Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 4


__ADS_3

mereka pun kembali ke kamar dan merapikan kembali barang-barang mereka.


Firman memandangi Ana dengan haru "maaf Ana aku sudah mengecewakanmu"


"tidak mas" jawab Ana. "justru sekarang aku lebih senang bisa bersama kamu" Ana tersenyum menatap suaminya. "kita jalani semua ini sama-sama, kita berjuang bersama supaya kita bisa bangkit dan tidak ditindas terus-menerus oleh mereka."


"aku senang melihat mu tetap bersemangat meski keadaan kita sekarang seperti ini." kata Firman.


"namanya juga hidup mas" jawab Ana dan kembali menyusun pakaiannya. "kalau kita menyerah begitu saja, kita tidak akan punya masa depan seperti yang kita inginkan." Ana tersenyum.


"ya, kamu benar" kata Firman sembari membantu Ana menyusun pakaiannya.


Ana tiba- tiba membalikkan badannya menghadap Firman. "bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan-jalan keluar" Ana mengalihkan pembicaraan. "aku bosan di dalam rumah terus, lagian tidak ada lagi yang harus aku kerjakan sekarang."


"baik lah" jawab Firman. "kamu ingin kita kemana?".


"kita jalan-jalan aja keluar, cari angin" kata Ana sambil tersenyum.


setelah selesai merapikan barang, Ana mendorong kursi roda suaminya keluar rumah untuk jalan-jalan.


"hah... "Ana menghela nafas panjang dan tersenyum. "bertahun-tahun tinggal di rumah ini aku tidak pernah diizinkan untuk keluar rumah" kata Ana. "sejak menikah dengan mas rudi, baru kali ini aku merasakan suasana diluar rumah dan itu karna aku sudah tidak lagi dengannya" Ana tersenyum kecut "rasanya lega sekali!"


Firman menoleh ke belakang menatap wajah Ana dengan tersenyum sambil memegang tangannya, Ana pun membalas dengan senyuman


"bagaimana kalau kita pergi ke taman dekat sini?" ajak Firman


"boleh...!" jawab Ana. "biar ku dorong supaya cepat sampai"


beberapa menit kemudian


"ke sana, itu tamannya" Firman menunjukkan arah taman itu dengan jarinya. "kita berhenti di bawah pohon besar itu" kata Firman. "di sana ada kursi, kamu bisa istirahat di kursi itu" pungkasnya.


"lumayan agak jauh ya mas tamannya" kata Ana


"kalau jalan kaki ya lumayan" kata Firman tersenyum. "kamu capek ya?"


"iya lah capek" jawab Ana. "tapi asik sih...!" kata Ana. "he he he" Ana cengengesan.


firman melihat kanan kiri mencari tempat duduk yang kosong dan nyaman untuk Ana, tak lama kemudian.


"Ana" panggil Firman. "di sebelah sana ada kursi kosong" kata Firman. "kamu duduk lah si sana, aku mau pergi sebentar"


"kamu mau kemana mas...?" tanya Ana


"sudah kamu duduk aja di sana" jawab Firman


"kamu mau kemana...?" kata Ana. "biar aku dorong ya...!"


"gak usah kamu pasti capek" jawab Firman. "aku cuma mau ke dekat-dekat sini aja" kata Firman. "kamu tunggu saja di situ, jangan ke mana-mana"


"iya...!" jawab Ana.


Firman ingat di sekitar taman biasanya ada penjual es krim, Firman menggerakkan kursi rodanya untuk mencari penjual es krim, tak lama kemudian Firman menemukannya.


"itu dia...!" gumam Firman sembari mendekati penjual es krim. "bang beli es krimnya dong, dua" kata Firman

__ADS_1


"mau yang rasa apa mas?"kata penjual es krim


"rasa coklat sama vanila" jawan Firman


"boleh" kata penjual es krim. "ini es krimnya" penjual es krim menyodorkan dua es krim satu rasa coklat dan es krim satunya rasa vanila pada Firman.


"makasih bang" kata Firman. "ini uangnya"


"ya sama-sama" jawab penjual es krim


kemudian Firman kembali menemui Ana.


"hei!" Firman menyapa Ana.


"eh" Ana menoleh kekanakan melihat suaminya setelah mendengar suaranya. "udah balik mas" kata Ana. "kamu dari mana sih?"


"aku habis beli es krim" kata Firman. "kamu mau yang coklat atau vanila?"


"coklat" jawab Ana.


Firman pun memberikan es krim coklatnya pada Ana. "ini untukmu"


"makasih" jawab Ana sembari mengambil es krimnya dari tangan Firman.


mereka pun duduk bersama menikmati es krim sambil melihat taman yang penuh dengan bunga-bunga indan dan banyak anak-anak yang bermain.


Tiba-tiba ada salah satu anak kecil melempar bola ke arah Ana dan mengenai tangannya, Ana terkejut dan es krim yang di makannya pun jatuh. Ana melihat bola yang mengenainya lalu mengambil bolanya. Ana tidak marah, malah senang melihat anak kecil yang tiba-tiba mendekatinya untuk mencari bola yang di lempar tadi.


"kakak, itu bola ku" kata Anak kecil yang tengah mencari bolanya.


