
Desa Batu adalah desa kecil yang berada pada Kerajaan Selatan, desa ini merupakan salah satu wilayah yang makmur. Desa ini juga merupakan tempat persinggahan para petarung yang menuju ke Ibukota. Namun semua berubah setelah para pemuda desa yang berubah menjadi setengah monster dan monster secara utuh.
Para monster tersebut menyerang desa dan menghancurkan beberapa bangunan penduduk. Terlihat setengah dari rumah dan bangunan penduduk hancur lebur, akibat ulah para monster dan juga pertarungan untuk menjaga desa yang dilakukan oleh penduduk.
Penduduk desa Batu gotong-royong dalam membangun kembali desa mereka. Para penduduk bekerja begitu ulet, cekatan dan dipenuhi oleh semangat membara. Mereka semua bekerja keras, karena mereka sedang bergelud dengan waktu.
Seperti yang diketahui turnamen Kerajaan Selatan sebentar lagi akan diadakan yang tentunya para petarung dari perguruan besar dan organisasi besar akan melewati desa ini dan singgah sejenak di desa ini.
Ada yang singgah untuk beristirahat dan menginap satu malam untuk menikmati suasana desa Batu, ada juga yang singgah hanya untuk mengisi perut dan ada juga yang singgah untuk menikmati permandian air panas desa Batu.
Permandian air panas pada desa ini, bukanlah permandian air panas biasa. Pada saat merendamkan tubuh pada permandian, maka semua lelah yang dialami akan hilang seketika. Permandian ini juga dapat menghilangkan luka luar maupun dalam.
Penyembuhan luka luar maupun dalam memerlukan waktu tidak sedikit. Akan tetapi, khasiatnya sangat memuaskan. Desa ini pula terkenal akan makanan serta arak yang sangat lezat dari restoran yang berada dilantai bawah sebuah penginapan.
Namun naas penginapan tersebut hancur, karena serangan yang dilakukan monster jelmaan para pemuda desa ini. Para penduduk desa sudah seminggu memperbaiki desa ini dari kerusakan yang di timbulkan oleh pertempuran satu minggu yang lalu.
Para penduduk membagi dua kelompok yang bercampur tua maupun muda. Ada yang bekerja siang hari dan ada yang bekerja malam hari. Hal ini terus terjadi selama satu minggu terakhir, para penduduk desa tersentak kaget saat melihat beberapa rombongan murid dari Perguruan besar memasuki desa.
Tidak lama berselang rombongan petarung dari sebuah Organisasi besar juga memasuki desa. Padahal selama ini para petarung dari Organisasi maupun murid dari perguruan besar akan muncul dalam jangka waktu tiga minggu sebelum turnamen dan paling cepat sebulan sebelum turnamen.
__ADS_1
Satu dua kelompok murid dan petarung dari perguruan maupun Organisasi besar nampak kecewa melihat pemandangan desa Batu. Setiap kali rombongan yang ingin mengunjungi dan menginap pada penginapan. Hanya bisa menatap bangunan penginapan yang sedang dibuat kembali dengan perasaan kecewa.
Padahal mereka berpergian lebih awal, karena ingin menenangkan diri dan berlibur sebelum menghadiri turnamen Kerajaan. Kekecewaan rombongan Murid dari salah satu perguruan dan petarung dari salah satu Organisasi besar semakin menjadi, saat melihat permandian air panas desa Batu ditutup, walaupun bangunan permandian tersebut masih utuh. Mereka semua hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan perasaan kecewa.
Setiap rombongan yang ingin menikmati permandian air panas merasa heran dengan ditutupnya permandian tersebut, padahal sangat jelas permandian tersebut tidak mengalami kerusakan walaupun seincipun.
Permandian air panas ini terpisah menjadi dua bagian yaitu permandian untuk pria dan wanita. Pada permandian pria terdapat lima ruangan yang terpisah sehingga pelanggan dapat menetukan ruangan yang disukainya. Hal ini juga tidak jauh berbeda pada permandian bagian wanita.
Setiap rombongan yang ingin singgah ke desa Batu, hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan perasaan kecewa. Mereka berharap dapat menemukan hal yang menarik di Ibukota nantinya.
Pada saat perbaikan penginapan terdapat dua penduduk yang menceritakan tentang kejadian satu minggu yang lalu, setelah seluruh monster utuh maupun setengah monster dapat ditangkap, salah satu penduduk desa menemukan dua pahlawan muda yang terbaring sekarat, berlumuran darah disekujur tubuh pada sudut desa Batu.
