Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 23


__ADS_3

di dalam gedung kantor Putra Jaya.


di dapur kantor Ana sedang membuatkan kopi untuk wilson, setelah selesai dia berjalan keluar dapur mengantarkan kopinya.


di tengah perjalanan dia di hentikan oleh Rudi yang baru saja di dipindahkan dari kantor cabang dan diangkat sebagai manajer di kantor itu.


"tunggu, berikan kopi itu untukku" Rudi langsung mengambil kopi itu tanpa melihat orangnya dan bertanya dulu.


"jangan!, kopi itu bukan untuk mu!" kata Ana.


"sebentar, oh... jadi kau rupanya!. ternyata kamu bekerja disini sebagai pelayan!. kalau begitu sekarang belikan aku makanan, ini uangnya. cepat belikan sekarang juga. pinta Rudi sembari menyodorkan uangnya.


Ana hanya diam saja tidak menanggapi Rudi sama sekali, dia malah membalikkan badannya dan berniat pergi. tapi malah di tarik oleh Rudi


"hey mau kemana!, kamu tidak dengar ya! aku menyuruhmu untuk membelikan ku makanan. kenapa kamu malah pergi dan tidak mengambil uangnya, cepat ambil uang itu dan carikan makanan yang enak untukku." kata Rudi sembari melemparkan uangnya pada Ana


Ana hanya diam saja dan membiarkan uang itu jatuh ke lantai.


sikap Ana membuat Rudi menjadi marah.


"kamu itu tuli ya!!?" bentak Rudi


Ana melangkahkan kakinya berniat untuk pergi dari situ.


"byur" Rudi menyiram punggung Ana dengan kopi panas yang diambilnya dari Ana tadi.


"ah... panas!!" teriak Ana kesakitan


"hey, kamu kenapa?". tanya Wilson yang baru datang, sengaja mencari Ana karena menunggu kopinya tidak kunjung datang.


"pak, bapak mencari saya?. maaf pak kopinya belum saya antar" kata Ana meringis menahan sakit.


"lupakan dulu soal kopi, aku akan menelpon lusi untuk mengobati lukamu."


Wilson mengambil ponsel dan segera menghubungi lusi.


"segera datang kemari, aku ada di depan ruangan manajer pemasaran" kata Wilson


"ini hanya salah paham pak, aku hanya menyuruhnya untuk..." kata Rudi berniat membela diri tapi terpotong oleh Wilson.


"sebaiknya kamu jangan membela diri. aku akan selidiki sendiri masalah ini"


tak lama kemudian lusi sampai.


"ada apa bos?" tanya lusi yang baru datang.


"kamu bawa Ana ke ruangan mu dan segera obati punggungnya." kata Wilson

__ADS_1


"Ana, mari ikut dengan ku" ajak lusi sembari memegang kedua lengan Ana.


lusi membawa Ana pergi keruangan kerjanya. Wilson juga meninggalkan tempat itu kembali ke ruangan kerjanya untuk mencari tahu masalahnya.


di dalam ruangan kerja lusi.


"kamu duduklah dengan tenang, aku akan mengobati lukamu. tahan sedikit ini mungkin akan terasa sakit" kata lusi


"au.. sst... pelan dikit"


"tahan dikit, sebentar lagi selesai!, kalau tidak segera diobati nanti bisa meninggalkan bekas. sebenarnya apa yang terjadi?, kenapa kamu bisa punya masalah dengan manajer baru itu?" kata lusi


"ceritanya panjang"


"bisa-bisanya dia menyiram kopi panas ke punggung mu!?, apa sebelumnya kalian sudah saling kenal?"


????


"hey, kenapa diam?"


"oh maaf, tadi kamu tanya apa?"


"tidak, lupakan saja. dah, sudah selesai" kata lusi sembari menutup salepnya.


"makasih ya lusi. maaf aku harus kembali melanjutkan kerjaan ku"


Ana berjalan keluar, ke dapur membuat kopi untuk Wilson.


"masuk" jawab Wilson


saat Ana membuka pintu, Ana melihat Rudi ternyata juga ada di sana.


"silahkan pak kopinya" Ana meletakkan kopi itu di meja kerja Wilson.


"ya, makasih. kamu duduk lah dulu di situ." Wilson memberi perintah, menunjukan kursi dengan gerakan kepala sembari menaikan alisnya.


