Black Shadow

Black Shadow
Terpojok


__ADS_3

Di depan ruangan tempat Kilin melindungi Putri, Bulan sedang bertarung melawan tetua Klan Api. Dia menatap tajam pada tetua Klan Api, “Tidak kusangka, Klan Api berani menginvasi Kerajaan. Kau seharusnya sadar, sudah bau tanah masih mau cari penyakit.”


 


Tetua Klan Api mengatupkan rahang, kesal pada Bulan. Bergerak menyerang Bulan dengan energi api, serpihan dinding berserakan.


 


Bulan mengeluarkan dua buah belati, bergerak maju untuk menyabet Tetua Klan Api. Namun serangannya dapat dihindari, Bulan terhempas jauh. Terkena tendangan pada perutnya.


 


Bulan berdiri memegang perutnya, tendangan yang cukup kuat. Terlambat mengeluarkan energi yang melindungi perutnya, Bulan dibuat meringis kesakitan.


 


Bulan bergerak cepat, melewati Tetua Klan Api. Hal tersebut membuat Tetua Klan Api, terkena luka sayatan. Tidak sedikit. Dia tersenyum, “Sepertinya, kau terlalu meremehkanku Tua Bangka. Kau sengaja menerima seranganku barusan, membiarkan tubuhmu terluka. Kau harus tahu, jika telah membuat kesalahan besar dengan melakukan hal semacam itu.”


 


Tetua Klan Api bergerak, mengerahkan pukulan keras yang dialiri energi api. Bulan meliuk menghindari serangan tersebut, dia pikir telah berhasil menghindari serangan Tetua Klan Api. Akan tetapi, dia salah besar telah berpikiran seperti itu. Hal tersebut hanyalah ilusi yang diciptakan oleh Tetua Klan Api. Bulan telah tertipu oleh serangan tersebut.


 


Bulan terhempas jauh menabrak dinding, karenanya dinding tersebut sedikit hancur. Kepingannya jatuh ke lantai. Bulan bangkit, meraih belati yang sempat lepas dari genggamannya. Dia menampakkan senyum lebar, melihat ke arah Tetua Klan Api. “Serangan pengecohmu tidak buruk, hanya saja kau kurang maksimal menggunakannya. Saatnya bertarung dengan serius.”


 


Bulan bergerak cepat untuk menyerang Tetua Klan Api, mengerahkan satu belati. Namun dapat dihindari oleh Tetua Klan Api, meliukkan tubuh. Dia mencoba sekali lagi, mengayunkan belati miliknya.


 


Tetua Klan Api mengerahkan pukulan yang dialiri oleh energi miliknya, kedua serangan bertemu. Menghasilkan gelombang kejut yang begitu besar, sementara Bulan termundur oleh hal tersebut.


 


 


Hal tersebut membuat Tetua Klan tersenyum lebar, dia merasa telah memenangkan pertemuan serangan tersebut. Namun salah, Tetua Klan Api salah besar. Bulan melepaskan energinya, racun menyebar di sekitar. Tetua Klan yang terkejut, terhempas begitu saja. Muntah darah.


 


“Kau memiliki kebolehan, Bulan. Tidak salah Raja naif itu menunjukmu sebagai Komandan Pasukan. Mari kita mulai serius, hentikan permainan kecil ini.” Tetua Klan Api menepuk jubahnya yang terlihat berdebu.

__ADS_1


 


Tetua Klan Api melepaskan energi miliknya, seluruh tempat tersebut terasa panas. Api membara di sekujur tubuh Tetua Klan.


 


Melihat hal tersebut, Bulan juga melakukan hal yang sama. Melepaskan energi miliknya, lebih besar dari sebelumnya. Kedua energi saling bertabrakan, hal tersebut menciptakan gelombang kejut yang luar biasa kuat. Bahkan bisa dipastikan, jika prajurit biasa yang terkena gelombang kejut tersebut akan termundur dua langkah.


 


“Bahkan energi milikmu begitu besar. Kau memang berbakat, namun sayang kau harus menjadi tumbal kebangkitan Raja baru!” Tetua Klan Api terbahak, puas dengan pernyataannya sendiri.


 


“Untuk orang setua dirimu, kau terlalu percaya diri.” Bulan membalas perkataan, Tetua Klan Api. Dia sepertinya tidak menerima baik perkataan yang dilontarkan oleh Tetua Klan Api.


 


Tetua Klan Api bergerak, menghilang dari mata Bulan. Dia tidak benar-benar menghilang, tapi gerakan melompatnya terlalu cepat.


 


Bulan menghembuskan nafas kasar, mengerahkan belatinya ke atas. Gelombang energi tercipta dari serangannya, bertabrakan dengan pukulan berapi milk Tetua Klan.


