
"selamat ya sayang, semoga kamu bisa diterima kerja di perusahaan itu"
"iya, makasih ya sayang. tapi kenapa hanya yang mendapat telpon. kenapa kamu tidak mendapat telpon dari perusahaan itu.
"entahlah aku juga tidak tahu. sayang, ngomong-ngomong aku pengen dengar lagi kamu panggil aku seperti tadi"
"panggil apa?"
"itu yang tadi, selama ini aku gak pernah dengar kamu manggil aku seperti itu, ayo ulangi lagi aku pengen dengar"
"yang mana sih mas?"
"bukan mas... tapi seperti tadi, saat kamu ngucapin terima kasih"
"oh itu"
"kok cuma oh itu..., ayo dong panggil aku dengan sebutan yang tadi."
"gak mau...., wek...!" ledek Ana sambil menarik bawah mata dan menjulurkan lidahnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"hey... kamu mau kemana?, habiskan dulu makanan mu."
"aku sudah kenyang" teriak Ana sambil berlari ke kamar.
"huh... dasar anak ini, awas saja ya...!" gumam Firman sambil membersihkan meja dan piring kotor yang ada di meja dapur.
setelah itu dia pergi ke ruang makan untuk membersikan meja makan dan mengambil piring kotor yang ada di meja makan bekas sarapan Bondan, Sofi, Anita dan Rudi.
kemudian dia kembali ke dapur membawa piring kotor untuk di cuci. setelah selesai mencuci piring dia pergi ke kamar untuk melihat Ana.
"Ana..., Ana...! Firman memangil Ana dan melihat sekeliling kamar tapi dia tidak menemukan istrinya itu.
"kenapa dia tidak ada di kamar, di mana dia?, oh mungkin dia ada di kamar mandi" Firman berjalan menuju kamar mandi
"Ana...!" Firman membuka pintu kamar mandi tapi dia tidak melihat Ana di sana
kemudian Firman menutup pintu kamar mandinya, saat Firman akan membalikan badan tiba-tiba!
"cari siapa mas? " kata Ana yang sudah berada di belakang Firman
"astaga" Firman terkejut di buatnya.
"kenapa tiba-tiba kamu ada di sini?, dari mana saja kamu, dari tadi aku mencari mu di dikamar tapi tidak ada!"
"masa sih" jawab Ana tersenyum meledek.
"dasar kau ini...!, kamu sengaja mengerjai ku ya...?"
"ti.. dak!" jawab Ana berjalan menjauhi Firman
"benarkah"
Firman berjalan di belakang mengikuti Ana lalu dia menangkapnya dan memeluknya dari belakang.
"kalau kamu tidak mengerjai ku maka aku yang akan mengerjai mu" kata Firman sambil mengangkat Ana dan melemparnya ke kasur.
"ah...!, kau mau apa?" tanya Ana kebingungan.
__ADS_1
"tidak ada...!" Firman berjalan menuju pintu kamar malu mengunci pintunya dari dalam.
"kenapa, kenapa pintunya di kunci?" tanya Ana terbata-bata dan sangat gugup dia teringat kejadian semalam
"tidak ada...?" kata Firman sembari membuka bajunya. sehingga terlihat jelas perut sixpack di sana.
"hey... tunggu. kenapa kau membuka bajumu?" tanya Ana yang semakin gugup.
"tidak ada...!" kata Firman sembari membuka ikat pinggangnya
"hay... kenapa dari tadi jawaban mu tidak ada, tidak ada? jawab lah yang benar" kata Ana gugup dan semakin kelimpungan
Firman mendekati tempat tidur lalu naik dan mendekatkan wajahnya pada wajah Ana.
"kenapa kau gugup sekali?" tanya Firman sengaja meledek ana
"tidak... aku... tidak gugup, tidak gugup sama sekali...!"
jawab Ana sanga gugup dan terbata-bata
"benarkah"
"ya... " Jawab Ana masih gugup
"ok, baiklah" kata Firman sembari duduk di samping Ana.
"huh" Ana bernafas lega setelah melihat Firman hanya duduk di sampingnya.
"kenapa?"
"tidak apa-apa" jawab Ana yang tidak terlalu gugup seperti tadi
"mau lah... tentu saja mau, tapi apa tidak apa-apa jika kamu menunggu sampai selesai."
"tidak apa-apa sayang" Firman memegang tangan Ana lalu menciumnya.
Firman membelai rambut Ana, menarik pelan rambut panjangnya lalu menciumnya.
