
“Sedikit terlambat katamu? Kamu bahkan sangat terlambat.” Liu Peng dan Mei Ni membentak Biru secara bersamaan. Yup, orang yang sedari tadi mereka tunggu adalah Biru.
“Oh begitu ya. Hahaha, saya pikir hanya sedikit terlambat.” Biru dengan santai menuruni meja pertemuan dan menuju tempat duduknya, begitu pula dengan Liu Peng dan Mei Ni. Masamune memulai pertemuan itu, seakan sebelumnya tidak terjadi apa-apa.
Kimo juga mengembalikan meja pertemuan seperti semula. “Baik, pada pertemuan kali ini. Kita akan membahas tentang kekacauan yang terjadi pada Kerajaan Barat beberapa waktu yang lalu.”
“Apa ada kejadian yang seperti itu?” Liu Peng bertanya sambil mengupil, punggungnya disandarkan pada kursi sementara kakinya berada pada atas meja.
“Kemana saja, kau selama ini tua bangka? Jelas-jelas kekacauan yang terjadi pada Kerajaan Barat telah tersebar di seluruh penjuru dunia persilatan. Apa gubuk reotmu itu telah hancur dan kau telah mengungsi ke hutan paling dalam, serta mendirikan rumah di sana, sehingga kau tidak mendengar kabar yang telah mengguncang dunia persilatan, ha?”
“Saya tidak bertanya padamu, Nenek lampir.”
“Masa bodoh.”
“Dasar!!! Nenek lampir gila urusan.”
Perdebatan Liu Peng dan Mei Ni membuat Masamune dan yang lainnya geleng-geleng kepala. Mereka tidak habis pikir, setiap kali Liu Peng dan Mei Ni berjumpa pasti ujung-ujungnya ribut. Mereka sempat berpikir untuk menikahkan Liu Peng dan Mei Ni saja sekalian, agar mereka bisa akur. Namun usulan mereka ditolak secara mentah-mentah oleh Liu Peng maupun Mei Ni.
Walaupun mereka berdua belum menikah sama sekali sampai saat ini, seperti yang diketahui bahwa mereka sudah uzur. “Hentikan perbedatan konyol kalian, kita berkumpul di sini untuk membahas hal-hal penting. Bukan malah menonton kalian bertengkar. Asal kalian tau saja setiap kalian bertengkar, kalian nampak serasi.” Pernyataan yang dikeluarkan oleh Philip membuat ruangan tersebut ramai dengan gelak tawa.
Hal tersebut membuat Mei Ni maupun Liu Peng terdiam membisu tanpa kata-kata. Tanpa sepengetahuan mereka semua wajah Mei Ni memerah, karena ucapan Philip tadi. Kemudian Liu Peng mengajukan pertanyaan. “Memangnya organisasi atau kerajaan mana yang berani menyerang kerajaan Barat?”
__ADS_1
“Bukan sebuah kelompok, menurut informasi yang kudapatkan Kerajaan Barat diserang oleh satu orang saja, tidak lebih. Orang ini begitu hebat, walaupun seorang diri. Dia mampu menghancurkan setengah kerajaan Barat dan tidak hanya itu, dalam serangan tersebut tangan kanan Raja Barat terbunuh di tangan orang tersebut.”
“Apa kau bercanda? Kau pikir Kerajaan Barat adalah Kerajaan kemarin sore. Kerajaan Barat merupakan Kerajaan terkuat dalam dunia persilatan ini. Mana mungkin mampu diobrak-abrik oleh satu orang saja. Apalagi tangan kanan Raja Barat sampai terbunuh.” Tidak hanya Liu Peng saja yang dibuat kaget dan matanya hampir keluar dari tempatnya, karena informasi yang diberikan oleh Tomoe Gozen. Akan tetapi, semua orang yang berada dalam ruangan tersebut kaget bukan kepalang. Bahkan Masamune yang merupakan orang yang sangat tenang pun ikut terkesiap kaget.
Philip yang berasal dari Kerajaan Barat pun tidak mengetahui tentang kabar tersebut. Sebab dia sedang berada di Kerajaan Utara pada saat kekacauan yang terjadi di Kerajaan Barat.
Jika saja informasi tersebut bukan berasal dari Tomoe. Mereka semua pasti tidak akan percaya akan informasi yang telah mereka dengar. “Lalu apa yang terjadi pada orang yang menyerang Kerajaan Barat itu?”
