Black Shadow

Black Shadow
Kehebatan Pedang Bayangan


__ADS_3

Monster macan telah berevolusi dari level enam menjadi level tujuh. Yan, tak sadarkan diri karena kehabisan tenaga dalam.


Keadaan ini mengharuskan Gin bertahan sendiri. Dia harus melawan monster level tujuh seorang diri. “Yan, bangun. Disaat seperti ini malah pingsan. Apa kamu berencana membunuh kita berdua?”


Gin menyerang dengan pukulan yang dilapisi energi kegelapan ke tubuh monster macan. Serangan Gin bahkan tak membuat monster macan bergeming dari tempatnya.


Melihat monster macan tak bergeming oleh serangannya, wajah Gin pucat. Seketika Gin bergerak mengambil tubuh Yan dan berlari dengan kecepatan penuh.


Gin mengerahkan seluruh kemampuan untuk berlari dari kejaran macan putih. “Sial, monster macan ini, benar-benar tak menginginkan kami mati!!!”


Gin terus berlari seakan hari esok sudah tak ada lagi. “Kapan Yan akan bangun dari pingsannya?”


Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Gin tersusul oleh monster macan. Gin dengan cepat menyandarkan tubuh Yan di salah satu pohon yang cukup besar.


Gin melapisi pukulannya dengan energi kegelapannya menyerang tubuh monster macan, meski sadar serangannya tak berefek apapun pada monster macan. Serangan Gin hanya sebagai pengalihan.


Setelah perhatian monster macan fokus pada Gin. Gin menjauh dari tempatnya membaringkan Yan.


Monster macan dengan geram mengejar Gin. Setelah cukup jauh Gin akhirnya berhenti, dia mempersiapkan diri dengan mantap untuk menghadapi monster macan.


Monster macan tiba dihadapan Gin dan menyerangnya dengan seluruh kekuatannya. Gin dengan cepat mengelak, meski gerakan monster macan jauh lebih cepat.


Tetapi gerakan Gin sedikit lebih cepat darinya. Gin menyerang mata kiri monster macan. “Jurus pembunuh tingkat satu, tangan pencabut nyawa.”


Serangan Gin melukai mata monster macan. Mata monster macan adalah bagian terlunak yang dimilikinya, langkah yang di ambil Gin benar-benar tepat.


Monster macan mengaung keras membuat pohon-pohon yang berada dalam radius aumannya terhempas jauh. Gin juga tak mampu bertahan dari auman monster macan yang begitu kuat dan terpental begitu jauh.


Raungan monster macan membuat Gin terpental jauh. Monster macan bergerak dengan kecepatan yang membuat mulut Gin terbuka saat tubuhnya sedang terpental.


Saat monster macan tepat berada di samping tubuh yang sedang terpental. Monster macan menginjak perut Gin, untungnya Gin dengan cepat melapisi tubuhnya dengan energi kegelapannya.


Jika Gin terlambat sedikit saja, dia tidak akan selamat meski tubuhnya memiliki regenerasi di luar akal sehat.


Gin mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengangkat kaki monster macan dari perutnya dan membanting tubunnya.

__ADS_1


“Sial, jika ini terus berlanjut dengan sisa tenaga dalamku, maka saya tidak akan selamat."


Saat monster akan menerkamnya, Gin secara reflek menarik pedang dari punggungnya untuk menahan serangan, monster macan.


Tubuh Gin terpental akibat menahan serangan monster macan. Gin menyerang monster macan menggunakan gerakan pedang yang diperlihatkan oleh Yan beberapa saat lalu tanpa menggunakan energi, sebab tenaga dalamnya sangat tipis.


Meski tak sama persis dengan serangan Yan yang mengunakan energinya, tetapi serangannya cukup untuk melukai monster macan.


Kemampuan Gin yang diperoleh dari Merume adalah meniru setiap gerakan kawan maupun lawan. Kemampuan Gin dalam meniru gerakan jauh lebih baik dibanding Merume.


Kemampuan Gin yang satu ini adalah salah satu bakat yang dimiliki olehnya. Dengan sekali atau dua kali lihat, dia sudah bisa meniru gerakan lawan maupun kawan.


Kemampuan meniru ini merupakan satu-satunya kemampuan Gin yang berkembang pesat yang membuat Merume menelan ludah, setiap kali melihat perkembangan Gin.


Dalam tujuh hari saja Gin sudah mempelajari ilmu meniru dengan sempurna, sedangkan Merume yang selalu dipuji gurunya, jika Merume memiliki bakat yang lahir seratus tahun sekali.


Butuh waktu tiga tahun dilatih dari gurunya mempelajari ilmu meniru gerakan, tetapi belum sempurna.


Merume baru bisa menyempurnakan ilmu meniru gerakan, setelah berlatih sendiri selama dua tahun lamanya setelah gurunya tiada.


