
"Lah, kamu sudah hubungi nomornya belum?" tanya Damar penasaran.
"Sudah, tapi nggak aktif," jawab David lesu.
"Astaga, istrimu itu. Ya sudah, ayo aku bantu cari dia," tawari Damar kasihan sama David yang sudah terlihat kacau karena tak kunjung menemui Kayra.
"Yuk!" David mengangguk setuju.
Tanpa berpamitan dahulu pada Kayla, mereka berdua segera melanjutkan langkah menyusuri koridor rumah sakit untuk mencari Kayra.
Kayla di dalam langsung merasa panik saat mendengar percapan sang suami dengan David. Dia tidak menyangka bahwa rencana barunya malah mengalami kerumitan. Padahal dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk menjalankan misi terakhirnya.
Tangannya segera meraih ponsel di atas nakas untuk menghubungi Andi. Dia ingin tahu jelas apa yang terjadi pada Kayra. Dia meminta Andi untuk datang ke ruangannya mumpung sang suami sedang keluar.
Kini Andi sudah berada di dalam kamar rawat Kayla sambil membawa peralatan medis yang akan dia gunakan untuk mengganti selang infus salah satu pasien di rumah sakit. Sebenarnya, dia tadi sedang bersiap-siap menjalankan tugasnya.
Namun, Kayla memaksa dia untuk datang karena ingin membahas soal Kayra yang sedang darurat. Terpaksa dia menurutinya dulu barulah mengemban tugas aslinya. Karena terburu-buru, dia lupa menutup rapat pintu ruangannya.
"Hey, kamu sembunyikan di mana adikku? Kenapa suaminya kalang kabut mencarinya?" tanya Kayla jutek.
"Aku tidak menyembunyikannya, Bu. Tadi, si Al yang bawa dia pergi," jelas Andi jujur.
"Lah, kok bisa sama, Al? Bukannya, kamu yang aku tugasin buat rawat dia sampai sembuh dengan alasan dia sedang cidera parah tadi? Aduh, kamu ini memang ceroboh sekali. Kalau sudah begini kita harus bagaimana coba?" umpat Kayla kesal.
"Maaf. Tadi, Al memaksaku untuk memberikan Kayra sama dia. Kalau aku menolak, dia mengancam akan melaporkan perbuatan kita ini sama atasan rumah sakit," jelas Andi meringis.
__ADS_1
"Astaga, Al memang keterlaluan sekali. Entah, apa coba untungnya dia mencampuri urusanku sama adikku," umpat Kayla geram.
"Sepertinya, dia kesal karena Ibu tega memaksa adik ibu itu pindah ruangan di saat kondisinya belum pulih pasca operasi kemarin," jelas Andi.
Tanpa mereka sadari di depan pintu ada tiga orang sedang berdiri menguping pembicaraan mereka dari awal sampai akhir. Tiga orang tersebut adalah kedua orangtuanya Damar dan Mbok Nem. Mereka baru saja kembali lagi dari rumah setelah merasa puas beristirahat.
Mereka tak langsung masuk karena penasaran sekali saat mendengar awal ucapan Kayla pada si perawat laki-laki. Mereka ingin tahu jelas apa yang sedang dibahas Kayla dengan perawat laki-laki itu kenapa membawa Kayra segala dalam pembahasan. Kedua orangtuanya Damar langsung terkejut dan bingung sekali karena tidak mengerti maksud dari pembicaraan Kayla.
Berbeda dengan Mbok Nem yang langsung miris hatinya mengetahui apa yang sedang menimpa Kayra.
"Astaga, kasihan sekali Non Kayra. Kenapa hidupnya dipermainkan seperti ini. Padahal dia sudah banyak berjuang untuk Non Kayla. Tapi, masih saja dizholimi. Bahkan, hampir saja dia kehilangan nyawa karena pendarahan hebat kemarin," gumam Mbok Nem lirih. Dia langsung merasa kesal dengan sikap Kayla tersebut.
Kedua orangtuanya Damar langsung menengok ke arah Mbok Nem. Walaupun gumamam Mbok Nem lirih, telinga mereka masih bisa menangkap jelas ucapan Mbok Nem.
