
“Tidak bahaya apa, kita bersembunyi diantara para pengungsi ini, Yan? Bagaimana jika ada yang sempat melihatku membawa monster itu ke Ibukota?” bisik Gin pada Yan.
“Kau tenanglah, tidak seorang pun akan memikirkan hal tersebut disaat seperti ini. Apa kau tidak lihat situasi di gerbang kota tadi? Raja sampai mengutus tiga komandan untuk mengatasi monster itu. Hal tersebut menandakan betapa berbahayanya monster tersebut.”
“Jadi, orang-orang ini untuk sementara waktu tidak akan mengingat orang yang membawa monster sialan itu ke Ibukota.” Bisik Yan pada Gin.
Mereka berdua mengungsi di halaman Kerajaan bersama para penduduk dan murid dari berbagai perguruan, para remaja dari beberapa klan serta para petarung bebas. Mereka semua berniat mengikuti turnamen. Para pengungsi memenuhi halaman Kerajaan, bisik-bisik memenuhi sekitar.
Tak lama berselang, Raja bersama para tamu terlihat di depan halaman Kerajaan. Semua mata tertuju pada mereka, seketika suasana halaman menjadi hening. Para pengawal setia berada di hadapan Raja dan para tamu demi menjaga keamanan mereka.
“Ekhem, para rakyatku sekalian. Saya selaku Raja Selatan meminta maaf yang sebesar-besarnya, karena belum bisa menjaga, melindungi, mengayomi dan menjadi Raja yang baik untuk kalian semua. Saya sadar, kelalaian hari ini adalah kesalahan fatal.”
“Saya bahkan terlalu sibuk dengan perjamuan pesta ulang tahun yang diadakan dalam istana, sampai mengabaikan kekacauan di Ibukota, bahkan dengan entengnya hanya mengirim tiga komandan pasukan untuk menghadapi kekacauan yang terjadi.”
“Dan bersamaan dengan ini, saya selaku Raja Selatan mengumumkan kegiatan turnamen Kerajaan akan ditunda sementara waktu. Adapun para calon peserta turnamen dapat mendaftarkan diri, sebagai permintaan maaf atas penundaan ini, pihak Kerajaan akan menyediakan asrama bagi calon peserta yang sudah terdaftar nantinya.”
Raja Selatan bersama para tamu masuk ke dalam Kerajaan. Setelah para tamu dipersilahkan untuk istirahat di tempat telah disediakan, Raja bersama dengan para panitia turnamen yang telah dipercayakan mengemban tanggung jawab dan satu perwakilan dari pengawal Anwai, serta beberapa petinggi Kerajaan, melakukan rapat tertutup.
Di ruang rapat terdapat meja bundar yang cukup besar, semua kursi telah terisi termasuk milik Raja yang berwarna emas. “Baik, kita mulai saja. Tak perlu basa-basi lagi, saya menduga dalam Kerajaan terdapat penghianat diantara para petinggi Kerajaan.”
__ADS_1
“Alasan pertama, saya mengatakan ini adalah lolosnya Cebures dari penjara raksasa. Dua, semua informasi penting yang seharusnya sampai ke telinga saya. Saat berada di ruang perjamuan terblokir. Tiga, saya menemukan pergerakan yang sangat mencurigakan akhir-akhir ini.”
“Seperti penemuan senjata ilegal yang di pasok melalui uang Kerajaan dan tentunya masih banyak pergerakan yang tidak biasa.”
Terdengar bisik-bisik dari para petinggi kerajaan yang tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
“Oh ya, dengan kejadian ini. Akan membuat Kerajaan Selatan dianggap remeh oleh Kerajaan lainnya. Ditambah setiap panglima ketiga Kerajaan menghadiri dan menyaksikan langsung hal memalukan ini dengan mata kepala mereka sendiri.” Seketika suasana menjadi hening sejenak, kemudian menjadi riuh oleh bisik-bisik.
“Jadi, bagaimana dengan kelangsungan turnamen kali ini? Bukankah turnamen kali ini sangat penting bagi Kerajaan Selatan, karena dengan adanya turnamen ini.”
“Pihak Kerajaan sekalian dapat memilih tiga remaja yang paling berbakat untuk menemani pangeran Ketiga mewakili Kerajaan dalam mengikuti turnamen antar kerajaan nantinya.”