"sayang rambutmu harum sekali"
"tentu saja harum, aku kan tadi sudah mandi dan memakai shampo" jawab Ana tersenyum manis
"senyummu juga manis seperti permen"
"hahaha... kamu ini lucu, mana ada senyum manis seperti permen, memangnya senyuman bisa di ****"
"gimana caranya? tanya Ana dengan polos
"caranya gampang!, coba sekarang kamu tersenyum manis seperti tadi"
Ana yang tidak tau tujuan suaminya pun tersenyum, dia menuruti apa yang di katakan Firman. sedangkan Firman yang melihat Ana tersenyum dia langsung menyambar dan ******* bibir mungil milik istrinya.
"emmm " Ana mendorong tubuh Firman dengan sekuat tenaga supaya Firman melepaskan ciumannya tapi dia tidak berhasil malah justru Firman semakin menjadi sampai Ana susah untuk bernafas
"ah... " Firman melepaskan ciumannya setelah tau istrinya sudak kewalahan, Ana pun akhirnya bisa bernafas kembali
"kamu mengerjai ku ya...? kata Ana jengkel
__ADS_1
" ti.. dak." jawab Firman sambil tersenyum bahagia.
mereka berdua bergurau di dalam kamar hingga tidak sadar kalau sudah siang.
"sekarang sudah jam berapa mas?" tanya Ana sambil mencari ponselnya.
"sudah jam 11.30 sayang" jawab Firman sembari melihat jam yang ada di ponselnya
"astaga mas... aku kan harus masak untuk makan siang, aku juga harus siap-siap untuk pergi interview." kata Ana Kebingungan
"tenang sayang...! kan ada aku..., aku akan memasak untuk makan siang ibu dan kita berdua. kamu sebaiknya bersiap saja, ok"
"makasih ya mas... kamu baik sekali pada ku" I love you" kata Ana sembari mencium pipi suaminya.
kemudian dia beranjak dari tempatnya dan bersiap-siap
Firman terbelalak lalu tersenyum karena perlakuan istrinya. kemudian dia beranjak dari tempatnya berjalan keluar dari kamar kemudian dia pergi ke dapur untuk memasak, tak butuh waktu lama Firman selesai memasak, karna dia memasak hanya untuk tiga orang, dia pun dengan cepat menyajikan makanan itu di meja makan untuk Sofi dan di meja dapur untuk dirinya dan istrinya.
setelah selesai semuanya dia pergi ke kamar untuk bersiap karna dia mau pergi mengantarkan istrinya yang mau interview.
mereka akhirnya sudah rapi dan siap untuk pergi, sebelum pergi mereka tidak lupa mengisi perutnya.
mereka makan siang berdua di dapur, Ana selalu menghabiskan makanannya jika suaminya yang memasak. Firman sangat senang melihat istrinya makan masakannya dengan lahap. tak lama mereka selesai dengan makan siangnya.
mereka pergi keluar rumah untuk menunggu taksi yang di pesan. tak lama kemudian taksi itu datang mereka pun langsung menaikinya.
"mas...!
" ada apa sayang...?"
"aku sangat gugup, ini adalah pertama kalinya aku melakukan interview"
"tidak apa sayang...! ada aku, aku yakin kamu bisa, jika kamu merasa gugup, kamu tarik nafas dalam-dalam lalu buang dengan berlahan." kata Firman sembari memegang tangan Ana dan menenangkannya
Ana pun melakukan apa yang dikatakan suaminya, dia menarik nafas dalam lalu membuang nafas dengan berlahan
tak memakan waktu lama mereka pun sampai di tempat tujuan.
mereka turun dari taksi itu kemudian berjalan menuju pintu masuk gedung putra jaya, mereka pun memasuki gedung itu lalu menuju ke petugas resepsionis.
"permisi mbak... saya kesini mau interview"
"oh... dengan ibu Ana ya! silahkan ikuti saya anda sudah ditunggu dari tadi."
"bentar ya mas aku masuk dulu" pamit Ana dengan suaminya
"ya... jangan lupa kalau kamu gugup tarik nafas seperti tadi."
"ya mas"
Ana pun berjalan masuk mengikuti resepsionis itu untuk interview.
sementara Firman menunggunya di ruang tunggu.
setelah 30 menit Firman menunggu akhirnya Ana keluar.
"bagaiman hasilnya?" tanya Firman penasaran.
__ADS_1
Ana diam tidak menjawab pertanyaan suaminya, dia menunjukkan wajah murung dan mengajak Firman pulang.
"ayo mas kita pulang!".