
Energi yang sangat mengancam tersebut membuat kaki Ketua klan gemetaran tak mampu bergerak, sementara Ten jatuh berlutut seluruh tubuhnya merinding. Merasakan energi tersebut Ten tak lagi mempunyai niat untuk melawan lagi, dia sudah pasrah dengan yang akan menimpanya.
Ketua klan dengan susah payah melawan ketakutan yang sedang menimpanya, dia tiba-tiba merasakan pukulan pada wajahnya yang membuatnya terhempas jauh, sebelum Ketua klan menabrak sesuatu tiba-tiba dia merasakan perutnya terkena tendangan yang membuatnya terhempas dan menabrak tubuh Ten yang sedang berlutut.
Ten tertindih oleh Ketua klan, dia benar-benar sadar kali ini tak ada gunanya hanya terpaku dalam ketakutan. Dia tersadarkan oleh Ketua klan yang jelas-jelas jauh lebih lemah dari Pemimpin organisasi Rakon, tetapi dia tetap berusaha melawan. Hal ini membuatnya merasa dirinya tak berguna sekaligus malu kepada Ketua klan dan juga mendiang Ayahnya. Ten merasa benar-benar menyesal pada tindakan pengecutnya, dia diam-diam berjanji dalam dirinya takkan takut lagi dalam pertarungan, walaupun menghadapi orang yang dua kali lebih kuat dari Pemimpin organisasi Rakon.
Ketua klan Gajah perkasa berusaha bangkit, dia sadar sedang menidih Ten. Tak lama kemudian Ten ikut bangkit, keduanya mengambil nafas dalam-dalam agar bisa lebih rileks melawan Pemimpin Organisasi Rakon.
Ketua klan memberi kode kepada Ten, agar mereka menyerang Pemimpin Organisasi Rakon secara bersama-sama. Ten tanpa basa-basi menyerang Pemimpin Organisasi Rakon dengan gada peraknya yang disusul oleh Ketua klan.
Mereka secara bersama-sama menyerang Pemimpin Organisasi Rakon, namun dia dengan santai menghindari serangan-serangan datang padanya, karena merasa bosan. Diapun menyerang balik keduanya yang membuat mereka terkena retetan luka sayatan pada sekujur tubuh.
Setiap ayunan pedang Pemimpin Organisasi Rakon membuat mereka terbelalak, mereka sampai tak habis pikir dengan kuatnya pedang tersebut hingga pelindung yang mereka ciptakan tak mampu melindungi mereka. Ketua klan bersama Ten berusaha mengambil jarak dari Pemimpin Organisasi Rakon.
Ketua klan memang sempat membuat tameng dari energinya untuk melindungi dirinya dan juga Ten, tameng tersebut mengurangi dampak serangan Pemimpin Organisasi. Walaupun begitu, mereka tetap meringis kesakitan, karena tameng tersebut tak mampu menghalang ketajaman pedang Pemimpin Organiisasi Rakon.
“Ten, apa menurutmu kita masih bisa hiduo setelah ini?” Pertanyaan pasrah dari Ketua klan tak melunturkan semangat dari Ten.
“Saya yakin keajaiban pasti akan datang, Ketua. Apa ketua percaya akan adanya keajaiban?” Saat ini dia masih percaya bahwa keajaiban akan datang pada waktunya. Walaupun hal tersebut hanya bersifat harapan, bagi Ten hanya itulah yang menjadi penyemangat agar dia bisa bertarung melawan Pemimpin Organisasi Rakon.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut membuat Ketua klan tersenyum kecil. “Terima kasih, Ten.” Ketua klan membatin dalam hati. Dia tak menjawab pertanyaan Ten, namun dengan semangat Ketua klan menyerang Pemimpin Organisasi Rakon.
Melihat hal tersebut membangkitkan semangat Ten, dia menyusul Ketua Klan untuk menyerang Pemimpin Organisasi Rakon. Serangan keduanya tak ditangkis, bahkan tak dihindari oleh Pemimpin Organisasi Rakon, entah itu karena faktor kesengajaan atau bukan.
Serangan keduanya mementalkan Pemimpin Organisasi Rakon beberapa langkah ke belakang, “Hahaha, Apa hanya sampai di sini batas kemampuan kalian?”
Pemimpin Organisasi Rakon menyerang Ketua klan dan Ten secara bergantian. Mereka mencoba mencari celah yang secara tak sengaja dibuat oleh Pemimpin Organisasi Rakon, mereka akan menyerangnya saat itu juga. Namun kesempatan yang ditunggu tak kunjung datang juga. Mereka terus-menerus menerima serangan Pemimpin Organisasi Rakon yang semakin menggila.