"namaku Nathan" jawabnya. "aku bukan adik kecil aku sudah besar"


"hahaha..." Ana tertawa geli. "kamu lucu"


"jangan tertawa!" bentak Nathan. "aku memang sudah besar!" Nathan nayakinkan. "aku juga punya adik" Nathan memanyunkan bibirnya. "jadi..., aku ini kakak, bukan adik kecil" jelasnya. "aku kakak tampan"


"puft...!" Firman tersenyum geli menahan tawa melihatnya.


"baik lah...!" kata Ana. "kalau kamu kakak tampan, lalu dimana adik mu?"


tak lama kemudian tiba-tiba ada anak kecil lainnya yang memanggil dan mendekati anak itu.


"Nathan... Nathan..." teriak anak kecil dari kejauhan memanggil Nathan. "hah...hah..." anak kecil itu menghampiri Nathan dengan nafas yang tersengal-sengal. "mana bolanya?" tanya Ana kecil itu. "kamu lama sekali ngambil bolanya."


"iya sebentar" jawab Nathan. bolanya ada sama kakak cantik tu...!"


"eh!" Ana tampak terkejut setelah memperhatikan wajah mereka yang sangat mirip." kalian kembar ya?" tanya Ana


"iya" jawab Nathan. "ini Adikku, namanya Nicholas" jelasnya.


"apa" mata Nicholas membelalak. "siapa yang adikmu...?" bantah Nicholas. "aku ini kakakmu dan kamu adikku" kata Nicholas. "badanku lebih besar darimu." jelasnya tidak terima dipanggil adik sambil menunjukkan badannya yang dianggapnya besar.


"Aku ini kakakmu adik kecil...!" jawab Nathan meledek. "badanmu memang sedikit lebih besar dariku, tapi aku yang lahir duluan. jadi kamu itu adik kecilku dan aku ini kakakmu" jelasnya. "kamu jangan ngeyel kalo dibilangin" kata Nathan yang tidak mau kalah sambil menepuk-nepuk pundak Nicholas


"hahahaha..." melihat tingkah kedua anak kecil itu Ana dan Firman tertawa terpingkal-pingkal hingga perutnya sakit.

__ADS_1


sedangkan Nathan dan Nicholas malah bingung melihat Ana dan Firman tertawa.


"kakak kenapa kalian tertawa?" tanya Nathan dan Nicholas serempak.


"memangnya ada yang aneh ya? " tanya Nicholas


"tidak... tidak... bukan gitu...!" kata Ana menghentikan tawanya. "hah...!" Ana menghela nafas. "oh ya, kenalin namaku Ana dan yang duduk di kursi roda ini kak Firman" pungkasnya.


"kakak cantik" kata Nathan. "kenapa kakak yang itu duduk di kursi roda?"


"itu...!, kak Firman lagi sakit untuk sementara belum bisa jalan kaki jadi harus pakai kursi roda" jawab Ana. "oh iya, ini bola kalian!." kata Ana tersenyum dan memberikan bolanya pada mereka.


Nathan pun mengambil bolanya dari tangan Ana.


"kakak kita main bola bareng yuk." ajak Nicholas


"boleh" kata Ana. "beneran ni mau main bola sama kakak?"


"beneran" jawab Nathan. "ayo"


"sebentar ya" kata Ana. "kakak harus pamit dulu sama kak Firman"


"kakak tampan, aku boleh pinjam kakak cantik dulu gak?" tanya Nicholas


"boleh...!" jawab Firman tersenyum


"bentar ya mas, aku temani mereka main bola" kata Ana


Firman menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


mereka bertiga pun menuju tempat yang lapang dan nyaman untuk bermain bola sementara Firman duduk di kursi roda melihat istrinya dan anak-anak tersebut main bola.


"tapi kalian kalau kalah jangan nangis ya...!" ledek Ana


"kakak tidak akan menang melawan kami" kata Nicholas. "takutnya nanti kakak yang nangis"


"hahahaha..." ke dua anak itu tertawa bersama.


"baiklah...!" kata Ana. "ayo tangkap bolanya" Ana melempar bolanya pada Nathan.


merekapun asik bermain bola hingga akhirnya Ana kecapean.


"bentar, bentar, kakak capek ni...!" kata Ana. "kita istirahat dulu ya..."Ana yang kecapean langsung duduk di atas rumput hijau dan meluruskan kakinya


"yah..." Nicholas sedikit kecewa. "kak Ana udah k.o!" kata Nicholas


Firman mendekati Ana kemudian menyodorkan air minum ke depan Ana dari samping. "ini, minumlah kamu pasti haus."


Ana pun menoleh ke samping menatap Firman dan mengambil air minumnya.


"makasih mas" kata Ana dan langsung meminumnya.


"kenapa cuma kak Ana yang di kasih minum" kata Nicholas. "untuk kami mana?" tanya Nicholas sambil menyodorkan tangannya


"ada..." jawab Firman. "kakak udah siapkan untuk kalian" kata Firman. "ini...!" Firman menyodorkan kantong plastik yang berisikan minuman dan es krim.

__ADS_1


Nicholas pun menerimanya dan langsung membuka kantong plastik tersebut.


__ADS_2