
Firman meraba di bagian dada Ana dari luar bajunya sambil menciumi bagian lehernya
"ehemm hem..!" Ana menyingkirkan tangan Firman lalu membalikkan badan menghadap ke Firman.
"kalau tidak mau makan sup, trus mau makan apa?. aku... " perkataan Ana terpotong
tangan Firman meraih pinggang Ana lalu menarik dalam pelukannya mereka pun saling bertatapan. tangan kanan Firman memegang bagian belakang leher Ana kemudian Firman mencium bibir istrinya yang mungil itu dengan lembut setelah itu Firman berbisik ditelinga Ana
("malam ini aku ingin memakan mu sayang")
Ana terbelalak mendengar bisikan suaminya.
"tapi...kamu dari tadi siang belum makan, nanti bisa sakit kalau tidak makan dulu." kata Ana terbata-bata
"ih... kau ini cerewet sekali ya, aku tidak akan sakit hanya karena belum makan."
Firman yang gemas melihat istrinya yang sedang gugup langsung mengangkat istrinya kemudian meletakkannya di kasur. lalu Firman merangkak naik ke atas tubuh Ana dan menciumi leher Ana dengan lembut lalu turun kebawah dia mendapati gunung kembar yang tertutupi oleh kemeja biru dia buka kancing baju Ana satu persatu lalu melepaskan pakaiannya setelah terlepas dia lempar ke lantai terlihatlah gunung kembar dengan hiasan bra berwarna merah dia kecup-kecup gunung kembar itu dan meninggalkan bekas kecupan di sana, tangan Firman meraih bra itu untuk dilepaskan kemudian dia lempar bra itu ke lantai. lalu Firman dengan cepat menyambar bibir mungil istrinya ********** dengan penuh gairah, kemudian beralih ke bagia dada, dia mencium dan mengecup gunung kembar itu sambil memainkan puncak gunungnya yang bewarna pink dengan tangannya, kemudian dia hisap dengan lembut dan memainkannya dengan lidah, Ana terbuai di buatnya.
"ah ah oh..." Ana mendesah sambil meremas rambut kepala suaminya
sementara Firman masih asik dengan aksinya dia mencium dan mengecup semua tubuh istrinya dia menanggalkan rok dan ****** ***** yang masih menempel pada tubuh istrinya dia raba dan dia kecup kedua paha istrinya. kemudian Firman melepaskan handuk yang ia kenakan dari tadi lalu membuangnya ke lantai.
kini keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun. Firman menatap dalam wajah Ana, ia mulai bersiap memasukan sang Juniornya kedalam lubang surgawi milik istrinya. Firman memasukan ujung kepala junior sedikit demi sedikit dan berlahan kemudian dia menekan sedikit, hal itu membuat Ana merasakan sesuatu yang besar memasuki ruang surgawinya.
Ana mencengkram kedua lengan suaminya dia mendesah menikmati surga dunia yang dibuat oleh suaminya. Firman menekan lagi dengan kuat sehingga Ana mendesah merasakan ada sesuatu yang menusuk diding ruangnya.
"ah ah... uh...oh " Ana mendesah merasakan kenikmatan yang luar biasa goyangan dari Firman. dia mengalungkan tangannya ke leher Firman dan Firman semakin liar dengan aksinya.
Ana semakin mendesah tak karuan mengikuti alunan ritme yang dimainkan suaminya. Firman juga menikmati penyatuan itu, dia merasa puas dengan sensasi bercintanya. firman terus memompa pinggulnya maju mundur hingga membuat Ana tak berdaya di setiap hentakannya.
"ah ah ah" Ana semakin menjerit dan meracau karna Firman mempercepat ritme nya.
di cengkraman nya kuat dua kaki Ana kemudian Firman menghentak-hentakkan sang junior dengan kuat. semakin cepat Firman memaju-mundurkan pinggulnya hingga dia mengerang hebat.
__ADS_1
"ahahah...aaaaaaa...ah." meledak lah benih cinta mereka di ruang surgawi Ana. Firman terkulai lemas di atas tubuh istrinya, dia mencium bibir dan kening istrinya lalu menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya yang juga kehabisan tenaga.
setelah melakukan olah raga yang menghabiskan tenaga, Firman merasa lapar perutnya keroncongan karna memang dari tadi siang dia belum makan.
