Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 24


__ADS_3

"mau ketemu klien dimana?"


"di hotel Flores"


"baiklah, nanti pulangnya biar ku jemput"


malam harinya di rumah Bondan.


"brengsek... wanita sialan." Rudi masuk kamar dalam keadaan marah.


"ada apa sih mas!?, pulang kerja kok marah-marah?" tanya Anita.


"tau gak, tadi di kantor aku kena marah sama pak bos gara-gara Ana. sampe-sampe tiga bulan ke depan aku tidak di gaji cuma gara-gara wanita sialan itu." kata Rudi yang masih emosi


"kok bisa sih mas, gimana ceritanya?. coba kamu cerita dulu biar aku paham!"


"jadi waktu itu dia lewat di depan ruangan kerjaku dengan membawa kopi, lalu aku ambil kopi itu. kemudian aku suruh dia beli makanan. dianya malah diam saja, aku jadi geram lalu ku siram saja dia dengan kopi karna ku pikir dia hanya pelayan. tau gak, ternyata dia itu bukan bekerja sebagai pelayan, dia itu sekertaris nya pak Wilson bos besar kita."


"kurang ajar banget si Ana. aku harus ngomong sama mama biar dia di kasih pelajaran."


Anita dengan emosinya pergi mencari ibu mertuanya yang sedang duduk di depan TV.


"ma... "


"ada apa sayang?"


"Si Ana harus di kasih pelajaran ma. gara-gara dia, tiga bulan ke depan mas rudi bekerja tapi tidak di gaji."


"kok bisa gitu"


"iya ma... (Anita cerita panjang lebar)"


"oh gitu"


"mentang-mentang udah jadi sekertaris. si Ana itu sekarang udah makin kurang ngajar ma. dia harus di kasih pelajaran."


"tenang...! nanti biar mama yang urus"


"iya ma, makasih ya ma...!, mama memang yang paling baik."


"ngomong-ngomong gimana dengan pekerjaan kamu, udah ada tanda-tanda mau di promosikan belum"


"belum sih ma... "


"kerja yang bener dong, biar cepat dapat promosi biar gajinya juga nambah, gak segitu-gitu aja."


"iya ma, aku malah rencananya mau jualan online juga biar bisa nambah penghasilan"


"bagus lah kalau gitu, tapi modalnya jangan motong dari jatah mama ya!"


"iya ma... tenang aja, jatah mama aman kok."


("ngomong-ngomong soal jatah, kalau Ana beneran kerja jadi sekertaris, berati gajinya besar dong. artinya aku bisa dapat jatah uang yang banyak dari dia. gaji si Anita gak seberapa jadi jatahku cuma sedikit. kalau memang bener si Ana sekertaris bos besar aku berarti gak mungkin ngasih pelajaran buat dia. bisa-bisa aku gak di kasih jatah dari Ana kalau aku sampai membuat masalah dengannya!? lebih baik ku tanyakan ke Firman aja lah nanti") batin Sofi


"kalau gitu mama mau ke dapur dulu ya"


"mau ngapain ma?"


"katanya mau ngasih pelajaran sama Ana?!"


"oh iya ma, suruh bersih-bersih rumah tiap hari aja ma...! tapi Firman jangan di bolehin bantuin Ana, kalau perlu tahan aja dia di rumah biar gak bisa berangkat kerja, terus di pecat sama bosnya karna gak pernah berangkat kerja tanpa kabar. biar mampus tu Ana."


"ya udah mama tinggal dulu ya"


"aku ikut lah ma!?


" gaka usah, biar mama aja yang urus semuanya"


***Di dapur*

__ADS_1


"Firman"


"ya ma?"


"lagi masak apa kamu?!".


" ikan ma"


"boleh mama bantuin?!"


"gak usah ma, ini juga hampir. selesai kok ma?


"ngomong-ngomong bener gak sih kalau Ana kerja jadi sekertaris?!"


"kata siapa ma?!"


"kata si Anita!, dia bilang Rudi gak akan dapat gaji selama tiga bulan gara-gara Ana!"


"lho kenapa bisa gara-gara Ana ma?!, tempat kerja Rudi dengan Ana kan beda?!"


"tadinya sih iya, tapi Rudi baru saja di pindahkan kerjanya di kantor pusat"


"dimana tu ma?!.


"di perusahaan putra jaya"


"oh...gitu...!"


"jadi benar ya, kalau Ana itu adalah sekertaris bos besar di kantornya."