 


 


Tidak ada yang mau menyerah, keduanya saling menyerang satu sama lain. Tidak mau kalah dari lawan. Bulan menukik, menyabetkan serangan pada Tetua Klan Api. Namun dengan cepat, Tetua Klan Api melompat mundur.


 


Mereka terus bertarung, saling mengalahkan satu sama lain. Bertarung untuk saling membunuh, tidak akan ada penyesalan. Bagi seorang petarung mati dalam suatu pertempuran adalah suatu kehormatan, terlebih untuk orang seperti Tetua Klan Api.


 


Kedua serangan selalu berbenturan, namun semakin lama bertarung kecepatan Tetua Klan Api terus berkurang. Dia belum sadar akan hal tersebut. Sementara Bulan, dia mulai mengembangkan senyum.


 


Dia meliukkan tubuhnya, mengayunkan kedua belati. Darah keluar dari dada milik Tetua Klan Api, melihat hal tersebut Tetua Klan melompat mundur. Tidak percaya, jika Bulan berhasil melukainya. “Ka... Kau...”


 

__ADS_1


“Akhirnya, kau sadar juga. Kau terlalu meremehkanku yang minim pengalaman dibanding dirimu, keangkuhanmu sendiri yang mengakibatkan ini semua.” Bulan meledek Tetua Klan Api.


 


Tetua Klan diliputi amarah yang meledak-ledak, dia bergerak maju. Mengerahkan pukulan bertubi pada Bulan, ditangkis olehnya. Namun pukulan Tetua Klan terlalu kuat, tangannya sampai dibuat gemetar. Dia mundur tiga langkah, melihat tangannya yang gemetar kuat. “Pukulan yang mengerikan.”


 


Tetua Klan Api bergerak lagi, Bulan menyambutnya dengan energi besar. Kedua serangan saling bertemu, menciptakan gelombang kejut yang lebih kuat. Bulan memaksa tangannya untuk terus bertahan, namun karena terlalu kuat. Dia meliukkan tubuh, menendang kaki Tetua Klan Api.


 


Tetua Klan Api terjatuh ke belakang. Bulan mengancungkan belati pada lehernya, namun Tetua Klan Api dengan gerakan cepat menyarangkan pukulan ke perut Bulan. Hal tersebut membuat Bulan memuntahkan darah yang mengenai wajahnya, terhempas ke udara.


 


Bulan terpekik merasakan pukulan Tetua Klan yang begitu kuat, tubuhnya terjatuh dari langit-langit istana. Disambut pukulan oleh Tetua Klan Api, Bulan terhempas menabrak tembok. Hal tersebut membuat retak tembok istana.


 


Bulan meringkuk menahan sakit di lantai istana, dua kali perutnya menjadi sasaran pukulan yang sangat kuat. Beberapa kali muntah darah, Tetua Klan Api terbahak melihat Bulan yang meringkuk tidak berdaya.


 


Tetua Klan memiringkan wajah, memasang wajah iba melihat Bulan terbaring di lantai. Dia cuman meledek, tidak benar-benar iba pada Bulan. Berjalan perlahan menghampiri Bulan, mencekik lehernya. Mengangkatnya dengan tangan yang masih mencekik leher, Bulan meringis menahan sakit.


 


“Sebaiknya, kau menyerah. Bergabunglah bersama Barbara, dia yang akan menjadi Raja baru di Kerajaan Selatan ini. Kau akan kujadikan istri kedua nantinya.” Tetua Klan Api terbahak, sementara Bulan meludahi wajahnya.


 


Hal tersebut membuat Tetua Klan Api murka, dia melempar Bulan ke udara. Begitu Bulan terjatuh, dia memukulnya dengan bertubi-tubi. Bulan terhempas jauh, batuk darah.


 


Pukulan Tetua Klan Api tidak main-main sakitnya, terlebih Bulan harus menabrak tembok. Hancur. Dia terhempas ke dalam ruangan tempat Kilin dan Putri berada.


 


Bulan menabrak anggota Klan Api, membuat mereka terjatuh ke lantai. Kilin yang sedang menjaga Putri membelalakkan kedua matanya. Energi dalam tubuhnya meledak-ledak, amarahnya memuncak. Tidak peduli dengan keadaan sekitar, mengayunkan pedang kecilnya. Menebas para penghianat dengan cepat, mengeluarkan energi yang begitu besar.


 

__ADS_1


Bergerak cepat menyerang anggota Klan Api, sementara Putri terbelalak melihat perubahan pria bertopeng yang melindunginya sejak tadi. Pria bertopeng tersebut seperti orang yang berbeda, tidak seperti sebelumnya.


__ADS_2