Bertukar Suami

Bertukar Suami
part 9


__ADS_3

"bagaimana kalau kalian ikut pulang bersama kami" kata Mona. "aku harus membalas kebaikan kalian kan...!" bujuknya. "mau ya...!"


"maaf... kami masih ada urusan" jawab Ana. "kami tidak bisa ikut kalian pulang"


"oh gitu ya..." jawab Mona sedikit kecewa. "sayang sekali" Mona tersenyum. "terus sekarang kalian mau kemana? tanya Mona. "biar kami antar"


"tidak, tidak usah...!, terima kasih banyak!" jawab Ana


"tidak apa...!" kata Mona. "tolong jangan menolak, biar kami antar."


"tidak usah, kami mau pergi ke perusahaan putra jaya, gedungnya ada di dekat sini" kata Ana. "jadi biar kami jalan kaki saja."


"maaf" ucap Mona. "apa kalian bekerja di sana?"


"tidak, tapi mungkin bisa jadi" jawab Ana. "kami berencana melamar pekerjaan di sana"


"oh... gitu" Mona menganggukkan kepalanya. "baiklah kalau begitu kami pamit dulu ya" ucapnya. "sampai bertemu lagi"


"dada kakak cantik...!" Nathan melambaikan tangannya


"dada...!" Ana pun membalas dengan melambaikan tangannya


setelah mona dan Nathan pergi meninggalkan mereka, Ana dan Firman melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan putra jaya.


"ayo kita jalan mas" ajak Ana


"ayo" jawabnya. "apa mau cari taksi saja, supaya kamu tidak kecapean." kata Firman


"tidak usah aku masih kuat jalan" jawab Ana. "atau jangan-jangan kakimu sakit ya?" Ana khawatir. "kalau sakit kamu duduk aja di kursi roda biar ku dorong."


"tidak sayang" jawabnya. "kaki ku baik-baik saja"


"tapi sebelumnya kamu duduk terus, tidak bisa jalan" kata Ana. "ini pertama kalinya kamu bisa berjalan setelah sakit, apa tidak masalah?" tanya Ana khawatir. "apa tidak sakit?" Ana memperhatikan wajah dan kaki suaminya.


"sayang...!, kamu tidak percaya padaku ya" kata Firman gemas melihat istrinya yang mengkhawatirkan dirinya. tanpa aba-aba Firman langsung menggendong Ana dengan gaya ala bridal style


"Ah..." Ana terkejut. "jangan begini mas malu di lihat orang" Ana meronta, mukanya memerah menahan malu


"biarkan saja" jawab Firman. "biar mereka tau kamu punya suami yang kuat" jelasnya. "kakiku ini sangat kuat" katanya. "gimana, sudah percaya belum?"


"iya... iya... aku percaya" jawabnya. "sekarang turunkan aku."


"tidak akan" kata Firman. "biar kamu ku gendong sampai perusahaan putra jaya."


Firman berjalan sambil menggendong Ana.


"tapi aku malu mas" kata Ana. "cepat turunkan aku...! "


"sudah kau diam saja, jangan banyak bergerak" Firman tidak peduli yang dikatakan istrinya


"mas...!" panggil Ana dengan wajah memelas


"sudah diam lah...!" tegas firman. "jika kamu tidak mau diam, maka aku akan mencium bibirmu supaya kamu diam."

__ADS_1


Mendengar ucapan Firman seperti itu, Ana pun akhirnya diam meski dia sebenarnya sangat malu karena disepanjang perjalanan semua orang melihat mereka


setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan


"kita hampir sampai mas" kata Ana "cepat turunkan aku"


"tunggu...!!!" jawab Firman. "sedikit lagi sampai, setelah sampai didepan gedung itu nanti ku turunkan" jelasnya sembari berjalan dengan menggendong Ana


tak lama kemudian


"cepat turunkan aku, ini sudah sampai" kata Ana


"iya...!" dengan pelan Firman menurunkan Ana.


"kamu capek ya mas?" tanya Ana khawatir. "kakinya sakit tidak?" Ana sambil memandangi wajah suaminya


"aduh, kakiku...! kenapa ini... ada apa dengan kakiku?" Firman membungkuk sambil memegangi kakinya


"ada apa mas...? tanya Ana. "kakinya sakit ya?" Ana memastikan. "kan sudah ku bilang turunkan aku...!, kamunya sih ngeyel, masih saja menggendongku" Ana terus mengomel karena cemas. "mana yang sakit mas?" Ana berjongkok sambil memijat kaki suaminya.


Firman memandangi Ana yang sedang mencemaskannya sambil tersenyum.


