Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 21


__ADS_3

keesokan harinya Ana bangun pagi lebih dulu dari Firman. dia bergegas ke dapur untuk memasak, karna harus membawakan makanan untuk bosnya.


Firman yang sedang tertidur pulas telah bangun dan meraba-raba kasur sebelahnya yang telah kosong, dia tidak mendapati istrinya di sana.


"lho, di mana Ana?!, apa dia sudah bangun?" gumam Firman


Firman mencari istrinya di kamar mandi tapi dia tidak menemukannya, lalu dia keluar kamar dan pergi ke dapur. Firman mendapati Ana sedang sibuk di sana, kemudian dia segera menghampirinya


"sayang kamu bangunnya pagi banget" tanya Firman


"iya mas, karna aku harus masak kan!?"


"tapi kan aku juga bisa masak, biasanya juga aku kan yang masak!?


"iya sih...!, tapi mulai sekarang biar aku yang masak pagi. kamu masak untuk makan siang dan makan malam aja ya."


"kenapa memangnya kalau aku masak pagi juga!?"


"karna mulai hari ini, setiap hari aku harus membawakan sarapan dan makan siang untuk bos ku"


"kenapa begitu, memangnya dia tidak bisa pesan makanan saja atau sarapan di rumahnya sendiri dan membawa bekal!?, toh dia juga bisa menyuruh karyawan lainya untuk membelikan makanan kan!?


"bos aku tu lain orangnya, dia tu aneh. yang jelas, kalau aku tidak membawakan sarapan dan makan siang untuknya aku bakalan di pecat."


"ya udah biar aku aja yang masak, kamu gak perlu masak, toh dia juga gak akan tau itu masakan siapa!?."


"gak mas, takutnya kalau nanti rasanya gak seperti yang dia mau, bisa-bisa aku kena semprot, parahnya lagi aku bisa di pecat."


"bos apaan tuh!?, belagu amat!. jangan lupa masak untuk suamimu juga!?, jangan cuma bos kamu aja yang di masakin!?, kamu itu istriku!, bukan istri bos yang belagu itu."


"iya sayang!, aku bakalan masakin yang sepesial untuk suamiku tersayang!" kata Ana tersenyum dengan sikap suaminya.


"apa sayang?, coba ulangi! kamu tadi panggil aku apa?"


"apa sih mas!, mending kamu bantuin kerjaan ku yang lain aja sana!!."


"hemmm, kamu harus bayar ganti rugi dulu, jika kamu ingin aku mengerjakan pekerjaan lainnya"


"kenapa aku harus bayar ganti rugi?"


"tentu saja, itu karna kamu berani memasak untuk pria lain"


Ana meletakkan alat masak yang dia pegang, dia mendekati suaminya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya.


"emmuachh, apa begini sudah cukup"


"emm........uachh" Firman ******* bibir mungil milik istrinya.


"ini baru benar!" kata firman setelah melepaskan ciumannya


"ya udah sana, aku mau lanjutin masaknya!"

__ADS_1


"jangan lupa masak yang enak untuk suamimu"


"iya iya...!"


Firman meninggalkan istrinya sendirian memasak di dapur untuk mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. setelah mereka berdua selesai dengan pekerjaannya di rumah, mereka pergi ke kamar untuk mandi.


"mas aku mandi duluan ya" kata Ana


"enak aja, kenapa kamu harus mandi duluan?!"


"ya kan harus cepet-cepet biar gak telat"


"ya udah kita mandi bareng aja!?"


"kok mandi bareng sih mas, aku kan harus cepat-cepat berangkat kerja...?!"


"ya makannya kita mandi bareng aja biar cepet"


Ana malah bengong mendengar suaminya bicara dengan nya.


"apa yang kamu pikirkan!?, ayo cepet!?" kata firman menggandeng tangan Ana ditariknya ke kamar mandi


"gak lah, kalau gitu kamu aja yang mandi duluan sana!?"


"ngomong apa sih?!" Firman tidak tahan kelamaan menunggu istrinya, akhirnya dia menggendongnya dan membawanya masuk ke kamar mandi.


"ah, turunin mas!?"


"dah, cepat lepaskan semua pakaian mu" kata Firman setelah menurunkan Ana di dalam kamar mandi dan mengunci pintunya


"memangnya siapa yang mau memandikan mu?!, aku juga mau mandi sendiri!?" kata Firman tersenyum


Firman dengan cepat melepaskan semua pakaiannya, sementara Ana malah bengong melihat suaminya yang sudah polos tanpa memakai apa pun. roti sobek dan perut sixpack pun terpampang jelas di sana.


