Bertukar Suami

Bertukar Suami
Keikutsertaan Nayla


__ADS_3

Al segera pergi meninggalkan Andi begitu saja tanpa ada percakapan lagi.


"Huh, sekarang kamu bisa bersorak ria di atas penderitaan orang lain. Akan tetapi, lihat saja nanti," gumam Al dalam hati sambil tersenyum licik. Diam-diam dia sudah menyusun rencana untuk menolong Kayra dan menyadarkan Kayla.


***


Sesampainya di rumah, David buru-buru melangkah masuk karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang istri tercinta. Namun, aksinya itu terhenti karena disapa Ibunya Nayla. Dia sedang duduk di depan televisi sambil mengasuh Kaysa.


"Ehemmm, buru-buru amat kamu melangkahnya? Sampai-sampai orang yang ada di sini tidak kamu sapa," goda ibunya Nayla terkekeh geli.


"Eh, Ibu ... maaf. Karena terlalu cemas sama Kayra, aku sampai tak melihat kanan kiri," balas David tersenyum malu.


Mata ibunya Nayla melebar karena terkejut.


"Eh, memangnya kenapa dengan Kayra, Nak?" Ibunya Nayla langsung bangkit dari kursi ikut cemas.


"Loh, kok Ibu belum tahu? Memangnya, Kayra belum sampai di rumah?" tanya David bingung dan gelisah.


"Belum, ini Ibu sama Kaysa lagi nungguin dia pulang," jelas ibunya Nayla khawatir.


"Astaga, kenapa bisa dia belum sampai di rumah. Padahal sudah satu jam yang lalu dia pulang. Kira-kira dia ke mana, ya?" tanya David bingung dan cemas sekali.


"Aduh, lebih baik kamu segera cari dia, Vid! Ibu takut terjadi hal-hal buruk sama dia," perintah ibunya Nayla cemas.


"Baik, Bu." David bergegas pergi dari hadapan ibunya Nayla.


Dia segera naik ke mobil kembali lalu melajukannya dengan kecepatan tinggi karena terlalu cemas dan takut. Hal itu membuat Nayla yang masih asik baringan di dalam kamar langsung terusik. Dia bergegas keluar dari kamar ingin bertanya pada ibunya kenapa David terlihat buru-buru.


"Bu, itu kenapa Mas David kok buru-buru sekali?" tanya Nayla penasaran.

__ADS_1


"Itu si Kayra katanya sudah pulang dari tadi tapi kok belum sampai ke rumah. Terus dia juga sedang tidak baik-baik saja makanya David pulang ke rumah buat mengecek keadaannya," jelas ibunya Nayla gelisah.


"Aduh, kasihan sekali dia. Kalau begitu sebaiknya aku keluar juga untuk membantu Mas David mencari dia," ucap Nayla berpura-pura cemas. Padahal dia senang mendengar kabar buruk tentang Kayra.


"Eh, tidak perlu. Biarkan David saja yang mencarinya. Kamu kan sedang hamil besar," larang ibunya Nayla cemas.


"Tidak masalah, Bu. Aku janji akan pelan-pelan saja menyetir mobilnya. Kasihan Mas David kalau mencari Kayra sendirian," jelas Nayla berpura-pura simpati. Padahal dia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk melenyapkan Kayra.


"Ya sudah, kalau kamu memaksa. Ingat kamu yang hati-hati menyetir mobilnya," balas ibunya Nayla mengalah. Jujur dia senang melihat anaknya memiliki rasa peduli terhadap Kayra.


"Iya, Bu." Nayla bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengambil kunci mobil miliknya.


Di sepanjang jalan David terus melihat sekeliling sambil mengemudikan mobilnya pelan-pelan berharap bisa berjumpa dengan istrinya. Namun, aksinya itu belum berhasil walaupun laju mobilnya sudah sampai di depan gerbang rumah sakit lagi. Dia menepikan mobilnya di sana sambil berpikir.


"Oh Tuhan, di mana sebenarnya Kayra berada? Kenapa nomornya juga tidak aktif saat kuhubungi? Apa sebaiknya aku tanya saja sama satpam di rumah sakit ini? Siapa tahu dia melihat Kayra pulang naik apa?" gumam David gelisah. Dia segera melajukan mobilnya kembali masuk ke dalam rumah sakit.