Hal tersebut membuat Ketua klan dan Ten dipenuhi oleh darah mereka sendiri, mereka dengan seluruh tenaga mencoba untuk melawan, namun usaha mereka selalu sia-sia. Pada kenyataannya mereka tak punya harapan, jika hanya menggunakan cara yang biasa-biasa saja.
Mereka berdua merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan Pemimpin Organisasi Rakon. “Tapi rencana ini sangat berbahaya, Ketua!!!”
Jurus gada emas, kemurkaan Gajah membelah laut. Jurus yang dikeluarkan Ketua klan adalah salah satu dari jurus terkuatnya. Dengan ini Ketua klan telah mengeluarkan dua jurus terkuatnya, jurus yang dikeluarkan Ketua klan membuat Pemimpin Organisasi Rakon membuka mulut lebar-lebar.
Dia seakan tidak percaya, bahwa Ketua klan Gajah perkasa masih menyimpan jurus mematikan seperti itu, Bukan hanya itu yang membuatnya kaget, seharusnya dengan tenaga dalam yang sudah terkuras banyak, dia tak akan mampu mengeluarkan jurus sekuat itu.
Jurus yang dikeluarkan oleh Ketua klan membuat Pemimpin Organisasi Rakon tersentak kaget hingga membuatnya lupa untuk menghindari serangan tersebut. Ketika tersadar dia tak memiliki pilihan lain selain menangkis serangan tersebut. Hal membuatnya lebih kaget lagi adalah serangan tersebut membuat pedangnya retak.
Pada saat Pemimpin Organisasi menahan serangan Ketua klan dia bergerak dengan cepat untuk menyerangnya, dia berusaha dengan keras untuk tak menyia-nyiakan peluang yang telah diciptakan oleh Ketua klannya.
__ADS_1
Dia kemudian mengeluarkan jurus terkuatnya dan melempar gada peraknya ke arah Pemimpin Organisasi Rakon, serta secara tak langsung juga ke arah Ketua klan Gajah perkasa. Hal ini terpaksa dilakukan oleh Ten, setelah dipaksa oleh Ketua klan Gajah perkasa.
Gada perak milik Ten terus melaju ke arah Pemimpin Organisasi Rakon dan Ketua klan yang masih saling beradu senjata masing-masing. Gada perak milik Ten, secara perlahan-lahan membesar. Pada saat gada milik Ten mengenai Pemimpin Organisasi Rakon dan Ketua klan mengakibatkan sebuah ledakan yang lumayan besar.
Debu memenuhi sekitar, pandangan Ten tak pernah lepas dari tempat Ketua klan dan juga Pemimpin Organisasi Rakon berada. Ten dengan tegang terus melihat tempat mereka berdua, tanpa berkedip sedikitpun.
Dia sebenarnya menolak rencana yang diajukan oleh Ketua klan, namun Ketua klan dengan gigih agar menjadikan dirinya sebagai pengalih Pemimpin Organisasi Rakon, sementara Ten bersiap untuk menyerang Pemimpin Organisasi Rakon dengan kekuatan Penuh.
Rasa bersalah juga akan menyimuti dirinya, ketika Ketua klan terbunuh oleh jurus yang dikeluarkannya. Selama sisa hidupnya Ten akan menyalahkan dirinya sendiri apabila Ketua klan benar-benar terbunuh oleh jurusnya.
Ketika debu mulai menghilang, terlihat bayangan seseorang yang berdiri tegak dengan pose seakan sedang menginjak sesuatu. Saat debu sudah menghilang keseluruhan, tubuh Ten gemetar, kepalanya juga memerah oleh amarah.
Dia tak sanggup menahan amarah yang sedang meluap-luap dalam dirinya, ketika melihat Ketua klan yang terkapar tak berdaya dibawah kaki Pemimpin Organisasi Rakon. Yup, Pemimpin Organisasi Rakon sedang menginjak kepala Ketua klan Gajah perkasa.
Pedang merah yang berada digengamannya sudah terbelah akibat menahan serangan Ketua klan, tak jauh berbeda dengan gada milik Ketua klan yang sudah hancur setengah. “Saya sangat menyayangkan, orang sekuat dirinya harus berakhir tragjs seperti ini.”
Pemimpin Organisasi Rakon berkata seperti itu sambil menginjak-injakkan kakinya ke kepala Ketus klan hingga darah keluar lebih banyak. “Hentikan atau kubunuh kau.” Kesabaran Ten benar-benar hilang ketika melihat perlakuan Pemimpin Organisasi Rakon pada Ketua klan.
Pada saat dia ingin bergerak dengan kecepatan penuhnya, ada seseorang yang menahan pundaknya. Saat menoleh dia melihat Gin dengan luka sayatan yang telah memenuhi tubuhnya dan yang membuatnya terkaget adalah dibagian yang terlindungi oleh jubahnya tak memiliki bekas sayatan, walau semili.
__ADS_1