“Jurus membunuhku yang selalu ku eluh-eluhkan saja tak mampu menembus kulit monter level tujuh, tetapi pedang ini, tanpa dilapisi oleh energiku saja sudah mampu merobek kulitnya.”


Gin memanfaatkan gerakan monster macan yang telah melambat dengan menyerangnya, akibat tekanan yang ditimbulkan pedangnya pada monster macan.


Gin menyerang monster macan dari berbagai arah tanpa menggunakan energi kegelapannya. Secara berskala Gin memulihkan tenaga dalamnya.


Monster macan semakin geram pada Gin, karena seluruh tubuhnya telah penuh dengan luka sayatan pedang.


Monster macan telah marah besar pada Gin. Pertama Gin telah membuat mata kirinya buta, dan kedua Gin telah memenuhi tubuh monster macan dengan sayatan pedang.


Monster macan menyerang Gin yang dengan mudah dihindarinya, tetapi beberapa hal yang tak disadari Gin. Monster macan telah melapisi racun pada cakarnya, racun ini keluar dari tubuhnya jika monster macan merasa terancam.


Konon katanya racun tersebut sangat mematikan tersentuh sedikit saja, maka setelah lebih dari dua puluh empat jam. Korban dari keganasan racun monster macan ini, sedikit demi sedikit akan tewas secara mengenaskan.


Racun yang keluar dari monster macan, hanya dimiliki monster macan yang telah berevolusi ke level tujuh.

__ADS_1


Monster macan terus menyerang Gin secara agresif, Gin menahan serangan demi serangan monster macan dengan pedangnya yang menimbulkan gelombang kejut disekitarnya.


“Monster ini meski telah menerima tekanan dari pedangku, masih saja memiliki kecepatan seperti ini.” Gerutu Gin dalam hati.


Benturan antara cakar monster macan dan pedang Gin terus terjadi. Gin menyerang monster macan, tetapi dapat dihindari olehnya.


Walaupun telah kehilangan satu matanya dan tekanan yang dikeluarkan oleh pedang Gin. Monster macan masih bergerak dengan lincah.


“Kemampuan beradaptasi monster ini sangat mengerikan,” ucap Gin dengan mengeluarkan keringat dingin.


“Monster ini memang kuat, tetapi tidak ada apa-apanya dibanding para penghuni hutan bagian terlarang!!! Jika bukan karena beruntung, mungkin saya tidak akan bertahan lebih dari satu hari di sana.”


Gin lalu mencoba menyerang monster macan dengan gerakan melenting ke kiri dan kanan untuk membuatnya bingung.


Rupanya tak-tik yang digunakan Gin berhasil. Monster macan kebingungan dibuatnya.


Saat tubuh Gin telah dekat dengan monster macan. Gin menyerangnya dengan gerakan yang dimiliki Yan, tetapi beberapa gerakan telah diubah oleh dan bahkan menambahkan beberapa gerakan rumit.


Jika saja, Yan bisa melihat Gin memakai jurusnya tanpa energi, tetapi lebih dasyat dari serangannya. Pasti Yan sakit kepala, dibuatnya.


Pada saat Gin sedang menyerang, rupanya monster macan telah bersiap dan menyerangnya dengan menggunakan cakar yang telah dilapisi racun yang sangat mematikan.


Gin reflek menghindar dari serangan monster macan, tetapi dia tidak bisa menghindar sepenuhnya. Cakar monster macan mengikis samping perutnya.


Melihat luka diperutnya Gin mundur beberapa puluh meter, Gin dapat melihat tetesan racun berwarna ungu merembet masuk ke tubuhnya melalui luka serta pori-pori kulitnya.


Tenaga dalam yang telah dikumpulkan Gin, mulai berkurang sedikit demi sedikit. Hal ini tentunya disadari oleh Gin. “Racun ini walaupun tidak berefek secara langsung, tapi sepertinya akan membunuhku secara perlahan.”


Gin menyerang dengan menggunakan pedang yang telah di aliri energi kegelapannya. Gin bergerak dengan kecepatan penuh karena tenaga dalamnya terkuras terus-menerus.


Gin tiba di hadapan monster macan. Gin menebas tubuh monster macan hingga terbagi menjadi dua bagian.


“Gila!!! Kekuatan pedang ini sangat hebat.” Setelah itu Gin menguliti mayat monster macan dengan menahan rasa mual di perut. Gin menuju ke tempat Yan dibaringkan sebelumnya.


Tubuh Yan mulai nampak dari kejauhan. Dengan wajah yang memucat serta bibir yang telah berubah menjadi ungu dan kulit monster macan yang terikat dipinggangnya.

__ADS_1


Gin duduk tepat di samping Yan, secara perlahan matanya menjadi buram hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.


__ADS_2