Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 7


__ADS_3

"baiklah sekarang kita ke dapur"


Ana pun dengan sigap langsung mengambil bahan makanan yang sudah diraciknya tadi pagi dan langsung memasaknya, jadi tidak perlu waktu lama hidangan sudah matang dan siap untuk disajikan.


"Apa sudah selesai?" tanya Firman


"sudah mas" jawab Ana. "yang ini untuk kita makan berdua dan yang ini akan aku antarkan untuk makan siang ibu."


"ya..." jawab Firman. "kamu antar lah dulu makanan itu untuk mama" kata Firman. "aku akan membersihkan alat masaknya


"Ya mas" Ana menggentarkan makanannya untuk Sofi


tak lama Ana kembali dan mengajak Firman untuk makan siang


"Apa sudah selesai?" tanya Ana. "ayo kita makan dulu.


"iya sedikit lagi." jawab Firman


setelah selesai membersihkan alat masak, mereka makan siang bersama dan setelah itu mereka langsung istirahat di kamar


"capek sekali rasanya mas...!" kata Ana. "aku mau tidur."


"tidur lah" jawabnya. "aku akan temani kamu disini."


"kamu tidak tidur mas?" tanya Ana


"tidak, aku tidak ngantuk" jawab Firman. "kamu pasti sangat lelah, tidur lah...!


" ah...rasanya nyaman sekali." Ana merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk tak menunggu lama Ana tertidur pulas.


Firman memandangi wajah Ana yang terlihat lelah, dia merasa bersalah terhadap Ana karena sudah menyusahkan dia.


"Seandainya saja aku bisa berjalan, pasti dia tidak perlu secapek ini" Firman bergumam dalam hati


dia ingat apa kata dokter waktu itu sebenarnya dia bisa berjalan lagi asalkan dia bersemangat, berusaha untuk sembuh dan harus rajin latihan berjalan sendiri tidak perlu terapi terus menerus asalkan punya keinginan yang tinggi untuk sembuh.


sebenarnya penyakit Firman tidak parah, hanya saja dia sebelumnya tidak punya semangat untuk sembuh karena kecewa terhadap perilaku istrinya dulu yang selalu merendahkannya. tapi sekarang dia sudah menikah dengan Ana, wanita yang baik, penyayang, perhatian dan selalu menghormatinya meskipun keadaannya cacat.


melihat semangat juang Ana yang begitu tinggi dan pantang menyerah, hatinya jadi tergerak untuk sembuh.

__ADS_1


dia punya keinginan untuk melindungi istrinya jadi dia memutuskan untuk latihan berjalan sendiri di kamar.


Firman sudah bisa berdiri tapi belum bisa melangkahkan kakinya untuk berjalan.


saat istrinya tertidur pulas dia berusaha latihan berjalan sendiri.


Ana tidak pernah tahu kalau Firman sering latihan berjalan sendiri dikamar.


Awalnya Firman hanya bisa berdiri tapi sekarang Firman bisa berjalan pelan-pelan sambil berpegangan dinding saat dia hampir jatuh.


Firman sangat yakin suatu saat dia bisa berjalan lagi. dia ingin memberikan kejutan pada Ana saat dia sudah bisa berjalan dengan normal lagi.


keesokan harinya, seperti biasa Ana bangun pagi mengerjakan pekerjaan rumah juga memasak dan Firman selalu membantunya. hari ini mereka masih bertekad mencari pekerjaan tidak menyerah meskipun kemarin mereka diusir berkali-kali.


sebelum berangkat mereka tidak pernah lupa untuk sarapan dulu.


seperti kemarin mereka berangkat menggunakan taksi. sesampainya di tempat tujuan, mereka turun dari taksi. seperti biasa Ana mendorong kursi roda suaminya.


"Ana apa hari ini kita akan diusir lagi seperti kemari" kata Firman


"jangan pesimis gitu dong mas...!" jawab Ana. "kita harus tetap semangat, aku yakin kita bisa dapat pekerjaan yang bagus"


Firman sempat putus asa dan kecewa dengan dirinya sendiri yang selalu menyusahkan Ana.


"Ana...!" Firman memanggilnya.


"ya mas" jawabnya. "ada apa?"


