
Gin mencoba menenangkan Ten, saat matanya tertuju pada Pemimpin Organisasi Rakon. Dia tanpa basa-basi bergerak dengan kecepatan penuh ke arah Pemimpin Organisasi Rakon, Gin melancarkan sebuah pukulan yang dilapisi dengan energinya cukup pekat.
Pukulan Gin tak dapat ditangkis oleh Pemimpin Organisasi Rakon terpental jauh dan mengeluarkan sedikit darah dari sudut bibirnya. Gin memeriksa tubuh Ketua klan sudah terbaring kaku, pada saat Gin mengetahui Ketua klan tak lagi bernyawa, hal tersebut membuatnya murka.
Dia membawa tubuh Ketua klan ke tempat yang aman, Gin juga memberitahu Ten untuk membantunya untuk menghadapi Pemimpin Organisasi Rakon. Gin sadar kalau Ten sudah kelelahan akan tetapi, mau tidak mau dia harus meminta bantuan Ten untuk menghadapi Pemimpin Organisasi Rakon.
Mereka berdua bersiap akan datangnya Pemimpin Organisasi Rakon, pada saat Gin dan Ten melihat Pemimpin Organisasi Rakon bergerak dengan kecepatan penuh, mereka juga bergerak hingga mereka bertemu dan bertukar serangan.
Gin menyerang Pemimpin dengan pukulan yang cukup kuat, namun Pemimpin Organisasi Rakon dapat menghindari serangan tersebut dengan mudah. Ten juga menyerang Pemimpin Organisasi Rakon dengan menggunakan gada peraknya.
Gada perak milik Ten mendarat mulus pada wajah Pemimpin Organisasi Rakon yang membuatnya termundur dua langkah. Hal tersebut membuat Pemimpin Organisasi Rakon tertawa lantang, “Kalian benar-benar bukan lawanku!!!”
Tanpa Pemimpin Organisasi Rakon sadari, Gin menyerangnya dengan serangan tapak yang begitu kuat, walaupun Pemimpin Organisasi Rakon tak bergeming akan tetapi, dia muntah darah akibat serangan Gin yang begitu kuat.
Dia membulatkan matanya, karena tak menyangka akan serangan Gin yang sangat kuat. Dia mengertakkan gigi dan menyerang Gin dengan rentetan ayunan pedang, hal ini membuat Gin berada dalam kesulitan, walaupun dia sudah menggunakan kecepatan penuhnya.
Pemimpin Organisasi Rakon terkaget bukan main, karena sudah sekian kali pedangnya mengenai dada dan perut Gin, tetapi jubahnya lecet saja, tidak. Pemimpin Organisasi Rakon tak mau menyerang Gin, dia menggunakan beberapa jurusnya. Namun tetap saja hasilnya nihil, dia tak mampu menembus jubah milik Gin.
Merasa diabaikan membuat amarah Ten membuncah. Dia menyerang Pemimpin Organisasi dengan jurus gada peraknya. Serangan Ten hanya membuat Pemimpin Organisasi Rakon termundur beberapa meter saja.
Hal ini dimanfaatkan oleh Gin, dia menyerang Pemimpin Organisasi dengan pukulan yang telah dilapisi dengan energinya yang begitu pekat. Hal tersebut membuat Pemimpin Organisasi Rakon terhempas beberapa meter hingga muntah darah, entah sudah berapa kali dengan ini dia dikejutkan oleh Gin.
__ADS_1
Pemimpin Organisasi Rakon tak menyangka, bahwa Gin bisa secerdas dan sekuat ini. Dia tak menyangka akan disudutkan oleh seorang bocah seperti Gin. “Saya tidak menyangka. Jika, dikerajaan ini masih ada bocah berbakat seperti dia. Namun sayang bocah ini harus tewas secara mengenaskan di tempat ini.” Pemimpin Organisasi Rakon membantin dalam hati.
Pemimpin Organisasi bersiap mengeluarkan salah satu jurusnya. Jurus pedang, tebasan keindahan rembulan.
Merasa terancam dengan serangan tersebut, Gin menarik pedang bayangan dari sarungnya. Ting!!! Bunyi pertemuan kedua pedang menggema ke mana-mana. Gin dengan sangat cepat menendang tangan kanan, Pedang Pemimpin Organisasi Rakon terhempas ke udara dan tertancap ke tanah.
Gin tersenyum dan menebas Pemimpin Organisasi Rakon, namun serangan tersebut hampir seluruhnya dihindari oleh Pemimpin Organisasi Rakon, serangan Gin hanya bisa meninggalkan luka goresan pada lengan Pemimpin Organisasi Rakon.
Serangan Gin dibalas dengan tebasan yang dilancarkan ke lehernya, namun dengan cekatan menangkis serangan tersebut dengan menggunakan pedang bayangan, ting!!!. Pemimpin Organisasi Rakon dan Gin terus beradu pedang, Ting!!! Ting!!! Ting!!!.
Gin tanpa sadar membuka celah bagi Pemimpin Organisasi Rakon. Di terkena serangan tebasan yang begitu kuat. Dia hanya terhempas, karenanya. Akan tetapi, tak mendapat goresan sedikitpun pada jubahnya.
