
Gin tiba-tiba melihat kondisi Yan berubah drastis hanya dengan sesaat saja. Dia juga sempat melihat lawan Yan secara tiba-tiba mendapatkan luka sayatan yang cukup besar pada dadanya. Gin menghampiri tubuh Yan yang tampak mengenaskan.
Darah memenuhi tubuh Yan, Gin memapah tubuh Yan dan membawanya ke dalam kediaman Ketua klan Gajah perkasa. Gin sangat tergesah-gesah membawa tubuh Yan. Di dalam kediaman Gin, dia mencari Pelayan yang berada di kediaman.
Gin menemukan seorang Pelayan. “Apa di sini ada seorang Tabib? Saya harus menemukan Tabib secepatnya, karena temanku sedang sekarat!!!”
“Tentu ada. Dia adalah Tabib khusus yang memeriksa Ketua klan, seharusnya orang lain tak boleh berobat padanya. Tetapi, karena keadaan genting, kau boleh membawa temanmu padanya.” Pelayan tersebut memanggil beberapa Pelayan laki-laki untuk membawa tubuh Yan pada Tabin Ketua klan.
Merasa Yan sudah aman. Akhirnya, Gin kembali ke dalam pertempuran, dia dengan mudah mengalahkan anggota organisasi Rakon yang ingin menghancurkan kediaman Ketua klan.
Dalam sekejap dia sudah mengalahkan sepuluh orang sekaligus. Merasa kediaman Ketua klan sudah aman Gin menyisir sekeliling, dia melihat pembantaian di mana-mana. Tiba-tiba mata Gin tertuju pada Ten yang sudah babak belur menghadapi seorang Pemuda yang seumuran dengannya.
Melihat Ten hampir diambang batas Gin memutuskan untuk menghampirinya. Pada saat Gin tiba, dia secara tiba-tiba menyerang lawan Ten, namun naas serangan Gin sedikitpun tak mengenai lawan Ten yang berbadan kurus, tinggi dan bertirus serta memiliki rambut kribo.
Gin merasa kesal, karena serangannya tak mengenai targetnya, diapun menanmbah kecepatan serangannya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Hal ini membuat Pemuda tirus tersebut tertawa lantang. Tak mau tinggal diam, Ten memakai gadanya sebagai senjata untuk menyerang Pemuda tirus yang sedang menghadapi Gin.
Serangan Ten hanya mengenai udara kosong, karena kecepatan Pemuda tirus yang memukau. Serangam Ten hanya mengenai udara kosong.
“Oh, rupanya para cecunguk ingin mengalahkanku, hahaha dalam mimpi.” Tawa Pemuda Tirus begitu keras hingga terdengar oleh semua orang yang sedang bertarung.
Gin dam Ten tak mau terpengaruh dengan ejekan Pemuda tirus di hadapan mereka. Gin bergerak lebih dulu untuk menyerang Pemuda tirus.
__ADS_1
Jurus tinju kegelapan, Pukulan raungan kegelapan malam. Serangan Gin mengenai wajah Pemuda tirus, namun hanya membuatnya mundur beberapa langkah saja. “Hm, seranganmu barusan. Apa bisa dikatakan sebuah jurus? Dimataku seranganmu tadi bagaikan gigitan semut. Hanya saja gigitan semut agak lebih perih.”
Ocehan tersebut membuat Gin menggertakkan giginya, tak jauh berbeda Ten juga merasa geram pada keangkuhan Pemuda tirus dihadapan mereka. Gin dan Ten memutuskan untuk menyerangnya secara bersamaan. Gin menggunakan serangan tapak yang dilapisi energinya, sementara melapisi gadanya dengan energinya juga.
Gin dan Ten bergerak dengan begitu cepat, tetapi serangan mereka berdua dapat dicegat dengan mudah oleh Pemuda tirus. Hal tersebut membuat membuat Ten terkejut, dia sama sekali tidak menyangka bahwa Pemuda tirus tersebut dapat mencegat serangannya dan juga Gin. “Tenanglah sedikit Ten, dia hanya mencegat serangan kita kok.”
Gin berusaha membangkitkan kembali semangat Ten. Gin juga berpikir keras untuk mencari kebuntuan yang sedang mereka hadapi. “Apakah saya harus menggunakannya? Ahh, apa saya sampai seputus asa itu sampai harus menggunakannya?” batin Gin.
Gin mengalirkan energi yang cukup pekat memenuhi kepalan tangannya. “Ten, sebaiknya kau cepat menolong Ketua klan Gajah perkasa yang sedang kesulitan menghadapi lawannya di sudut sana.” Gin menunjuk ke arah Ketua klan yang sedang terpojok oleh lawan yang begitu kuat, bahkan lebih kuat dari lawan yang sedang mereka sedang hadapi saat ini.”
