Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 30


__ADS_3

"maaf saya permisi ke toilet sebentar"


Ana pergi mencari laki-laki yang dia pikir suaminya. dia melihat laki-laki itu berjalan keluar dari restoran itu.


Ana yang melihatnya langsung berjalan cepat mengejarnya. semakin dekat Ana melihat semakin jelas dan benar saja laki-laki itu memang benar-benar Firman.


"mas Firman...!" Ana berteriak memanggil sambil berjalan cepat


Firman menghentikan langkahnya karna mendengar suara Ana yang tengah memanggilnya. dia menoleh dan melihat Ana yang sedang berjalan cepat mendekatinya.


"ah...!" karna tidak memperhatikan jalan di sekitar, Ana menabrak kursi lalu terjatuh.


Firman yang melihat Ana terjatuh spontan ingin menolongnya tapi di hentikan oleh Fiona yang dari tadi berada di samping Firman.


"kakak mau kemana?, sebaiknya kita segera pulang" kata Fiona sembari memegangi tangan Filio dengan erat mencegah Filio (Firman) menolong Ana.


"baik lah!" Firman(Filio) dengan terpaksa menuruti perkataan Fiona.


Ana segera berdiri dan berjalan lagi untuk mengejar Firman,


"mas, mas Firman!" Ana memanggil Firman tapi Firman tetap berjalan meninggalkan tempat itu seperti tidak menghiraukan Ana.


Disisih lain, Wilson yang sedang berbincang-bincang dengan kliennya menyadari Ana yang belum kembali dari toilet.


"maaf sepertinya pertemuan kita sampai di sini dulu, saya masih ada urusan di tempat lain". kata Wilson


"ya, ya...!, semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar"


"saya duluan ya pak" kata Wilson sembari berjabat tangan dengan kliennya.


sementara Ana sedang berdiri di depan pintu restoran sedang melihat suaminya yang akan naik mobil pergi meninggalkan restoran itu.


Dia hanya diam dan meneteskan air mata melihat Firman(Filio) dari kejauhan.


"Ana, sedang apa kamu di sini?. aku dari tadi mencari mu" kata Wilson yang baru saja menghampiri Ana.


Ana terkejut mendengar suara Wilson, dia langsung cepat-cepat mengusap air matanya dengan tangan lnjut pura-pura membenahi rambutnya


"tidak, aku hanya mencari udara segar" kata Ana


"kamu kenapa...?, apa terjadi sesuatu?"


"tidak, kenapa kamu keluar?. apakah sudah selesai"


"sudah, ayo kita pulang"


"ya"

__ADS_1


Di rumah Bondan


Sofi, Anita, Rudi dan bondan sedang berkumpul di ruang keluarga.


"aduh senengnya...!, akhirnya kamu bisa hamil Anita." kata Sofi


"iya ma..." jawab Anita


"harus di rayain ni... "


"gak usah lah ma...! lagian umur kandunganku baru satu bulan"


"gak papa...!, biar semua teman-teman mama tau, kalau sebentar lagi mama bakal punya cucu...!"


"terserah mama deh...!"


"malam semua" sapa Ana yang baru saja masuk rumah dari pulang kerja.


"kenapa jam segini kamu baru pulang?" tanya Sofi pada Ana


"tadi ada pertemuan dengan klien ma, maaf aku ke kamar dulu" jawab Ana lalu pergi masuk kamar


"kenapa tu si Ana murung gitu" kata Anita


"dia sedih karena lakinya lupa jalan pulang...!, hahaha!!! sahut Rudi


"emang benar kan ma, kalau masih ingat jalan pastinya si Firman udah pulang dari kemarin. lagian mama kenapa sekarang jadi baik gitu sih sama Ana?!"


"iya mama ni, mana sekarang Ana gak pernah masak lagi!, malah aku yang di suruh masak!." kata Anita


"halah...! gaya mu masak. tiap hari juga kita katering terus!, kalau gak, mama sendiri yang masak!!."


