku ke ruangan perpustakaan ku"


"baik ayah"


"nathan dan Nicholas main dulu ya!, kakek pinjam pamanmu sebentar"

__ADS_1


"iya kek"


di dalam ruangan perpustakaan milik Jim.


"dasar anak tidak berbakti" Jim memukul pelan kepala Wilson dengan tongkat.


"ayah kenapa marah-marah lagi?" tanya Wilson pura-pura bodoh sembari memegangi kepalanya.


"sampai kapan kamu seperti ini. kapan kamu akan memberikan aku menantu perempuan"


"sudah lah ayah, nanti jika sudah tiba waktunya. aku akan memberikan mu menantu perempuan yang cantik dan juga baik"


"apa kamu sudah punya wanita untuk jadi menantuku?"


"belum sih..., aku juga lagi cari yah?"


"dasar kau ini" kata jim gemas pada anak laki-lakinya itu.


"tok tok tok, ayah!, makan malam sudah siap!?" Mona mengetuk pintu perpustakaan Jim


" ya, kami segera ke sana!!" jawab Jim.


"syukur lah kali ini aku masih bisa lolos lagi, makasih kakak Mona yang cantik." batin Wilson sembari tersenyum


"kita bahas ini nanti, sebaiknya kita makan malam dulu.


di meja makan sudah ada Nathan, Nicholas dan Mona yang menunggu mereka.


" malam kak" sapa Wilson yang baru datang dari ruangan perpustakaan bersama ayahnya.


"malam!, cepat duduk lah. sudah lama kita tidak makan bersama" jawab Mona sembari mengambilkan piring dan nasinya untuk mereka.


"aku sudah masak banyak untukmu, tapi aku tidak tau apa kamu akan suka atau tidak"


"ya!, aku tau!, selera makan ku memang sangat buruk"


mereka pun segera menyantap hidangan yang sudah tersaji di meja


"mama... mama... aku mau ikan goreng" pinta Nicholas sembari menunjuk ikannya menggunakan jarinya.


Mona segera berdiri mengambilkan ikan gorengnya untuk Nicholas.


"aku mau juga ma!" kata Nathan


"oh, kamu mau juga sayang." kata Mona sembari mengambilkan ikan untuk Nathan


"ayah mau ikan juga?" tanya Mona


"tidak, ambilkan saja aku sup ayam"


Mona segera mengambilkan sup ayam untuk Jim ayahnya.


"Wilson, apa kamu mau ku ambilkan sup ayam juga?" tanya Mona


"tidak perlu, aku bisa mengambilnya sendiri nanti."


"baik lah." kata Mona kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


"ngomong-ngomong gimana dengan wanita yang kakak mita kamu untuk menerima dia menjadi sekertaris baru mu?"


"oh... Ana!, ya...! dia baik, cerdas, dia juga pintar memasak dan buatan kopinya juga enak."


"memasak?, memangnya sekertaris mu juga kamu suruh untuk memasak untuk mu?" tanya Mona terkejut


"kakak tau sendiri aku mempunyai selera maka yang buruk dan sangat memilih makanan. jadi ku suruh dia membuatkan sarapan dan makan siang untukku. malah rencananya aku akan buatkan dapur di kantor untuknya, supaya dia bisa memasak di kantor untuk ku!" jawab Wilson


"ya tuhan Wilson!, apa kamu masih waras, dia itu sekertaris mu bukan koki mu!" kata Mona


"tidak masalah, aku akan membayarnya dua kali lipat." jawab Wilson


"apa kamu menyukai sekertaris mu?" tanya Jim pada Wilson.


"tentu saja!?, dia sangat cantik, cerdas, masakannya juga cocok dengan lidah ku" jawab Wilson


"hus, jangan sembarangan kamu Wilson. dia itu sudah punya suami." kata Mona


"iya aku tau!, hanya saja jika dia bercerai dengan suaminya, aku akan siap menjadi pendamping hidupnya."


"jangan sembarangan bicara kamu Wilson!!." kata Mona sedikit menekan


"hahaha... gak lah kak!, aku cuma bercanda" jawab Wilson


"ku kira kamu akan semakin tidak waras karna terlalu lama menyendiri" kata Jim tersenyum mengejek Wilson


"jangan khawatir ayah, aku tidak akan membiarkan diriku menjomblo selamanya seperti ayah" jawab Wilson


"dasar anak kurang ajar, aku bukannya tidak bisa mencari pendamping hidup, tapi aku sudah tidak membutuhkannya. karna yang terpenting saat ini aku bisa melihat kalian bahagia dan melihat kamu menikah suatu hari nanti"kata Jim


"paman... kapan ayah ku pulang dari Inggris?!. sudah tiga hari mama tidak bisa menghubunginya, kami sudah sangat rindu." tanya Nathan.


"tadi siang ayahmu menghubungi paman, katanya besok ayah kalian sudah bisa pulang. dia sedang sangat sibuk dengan pekerjaan nya, jadi handphone nya susah untuk dihubungi, sabar ya sayang"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


keesokan harinya di rumah Bondan.


Sofi, Bondan, Anita dan Rudi sedang sarapan di ruang makan.


"Anita, mulai hari ini kita tidak bisa berangkat bareng lagi. karna mulai hari ini aku sudah di pindahkan ke kantor pusat. maaf aku lupa mengatakannya padamu tadi malam." kata Rudi


"ya gak papa mas!. aku berangkat naik taksi saja." jawab Anita


"besok kalau aku dapat gaji pertama ku di kantor pusat, aku akan carikan mobil untuk mu Anita" kata Rudi


"carikan mobil?!, memang berapa gaji mu mau carikan mobil untuk Anita segala!?" Sofi terkejut sekaligus heran


"tenang aja ma, aku memang di pindahkan ke kantor pusat. tapi jabatan ku juga di naikan menjadi manajer di sana." kata Rudi


"yang benar mas?!" tanya Anita kurang yakin


"iya, nanti kita cari mobil yang angsurannya ringan tapi cocok untuk mu" jawab Rudi


...bersambung...


...****************...

__ADS_1


...jangan lupa tekan like, favorit, dan tinggal kan komentar mu ya......


...jangan lupa berikan hadiah dan vote untuk author biar makin semangat updatenya 😍🥰😘...


__ADS_2