“Masalah turnamen seperti yang saya umumkan di halaman Kerajaan sebelumnya, bahwa turnamen kali ini akan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Untuk kalian para panitia turnamen persiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, gunakan kesempatan ini untuk semaksimal mungkin. Saya harap turnamen kali ini, lebih spesial dari yang lalu-lalu.”
“Yang terakhir, pengawal Anwai dibubarkan karena dianggap tidak becus dalam menjaga penjara raksasa dan keputusan ini tidak bisa diganggu gugat.” Sebenarnya beberapa petinggi tidak setuju dengan pembubaran pengawal Anwai, tapi setelah mendengar lebih lanjut mereka tidak bisa bersuara.
“Untuk rapat kali ini saya tutup sampai di sini, sekian dan terima kasih. Oh ya, untuk pemimpin pengawal Anwai belum diperbolehkan meninggalkan tempat rapat.” Seluruh hadirin rapat meninggalkan ruangan tersebut, membuat ruangan rapat hening seketika karena hanya menyisahkan Raja dan pemimpin pengawal Anwai.
Raja berdiri dari tempat duduknya, dia membelakangi pemimpin Anwai. “Tak perlu segugup itu, Kilin. Kau tahu, terlepas dari posisi Raja. Saya tetaplah pamanmu jika tidak ada siapapun yang melihat. Hei, kau adalah orang kepercayaanku.”
__ADS_1
“Bahkan sudah kuanggap sebagai keponakan sendiri. Kau tahu, selain kamu dan Bulan tidak ada lagi yang bisa kupercayai dalam Kerajaan ini, Kilin. Terlalu banyak musuh yang membaur, hingga saya tidak punya kesempatan untuk memilih percaya kepada orang lain.” Kali ini wajah Raja terlihat sendu saat berbalik menatap Kilin yang berada di seberang meja.
Kilin hanya bisa tertegun melihat hal tersebut. Dia tidak menyangka melihat sisi Raja yang sangat rapuh. Yang bahkan tidak pernah diperlihatkan di depan khalayak umum, Kilin jadi merasa serba salah. Jika menyahut perkataan Raja nanti dikiranya kurang ajar terhadapnya, kalau tidak menyahut nanti dikira tidak sopan oleh Raja.
Raja menatap lekat pada Kilin, lalu menghela napas halus. “Kau tahu alasan, kenapa berada di ruang rapat ini?”
Kilin hanya menggeleng sebagai jawaban yang berarti tidak.
Seketika sorot mata Raja berubah tajam, “Tujuan kau berada di dalam ruang rapat ini tidak hanya tentang pembubaran pengawal Anwai, tapi juga tentang lahirnya sebuah pasukan baru yang bernama bayangan Anwai. Oh ya, mengenai keputusan pembubaran pengawal Anwai. Kuharap kau tidak kecewa. Tenanglah kau masih bisa melihat mereka yang akan ditempatkan ke dalam pasukan khusus.”
“Dan kau akan menjadi pemimpin pasukan bayangan Anwai, masalah anggotanya nanti saya yang akan memilihnya sendiri secara rahasia. Karena bayangan Anwai merupakan pasukan mata-mata Kerajaan kelak. Saya berharap pasukan ini akan menjadi yang terbaik dari yang lain, karena pasukan akan menerima perintah langsung dari saya tanpa perantara.”
Mendengar penjelasan Raja membuat dada Kilin bergetar hebat, dia tidak percaya akan memimpin pasukan yang sangat hebat nantinya. Kilin jadi tidak sabar datangnya hari pembentukan pasukan bayang Anwai.
Meskipun hatinya sempat terguncang dengan pembubaran pengawal Anwai, tapi siapa sangka dengan pembubaran itu akan melahirkan pasukan yang jauh lebih solid dan langsung mendapat perintah dari Raja tanpa harus perantara.
Setelah itu, Kilin diperintahkan oleh Raja untuk meninggalkan ruang rapat. Alhasil, tinggalah Raja seorang diri dalam ruangan tersebut.
Raja menghela napas halus, duduk sambil menyandarkan tubuhnya secara rileks. “Keluarlah, saya tahu kau sudah mengawasi kami sejak tadi. Lagi pula sudah tidak ada siapa-siapa di sini, selain Raja yang kau anggap konyol ini.”
__ADS_1
“Kau masih tetap sama. Sejak terakhir kita berjumpa, Raja yang konyol,” ucap seseorang dengan santai bagai tak memiliki beban hidup sama sekali, dia muncul dari balik salah satu tiang ruangan dengan wajah datar, tanpa ekspresi.