Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 29


__ADS_3

Di rumah Fiona


"gimana?, apa sekarang percaya kalo kamu adalah kakak ku


Di kantor ruang kerja CEO


"ini adalah ruang kerja kakak, sekarang kakak adalah CEO di perusahaan Victor" kata Fiona


"baiklah"


"ngomong-ngomong sebaiknya kakak jangan berhubungan dulu dengan istri kakak"


"kenapa?"


"itu untuk kebaikan istri kakak, aku harap kakak paham"


"tapi aku tidak mau membuat Ana khawatir, paling tidak aku harus mengabarinya dan mengunjunginya saat ada waktu"


"tidak!!, kakak tidak boleh menemui istri kakak lagi"


"kenapa tidak boleh?, apa salahnya aku mengunjungi istriku?"


"jika aku bilang tidak boleh!, maka tidak boleh!. jangan pernah tanyakan ini lagi. ini ponsel baru kakak, hubungi aku juka ada masalah. ingat nama kakak adalah Filio sekarang, bukan lagi Firman.


Fiona meninggalkan Filio (Firman) di ruangan itu sendirian.


Filio menopang kening dengan kedua tangan di atas meja.


"ya tuhan!, apa yang sebenarnya terjadi?" aku tidak mengerti dengan semua ini. aku harus bagaimana?" gumam Filio


Rumah Bondan


Di dalam kamar Ana


"mas Firman kamu kemana sih...?, sudah satu minggu kamu gak ada kabar sama sekali!, aku kangen mas!!!."


Di ruang makan


seperti biasa sebelum berangkat kerja ana sarapan bersama yang lainnya.


"Ana, apa sudah ada kabar dari Firman?" tanya Sofi


"belum ma" jawab Ana


"Apa Firman tidak pernah menelpon kamu?"


"terakhir kali dia menelpon saat aku mau melapor ke polisi, sampai sekarang belum ada kabar lagi" jawab Ana dengan wajah sedih.


"Suamimu mungkin cari istri lagi tu..." kata Rudi


"hus, ngomong apa sih kamu Rudi" kata Sofi dengan nada tinggi


"uk...huk... " Ana menutup mulutnya dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya memegangi perut.


"kamu kenapa sayang?" tanya Sofi


"gak papa ma, aku cuma... huok.. " Ana kembali menutup mulutnya dengan tangan lalu berlari ke kamar mandi.


"hoek... hoek... " dari luar terdengar suara Ana sedang muntah-muntah di dalam kamar mandi.


Sofi panik, dia menunggu Ana di depan pintu kamar mandi. tidak lama Ana pun keluar.


"kamu kenapa sayang...?"


"tidak apa ma.. aku baik-baik saja. istirahat sebentar juga pasti... hoek..." Ana kembali masuk kamar mandi.

__ADS_1


Rumah sakit


Di dalam ruangan dokter


"ada apa dok?, kenapa menantu saya tiba-tiba muntah-muntah?" tanya Sofi


"selamat ya bu...! anda akan punya cucu!" kata dokter


"apa...? jadi saya hamil dok?" tanya Ana meyakinkan


"iya bu...!, sekarang umur kandungannya sudah hampir dua bulan jadi ibu jangan sampai kecapean. jaga baik-baik kandungan ibu, saya akan berikan vitamin untuk ibu"


Di rumah Bondan.


ruang keluarga


"selamat ya sayang..., mama seneng deh. akhirnya sebentar lagi mama bisa gendong cucu." kata Sofi yang sedang duduk bareng di sofa dengan Ana sembari memegangi tangan Ana


"terima kasih Ana, kamu sudah memberikan kebahagiaan di rumah ini. karna sebentar lagi papa akan punya cucu. kamu harus menjaga kandungan mu jangan samapi kecapean!" kata Bondan


"iya pa" jawab Ana tersenyum


Di balkon kamar Filio (Firman)


"kira-kira Ana sedang apa ya?" gumam Filio yang sedang duduk di kursir santai.


Filio memandangi ponselnya. dia mengetik no ponsel Ana, dan berencana untun menghubunginya.


"tok tok tok, kak...!" terdengar suara Fiona mengetuk pintu kamar Filio


Filio segera menghapus no ponsel Ana dan berpura-pura membaca majalah.