Mbok Nem mengangguk. Mengetahui sikap Kayla yang semena-mena itu pada sang adik membuat nalurinya tergerak. Dia ingin membocorkan rahasia besar antara Kayla dan Kayra selama ini.
"Mari kita bicara di sana saja Pak, Bu. Aku nggak enak sama Non Kayla jika sampai mendengarnya. Soalnya, ini masalah sangat besar dan menyangkut harga diri," ajak Mbok Nem melangkah duluan.
"Baik!" Kedua orangtuanya Damar mengikuti langkah Mbok Nem karena benar-benar diselimuti rasa penasaran. Setelah merasa cukup jauh dan aman, Mbok Nem segera membuka suara.
"Sebelumnya, aku mohon sama Bapak dan Ibu untuk bisa mengontrol emosinya. Soalnya, kabar yang akan aku sampaikan ini sangat tidak masuk akal dan bisa membuat tekanan darah kalian otomatis naik," saran Mbok Nem sebelum memulainya.
"Baik, kami akan mencoba tetap tenang. Ayo cepat jelaskan," pinta keduanya serempak.
"Em, sebenarnya Non Kayra sama Non Kayla itu tukeran posisi agar bisa memberikan cucu buat Bapak dan Ibu.
__ADS_1
Maaf, Non Kayla itu memang mandul seperti yang dituduhkan Bibi Lin. Makanya, dia terpaksa meminta bantuan sama adiknya untuk berpura-pura menjadi dia," jelas Mbok Nem tersedu-sedu.
"Astaga, Mbok serius dengan ucapan Mbok ini?" tanya keduanya melebarkan mata.
"Iya, aku berani sumpah Pak, Bu. Waktu acara syukuran di rumah, aku nggak sengaja mendengar percakapan mereka berdua di dalam kamar. Sebenarnya, aku ingin memberitahu orang rumah. Namun, aku kasihan sama mereka berdua yang yatim piatu. Pasti mereka akan terkena masalah besar jika sampai ketahuan," jelas Mbok Nem tersedu-sedu.
"Astaga, pantas saja sebelum hamil perilaku Kayla berubah derastis, Pak?" tanya ibunya Damar menitikkan air mata.
"Iya, Bu. Ternyata, yang tinggal bersama kita selama ini Kayra bukan Kayla. Aduh, bisa-bisanya Kayla berbuat nekat seperti itu. Kenapa dia tidak jujur saja pada kita kalau dia memang mandul? Lalu, bayi yang dilahirkan Kayra itu darah daging Damar atau David?" tanya ayahnya Damar sedih dan bingung. Dia merangkul bahu sang istri agar tetap kuat.
Deggg!
Damar dan David langsung terdiam sejenak di tempat saat mendengar ucapan ayahnya Damar. Posisi Damar dan David saat ini sedang tidak jauh dengan tiga orang tersebut. Damar dan David berada tepat di samping dinding tepat mereka bercakap. Posisi mereka mengobrol tepat sekali di pertigaan koridor rumah sakit.
"Kamu dengar ucapan orang-orang itu?" tanya Damar memastikan kalau dia tak salah dengar.
"Tentu, aku mendengarnya. Astaga, entah apa maksud mereka berkata seperti itu? Ayo kita hampiri mereka biar jelas," ajak David tidak percaya. Mereka segera melanjutkan langkahnya.
Begitu melihat siapa yang membicarakan mereka. Damar dan David langsung melebarkan matanya. David terdiam karena merasakan sesak di dadanya. Dia memang merasa ada yang janggal dengan sikap istrinya beberapa bulan ini.
"Tolong jelaskan maksud dari obrolan kalian itu," pinta Damar lesu. Jiwanya seakan runtuh saat mengetahui fakta dari perubahan sikap istrinya selama hamil.
Kedua orangtuanya Damar dan Mbok Nem langsung menengok ke arah sumber suara. Mereka langsung memasang ekspresi wajah terkejut. Karena semua sudah tahu, ayahnya Damar meminta pada anaknya untuk bertanya langsung pada terdakwa.
"Lebih baik, kita tanyakan langsung saja sama Kayla? Kita lihat apa reaksi dia saat mengetahui kedoknya terbongkar," saran ayahnya Damar kecewa berat.
__ADS_1