Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 25


__ADS_3

"brengsek, beraninya kamu membawa istriku" Firman yang baru sampai langsung mendorong Wilson hingga jatuh


"mas...!!" Ana panik


"harusnya kamu berterima kasih padaku sudah membawa istrimu kesini, jika tidak..." perkataan Wilson terpotong.


"Aku tidak butuh bantuan mu, aku bisa membawa istriku sendiri kesini. siapa kamu!?, seenaknya saja membawa istriku!" kata Firman dengan nada tinggi


"aku ini bosnya, jika terjadi sesuatu dengan Ana aku harus segera membantunya karna itu sebagian dari tanggung jawabku"


"terima kasih pak bos atas bantuannya, sekarang sudah ada suamiku disini sebaiknya bapak pulang saja, maaf telah merepotkan" kata Ana


"tidak masalah, kalau begitu aku pulang dulu jaga diri baik-baik kalau Ada apa-apa langsung saja telfon aku."


"sudah, pergi sana" kata Firman


"mas...!"


"apa?" Firman ketus


"jangan marah dong!, ayo bawa aku pulang"


Firman menggendong Ana dengan wajah datar.


"kita pulang naik apa mas?"


"tentu saja naik taksi, kenapa? apa kamu sudah tidak mau lagi naik taksi?"


"bukan itu..., apa taksinya sudah ada di depan?"


"sudah"


di dalam taksi saat perjalanan pulang.


"mas...!?"


Firman tidak menjawab....


"hari ini kamu masak apa?, aku laper ni dari tadi belum makan!"


Firman tidak menjawab....


mas...! kamu marah ya?


.....


mas...! kok diam aja sih?


.....


mas...! aduh...aduh kakiku sakit banget!! Ana memegangi kakinya sembari melirik sedikit mengintip Firman


..... "(hmmm paling cuma akal-akalan di saja, pakai pura-pura sakit") batin Firman.


"mas kamu gak mau nolongin aku? kakiku sakit banget ni...!"


"sudah sampai, kamu mau turun gak?"


"ya turun lah!"


"ya udah cepat kalau mau turun!!"


"bantuin dong...!!!"


"makannya jangan ngoceh mulu kaya burung beo!"


Firman menggendong Ana dari mobil kemudian membawanya masuk ke kamar lalu menurunkannya di kasur


"kamu tunggu di sini, aku akan mengambil makanan untuk mu"


tak menunggu waktu lama Firman sudah kembali ke kamar dengan membawa makanan.


"cepat makan"


"gak mau"


"kenapa?"


"gak selera"


"oh... jadi kamu bisa selera jika ada Wilson di sini"


"bukan itu...!"


"lalu apa?, aku suapi kamu cepat buka mulut mu"


"gak mau!"


"kenapa? kamu maunya di suapi si Wilson itu, aku sudah cukup sabar ya, kalau gak mau makan ya sudah aku mau tidur" Firman meletakkan piringnya lalu keluar dengan membawa bantal dan selimut.


"kamu mau kemana?"


"mau tidur"

__ADS_1


"tidur dimana, ini kamar kita?"


"bukan urusanmu aku mau tidur di mana!" Firman membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali


"huh, nyebelin banget sih! gitu aja ngambek." gumam Ana


bodoh amat!. aku mau tidur!." gumamnya lagi


pagi hari Ana sedang berada di kamar mandi.


"ah... " Ana jatuh terpeleset


"mas... mas Firman...tolongin dong!!" teriak Ana


Firman tidak mendengar teriakan Ana, dia sedang berjalan menuju ke kamar dengan membawa sarapan untuk Ana.


"sayang sara.. pan, dimana dia?, Firman masuk kamar tapi tidak ada Ana di sana


"Ana...!" Firman teriak mencari Ana


"mas...! tolongin!, aku di kamar mandi!!"


mendengar suara Ana dari dalam kamar mandi, Firman segera membuka pintunya. dia melihat Ana sudah duduk di lantai dengan memegangi kakinya.


"ngapain kamu disitu?"


"aku mau mandi, tapi malah kepleset!"


"makannya jadi perempuan gak usah banyak tingkah!!" kata Firman sembari menggendong Ana kembali ke tempat tidur.


"siapa yang banyak tingkah sih, aku cuma mau mandi" gumam Ana pelan


"duduk yang bagus, sarapan. nanti aku akan memandikan kamu setelah sarapan"


Ana menuruti apa yang di katakan Firman.


lima jam kemudian.


"mas aku bosan di kamar terus". kata Ana


" terus?"