“Tapi, kita berdua saja sudah tidak bisa menghadapinya. Apalagi saya harus meninggalkanmu sendiri.” Ten ragu memenuhi permintaan Gin yang begitu berat, lagipula dia percaya Ketua klan mereka bukan orang yang sembarangan. Jadi, walaupun kelihatannya sedang terpojok.
“Ada apa dengan kalian? Apa kalian begitu takut padaku, sehingga tak dapat berkutik lagi, hahaha.” ejek Pemuda tirus dengan keangkuhannya yang begitu tinggi.
“Cepatlah Ten!!!” Kali ini Gin benar-benar membentak Ten. Ten tiba-tiba saja merasa gemetaran, kakinya seakan tak lagi mampu menopang tubuhnya saat melihat sorotan mata Gin yang begitu mencengkam.
Sebelum ini, Ten belum pernah merasa setakut ini. Dia juga baru pertama kali melihat sorotan mata setajam serta mencekam seperti milik Gin. Entah mengapa dia bergerak untuk memenuhi keinginan Gin.
Melihat Ten telah menuju ke arah Ketua klan. “Sekarang saatnya, kita bersenang-senang dan bersiaplah untuk menerima segala akibat dari keangkuhanmu yang amat besar tersebut.” Sorotan mata Gin tak lagi mencengkam, bahkan kali ini dia tersenyum kecil ke arah Pemuda tirus.
“Silahkan saja. Itupun, jika kau mampu melakukannya, bocah.” Pemuda tersebut menertawakan Gin dengan begitu puas, sampai tanpa dia sadari Gin secara tiba-tiba muncul di sampingnya. Diapun terkena pukulan hingga membuatnya terpental jauh, bahkan sampai menabrak hingga menghancurkan salah satu dinding kediaman anggota klan.
__ADS_1
Dia juga mengeluarkan banyak darah dari mulutnya serta pukulan Gin membekas pada wajah Pemuda tirus.
“Bocah ini, bagaimana mungkin kecepatan dan pukulannya meningkat begitu pesat dari sebelumnya?” Pemuda tirus yang sedang di hadapi oleh Gin sangat terkejut dengan kecepatan dan pukulannya yang hanya dalam beberapa saat saja dapat meningkat sampai setajam itu.
Gin tak ingin membiarkan Pemuda tirus bernafas dengan leluasa, dia akhirnya menyerang Pemuda tirus dengan serangan tapak dari belakang. Pemuda tirus sempat menyadari kehadiran Gin, namun dia terlambat untuk menghadang serangan yang datang.
Serangan Gin membuatnya termundur, beberapa langkah. Pemuda tirus benar-benar murka kali ini. “Kau telah membuatku marah. Sekarang terimalah akibatnya.”
Pemuda tirus meluapkan tenaga dalamnya, dia juga mengeluarkan kedua belati yang sejak awal telah tersampir di pinggangnya. Pemuda tirus memfokuskan tenaga dalamnya pada belatinya, “Waktunya untuk menghabiisimu, bocah.”
Lagi-lagi, entah mengapa Gin merasakan hal yang sama pada saat dia melihat Ketua klan sedang menghadapi lawannya. Namun kali ini terjadi padanya. Yup, dia merasakan bahwa lawannya sedikit lebih kuat darinya.
“Apa yang sedang terjadi padaku? Mengapa saya merasakan hal-hal seperti ini? Aneh.” Gin benar-benar tidak nyaman dengan apa yang telah dia rasakan.
Gin dapat melihat Pemuda tirus sedang bergerak untuk menyerangnya. Dia lalu menangkis serangan Pemuda tirus, namun dia tidak menyangka, bahwa kecepatan lawannya sedikit lebih unggul darinya. Hal tersebut membuat sayatan pada pergelangan tangannya.
Darah segar mengalir pada pergelangan tangan Gin hingga menetes ke tanah. Gin akhirnya memutuskan untuk menggunakan pedangnya, dia menarik pedang bayangan yang tersampir pada punggungnya.
Gin belum bernafas dengan lega, lawannya telah menyerangnya. Dengan sigap Gin menangkis serangan tersebut menggunakan pedang. “Ting!!!” Dentingan pertemuan antara Pedang milik Gin dan belati milik Pemuda tirus memenuhi sekitar.
Walaupun, Gin sempat menangkis serangan Pemuda tirus tetap saja, dia terhempas jauh hingga menabrak tembok kediaman anggota klan hingga hancur. Gin juga mengeluarkan sedikit darah dari sudut bibirnya.
__ADS_1