"aku mau pulang, kamu carilah pekerjaan sendiri" kata Firman. "kalau kamu terus mendorongku seperti ini kamu akan capek dan saat orang melihatku yang cacat ini kamu akan diremehkan" ucapnya pesimis. "kamu akan sulit mencari pekerjaan, jadi kamu pergilah cari kerja sendiri dan aku akan pulang naik taksi sendiri."


"kenapa kamu berfikir begitu...?" tanya Ana. "kita belum dapat pekerjaan karena kita memang belum dapat, bukan karena kamu mas...!" kata Ana. "sudah jangan pikirkan itu" pungkasnya. "ayo kita pergi ke supermarket market, aku mau belanja untuk kebutuhan rumah."


" ya..." jawab Firman.


Ana mendorong kursi roda Firman menuju supermarket yang tidak jauh dari situ.


saat Ana mengambil beberapa barang tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh anak kecil yang tengah berlari


"bruk..." anak itu terjatuh setelah menabrak Ana. "aduh... sakit...!" keluhnya

__ADS_1


Ana yang terkejut langsung membalikkan badannya, melihat anak kecil yang terjatuh dilantai setelah menabraknya Ana langsung menolong.


"kenapa tidak hati-hati...!" Ana memegangi kedua lengan anak tersebut untuk membantunya berdiri.


"maaf kak..." jawabnya. "eh, ternyata kakak cantik" anak terkejut sekaligus senang dan dia pun tersenyum.


"Nathan...!" sontak Ana terkejut dan membelalakkan kedua bola matanya. "apa sakit?" tanya Ana panik. "sebelah mana yang sakit?" Ana melihat dan memegang-megang dari atas bagian kepala sampai kaki, memastikan.


"tidak kak aku tidak apa-apa...!" jawabnya. "kak..." belum selesai Nathan bicara, ucapannya terpotong oleh seorang perempuan yang baru saja datang menghampiri mereka. yang berkata "aduh kamu kemana aja sih sayang...!"


sontak Ana langsung melihat perempuan itu dan Natan langsung bersembunyi di belakang Ana sembari memegang erat rok Ana.


"mama cariin kamu dari tadi ternyata kamu di sini...!" kata perempuan itu. "maaf mbak anak saya memang begitu..." ucapnya. "suka berlarian saat belanja."


Ana yang melihat tingkah Nathan bingung. yang lebih membingungkan lagi ada perempuan yang mengaku sebagai mama, karena dia tahu betul wajah ibunya Nathan seperti apa.


"mbak ini siapa ya...?" tanya Ana penasaran


"oh saya ini mamanya dia" jawabnya.


mendengar jawaban wanita itu, Ana langsung waspada tangannya langsung meraih tangan Nathan dan pura-pura mempercayainya.


"oh mamanya ya..." Ana berbalik badan ke arah dan mengedipkan matanya sebelah kanan. memberi kode pada Nathan dan Firman


"anaknya imut sekali ya..." kata Firman. "siapa nama anaknya mbak?." tanya Firman


"oh, nama ya..." jawabnya terbata-bata. "namanya joni, joni namanya, ya... joni namanya" kata wanita itu dengan wajah bingung memikirkan nama karena memang dia tidak tau nama Nathan.


"oh joni..." kata Firman. "nama yang bagus..." ucapnya. "boleh tidak, saya ajak anak mbaknya main sebentar, terus beli mainan buat dia." pinta Firman


"iya...!" kata Ana. "saya itu suka sama anak kecil" bujuknya. "pengen punya anak tapi belum dikasih sama tuhan" kata Ana. "boleh ya bentar... aja!" bujuknya lagi. "kami sudah menikah lama tapi belum punya anak, boleh ya...!"


"tapi saya masih banyak urusan" jawab perempuan itu. "saya harus cepat pergi dari sini" katanya. "saya gak bisa lama-lama disini."


"bentar aja mbak..." bujuk Ana. "gak lama kok. bentar aja...!. Ana terus berusaha membujuknya. "kalau gak kita beli mainan aja sebentar buat anak mbak, terus mbak boleh bawa anak mbaknya pergi, boleh ya...!"


"tapi... " perkataan perempuan itu terpotong


"tapi apa sih mbak..." kata Ana. "biasanya anak kecil itu suka lho kalau di belikan mainan"

__ADS_1


"joni, joni mau gak kakak belikan mainan buat joni" Ana bertanya pada Nathan sambil memainkan mata kanannya.


__ADS_2