Ana pun duduk di kursi yang ada di dekatnya.


"kamu tau siapa dia!?" tanya Wilson sembari menatap wajah Rudi.


"tau pak, dia hanya wanita pelayan disini kan!?. lalu kenapa memangnya kalau saya mengambil kopi yang dia bawa dan meminta dia untuk membelikan ku makanan". jawab Rudi


"Ana, kamu tau siapa laki-laki ini?" tanya Wilson sembari melihat wajah Ana.


"..... pak, saat itu saya sedang membawa kopi, tapi tiba-tiba dia mengambil kopi yang saya bawa tanpa bertanya terlebih dahulu" jawab Ana setelah diam sejenak.


"laki-laki yang mengambil kopi darimu itu adalah Rudi. dia itu manajer baru disini, jadi sekarang kamu sudah tau kan?!" kata Wilson

__ADS_1


mendengar perkataan wilson, Rudi jadi besar kapala. dia merasa bahwa bosnya telah membelanya.


"pelayan yang tidak tahu diri seperti dia harusnya dihukum pak, potong saja gajinya atau tidak usah digaji sekalian, bila perlu pecat saja dia pak." kata Rudi tersenyum bangga


"ya, kamu benar. orang yang tidak tahu diri itu sebaiknya mendapat hukuman. menurut mu, hukuman apa yang pantas untuk orang yang tidak tahu diri Rudi?!"


"kalau di pecat kasian dia pak, karna sekarang sangat susah untuk mencari pekerjaan. jadi menurut saya lebih baik gaji dia selama tiga bulan tidak usah di bayar." jawab Rudi tersenyum puas.


"gimana menurut mu Ana!?, apa kamu setuju?." tanya Wilson menatap Ana.


"terserah pak Wilson saja, saya akan ikuti apa yang di katakan bapak"


"baiklah kalau begitu, saya setuju dengan apa yang dikatakan Rudi" kata Wilson


"hahaha, rasakan itu Ana"batin Rudi tersenyum puas.


"jadi mulai bulan ini sampai tiga bulan berikutnya, sesuai kesepakatan. Rudi, gaji mu tidak akan saya bayar. itu hukuman yang harus kamu tanggung." kata Wilson sembari menatap Rudi


mendengar perkataan Wilson, senyum Rudi berubah menjadi muram seketika.


"tunggu, apa maksudnya pak?. yang harusnya di hukum itu Ana bukan saya pak. dia itu hanya pelayan tidak tahu diri disini, jadi dia yang seharusnya di hukum bukan saya. saya itu manajer!." kata Rudi dengan nada tinggi.


"diam kamu!!, beraninya kamu bicara dengan nada tinggi dihadapan saya. kamu tau, kopi yang kamu ambil itu adalah kopi milik saya. beraninya kamu mengambil kopi saya dengan seenaknya. asal kamu tau saja, Ana hanya boleh melayani saya karna dia adalah sekertaris saya. paham kamu!!. baru menjadi manajer saja sudah sombong. kata Wilson marah sembari menatap Rudi.


setelah Rudi mendengar perkataan Wilson bahwa Ana adalah sekretarisnya dan bukan pelayan. Rudi terkejut dia melihat Ana dengan amarah.


"Maaf pak saya yang salah, saya akan terima hukuman dari bapak" kata Rudi.


"bagus kalau kamu tau, sekarang keluar lah"


"baik pak saya permisi"


Rudi melangkah keluar dari ruang kerja Wilson.


"kalau gitu saya permisi juga pak, tapi sebelumnya saya mau mengingatkan bapak, kalau nanti malam ada pertemuan dengan klien penting." kata Ana


"baik, kalau gitu nanti malam kamu ikut saya bertemu dengan klien dan jangan lupa siapkan berkas-berkasnya yang harus dibawa" jawab Wilson


"baik pak"


setelah Ana keluar dari ruang kerja Wilson, dia segera menelpon Firman.


šŸ“±"halo, mas maaf ya hari ini aku pulang malam. aku harus menemani bos bertemu dengan klien." kata Ana


...**bersambung...


...****************...

__ADS_1


...jangan lupa klik like, favorit dan tinggalkan komentar mu ya...


...berikan juga hadiah dan vote untuk author supaya semangat untuk update**...


__ADS_2