"kruyuk kruyuk" terdengar suara yang berasal dari perut Firman
"hahaha... perutmu sudah protes itu mas...!" kata Ana yang sedang terbaring lemas dia tersenyum mengejek suaminya.
"sepertinya begitu...! padahal aku sudah memakan istriku, tapi kenapa masih lapar...? apa aku harus memakan istriku lagi?" goda firman
"his kamu ni, cepat pakai bajumu lalu makanlah makanan yang ada di meja itu."
"aku tidak mau...!"
"ya sudah kalau tidak mau, terserah kau saja. aku mau tidur." kata Ana membalikan badannya membelakangi suaminya.
"his... kau ini ya...! tega sekali dengan suaminya" Firman meraih perut Ana lalu membalikkan badannya
"baiklah... aku akan pakai bajuku, kamu duduk lah, nanti aku suapi"
setelah Ana selesai memakai pakaiannya, ia pun mengambil makanan yang ada di meja samping tempat tidur lalu dia duduk di tepi tempat tidur dan menyuapi suaminya.
"suamiku yang manja sekarang makan dulu ya... sini aku suapi" ledek Ana
"kau ini... beraninya meledek ku. aku ini akan bersikap manja hanya dengan istriku saja...!"
"iya iya..." kata Ana sambil munyuapai suaminya
tak lama kemudian makanannya pun habis tak tersisa di makan oleh Firman. lalu Ana meletakkan kembali piring kotornya di meja sebelah tempat tidur. kemudian mereka kembali tidur.
"ayo tidur ini sudah malam, besok kita harus bangun pagi" ajak Firman
Ana pun naik ke kasur dan berbaring di sebelah suaminya. Firman mengangkat kepala istrinya lalu di letakkan di atas lengannya dia memeluk istrinya sambil mengelus-elus kepalanya dan membelai rambutnya tak lama kemudian mereka pun tertidur.
__ADS_1
π΄π΄π΄π΄
keesokan harinya mereka bangun pagi kemudian mandi, seperti biasanya setelah bangun tidur Ana harus membereskan rumah dan memasak untuk sarapan. dulu Ana selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tapi sekarang dia sudah punya Firman yang selalu membantunya, apalagi Firman sekarang sudah bisa berjalan normal jadi mereka bisa bekerja sama supaya lebih cepat selesai mengerjakan tugasnya.
sebelum pukul 7.00 makanan untuk sarapan sudah disajikan di meja makan. seperti biasa Ana dan Firman tidak sarapan bersama Bondan, Sofi, Anita dan Rudi. mereka berdua sarapan di dapur.
"lalalalala... aku cantik aku manis siapa aku" terdengar nada dering ternyata itu suara ponsel milik Ana yang tengah ada panggilan masuk
"halo... " Ana mengangkat ponselnya
"iya halo...selamat siang, apa benar ini dengan ibu Ana"
"selamat siang, iya ini dengan saya sendiri"
"baik... ini dari perusahaan putra jaya, kami memberitahukan bahwa nanti siang anda bisa datang ke perusahaan kami untuk interview"
"ok, nanti siang ya?."
"iya ibu... kami tunggu ya...! selamat siang."
"iya selamat siang, terima kasih!" Ana mematikan ponselnya.
"ada apa sayang...?" tanya Firman penasaran.
"Aku dapat telpon dari perusahaan putra jaya untuk interview nanti siang." jawab Ana
"benarkah?, selamat ya sayang semoga kamu bisa diterima bekerja di perusahaan itu."
"iya, makasih ya sayang, tapi kenapa hanya aku yang mendapatkan telpon. kenapa kamu tidak mendapat telpon dari perusahaan itu?"
...semoga teman-teman suka dengan ceritanya π₯° ...
...jangan lupa setelah membaca tekan like πdan komen lalu masukan ke favorit mu β€ ...
__ADS_1
...terima kasih ...
...π₯°π₯°π₯°...