Black Shadow

Black Shadow
Hampir Berhasil


__ADS_3

Gin tanpa pikir panjang membuka pintu besar tersebut, menimbulkan suara berderit. Hal pertama yang dilihatnya adalah seseorang berjubah hitam sedang memukul salah satu prajurit dengan serangan tapak, meski terlihat beberapa orang prajurit tepar. Tidak sadarkan diri. Mereka adalah prajurit yang notabenenya anggota pasukan khusus.


 


Gin tanpa banyak bicara menghentikan serangan tapak tersebut, dia menendang tangan Si Jubah Hitam. Hal tersebut membuat serangan Si Jubah Hitam tidak mengenai prajurit. Gin tidak sampai di situ, dia bergerak dengan cepat. Muncul di belakang Si Jubah Hitam, menghantamkan sebuah pukulan tepat di leher belakangnya.


 


Hal tersebut membuat Si Jubah Hitam terlempar ke depan dan menabrak pintu, “Lumayan juga kau, bocah!” suara terdengar serak, serta sangat mengerikan.


 


Gin mencoba melihat wajah Si Jubah Hitam. Namun hanya gelap yang terlihat, tapi tiba-tiba Gin melihat matanya yang berwarna merah darah. Hal tersebut membuat Gin tersenyum, dia mengarahkan sebuah tendangan.


 


Si Jubah Hitam mudah saja menangkisnya dengan menggunakan tendangan, pertemuan kedua tendangan di udara. Namun kaki Gin terasa kebas dan terhempas ke belakang, karenanya. Dia menyerang dengan tendangan lagi. Hal tersebut membuat Si Jubah Hitam mengerutkan dahi.


 


Jelas-jelas Gin kalah adu tendangan dengan Si Jubah Hitam, namun karena pengalaman yang panjang Si Jubah Hitam tidak ingin meremehkan lawannya. Dia tetap menangkis tendangan tersebut dengan tangan kiri. Melihat terdapat sebuah celah, Si Jubah Hitam mengerahkan sebuah serangan tapak ke perut Gin.


 


Gin terlempar, menabrak dinding. Dia sempat memuntahkan darah sedikit. Terdapat tetesan darah di sudut bibirnya yang dihapus dengan cepat, dia tersenyum lebar. Hal tersebut membuat Si Jubah Hitam mengerutkan dahi.


 


“Hahaha. Baru kali ini, saya melihat orang yang tersenyum disaat terluka seperti itu.” Si Jubah Hitam terbahak dengan suara seraknya, menurutnya Gin adalah lawan unik baginya.


 


“Kau terlalu banyak mengoceh, kita sedang bertarung. Jadi sebaiknya kau bersiap, karena saya akan menyerangmu.” Gin bergerak dengan cepat, dia bahkan melapisi pukulan dengan energi kegelapannya, sangat tipis.


 


Sementara itu, Si Jubah Hitam menerima pukulan Gin dengan tinjuan yang sangat kuat. Benturan terjadi diantara keduanya, tapi Ginlah yang terlempar jauh ke belakang. Dia sungguh, bukan lawan Si Jubah Hitam. Jika kalian pikir Gin akan lari, karena kalah kuat dari lawannya. Maka, kalian salah besar.


 

__ADS_1


Gin bangkit, menghembus nafas halus. Dia menatap tajam pada Si Jubah Hitam, tatapan tak lepas sedetik ‘pun padanya. Gin berlari melakukan serangan terhadap Si Jubah Hitam, keduanya saling jua-beli serangan.


 


Jelas sekali, Gin lebih banyak menerima serangan dibandingkan si jubah hitam. Gin mundur dengan nafas tidak beraturan, “Orang ini, bahkan belum mengerahkan setengah dari kemampuannya. Apa dia sedang mengetesku?”


 


Gin memutuskan untuk menggunakan pedang. Tapi mirisnya, saat dia akan mencabut pedangnya. Tidak ada pedang di punggungnya, “Eh. Saya lupa! Bukannya, pedangku disita oleh Iblis kecil tadi.”


 


Tiba-tiba, Gin merasakan pergerakan di samping kanannya. Namun dia tidak sempat menghindar. Alhasil, Gin terlempar jauh.


 


“Hei, bocah. Apa kau sedang meremehkanku? Melamun disaat bertarung melawanku? Hah! Kau beruntung bocah, karena saya tertarik padamu. Jika tidak, nyawamu sudah melayang sejak tadi.” Suara serak tersebut terdengar sampai ke telinga Gin.


 


Gin hanya menampakkan deretan gigi depannya dengan senyuman lebar, “Hahaha. Benar-benar menarik, saya sungguh ingin bermain denganmu lebih lama. Akan tetapi, saya tidak memiliki waktu untuk itu.”