"lagian kenapa sih ma, mama manjain dia terus...?!, bisa besar kepala tu si Ana". kata Rudi


"mama lakuin ini juga untuk kebaikan kita semua" kata Sofi


"kebaikan apanya sih ma?, malah kita sendiri yang di buat susah gara-gara dia" kata Anita


"ya mama kan butuh uang banyak untuk kehidupan kita sehari-hari, mama juga butuh uang untuk shoping, pergi ke salon, dan bersenang-senang dengan teman-teman mama!. gaji Ana itu lumayan besar tau...!". jawab Sofi.


"emang berapa sih Ana ngasih uang ke mama?, aku juga bisa ngasih uang ke mama!. apa lagi usaha jualan online ku udah lancar sekarang gaji ku sebagai karyawan juga udah naik, gaji mas Rudi juga lumayan besar kan?!. kata Anita.


"yang bener kamu?!, jadi kamu bisa


ngasih uang lebih dong ke mama" kata Sofi sembari tersenyum bahagia dan pikirannya saat itu pikirannya di penuhi dengan uang.


Di kamar Ana

__ADS_1


Ana sedang berbaring menyamping sambil memeluk bantal guling. dia sedang bersedih mengingat kejadian saat di restoran kamboja.


Ana tidak menyangka kalau Firman akan mengabaikannya.


"mas Firman kenapa kamu mengabaikan aku, apa kamu sekarang dalam masalah sehingga mengabaikan aku?" gumam Ana.


"tunggu...!, tapi kenapa mas Firman seperti di kawal oleh beberapa bodyguard seperti seorang bos. apa Jangan-jangan dia sedang di sandra dan di ancam untuk melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan!?, jadi dia berpura-pura tidak peduli dengan aku!. ya ya, bisa jadi begitu!, gak mungkin mas Firman mengabaikan aku begitu saja tanpa ada alasan" Gumam Ana berusaha menenangkan diri.


"mas Firman aku kangen banget sama kamu...!, kapan kamu akan pulang?" gumam Ana lirih dengan air mata yang mengalir di pipi.


Di ruang keluarga rumah Jack (paman Filio dan Fiona)


"bagaimana bisa Fiona menemukan Filio. padahal aku sudah menyusun rencana untuk membongkar kedok Fiona yang menyamar sebagai Filio" kata Jack yang sedang duduk di sofa sembari merokok


"bukankah Filio sudah mati bersama orang tuanya saat kecelakaan itu?!". tanya wike istri Jack yang juga sedang duduk di sofa.


"ya!, aku pikir juga begitu!. tapi saat itu hanya mayat kakak yang di temukan, sementara istri kakak dan Filio tidak di temukan mayatnya. jadi ada kemungkinan Filio dan ibunya masih hidup".


" malam pa, ma...!" sapa Vinno (anak satu-satunya dari Jack dan wike) yang baru pulang dan langsung ikut duduk di sofa


"dari mana saja kamu?" tanya wike


"biasa lah ma, anak muda"


"kamu tau Filio dan Fiona sekarang sudah berhasil meyakinkan para pemegang saham" kata Jack


"apa pa...? bukannya Filio sudah mati?"


"makannya kamu itu jangan kluyuran terus...!, setiap hari bisanya cuma kluyuran... terus, sampai lupa untuk pulang" kata wike


"mau apa kamu pulang?" tanya Jack ketus


"ya kan aku kangen kalian lah pa!"


"kamu tau!, papa susah payah berusaha untuk masa depan kamu, tapi kamu malah pergi gak tau jalan pulang, mau jadi apa kamu?!"


"aku kan butuh hiburan pa...!"


"jawab terus kalau dibilangin!. pokoknya mulai sekarang kamu harus bantu papa di kantor"


"kan udah ada Filio dan Fiona, untuk apa aku di sana?"


"Vinno...!" bentak Jack.


"kalau kamu tidak mau bekerja di kantor, maka semua fasilitas akan papa ambil" kata Jack tegas


"apa-apaan si papa ni!, bodo ah, Vinno mau tidur" jawab Vinno jengkel lalu pergi masuk ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2