Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 19


__ADS_3

"oh... gitu ya...! pantas saja! kalau gitu sampai kapan pun aku tetap akan terlambat dong, dan gaji ku juga akan di potong. ah...! menyebalkan sekali"


"hahahaha... kasian kamu An."


"lalalalala... aku cantik aku manis siapa aku" terdengar nada dering dari ponsel Ana.


"hahaha... suara ponsel mu bikin geli An" kata lusi


"iya... sepertinya harus ganti" kata Ana sembari membuka ponselnya dan ternyata itu adalah bosnya.


"halo pak" Ana menjawab telpon nya


"kamu dimana?" tanya Wilson


"saya sedang makan siang di kantin pak"


"cepat kembali kemari, oh ya, bawakan makanan juga untuk saya, saya sudah lapar"


"baik pak, emmm bapak ingin makan apa ya pak...?"


"bawakan aja makanan yang enak"


"baik pak." Ana menutup ponselnya


"ada apa An?" tanya lusi


"ini...! telpon dari pak wilson, aku di minta kembali dan membawa makanan buat dia. kamu tau gak mbak makanan yang biasanya dia suka apa?"


"kamu ni panggil aku mbak terus...! gak enak denger nya, emangnya aku udah keliatan tua banget ya...?"


"bukan gitu, tapi aku gak tau harus panggil apa!?" kata Ana


"udah, panggil aja lusi, enak kan!?"


"iya deh...!, lusi"


"hmmm gitu dong. pak bos itu susah makan...! 2 tahun yang lalu waktu kekasih nya masih ada, dia selalu di masakin sama kekasihnya...!, tapi semenjak kekasihnya pergi, dia jadi susah makan dan gak ada yang tau apa makanan yang biasanya dia makan"


"memangnya selama ini dia makan apa kalau lapar!?, kan udah gak ada yang masakin, jadi makan dimana?"


"biasanya pak bos makan diluar, gak tau kalau makan di mana!?"


"hmmm, kan dia bisa suruh bawahannya untuk cari makanan!?"


"iya..., tapi gak ada yang pernah di terima, siapapun yang membawakan makanan buat dia, pasti kena semprot. pak bos itu sudah berkali-kali ganti sekertaris cuma gara-gara salah bikin kopi sama makanan. Mudah-mudahan kamu yang terakhir deh, sudah capek aku ngadepin si bos."


"Semoga aja aku betah. sudah ya aku duluan, takut kalo kelamaan bisa-bisa kena semprot juga aku."


"iya gih buruan, jangan lupa bawakan makanan buat si bos"


"iya, aku balik duluan ya!"


Ana pun pergi meninggalkan tempat itu lalu keluar mencari makanan untuk bosnya.


"cari makanan apa ya buat pak bos!?, beliin soto aja lah, masalah mau apa gak nya pikir belakangan. tapi di mana ada soto!?". gumam Ana sembari berjalan mencari penjual soto .

__ADS_1


tidak lama kemudian Ana melihat gerobak soto di pinggir jalan dekat kantor.


"eh, ternyata di dekat sini ada yang jual soto. syukur lah, jadi gak perlu jauh-jauh nyari makan buat pak bos." gumam Ana sembari berjalan mendekati si tukang sotonya


"pak sotonya satu, di bungkus ya!."


"baik neng, sebentar ya!"


"lalalalala... aku cantik..." ponsel Ana berdering, dia pun segera mengangkat ponselnya.


"halo pak"


"kenapa lama sekali...!?, aku sudah lapar." kata Wilson jengkel


"iya pak, ini saya sedang memesan makanan nya" jawab Ana


"cepat, gak pake lama." kata Wilson lalu dia menutup telpon nya.


"sudah jadi pak sotonya" tanya Ana pada tukang soto itu sembari memasukan ponselnya kedalam saku.


"sudah neng, ini sotonya." jawab tukang soto itu sembari memberikan bungkusan sotonya pada Ana.


"berapa pak?"


" lima belas ribu saja"


"makasih pak" kata Ana sembari memberikan uangnya dan mengambil bungkusan sotonya.


Ana pun pergi meninggalkan tempat itu lalu kembali ke kantor.