"iya betul, kenapa memangnya ma?"


"ya gak papa. mama ikut senang aja kalau Ana udah punya pekerjaan yang bagus"


"syukur lah kalau mama senang."


"belum ma!, katanya malam ini mau menemani bosnya bertemu dengan klien. jadi pulangnya malam"


"oh... gitu. kamu harus jemput Ana entar malam, kasian kalau dia pulang malam-malam sendirian!."


"tumben mama baik sama Ana!?, biasanya juga sering marah-marah!?"


"ya... mama sadar sih! mama memang banyak salah sama Ana, mama ingin perbaiki dan gak ribut terus sama Ana. mama udah tua!, capek ribut terus."


malamnya Firman menjemput Ana di hotel Flores, dari kejauhan Firman melihat Ana sudah keluar dari hotel bersama Wilson


"ah..." Ana jatuh setelah tertabrak oleh seorang laki-laki yang sedang berjalan di belakangnya.


laki-laki itu tidak sengaja menabrak Ana karna terlalu asik mengobrol sambil berjalan dengan pasangan wanitanya.


"hey kamu gimana sih, gak punya mata ya?!" bentak Wilson pada lelaki itu


"maaf mbak gak sengaja" pungkasnya


"iya gak papa" jawab Ana


laki-laki dan pasangannya itu pun pergi meninggalkan Ana dan Wilson


"kamu gak papa?" Wilson membantu Ana berdiri


"ya gak papa, ah...!?" Ana berusaha berdiri tapi kakinya sakit dan susah untuk berdiri


"biar ku bantu" Wilson memapah Ana.


"ah... au au.. "


"susah ya" tanpa basa-basi wilson langsung menggendong Ana


"turunkan dia" teriak Firman yang baru saja sampai sedang berjalan menghampiri mereka.

__ADS_1


"mas"


"siapa dia Ana?" tanya Wilson


"tolong turunkan aku" kata Ana


"kakimu lagi sakit, biar ku bawa kamu ke mobil" jawab Wilson


"ku bilang turunkan" bentak Firman emosi


"memangnya siapa kamu" tanya Wilson dengan nada tinggi


"aku suaminya, cepat turunkan dia"


"tidak mau, kamu gak liat kaki istri mu sedang sakit!?"


"dia istri ku, biar aku yang membawanya"


"mau di bawa kemana memangnya?, mana mobilmu?!"


"aku bisa menggendong istriku sendiri, sini berikan padaku"


"dasar bodoh!?" Wilson tidak peduli dan langsung membawanya ke mobil


"hey, mau kamu bawa kemana istriku?!"


"ke rumah sakit!!, kalau mau ikut kamu bisa cari taksi!!"


"tolong turunkan aku!, nanti suamiku bisa marah!"


"diam lah, jangan berisik atau aku akan menjatuhkan mu!"


"jatuh kan saja aku, lebih baik aku jatuh dari pada melihat suamiku marah!!"


"dasar wanita keras kepala" Wilson memasukkan Ana ke dalam mobilnya.


"hey, berhenti" teriak Firman


Wilson menjalankan mobilnya tanpa menghiraukan Firman.


"pak tolong turunkan aku, aku bisa kena masalah jika suamiku sampai marah"


"diam lah!, kamu akan berterima kasih padaku nanti dan dia tidak akan berani marah dengan mu"


"tapi pak... " perkataan Ana terpotong


"sudah diam!!, jika tidak..." Wilson tidak melanjutkan perkataannya


"jika tidak, apa pak"


"jangan panggil aku pak atau bapak. aku bukan bapak mu"


tak memakan waktu lama mereka sampai di rumah sakit, Wilson langsung menggendong Ana ke ruang pemeriksaan untuk di periksa.


"gimana dok" tanya Wilson setelah dokter selesai memeriksa Ana


"kakinya terkilir, jadi dia harus diperban, jangan lupa minum obat dan istirahat beberapa hari. ini resep obat yang harus diminum, kamu bisa ambil di apotik depan." kata dokter sembari memberikan catatan obatnya.


...bersambung...


...****************...


maaf ya up nya lama, soalnya kemarin anakku yang kecil sakit. šŸ™


...jangan lupa tekan like, favorit, dan tinggalkan komentar mu...


...berikan hadiah dan vote buat author ya... biar tetap semangat updatenya...


...šŸ˜šŸ„°šŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2