Fiona membuka pintu kamar Filio karna tidak di kunci, dia melihat Filio di balkon sedang duduk. Fiona pun langsung menghampirinya


"kakak belum tidur?" tanya Fiona lalu duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat duduk Filio


"apa kakak memikirkan Ana istri kakak?" tanya Fiona


Filio diam tidak menjawab pertanyaan Fiona


"aku tau perasaan kakak saat ini, tapi ini untuk kebaikan kalian"


"tau apa kamu tentang kebaikan kami?!" kata Filio dengan nada tinggi.


"sebelumnya aku sudah menjelaskan keadaan keluarga kita saat ini, aku pikir kakak memahaminya"


"aku tau...!, aku cukup paham. tapi dengan Ana di sana justru kakak tidak bisa melindunginya. kakak tidak tau apakah dia sekarang baik-baik saja di sana, paling tidak aku bisa mendengar suaranya dan tau kabarnya"


"jika kakak menghubungi dan menemui Ana, kemungkinan nyawa Ana bisa dalam bahaya"


"benarkah?, apakah jika aku tidak berhubungan dengan Ana maka Ana akan baik-baik saja?"


"ya, setidaknya paman tidak mengetahui kalau kakak mempunyai istri dan nyawa Ana akan aman. sudah malam sebaiknya kakak istirahat, aku permisi."


Fiona pergi meninggalkan kakaknya sendirian.


"ah...!, aku benci keadaan ini...!" Filio berdiri berteriak-teriak sembari membanting kursi lalu terduduk lemas di lantai bersandar di dinding


"maafkan aku kak" kata Fiona yang mendengarkan dari balik pintu kamar Filio lalu pergi


"apa yang harus aku lakukan...?, bagaimana bisa aku Pura-pura tidak punya kamu sayang...!!" gumam Firman yang masih duduk lemas di lantai.


Di kantor putra jaya ruangan kerja Wilson.


"pak nanti sore ada pertemuan dengan klien di restoran Kamboja" kata Ana

__ADS_1


"baiklah, kamu temani


aku nanti" kata Wilson


Di dalam mobil saat perjalanan menuju restoran kamboja


"Ana"


"ya pak"


"jangan panggil aku pak lagi saat kita hanya berdua"


"tapi saat ini masih jam kerja pak, jadi sudah sewajarnya aku manggil bapak karna bapak adalah bos saya"


"sudah ku katakan bahwa aku bukan bapak mu, apa perkataan ku waktu itu kurang jelas?!"


"maaf, saya takut lancang"


"cukup saat di depan karyawan yang lain saja kamu manggil aku bapak dan menyebut dirimu saya. tapi saat hanya ada kita berdua cukup panggil nama atau aku dan kamu, paham?!"


"iya, baik" jawab Ana


"apa kamu baik-baik saja?"


"ya, aku baik-baik saja!"


"ku dengar kamu saat ini sedang hamil, apa itu benar?"


"iya, memangnya ada apa?"


"tidak... tidak ada apa-apa, sebaiknya kamu jaga kesehatan mu. jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan mu dengan cepat, kamu bisa bekerja pelan-pelan saja. kamu bisa meminta bantuan Lusi jika ada masalah"


"tidak apa... aku bisa menyelesaikan pekerjaan ku sendiri, lagian lusi juga punya pekerjaannya sendiri, aku tidak mau menyusahkan."


"lalu bagaimana dengan kabar suamimu?!, apa dia sudah pulang"


Ana hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari wilson.


"jika tidak mau menjawab tidak masalah, kamu tidak perlu menjawabnya. aku harap saat kamu ada masalah kamu bisa meminta bantuan ku, aku akan membantumu sebisaku"


"iya, terima kasih" jawab Ana pelan


Di restoran kamboja


Wilson dan Ana dengan kliennya sedang berbincang-bincang, bergurau dan tertawa bersama


klien yang di temui saat itu orangnya ramah dan juga humoris.


"ngomong-ngomong, ibu Ana ini sangat cantik" kata klien Wilson


"terima kasih"jawab Ana


"sangat cocok jika di jadikan istri pak Wilson"


"hahahaha, bapak bisa saja. tapi maaf saya sudah punya suami"


"benarkah?, sayang sekali"


"tidak masalah, aku ini sangat tampan jika aku ingin menikah aku tida perlu mencari perempuan, mereka akan mengantri sendiri di depan ku."


"hahahaha, benar juga...!"


saat mereka sedang asik mengobrol .


tiba-tiba Ana melihat laki-laki dengan beberapa pengawal di belakangnya.

__ADS_1


"mas Firman?" gumam Ana dengan terus memandangi laki-laki itu yang sedang berjalan keluar.


__ADS_2