Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 6


__ADS_3

"hahahaha....!" Sofi menterwakan. "kamu ini mimpi ya...?" ejeknya perusahaan mana yang mau menerima orang cacat seperti kamu"


"aku yakin pasti ada perusahaan yang mau menerima aku" kata Firman


"kami nyari pekerjaan yang menggunakan otak dan tangan bu, bukan pekerjaan yang menggunakan kaki." balas Ana dengan senyum sinis


"baiklah..." jawab Sofi sedikit menaikkan kedua alisnya. "tapi jika Ana juga kerja, lalu bagaimana dengan kerjaan di rumah" kata Sofi. "masak, nyuci, nyapu siapa yang akan mengerjakannya?"


"tenang saja bu..." jawab Ana dengan santai. "masalah kerjaan di rumah aku bisa mengurusnya" meyakinkannya. "lagian kalau aku kerja, kan ibu juga yang untung"


"untung bagaimana?" tanya sofi dengan nada tinggi. "kalau kamu kerja gak ada yang ngurus rumah" kata Sofi. "aku gak mau ngurusin rumah sendirian" jelasnya. "pokoknya Ana gak boleh kerja." membentak


"ibu ini gimana sih!" Ana meletakkan sendoknya. "dengerin Ana baik-baik ya...!" kata Ana melembut. "kalau Ana kerja kan bisa dapat uang, jika Ana punya uang Ana bisa ngasih ibu uang tiap bulan" Ana menjelaskan. "kalau masalah kerjaan rumah, Ana bisa kerjakan sebelum berangkat kerja" kata Ana. "seperti hari ini" kata Ana meyakinkan. "ibu bisa lihat semua kerjaan rumah udah Ana selesaikan" Ana membuktikan. "jadi ibu tidak perlu khawatir.


Sofi mendengarkannya sembari memanyunkan kesamping bibirnya


"bagaimana...?" kata Ana. "ibu bisa dapat tambahan uang jajan dari Ana lho, tiap bulannya...!" Ana merayu. "lumayan lho bu...!" kata Ana kembali menyantap makanannya sembari sedikit melirik ke Sofi


"benar juga kamu" kata Sofi. "ya udah kamu boleh kerja.


mendengar jawaban dari sofi Ana tersenyum lega.


"tapi jangan lupa kalau udah kerja, kamu harus ngasih uang bulanan buat mama" Sofi menegaskan. "kamu juga Firman" kata Sofi. "kalau udah kerja jagan lupa uang bulanan buat mama"


"iya, iya ma...!" jawab Firman. "makannya doain kami supaya dapat kerjaan yang bagus" pungkasnya.


"iya deh" kata Sofi. "mama doain semoga kalian cepat dapat kerjaan yang bagus yang gajinya gede" ucapnya. "biar uang bulanan dari kamu juga banyak."


"aamiin...!" jawab Ana. "makasih ya ma."


"ya udah mama ke sana dulu" kata Sofi. "nanti yang lain nyariin lagi"


"ya ma" jawab Firman


Sofi pun pergi meninggalkan mereka dan menghampiri suaminya yang sudah menunggunya di meja makan dari tadi, Rudi dan Anita pun juga sudah ada di situ


"pagi sayang..." sapa Sofi pada suaminya


"kamu dari mana aja sih ma..." kata Bondan. "papa udah dari tadi nunggu mama" ucapnya. "papa udah lapar ni...!"


"habis dari dapur mas" kata Sofi. "mama habis ngecek si Ana sama Firman"


"ngapain sih mama ngecek mereka segala?" tanya Rudi. "gak penting banget" kata Rudi menyeringai.


"gak ada apa-apa sih...!" jawab Sofi. "cuma iseng aja" katanya. "udah, ayo kita sarapan dulu!" pungkasnya. "kalian dah lapar kan.


mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah disajikan di meja makan.

__ADS_1


"aku udah selesai" kata Rudi. "Anita ayo berangkat." Rudi berdiri dari duduknya.


"iya mas" jawab Anita. "aku juga udah selesai kok" katanya. "kami berangkat kerja dulu ya pa, ma...!" pamit Anita


Rudi dan Anita keluar menuju ke mobil, saat di depan rumah mereka melihat Ana mendorong kursi roda Firman keluar dari rumah.


"itu Ana sama Firman kan?" tanya Anita pada suaminya. "mau kemana tu mas?"


"Hei... Ana... Ana..." panggil Rudi. mau kemana kalian?" serunya.


Ana yang mendengar panggilan Rudi dia pun menoleh, tapi taksi yang dipesan Ana sudah datang, tanpa menjawab panggilan Rudi, Ana langsung membuka pintu mobil kemudian membantu Firman naik taksi dan melipat kursi rodanya untuk di masukan ke dalam taksi dengan bantuan sopir kemudian Ana pun naik.