Di bawah botol tersebut terdapat kertas yang bertuliskan “Berikan penawar ini pada seluruh pemuda yang menjelma menjadi setengah monster maupun monster secara utuh. Maka para pemuda desa ini akan kembali normal.”
Salah satu penduduk yang sedang bekerja mengatakan, bahwa salah satu pemuda dari keduanya hampir saja kehilangan nyawa, jika tidak ditemukan tepat waktu. Akan tetapi, penduduk desa tersontak kaget melihat regenerasi tubuh pemuda yang hampir kehilangan nyawa. Walaupun penyembuhannya terkesan lambat, bahkan sangat lambat.
Akan tetapi, tetap saja membuatnya kaget. Karena kemampuan regenerasi tubuh sangatlah langkah dan yang mengagetkannya lagi adalah kecepatan regenerasi yang terjadi pada tubuh pahlawan muda yang berambut putih. Suhu pada wilayah tersebut tiba-tiba berubah drastis menjadi sangat dingin, kejadian tersebut hanya berselang beberapa menit saja.
Sementara itu, kepala desa Batu memasuki permandian air panas, meski telah jelas terdapat tulisan tutup pada pintu permandian air panas. “Bagaimana keadaan kedua pahlawan muda kita?” Kepala desa bertanya kepada pemilik permandian air panas yang sudah berumur di hadapannya.
__ADS_1
“Kondisi mereka sudah membaik, apalagi setelah tubuh para pahlawan muda direndam dalam permandian air panas dan ditambah mereka berdua memiliki regenerasi tubuh. Walaupun salah satu pemuda memiliki regenerasi tubuh yang agak lambat.
“Apa para pemuda desa yang menjelma menjadi monster secara utuh maupun setengah yang membuat kedua pahlawan muda kita menjadi seperti ini?” Pertanyaan Kepala desa membuat pemilik permandian air mengerutkan dahi. Pemilik penginapan merasa heran, “Entah apa yang membuat Kepala desa sampai bertanya seperti itu.” Pikirnya.
“Menurutku para monster tidak akan sanggup membuat para pahlawan muda sampai seperti itu. Kau dapat melihatnya sendiri, bahwa pemuda berambut putih merupakan petarung yang memiliki tenaga dalam yang cukup besar untuk seusianya dan juga para monster itu tidak ada yang memiliki kekuatan yang dapat membuat mereka menjadi sekarat.”
“Saya sependapat denganmu, tetapi kalau bukan para monster pelakunya lalu siapa?” terjadi kebingungan pada kepala desa dan pemilik permandian air panas yang menciptakan situasi hening.
Keheningan dalam permandian air tersebut terjadi cukup lama, karena keduanya berpikir cukup keras sampai pada akhirnya pemilik permandian air panas membuka suara. “Apa jangan-jangan? Orang-orang yang selalu mencelakai para petarung yang ingin mengikuti turnamen, membuat para pahlawan muda menjadi seperti ini?”
“Mereka tidak akan berani melakukan aksinya di sekitaran desa Batu, karena takut ketahuan oleh perguruan besar yang lain. Jadi, hal tersebut sangat mustahil.”
“Kita tidak memiliki bukti sama sekali. Jadi, kita tidak bisa berbuat apa-apa dan walaupun kita mempunyai bukti. Sampai sekarang kelompok yang selalu mencegat rombongan dari perguruan sedang maupun kecil yang akan mengikuti turnamen belum diketahui pasti pelakunya.”
Secara tiba-tiba suhu pada seluruh bangunan permandian air panas berubah menjadi dingin. Hal ini dapat dirasakan oleh Kepala desa dan Pemiliki Permandian air panas, suhu dingin tersebut membuat keduanya menggigil. Namun situasi tersebut berlangsung tidak lama, sebelum kembali seperti semula.
Salah satu pegawai permandian air panas berlari menghampiri Pemilik permandian air panas. “Bos, gawat seluruh permandian air panasnya menjadi beku dan kondisi salah satu dari dua pahlawan memburuk.”
“Apa katamu?” Kelapa desa dan Pemilik permandian air panas secara bersamaan. Mereka berdua berlari ke permandian air panas pria. Mereka berdua berlari sekuat tenaga, karena menghawatirkan para pahlawan muda.
__ADS_1
Setelah keduanya ke ruangan pahlawan muda, mereka melihat pahlawan muda berambut putih sedang melakukan pemanasan di lantai ruangan, sementara pemuda satunya lagi masih terbujur kaku pada permandian air panas yang nampak tidak membeku. Tentu pemandangan yang mereka saksikan ini membuat semua yang berada di ruangan tersebut kaget bukan kepalang.