 


 


Namun harapan Gin pupus, saat Si Jubah Hitam dengan gesit menghindari serangannya. Dia menundukkan kepala ke belakang. “Ah, kau ingin bermain lebih lama? Saya bahkan lebih agresif dibanding dirimu. Akan tetapi, saya memiliki urusan yang jauh lebih penting.”


 


Si Jubah Hitam menyerang Gin dengan tendangan keras yang dapat dihindari, ditangkis olehnya, walaupun tangannya kebas. Dia juga sedikit terhempas ke samping, tapi itu bukan masalah bagi Gin.


 


Gin berlari menghantamkan tendangan ke dagu Si Jubah Hitam, namun mudah dihindari oleh Si Jubah Hitam. Gin tersenyum lebar, karena rencananya berhasil untuk membuka tudung Si Jubah Hitam. Akan tetapi, Si Jubah Hitam cepat memegang tudungnya, terbuka oleh terpaan angin dari tendangan Gin.


 


Gin tidak berputus asa, dia kembali mengerahkan tendangan berputar dari belakang. Dengan lincah, Si Jubah Hitam menghindarinya, menyarangkan tapak ke perut samping Gin. Tubuh Gin menjadi bengkok, dia dengan cepat memasang kuda-kuda terkuatnya. Agar tidak terhempas, tapi tetap memuntahkan sedikit darah.

__ADS_1


 


Gin sampai terbatuk-batuk, “Oh, sepertinya saya terlalu keras kepadamu, bocah."


 


Gin mengatupkan rahang, sambil menatap tajam Si Jubah Hitam, tangannya memegang perut bagian kanan. Melihat Si Jubah Hitam bergerak cepat, membuatnya siaga memasang kuda-kuda. Si Jubah Hitam menyerangnya dengan pukulan keras, walaupun dia sudah bersiap. Akan tetapi, Gin dengan sengaja menerima serangannya dengan menyilangkan kedua tangan di depan.


 


Hal tersebut membuat tangan kiri Gin retak, termundur dua langkah. Dia menjerit sedikit kencang. Tapi, sebisa mungkin, dia menahan jeritannya. Tangan yang retak tidak membuatnya jerah terhadap lawannya.


 


Gin mengibaskan tendangan ke wajahnya, karena tidak siap Si Jubah Hitam terhempas ke dinding. Dengan cepat Si Jubah Hitam bangkit, menyerang Gin. Terjadi jual-beli pukulan, maupun tendangan diantara keduanya.


 


Melihat Si Jubah Hitam kesal, membuat Gin tersenyum lebar. Baginya seperti mendapat sensasi tersendiri, saat berlama-lama bertarung dengan Si Jubah Hitam. Dia menyarangkan sebuah pukulan pada dada Si Jubah Hitam, tapi Si Jubah Hitam hanya termundur satu langkah dan melayangkan sebuah tendangan.


 


Gin menghindari tendangan tersebut, namun tendangan berikutnya datang dan membuatnya terkaget. Gin terhempas cukup jauh, dia bergelinding di lantai sampai menabrak dinding.


 


Si Jubah Hitam beranjak pergi dengan cepat, tapi dibuat kaget dengan Gin yang muncul di hadapannya. Menghantamkan sebuah pukulan. Gin dibuat kaget, saat pukulannya ditangkap dengan mudah oleh Si Jubah Hitam.


 


Tidak hanya sampai di situ, Si Jubah Hitam menghantamkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Gin. Tangannya tetap menahan Gin, agar tidak terlempar. Merasa puas, Si Jubah Hitam mengakhiri serangkaian serangannya dengan tendangan keras ke wajah Gin.


 


Hal tersebut membuatnya bergelinding ke samping, melihat kesempatan terbuka lebar untuknya lolos dari Gin. Si Jubah Hitam beranjak pergi dari tempat tersebut, sesegera mungkin.


 


Si Jubah Hitam bergerak cepat, tapi Gin bisa menyusul. Dia lagi-lagi mampu menghalangi langkah Si Jubah Hitam dengan senyuman yang tidak dapat dilihat oleh Gin. Dia berkata dengan suara serak, “Ah, kau benar-benar memaksaku, bocah!”

__ADS_1


 


Si Jubah Hitam mengalirkan energi tipis ke pergelangan tangan, dia menghantamkan sebuah tapak yang mengenai perut Gin. Hal tersebut membuatnya terhempas begitu jauh. Serangan tersebut membuat Gin memuntahkan darah yang sangat banyak, dia dengan cepat ingin mengejar. Akan tetapi, sosok Si Jubah Hitam tidak lagi nampak sejauh mata memandang.


__ADS_2