Bertukar Suami

Bertukar Suami
Andai


__ADS_3

Karena permintaan pembaca, saya lanjutkan lagi ceritanya. Saya juga akan merevisi bagian-bagian yang menurut pembaca tidak tepat.šŸ™šŸ™šŸ™


Terima kasih, sudah setia membaca karyaku ini.😊😊😊


"Iya terima kasih." Damar segera menggandeng lengan istrinya dan pergi menghampiri tamu yang lain.


"Mas, aku mau ke toilet sebentar," ucap Kayra meringis. Terlalu nearvous membuatnya kebelet buang air kecil.


"Iya, jangan lama-lama! Apa mau aku temani?" tawar Damar.


"Em, tidak perlu! Mas, lanjutkan saja menghampiri mereka!" tolak Kayra tersenyum.


"Baiklah! Hati-hati! Jangan lupa dikunci pintunya," ledek Damar tersenyum geli.


"Ih, apaan sih!" Kayra cemberut. Dia segera berlalu meninggalkan Damar.


Damar masih setia menatap pungguh istrinya yang semakin menjauh sambil tersenyum geli.


"Hey, apa yang kamu lihat?" tanya seseorang menepuk pundak Damar dari belakang.


"Astaga!" Damar segera menengok ke arah orang tersebut.


"Kau!" Damar terkekeh setelah melihat siapa yang menegurnya.


"Haha, kau ini sombong sekali! Sesibuk apa sih kau, sehingga tidak pernah main-main ke kantorku?" tanya Fredy terkekeh.


"Yah, coba saja tanya pada dirimu sendiri? Bagaimana kesibukan seorang direktur utama mengurus perusahaannya?" Damar membalikan perkataan temannya tersebut.


"Ah, kau!" Fredy menepuk pundak Damar lagi karena begitu gemas.


Kini Kayra sudah sampai di toilet. Tadi dia sempat bingung mencari lokasi toilet. Untung saja ada salah satu pelayan yang menghampirinya. Jadi, dia diberitahu lokasinya.


Kayra meniti ke setiap pintu toilet yang ada. Dia begitu ragu ingin membuka salah satu pintunya.


"Kira-kira ada orang tidak sih di dalam?" gumam Kayra was-was. Tangannya terjulur ingin memegang handel pintu.


Tiba-tiba ada suara orang menegurnya dari arah samping. Tentu saja hal itu membuat Kayra begitu terkejut sekali. Dia langsung mengurungkan niatnya tadi.


"Maaf Nona! Sepertinya, Anda sudah salah toilet! Coba Anda lihat petunjuknya," ucap pria tersebut menggelengkan kepala. Dia tersenyum geli dibuatnya.


"Eh, masa sih?" Kayra langsung melihat ke arah pria tersebut. Matanya langsung melebar sempurna. Dia tak menyangka kalau akan bertemu lagi dengan pria tampan yang nyaris menabraknya.


Pria itu terdiam mengamati wajah Kayra dengan seksama. Dia seperti pernah melihat Kayra.


"Kamu!" Pria tampan itu menunjuk wajah Kayra.

__ADS_1


"Kamu wanita yang tadi nyaris kutabrak, kan?" tanya pria tampan itu terkejut.


"Iya benar!" Kayra tersipu malu.


"Wah, ternyata dunia ini memang sempit sekali!" Dia terkekeh.


"Iya." Kayra mengangguk sambil tersenyum kikuk.


"Oh ya, kita tadi belum sempat berkenalan! Perkenalkan namaku, Andre Bastian. Kalau kamu siapa?" tanya Andre tersenyum.


"Aku, Kayra." Kayra tersipu malu.


"Oh ya, soal toilet tadi ... coba kamu lihat gambar petunjuknya!" tunjuk Andre terkekeh geli.


Kayra langsung mengikuti arah telunjuk Andre. Lalu, dia membaca ada tulisan 'pria'.


Dia langsung meringis malu. Wajahnya terasa panas. Hampir saja dia melakukan kesalahan besar.


"Bagaimana? Aku tidak salahkan?" tanya Andre terkekeh geli.


"Hehe, iya." Kayra meringis malu. Dia begitu tertampar dengan kecerobohannya tersebut.


"Kau ini selalu saja sembrono!" Andre menggelengkan kepala sambil terkekeh geli.


Kayra tak menjawab lagi. Dia langsung kabur dari depan toilet pria tersebut.


"Astaga, dia begitu menggemaskan sekali! Sayang, dia sudah punya suami," gumam Andre masih tersenyum geli. Pandangannya terus mengarah ke Kayra.


Sementara Kayra terus melangkah buru-buru. Pandangannya menunduk ke bawah. Dia benar-benar tak menduga kalau akan sial begini.