"tok tok tok, permisi pak" Ana mengetuk pintu ruangan kerja Wilson


"ini pak makanannya" Ana meletakkan soto nya di meja kerja Wilson


"makanan apaan ini, bungkusnya jelek banget!?, kamu beli makanan ini dimana?." tanya Wilson merasa aneh melihat bungkus makanan itu.


"ini soto pak, rasanya seger kok, bapak cobain dulu aja!"


"gak, aku gak mau makanan seperti itu, melihat bungkusnya saja membuatku tidak selera makan. takutnya kalau aku makan, malah bikin sakit perut!?."


"terus kalau gak mau bapak mau makan apa?"


"gak jadi makan, tapi ngomong-ngomong apa yang kamu bawa itu?"


"oh... ini tempat bekal pak, tapi sudah tidak ada isinya, sudah habis saya makan tadi, lupa naro malah ke bawa kesini, maaf pak!"


"hmmm, kalau gitu kamu mulai besok bawakan bekal juga buat saya ya. bawakan sarapan dan sekalian makan siang buat saya!"


"tapi pak, saya...!" perkataan Ana terpotong


"tidak usah banyak tanya, lakukan saja apa yang saya katakan buat makanan yang enak untuk saya, kalau gak mau, gaji kamu ku potong setengah nya."


"jangan pak...! masa iya di potong lagi!?, telat bikin kopi di potong, gak bawa makanan di potong, saya kan bukan tukang katering pak."


"tenang aja, kalau kamu bisa membawakan makanan yang pas buat saya, kamu saya tambah gajinya jadi dua kali lipat dan gajimu tidak akan saya potong kalau kamu telat bikin kopi. gimana, mau gak!?"

__ADS_1


"beneran pak!?"


"iya... tapi makanan nya harus pas... kalau sampai makanan nya gak enak kamu saya pecat"


"jangan di pecat dong pak...!"


"makannya masak yang enak kalau gak mau di pecat!?. sudah sana keluar, kerja lagi!. ingat besok masak yang enak"


"baik pak" Ana keluar dari ruangan itu


"huh... benar-benar bos aneh. sabar Ana sabar!" gumam Ana sembari duduk la/kan pekerjaannya.


hari menjelang sore, Ana pun sudah pulang dari kantornya. sesampainya di rumah dia langsung masuk kamar lalu mandi.


"huh... hari ini melelahkan sekali!" gumam Ana sembari berendam di bathtub berisi air hangat.


sementara Firman sedang sibuk memasak di dapur untuk makan malam.


"hay, Firman!?" panggil Sofi ketus


"ada apa ma!?" jawab Firman sembari melanjutkan memasaknya.


sofi menarik kursi yang ada di dapur lalu mendudukinya.


"mama liat akhir-akhir ini setiap hari kamu terus yang memasak, memangnya Ana kemana!?"


"Ana kan kerja ma!?"


"kerja cuma jadi pelayan saja sudah belagu, sok-sokan gak mau masak. apa dia mau menjadikan kamu pembantu di rumah ini!?"


"ya gak lah ma... kalau dia gak repot, pasti dia yang masak. lagian aku juga belum dapat pekerjaan, gak ada salahnya kan aku bantuin kerepotan istri."


"kamu tu ya... harusnya kamu yang kerja cari duit yang banyak, terus istri mu ngurus rumah. toh kerjaan dia juga gajinya cuma sedikit, jadi gak ada gunanya dia kerja!."


"aku sudah berusaha cari kerja ma..., tapi memang belum dapat."


"gak usah banyak alasan, bilang aja kamu malas kerja, iya kan!?"


"terserah deh, mama mau bilang apa!?"


"mas, kamu lagi masak ya!?"


sapa Ana mendatangi suaminya yang sedang memasak di dapur


"enak ya yang habis mandi!?" kata Sofi ketus


"iya ma..., seger banget" jawab Ana senyum.


...bersambung...


...****************...


...jangan lupa tekan like, favorit, dan tinggal kan komentar nya. ...


...berikan hadiah dan vote nya untuk author ya, biar semangat update nya ...

__ADS_1


...Terima kasih...


...🄰🄰🄰...


__ADS_2