"ya tuhan" batin Ana sembari menelan salivanya saat melihat tubuh polos suaminya.


"sayang kenapa malah bengong, apa kamu hanya akan melihat aku seperti itu terus tanpa membuka pakaian mu?!" kata Firman mendekati Ana yang sedang terpesona dengan keindahan tubuh suaminya.


"ah ya, kamu mandi lah dulu aku akan menunggu mu diluar"


"siapa yang mengizinkan mu keluar"


Firman menghalangi Ana dengan kedua tangannya dengan menempelkan kedua telapak tangannya di dinding, sehingga bagian belakang tubuh Ana menempel pada dinding.


"deg deg deg" jantung Ana berdegup kencang


"kalau posisinya seperti ini terus, bisa bisa jantungku melompat keluar" batin Ana


salah satu tangan firman meraih pakaian Ana.


"em, ka ka kamu mau apa mas?"

__ADS_1


"ya mau bantu kamu membuka pakaian mu lah!, terus kamu bantu aku mandi!!"


"ehem... em a aku bisa buka sendiri kok! "


"ya udah cepet buka bajunya"


"emm, ya... ya udah minggir tangan nya!, aku mau buka pakaian ku dulu!!"


"kenapa aku harus minggir? tinggal buka aja kan?"


"ya tapi susah kalau posisinya seperti ini"


"ok, cepat buka bajumu!!" Firman menurunkan kedua tangannya


Ana segera melepas semua pakaiannya kecuali CD dan kacamata di dadanya.


melihat istrinya yang lelet, firman jadi gemas. dia menarik tangan istrinya dan memeluknya. lalu dia ciumi leher istrinya sehingga Ana merasa lemas di buatnya. tangan firman meraih tali kacamata dada milik istrinya untuk membukanya setelah kacamata terbuka kini CD nya juga di buka oleh Firman. akhirnya mereka berdua pun polos tanpa sehelai benang pun. kemudian mereka berdua pun mandi bersama tanpa melakukan apapun.


Tak lama kemudian mereka selesai mandi dan berganti pakaian lalu ke dapur untuk sarapan.


"mas aku sudah selesai sarapan, ini aku juga sudah siapkan untuk bekal kamu. nanti kalau mas pergi nyari kerja jangan lupa di bawa ya!!. Aku berangkat dulu!"


cupp, Ana mengecup pipi suaminya, lalu dia pergi kekantor dengan taksi.


sesampainya di kantor, dia langsung meletakkan tasnya di meja kerjanya, lalu pergi ke ruangan milik bosnya untuk mengantarkan sarapan.


ternyata bosnya tidak ada di sana.


Ana meletakkan sarapan yang sudah disiapkan di meja kerja Wilson, setelah itu Ana pergi ke dapur kantor untuk membuatkan kopi bosnya, dengan cepat dia kembali keruangan Wilson membawa kopi. sesampainya di ruangan itu ternya Wilson sedang duduk di kursi.


"ini pak kopinya, sarapan nya juga sudah saya letakkan di meja bapak"


"apa ini kamu yang masak?"


"iya pak!?"


"ya udah makasih, kamu boleh keluar dulu, saya mau sarapan"


Ana segera keluar dari ruangan wilson, sementara Wilson langsung membuka kotak bekal yang dibawakan Ana untuk sarapan.


"hemmm bau nya harum" gumam Wilson saat membuka kotak bekalnya."


Wilson mengambil sendok yang sudah di siapkan lalu menyendok makanan dan memasukan nya ke dalam mulutnya, dia mencoba merasakan makanan yang ada di mulutnya.


"hemmm... wanita ini ternyata masakannya bisa pas di lidah ku!. bagus lah!, jadi aku gak perlu bingung lagi mau makan apa!?, asal dia yang masak kayaknya beres." gumam Wilson sembari melahap sarapan dengan tenang.


...bersambung...


...****************...


...jangan lupa tekan like, favorit, dan tinggalkan komentarnya ya.. 🄰...

__ADS_1


...berikan hadiah dan vote untuk author ya...! biar author nya makin semangat updatenya...


...šŸ˜šŸ„°šŸ˜˜...


__ADS_2