“Entahlah informasi yang kudapatkan hanya itu saja.“
“Saya mendapat satu informasi berharga lagi. Beberapa waktu yang lalu, klan Gajah Perkasa dan Organisasi Rakon menghilang secara misterius dari dunia persilatan dan tidak jauh dari klan Gajah Perkasa, Si Tombak Putih menampakkan batang hidungnya.” Lanjut Tomoe, hal tersebut menambah keterkejutan mereka berenam tanpa kecuali Masamune, dia hari ini benar-benar seperti memiliki kepribadian lain, karena informasi yang diberikan oleh Tomoe.
“Apa informasi yang kau dapatkan itu dapat dipercaya, Tomoe? Saya mulai meragukan informasi yang kau dapatkan, karena ini.” Wajar Liu Peng dan lainnya meragukan informasi yang diberikan Tomoe kali ini. Pasalnya Si Tombak Putih ini adalah petarung hebat yang jarang menampakkan diri di dunia persilatan.
“Kau boleh memenggal kepalaku. Apabila informasi yang kuberikan salah.”
“Rupanya para monster dunia persilatan, satu-persatu mulai menampakkan dirinya. Walaupun kita belum mengetahui, siapa gerangan yang mampu memporak-porandakan Kerajaan Barat seorang diri.” Pernyataan Tomoe membuat Masamune dan yang lainnya tak memiliki pilihan lain selain percaya akan informasi yang diberjkannya.
“Dari informasi yang diberikan oleh Tomoe. Kemungkinan besar Kerajaan Barat akan menutup diri dari dunia persilatan untuk beberapa tahun ke depan hingga kondisi mereka pulih kembali.”
“Atas serangan yang didapatkan oleh Kerajaan Barat, tentu merusak keseimbangan dunia persilatan dan akan menimbulkan gejolak dalam dunia persilatan, serta kekacauan di mana-mana. Kalian semua harus menyebar ke seluruh wilayah, bahkan pelosok dunia persilatan. Cukupi kebutuhan mereka yang kekurangan, lindungi mereka yang lemah dan lenyapkan kaum penindas.”
__ADS_1
“Liu Peng dan Mei Ni bertugas di Kerajaan Timur dan kuharap untuk kali ini saja kalian harus akur.” Masamune mengatakan hal tersebut sambil memijat kepalanya yang terasa sakit, karena ulah yang akan diperbuat oleh Mei Ni dan Liu Peng saat menjalankan tugas. Masamune sengaja memasangkan mereka pada misi kali ini agar mereka bisa akrab.
“Apa? Saya harus menjalankan misi bersama tua bangka, idiot ini. Saya tidak sudi.”
Dengan tatapan yang mengintimidasi Liu Peng dan Mei Ni, Masamune berkata, “Kalian harus menjalankan misi bersama, jika tidak terima akibatnya.” Liu Peng maupun Mei Ni, sesungguhnya ingin bersikeras menolak akan tetapi, pada saat mereka melihat kemarahan Masamune membuat mereka menciut lantas mengurungkan niat.
Mereka baru pertama kali ini melihat Masamune sampai semarah itu. Ini tentu momen yang sangat langkah dan seharusnya wajib diabadikan akan tetapi, apa daya. Liu Peng yang jarang serius sekalipun tidak berani berkutik, karena tekanan kemarahan yang djberikan oleh Masamune.
“Kimo bertugas di Kerajaan Utara bersama Biru.”
“Sementara saya seorang diri bertugas di Kerajaan Selatan.”
“Kita harus menjaga keseimbangan dunia persilatan. Pertemuan ini saya nyatakan selesai sampai di sini.”
“Baik,” ucap Biru dan yang lainnya.
“Semua bubar kecuali, Tomoe dan Philip.” Disaat semua bubar meninggalkan ruangan, Masamune memberi perintah pada Tomoe dan Philip agar mencari latar belakang orang yang berani menyerang Kerajaan Barat seorang diri.
“Saya percaya pada kalian berdua, diantara kita semua, kalian berdualah yang dapat kupercayakan dalam menjalankan misi ini. Apalagi Tomoe yang memiliki keterampilan dalam mengumpulkan informasi. Jika kalian memulai mencari informasi di Kerajaan Barat kusarankan kalian harus sangat berhati-hati saat berada di sana, sebab Raja Barat merupakan orang yang terkenal tanpa belas kasihan pada setiap yang mencoba mengusik ketenangannya.”
Puas memberikan arahan Masamune mempersilahkan Philip dan Tomoe meninggalkan ruangan pertemuan tersebut. Disaat Masamune telah seorang diri dalam ruangan tersebut. Dia hanya menatap kosong pintu keluar lalu menghembuskan nafas halus. “Kuharap mereka berdua akan baik-baik saja.” Setelah mengatakan hal itu Masamune bergerak dengan begitu cepat meninggalkan ruangan pertemuan tersebut.
__ADS_1