Pemimpin Organisasi memperhatikan Gin dengan seksama, dia baru menyadari, bahwa Gin dipenuhi oleh luka sayatan pedang pada sekujur tubuhnya, selain pada jubahnya. “Rupanya seperti itu.”
Ten yang sejak tadi duduk diam mengumpulkan kembali tenaga dalamnya. Akhirnya, tenaga dalam yang dikumpulkannya sudah cukup. Dia kemudian bangkit dan menyerang Pemimpin Organisasi Rakon dengan jurus terkuatnya.
Ten melemparkan gada peraknya semakin ke sini menjadi besar, sebelum mengenai Gin dan Pemimpin Organisasi Rakon. Gin menghidari serangan tersebut, namun tidak bagi Pemimpin Organisasi Rakon. Dia yakin serangan Ten tak akan melukainya sedikitpun seperti sebelumnya.
Satu hal yang tak disadari oleh Pemimpin Organisasi Rakon adalah jurus terkuat Ten kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Pada saat serangan Ten mengenai Pemimpin Organisasi Rakon, terjadi ledakan yang begitu dasyat.
Efek ledakan tersebut membuat Ten dan Gin terhempas jauh serta membuat mereka muntah darah. Debu menutupi sekitar akibat jurus ledakan tersebut. Pada saat debu mulai menipis tampak dari kejauhan Pemimpin Organisasi Rakon sedang muntah-muntah darah yang begitu banyak.
__ADS_1
Dia tak menyangka serangan Ten berbeda dari sebelumnya, dia juga telah kehilangan banyak darah. Kekuatan Pemimpin Organisasi Rakon berkurang drastis, akibat hal tersebut. Pemimpin Organisasi Rakon bergerak untuk menyerang Gin dan Ten.
Serangan yang dilakukan oleh Pemimpin Organisasi Rakon dapat dihindari oleh Gin dan Ten dengan mudah, Gin melihat celah dan menyerangnya dengan tebasan pedang pada dadanya. Sementara Ten mengerahkan pukulan yang begitu kuat membuat Pemimpin Organisasi Rakon terpental beberapa meter.
Gada perak milik Ten telah hancur, akibat jurus yang dia gunakan sebelumnya. Dia tak menyesali hal tersebut, karena dapat melukai Pemimpin Organisasi Rakon dengan begitu parah.
Pemimpin Organisasi Rakon tiba-tiba saja, mengeluarkan tenaga dalam yang begitu besar. Pemimpin Organisasi berniat mengeluarkan jurus terkuatnya. Merasa serangan Pemimpin Organisasi Rakon kali ini jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. “Ten, cepat menjauh dari sini sejauh yang kau bisa!!!”
Mendengar Ten menjauh dari tempat itu sejauh mungkin, bersamaan dengan itu Pemimpin Organisasi Rakon bergerak dengan sangat cepat. Jurus pedang, tebasan gerhana bulan.
Gin memutuskan untuk mengeluarkan jurus yang dilatihnya dari kitab pedang belum lama ini, dia dengan cepat menggunakan jurus tersebut gerakannya begitu indah, lembut, keras, tegas dan berperasaan.
Gin dapat menghindari jurus milik Pemimpin Organisasi Rakon dengan melenting ke sana-kemari, dia juga sekaligus melepaskan serangan yang sangat fatal padanya. Gin dengan gesit menghindari dan menyerang Pemimpin Organisasi sampai akhir.
Pada saat gerakan Gin berakhir, halaman klan Gajah perkasa menjadi porak-poranda, serta Pemimpin Organisasi Rakon dipenuhi oleh luka tebasan. Dia tak lagi mampu berdiri, tubuh telah terbaring lemah dengan dipenuhi darahnya sendiri.
Melihat hal tersebut membuat Ten hanya bisa membuka mulut lebar-lebar. Dia tidak menyangka sama sekali. Jika, Gin sekuat itu. Dia sudah sangat kelelahan, walaupun rasa lelahnya kali ini tidak ada apanya dibandingkan Saat sedang berada di hutan bagian terlarang. Dia harus bertahan hidup di hutan bagian terlarang selama tujuh hari, tetap saja hal ini, bukanlah hal yang mudah.
Tiba-tiba saja, muncul seorang petarung hebat dari arah selatan, dia menghampiri tubuh Pemimpin Organisasi Rakon yang masih terbaring lemah dan melemparnya ke udara. Dia kemudian melemparkan tombak yang begitu tajam ke arah Pemimpin Organisasi Rakon.
Pada saat tombak tersebut begitu saja melewati tubuh Pemimpin Organisasi Rakon, tiba-tiba saja tubuh tersebut terbelah menjadi dua dan meledak begitu saja, kemudian tombak tersebut kembali ke tangan orang tersebut.
__ADS_1
Hal ini membuat Gin hanya bisa menelan ludah, dia kemudian bersiap akan segala kemungkinan. Karena dia belum mengetahui, apakah orang tersebut adalah kawan atau bahkan lawan. Tak lama kemudian orang tersebut menatap Gin dan menghampirinya.