"Huh, andai saja tadi aku menurut ditemani Mas Damar ... tentulah kejadian ini tidak akan pernah terjadi!" Kayra menepuk jidatnya pelan.


Tiba-tiba dia menabrak seorang wanita yang baru saja keluar dari toilet. Tubuh wanita itu tiga kali lipat lebih besar dari Kayra. Jadi, tubuh Kayra terpental. Dan ambruk ke lantai.


Brukkk!


"Auwww!" teriak mereka berdua bersamaan.


"Mbak, lain kali kalau jalan itu pakai mata dong!" omel wanita itu sambil meringis.


"Masa sih tidak bisa melihat aku yang besarnya kayal buldoser ini keluar dari toilet," imbuhnya jengkel.


"Ma-maaf! Aku tidak sengaja," jawab Kayra ikut meringis. Dia berusaha bangkit namun kesulitan.


Wanita itu tidak menjawab ataupun menolong Kayra. Dia malah pergi meninggalkan Kayra sendirian.

__ADS_1


"Kok, apes amat sih, aku hari ini." Kayra berusaha bangkit. Namun, dia kesulitan karena kakinya terkilir. Dia kan mengenakan hak tinggi.


"Mari kubantu!" Andre mengulurkan tangannya.


Kayra langsung mendongak. Dengan malu-malu dia menerima uluran tangan tersebut.


"Auw!" ringisnya pelan. Kakinya terasa sakit sekali jika berdiri tegak.


"Kakimu pasti terkilir! Maaf, biar aku bantu ke toiletnya!" Andre yang tidak tega berniat membopong tubuh Kayra.


"Eh, jangan! Aku bisa kok jalan sendiri," tolak Kayra meringis. Dia tak mungkin membiarkan Andre membopongnya. Bisa-bisa suami dari kakaknya itu naik pitam jika melihatnya.


"Baiklah! Mari aku papah saja!" tawar Andre cemas.


Kayra langsung mengangguk. Pelan-pelan Andre memapah Kayra masuk ke kamar mandi.


"Aku tunggu di luar! Nanti, kalau sudah selesai bisa panggil aku," ucap Andre tersenyum.


"Eh, tidak perlu! Lebih baik, Anda pergi saja!" tolak Kayra benar-benar malu.


"Apakah kamu yakin? Kakimu saja masih terkilir begitu! Aku akan pergi setelah memperbaiki kakimu itu," jelas Andre segera keluar dari dalam toilet. Tak lupa dia menutup pintunya juga.


Kayra benar-benar tak tau harus berkata apa. Dia pasrah saja. Jika dia meminta tolong untuk memanggilkan Damar. Takutnya nanti Damar bakalan cemas. Selain itu, pasti Damar juga akan meledekinya lagi karena selalu saja ceroboh.


Setelah mendengar suara percikan air. Andre segera bertanya kepada Kayra. Dia tak yakin kalau Kayra berani memanggilnya.


"Apakah sudah selesai?" teriak Andre.


Kayra tak segera menyahut. Dia masih begitu malu.


"Helo, aku bertanya sama kamu? Kenapa kamu diam saja!" ulangi Andre penasaran.


"Iya, sudah!" sahut Kayra terpaksa. Dia tak enak jika mengabaikan orang yang terlalu baik dengannya.


"Oke." Andre segera membuka pintunya. Terlihat Kayra masih meringis seperti sedang menahan sakit. Dia berdiri sambil memegangi besi yang berada di dekat WC.


Andre benar-benar tak tega melihatnya menderita.


"Maaf, untuk kali ini sebaiknya kamu, kubopong saja biar lebih cepat!" tegas Andre iba.


"Tapi ...." Kayra cemas.


"Kamu tidak perlu cemas! Nanti, jika suami kamu melihatnya! Aku akan menjelaskan padanya! Jika aku ke depan untuk mencari keberadaan suamimu ... yang ada malah akan semakin lama! Sementara kakimu harus segera diperbaiki agar tidak bengkak dan sakit berkepanjangan," jelas Andre berusaha meyakinkan Kayra.


"Baiklah! Terima kasih sudah peduli denganku," ucap Kayra tersenyum.

__ADS_1


Andre mengangguk sambil tersenyum. Dia membuka pintunya lebar-lebar agar lebih mudah nanti saat keluar. Bergegas dia masuk menghampiri Kayra. Pelan-pelan dia membopong tubuh Kayra.


Kayra hanya diam saja dan menunduk. Dia tak berani menatap wajah Andre sama sekali. Jujur jantung Andre berdebar-debar dengan kondisi ini.


__ADS_2