"mau kemana mbak...?" tanya sopir


Ana pun menunjukkan alamat perusahaan di koran yang sudah dilingkarinya "ke alamat ini pak"


"oh baik" kata Sopir taksi itu.


tak lama kemudian mereka pun sampai di tempat tujuan. Ana dan Firman pun turun dari taksi.


"makasih pak." ucap Ana pada sopir taksi itu.


Ana langsung mendorong kursi roda Firman menuju gedung perusahaan yang dituju untuk melamar kerja. sesampainya di pintu masuk perusahaan tersebut, mereka di hadang oleh satpam.


"mau kemana ini, mas sama mbaknya" tanya satpam itu


"maaf disini gak ada lowongan kerja" jawab Satpam dengan pandangan meremehkan


"tapi di situ terpampang pengumuman lowongan kerja" kata Ana. "kenapa tiba-tiba sekarang tidak ada?"


"oh itu sudah ada yang ngisi" jawab si Satpam.


Ana dan Firman pun pergi meninggalkan gedung itu dan menuju alamat berikutnya dengan berjalan kaki karena lumayan dekat dari gedung itu. sesampainya di tempat tersebut hal yang sama pun terjadi, mereka di hadang oleh satpam di depan pintu masuk


"mau kemana kalian" tanya satpam


"kami mau melamar keja" jawab Firman.


"pergi, pergi..." tanpa basa-basi satpam itu langsung mengusir Ana dan Firman. "disini tidak menerima orang cacat"


mereka pun meninggalkan tempat itu dan kembali mencari kerjaan di tempat lain dengan berjalan kaki jika tempat yang dituju lumayan dekat dengan posisi mereka, namun jika jauh mereka naik taksi. sudah lebih dari 10 tempat mereka datangi namun lagi-lagi hal yang sama terjadi. mereka di usir dengan alasan tidak ada lowongan pekerjaan dan juga tidak menerima orang cacat.


"Ana...!" panggil Firman.


"hmmm..." jawab Ana. "ya, ada apa...?"


"sepertinya hari ini cukup sampai disini saja...!" kata Firman. "besok kita lanjut cari kerja lagi" ucapnya lagi. "kamu pasti sudah capek kan?"

__ADS_1


"iya mas, aku sudah capek banget, kita pulang aja ya." jawab Ana


"iya, ini! kamu minumlah dulu" Firman memberikan air minum pada Ana


setelah selesai minum, Ana clingak-clinguk mencari taksi lewat.


"bentar mas itu ada taksi" kata Ana. "taksi...!" Ana memanggil taksi dengan melambaikan tangannya.


taksi pun berhenti, mereka langsung menaiki taksinya


"mau kemana ini mbak... " tanya sopir taksi


"antar kita ke jalan jambu no xx" jawab Ana


karena terlalu capek, Ana tertidur di taksi saat perjalanan pulang. tak lama kemudian mereka pun sampai didepan rumah.


"Ana... Ana... bangun kita sudah sampai" Firman membangunkan Ana yang sedang tidur pulas didalam taksi.


"Ah, maaf mas aku ketiduran" kata Ana


"tidak apa..." jawab Firman. "ayo kita turun"


mereka pun turun dari taksi itu dan memasuki rumah. saat melewati ruang keluarga Sofi ada disitu sedang menonton TV.


Sofi yang melihat mereka sudah pulang langsung menanyai mereka. "kalian sudah pulang?"


"iya ma..." jawab Firman


"gimana sudah dapat kerjaan?" tanya Sofi


"belum ma" jawab Ana. "kita capek banget mau istirahat dulu."


"tunggu !" Sofi menghentikan jalan Ana. "sebelum kamu istirahat kamu harus nyiapin makan siang buat ku."


"iya ma...!" jawab Ana. "nanti Ana siapkan."


"biar ku bantu" kata Firman


"gak usah mas...!" jawab Ana. "tadi pagi aku udah racik semua yang mau dimasak buat makan siang, jadi gak terlalu repot" katanya. "aku antar kamu ke kamar ya, nanti kalau sudah siap makanannya aku panggil kamu."


"gak usah" jawab Firman. "aku temani kamu masak aja" kata Firman. "siapa tau nanti kamu butuh bantuan" Firman tidak tega melihat Ana yang sudah kecapean setelah sampai di rumah bukannya istirahat tapi harus masak buat makan siang


"baiklah sekarang kita ke dapur" kata Ana


Ana pun dengan sigap langsung mengambil bahan makanan yang sudah diraciknya tadi pagi dan langsung memasaknya, jadi tidak perlu waktu lama hidangan pun matang dan siap di sajikan di meja makan.


...****************...

__ADS_1


...semoga kalian suka...!, jangan lupa like dan komen ya... 🄰🄰🄰...


__ADS_2