"aduh!!!, kenapa ini!, kepalaku" kata Firman sembari mengerutkan keningnya. "Ana kepalaku sakit sekali, aduh...!" Firman memejamkan kedua matanya seperti orang yang menahan rasa sakit tapi sambil mengintip ana dengan sebelah matanya


Ana panik di buatnya, sontak dia berdiri lalu memandangi wajah suaminya dan memegangi kepala suaminya sambil memijat kepalanya. dia sama sekali tidak sadar kalau sedang dikerjai sama suaminya.


saat Ana memijat kepala Firman, Firman masih memejamkan matanya dan sesekali membuka sedikit matanya mengintip wajah panik istrinya.


tidak tahan melihat wajah istrinya yang panik, Firman jadi gemas. seketika tangan kiri Firman memegang pinggang Ana lalu ditariknya hingga tubuh istrinya yang mungil mendekat, sedangkan tangan kanan memegang dagu istrinya lalu menaikan dagu istrinya dengan perlahan hingga wajah istrinya menghadap ke wajah Firman. bibir Firman pun langsung mendarat ke bibir Ana.


Ana memejamkan mata, kedua tangannya berada di dada Firman sambil menggenggam dan mendorong tubuh Firman.


" ah... hah...," Ana membuang dan menarik nafas panjang setelah Firman melepaskan ciumannya.


"ih...!. kamu mengerjai ku ya...? Ana jengkel, kedua tangan Ana pun memukul-mukul suaminya.


"hahahaha..." Firman tertawa. "iya maaf sayang" jawabnya lembut. "habisnya kamu lucu, suami sehat gini di tanya kakinya sakit tidak...!" katanya. "lihat, aku baik-baik saja!, jangan khawatir aku sangat sehat sekarang" jelasnya. "sini ku peluk...!"


"apa sih mas...!" Ana tersipu. "malu tau dilihatin orang" katanya. "ayo, kita jadi cari kerja tidak...?" Ana menggandeng dan menarik tangan suaminya dan berjalan menuju pintu masuk.


"iya, sayang..." jawab Firman tersenyum. "mau ku gendong lagi gak?"


"sudah jangan menggodaku terus" jawab Ana


"iya iya...! Firman tersenyum melihat tingkah istrinya yang sedang malu.


saat di pintu masuk mereka di sambut baik tidak seperti sebelumnya.


"alhamdulillah ya mas kita gak di usir seperti sebelumnya" kata Ana berbisik dengan suaminya


mereka menuju ke petugas resepsionis di kantor itu.


"permisi mbak" Ana ramah tamah

__ADS_1


"iya bu ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis itu


"kami kesini mau melamar kerja" kata Ana


"oh..., mau melamar kerja ya..." jawab resepsionis itu. "silahkan ibu isi formulir ini" resepsionis itu menyodorkan Formulirnya. "ibu bisa isi formulirnya di sebelah sana." jelasnya sembari menunjukkan kursi tunggu.


Ana dan Firman lalu mencari kursi yang kosong dan langsung mengisi formulirnya. setelah selesai mengisi mereka menyerahkan formulirnya pada resepsionis


"mbak formulirnya sudah selesai kami isi" kata Ana sambil menyerahkan formulirnya


"oh iya bu..." Jawab resepsionis. "silahkan tinggalkan cv lamaran kerja dan formulir kalian di sini" jelasnya. "besok akan kami kabari melalui telfon"


"makasih mbak...!, kami permisi" pamit Ana


"Terima kasih kembali" jawab resepsionis ramah


mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu lalu mencari taksi untuk mereka pulang.


Firman melambaikan tangannya untuk menghentikan taksi.


"taksi...!" seru Firman


taksinya berhenti mereka pun langsung naik.


"semoga lamaran kerja kita di terima ya mas" kata Ana.


"iya sayang..." jawabnya.


tak lama taksi melaju, Ana tertidur menyadarkan kepalanya di pundak Firman. Firman tersenyum melihat Ana yang tertidur lalu mengelus-ngelus rambut Ana


tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah.


"Ana... Ana..." panggil Firman lembut membangunkan istrinya yang tertidur pulas tapi tidak mau bangun.


"sepertinya dia sangat kecapean, biar ku gendong saja kalau begitu." gumam Firman


"pak, tolong turunkan kursi roda itu dan bawakan masuk ya." Firman meminta tolong pada sopir taksi itu


"baik pak" sopir taksi itu menurunkan kursi roda dan meletakkannya di depan rumah sebelah pintu masuk.


"makasih ya pak" kata Firman


"iya pak, sama-sama" jawab sopir taksi itu lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Firman menggendong Ana dan membawa Ana masuk ke dalam kamar mereka.


Firman meletakkan Ana di atas kasur dengan pelan takut Ana terbangun. Firman duduk di sampingnya dan memandangi wajah istrinya itu.


...****************...


...semoga teman-teman suka ya... 🄰...


...jangan lupa like, komen dan masukkan ke favorit mu 🄰🄰...

__ADS_1


...Terima kasih...


...🄰🄰🄰...


__ADS_2