"aku pengen keluar Jalan-jalan"


"ya udah! kamu duduk di kursi roda, aku akan mendorongnya"


mereka keluar dari kamarnya dengan Ana yang duduk di kursi roda.


saat melewati ruang keluarga di sana ada Rudi, Anita dan Bondan. mereka tidak bekerja karena memang hari libur.


"kami mau keluar ma, Ana bosan di kamar terus dia ngajak keluar"jawab Firman


"kakimu kenapa sayang?"


Ana terkejut dengan pertanyaan Sofi


"kaki ku keseleo buk!" jawab Ana


"jangan panggil buk. panggil mama seperti Anita. meskipun Firman bukan anak kandungku, kamu tetap menantuku."


Ana mengerutkan keningnya, lalu tersenyum aneh mendengar perkataan Sofi.


"apa-apaan sih ma?" Rudi memincingkan bibirnya


"bukannya mama bilang waktu itu mau memberi Ana pelajaran kenapa mama malah baik sih, sama Ana."


"kami keluar dulu ma" kata Firman


"ya, hati-hati dijalan ya...!"


Di jalan.


Ana dan Firman pergi dengan jalan kaki.


"mas"


"ya"


"gimana?, kamu jadi buka katering?"


"ya"


"kalau gitu hari ini kita cari kontrakannya saja, gimana?"


"boleh"


"kalau gitu kita cari kontrakan yang dekat dengan kantor ku ya?"


"ya"


Firman menghentikan sebuah taksi.


Didalam taksi.

__ADS_1


"mau kemana pak?" tanya sopir taksi


"kami mau cari kontrakan yang dekat dengan kantor pusat putra jaya, apa bapak tau dimana?"


"baik, saya tau tempatnya"


tak menempuh waktu lama.


"sudah sampai pak, di kompleks perumahan ini banyak yang di kontrakan, disini juga dekat dengan kantor putra jaya. coba bapak cari aja siapa tau ada yang kosong" kata sopir taksi


"ya, makasih pak!"


"sama-sama"


mereka berkeliling mencari kontrakan di kompleks perumahan yang di tunjukkan oleh sopir taksi.


setelah 10 menit berjalan, mereka menemukan papan tulisan "Di kontrakan".


"itu di sana ada tulisan di kontrakan mas"


"ya, kita ke sana"


Firman mengambil ponsel dari sakunya lalu menghubungi no yang tertera di papan itu.


"halo" telpon tersambung terdengar suara perempuan dari ponsel Firman.


"ya, buk kami cari kontrakan. kami sekarang ada di depan rumah yang mau di kontrakan.


"ya, sana akan ke sana"


tak lama datang wanita berkulit putih berbadan gemuk menggunakan jilbab syar'i. dia mengajak mereka memasuki rumah yang mau di kontrakan untuk melihat bagian dalam rumah itu.


rumahnya bersih, ada kamar dua tidur, ruang tamu dapur dan satu kamar mandi.


Ana dan Firman berbisik-bisik


"Ana" panggil Firman berbisik saat mereka sedang melihat-lihat di setiap ruangan rumah itu.


"ya"


"rumahnya kecil sekali"


"namanya juga kontrakan, ini sudah lumayan besar"


"masa sih, emang gak ada yang lebih besar lagi gitu?"


"ada sih, tapi kalau lebih besar lagi biayanya pasti mahal."


"gitu ya!?"


"emmm, buk?"


"ya neng!?"


"berapa perbulannya buk?"


"oh... kalau ini dua juta delapan ratus neng"


"apa ada yang lebih murah lagi buk?."


"ada neng, tapi rumahnya lebih kecil dari ini. kamarnya juga cuma satu"


"boleh kami lihat"


"boleh"


mereka pergi melihat kontrakan yang lainnya.


"nah, ini neng rumahnya" kata pemilik kontrakan itu, sembari menunjukkan rumah kontrakannya,


mereka masuk kedalam.


"kamarnya cuma satu neng. ruangannya juga lebih kecil dari ya tadi"


"kalo yang ini berapa bu?"


"1,5 aja neng"


"sa..." perkataan Ana terpotong


"kalau gitu saya ambil yang tadi aja, yang kamarnya ada dua"


"kalau gitu langsung bayar aja pak, takutnya nanti di ambil orang"


"oh gitu ya, minta nomor rekeningnya, biar langsung saya transfer"


beres dengan urusan mencari kontrakan mereka meninggalkan tempat itu pergi makan di restoran.


"sayang, memangnya aku udah keliatan tua benget ya?"


"kenapa memangnya mas?"


"masak iya kamu di panggil neng, aku di panggil pak!?"

__ADS_1


"hahahaha...!!! mungkin saja begitu!!!"


__ADS_2