"Siang, Pak!" sapa David tersenyum ramah.


"Siang juga," balas kedua satpam itu ramah.


"Maaf, saya ingin bertanya sama kalian. Apa kalian tadi melihat wanita yang ada di ponsel ini keluar dari rumah sakit?" tanya David menunjukkan gambar walpaper di ponselnya.


Kedua satpam itu segera melihat foto yang ditunjukkan David. Mereka langsung mengingat-ngingat wajahnya. Lalu, berbisik-bisik memastikan wanita tersebut.


"Oh, kalau mbak ini kami belum melihatnya keluar dari rumah sakit. Kami hanya melihat kedatangannya saja tadi pagi. Jadi, pasti dia masih berada di dalam," jelas salah satu dari satpam itu.


"Oh begitu. Terima kasih atas informasinya," ucap David senang. Akhirnya, dia menemukan titik terang keberadaan Kayra.


"Sama-sama." Kedua satpam tersenyum ramah.

__ADS_1


"Ya sudah. Saya mohon undur diri untuk mencarinya ke dalam," pamit David tersenyum.


"Eh, tunggu sebentar, Mas. Bukannya, tadi Mas sudah datang kemari, ya?" tanya salah satu satpam penasaran.


"Iya benar, saya sudah kemari tadi. Namun, kata salah satu perawat di dalam istri saya sudah pulang sejak satu jam yang lalu," jelas David.


"Kok aneh sekali, ya? Kalau memang dia sudah pulang pastilah kami melihatnya. Kami sejak tadi tidak pergi dari pos. Memangnya tadi istri masnya ada keperluan apa kemari?" selidiki satpamnya merasa ada yang janggal.


"Istri saya menjenguk saudara kembarnya yang habis lahiran. Tapi, tadi sempat dirawat sih karena terjatuh di kamar mandi. Setelah saya telusuri kata perawatnya dia sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Namun, saya cek di rumah dia tidak ada," jelas David panjang lebar.


"Aduh, kok ribet begini jadinya. Ya sudah. Mari saya bantu mencarinya di dalam. Kalau-kalau dia pingsan lagi di kamar mandi lagi tanpa ada yang tahu," ucap satpamnya berinisiatif membantu.


"Baik, terima kasih sudah bersedia membantu saya," balas David tersenyum senang.


"Sama-sama. Mari kita cari sekarang," ajak salah satu satpam segera keluar dari pos jaga.


"Iya, Pak." Mereka berdua segera melangkah bersama-sama.


Di dalam rumah sakit, David dan Pak Satpam berpencar mencari keberadaan Kayra. Sudah lumayan jauh David berkeliling. Namun, belum juga menemui Kayra. Dia terlihat kebingungan sekali. Kini langkahnya sudah sampai di depan kamar rawat Kayla.


Damar yang baru saja membuka pintu kamar rawat Kayla sedikit terkejut saat melihat aksi David itu. Tanpa menutupnya kembali dia segera mendekati David.


"Hey, kamu kenapa, Vid? Apa terjadi sesuatu pada istrimu? Kok, kamu terlihat kacau begitu?" tanya Damar penasaran.


"Dia menghilang. Ini aku sedang bingung mencarinya," jelas David cemas.


"Hey, menghilang bagaimana? Bukannya, tadi dia dirawat sama perawat laki-laki itu karena kakinya terkilir?" tanya Damar ikut bingung.


"Iya benar. Namun, kata perawatnya dia sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Setelah aku telusuri di rumah, ternyata dia belum pulang. Jadi, aku cari dia di sepanjang jalan karena cemas dan khawatir. Karena tidak ketemu juga, jadi aku memastikan untuk bertanya sama Pak Satpam rumah sakit ini. Berharap dia bisa kasih informasi yang akurat soal kendaraan apa yang dinaikin Kayra saat pulang. Eh, mereka bilang malah belum melihat Kayra keluar sama sekali dari rumah sakit ini. Berarti, Kayra masih ada di sini dong," jelas David pusing sekali.

__ADS_1


__ADS_2